Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

PENGEAUDITAN II

KESIMPULAN ATAS LAPORAN AUDIT

“ PT KINO INDONESIA Tbk”

Dosen Pengajar :

Made Yenny Latrini, S.E., M.Si

Oleh

KELOMPOK 7

Cok Istri Nilam Kencana N. NIM : 1515351043/04

I Made Dwi Darma Budiawan NIM : 1515351142/20

Pita Qurnia Amir NIM : 1515351143/21

Ni Wayan Yusy Marthadiani NIM : 1515351180/36

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2017

1
LAPORAN AUDIT DAN ANALISIS LAPORAN AUDIT
PT KINO INDONESIA Tbk. TAHUN 2016

Menurut Boynton Johnson Kell, laporan audit adalah media formal yang digunakan oleh
auditor dalam mengkomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan tentang kesimpulan atas
laporan keuangan yang di audit. Dimana laporan audit atau audit report tersebut merupakan
sebuah laporan auditor yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan dengan norma
pemeriksaan akuntan yang berlaku, disertai dengan opini mengenai kewajaran atas laporan
keuangan perusahaan yang diperiksa. Ada lima tipe pokok laporan audit yang diterbitkan oleh
auditor yaitu: Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion
report), Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa
penjelasan(unqualified opinion report whit explanatory language), Laporan yang berisi
pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion report), Laporan yang berisi pendapat
tidak wajar ( adverse opinion report), Laporan yang didalamnya auditor tidak menyatakan
pendapat (disclaimer of opinion report).

Dalam lembar opini audit, ada tujuh (7) bagian-bagian yang wajib, yaitu:

1. Judul Laporan (harus mengandung kata “independen”)

2. Alamat Yang Dituju Laporan Audit

3. Paragraf Pengantar/Pendahuluan (paragraf ini menyatakan bahwa KAP telah mengaudit,


jenis laporan keuangan yang diaudit, dan tanggung jawab dari pihak manajemen
perusahan maupun pihak auditor)

4. Paragraf Lingkup Audit

5. Paragraf Pendapat/Opini

6. Nama KAP, TTD Akuntan Publik dan No. Register

7. Tanggal Laporan Audit

2
1. Judul Laporan

Setiap laporan diwajibkan mencantumkan judul laporan auditor oleh Standar Auditing
diikuti dengan penambahan kata independen. Biasanya dilengkapi dengan nomor laporan audit.
Laporan PT KINO INDONESIA Tbk. ini berjudul Laporan Auditor Independen, dengan nomor
laporan No. KNMT&R-20.03.2017/01.

2. Alamat yang Dituju Laporan Audit

Laporan ini ditujukkan kepada para Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Dewan
Direksi PT KINO INDONESIA Tbk.

3. Paragraf Pengantar/Pendahuluan

Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf, yaitu:

Paragraf pertama laporan audit tersebut merupakan paragraf pengantar. Dalam paragaraf
ini terdapat tiga kalimat: kalimat pertama menjelaskan objek yang menjadi sasaran auditing
sedangkan kalimat kedua dan ketiga menjelaskan tanggung jawab manajemen dan tanggung
jawab auditor.

1. Objek yang menjadi sasaran audit

“Kami telah mengaudit neraca Perusahaan X untuk tahun tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 201X serta laporan laba-rugi, laporan perubahan
ekuitas, serta laporan arus kas untuk tahun yang terakhir pada tanggal
tersebut” berisi dua hal penting berikut:

a. Auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan setelah ia melakukan audit


atas laporan tersebut.

b. Objek yang diaudit oleh auditor bukanlah catatan akuntansi melainkan laporan
keuangan kliennya, yang meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan
ekuitas, dan laporan arus kas.

2. Tanggung jawab auditor

Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen.

Kalimat diatas menegaskan bahwa tanggung jawab atas laporan keuangan terletak di
tangan manajemen.
3
Tanggung jawab kami adalah menyatakan....berdasarkan audit kami.

Kalimat diatas secara khusus menunjukkan tanggung jawab auditor. Auditor


berperan untuk melaksanakan audit dan menyatakan pendapat berdasarkan temuan
temuan.

Kalimat diatas menunjukkan bahwa auditor telah mengaudit laporan keuangan tertentu
dari perusahaan yang ditunjuk. Sehingga dari Laporan Auditor PT KINO INDONESIA Tbk
dapat disimpulkan:

1. Objek yang menjadi sasaran audit, menjelaskan bahwa auditor telah melaksanakan
audit pada laporan keuangan perusahaan dengan membuat pernyataan sederhana
seperti dibawah ini serta menyatakan jenis laporan keuangan yang diaudit:

“Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasi PT KINO INDONESIA Tbk.


dan entitas anaknya terlampir yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31
Desember 2016, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan dan
informasi penjelasan lainnya”.

2. Tanggung Jawab:

a. Manajemen: “Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian


wajar laporan keuangan konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari
kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan”.

b. Auditor: “Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas
laporan keuangan konsolidasian tersebut berdasarkan audit kami”.

4. Paragraf Lingkup

4
Paragraf lingkup berisi pernyataan auditor bahwa auditnya dilaksanakan berdasarkan
standar auditing yang dterapkan oleh organisasi profesi akuntan publik dan beberapa penjelasan
tambahan tentang standar auditing tersebut, serta suatu pernyataan keyakinan bahwa audit yang
dilaksankan berdasarkan standar auditing tersebut memberikan dasar yang memadai bagi
auditor untuk memberikan pendapat atau laporan keuangan auditan.

1. Standar Auditing

Kalimat pertama dalam paragaraf lingkup berbunyi sebagai berikut “Kami


melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia.”. Dalam kalimat ini auditor menyatakan bahwa audit yang
dilaksanakan atas laporan keuangan bukan sembarang audit, melainkan audit yang
dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh badan penyusun standar.
Dalam konteks ini ,standar auditing yang berlaku umum meliputi sepuluh standar
auditing dibagi menjadi tiga kelompok: (1) standar umum, (2) standar pekerjaan
lapangan, dan (3) standar pelaporan.

2. Penjelasan Ringkas Standar Auditing

Kalimat kedua dalam paragraf lingkup berbunyi sebagai berikut: “Standar tersebut
mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami
memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan bebas dari salah saji
material.”

Kalimat ini berisi tiga pernyataaan auditor:

a. Audit yang dilakasanakan oleh auditor merupakan proses yang terencana.

b. Audit ditujukan untuk memperoleh keyakinan memadai, bukan absolut, sehingga


dengan demikian terdapat risiko di dalam audit yang dilaksankan oleh auditor.

c. Auditor menggunakan konsep materialitas. Suatu audit direncanakan dan


dilaksanakan untuk menemukan salah saji material, namun bukan semua salah
saji dalam laporan keuangan.

5
Kalimat ketiga dalam paragraf lingkup berbunyi sebagai berikut : “Suatu
audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.”.
Dalam kalimat tersebut auditor menyampaikan pesan kepada pemakai
laporannnya bahwa :

a. Dalam perikatan umum, auditor melaksanakan auditnya atas dasar


pengujian, bukan atas dasar pemeriksaan terhadap seluruh bukti.

b. Pemahaman memadai atas pengendalian intern merupakan dasar


menentukan jenis dan luas pengujian yang dilakukan dalam
pemeriksaan.

c. Luas pengujian dan pemiihan prosedur audit ditentukan oleh


pertimbangan auditor atas dasar pengalamannya.

d. Dalam audit, auditor melakukan pemeriksaan atas bukti audit, yang


tidak hanya terbatas pada catatan akuntansi klien saja, namun
mencakup informasi penguat (corroborating information).

Kalimat keempat dalam paragraf lingkup berbunyi sebagai berikut:


“Audit juga meliputi penilaian standar akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan penting yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian
terhadap penyajian keuangan secara keseluruhan.” Kalimat tersebut
menyebutkan bahwa auditor menggunakan pertimbangan dalam menilai dan
mengevaluasi representasi laporan keuangan manajemen.

Kalimat Kelima dalam pargaraf lingkup berbunyi sebagai berikut: “Kami


yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan
pendapat.”. Kalimat ini mengidentifikasi keteratasan lain audit yang
dilaksanakan auditor, yaitu bahwa pendapat yang dinyatakan oleh auditor hanya
dilandasi oleh dasar yang memadai, bukan dasar yang konklusif atau absolut.

Sehingga dari Laporan Auditor PT KINO INDONESIA Tbk dapat


disimpulkan:
6
1. Standar Auditing

“Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan


oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.”

2. Penjelasan Ringkas Standar Auditing

“Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta


merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian tersebut bebas dari
kesalahan penyajian material.

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit


tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur
yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas
risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian
risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang
relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas
untuk merancang prosedur audit yang tepatsesuai dengan kondisinya, tetapi
bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian
internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan
kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang
dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan
keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami
peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini
audit kami.”

Maka, analisis paragraf lingkup pada PT KINO INDONESIA Tbk.


menyatakan bahwa laporan audit dirancang dengan standar audit yang
berlaku bertujuan untuk memperoleh keyakinan yang memadai melalui
penelusuran bukti yang dikumpulkan terkait laporan keuangan dan auditor
yakin bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.

7
5. Paragraf Pendapat/Opini

Paragraf ketiga dalam laporan audit baku merupakan paragraf yang digunakan oleh
auditor untuk menyatakan pendapatnya mengenai laporan keuangan yang disebutkannya dalam
paragraf pendahuluan/pengantar. Dalam paragraf ini auditor menyatakan pendapatnya mengenai
kewajaran laporan keuangan auditan, dalam semua hal yang material, yang didasarkan atas
kesesuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima umum.

Kalimat paragraf pendapat dijelaskan sebagai berikut:

“Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut diatas...

Dalam menafsirkan arti dan pentingnya kalimat ini, hendaknya disimpulkan bahwa pendapat
tersebut dinyatakan oleh orang orang yang profesional, berpengalaman dan ahli.

...menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan (nama
perusahaan) per (tahun) dan (tahun), dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut...

Konotasi yang dimaksudkan dalam kata-kata secara wajar adalah bahwa penyajian laporan
keuangan telah memadai, tanpa berat sebelah, atau distorsi.

...sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.”

Kalimat ini memenuhi standar pelaporan pertama yang menyatakan bahwa laporan harus
menunjukkan apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan GAAP.

Sehingga dari Laporan Auditor PT KINO INDONESIA Tbk dapat disimpulkan


opini/pendapat auditor:

“Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasi terlampir menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian PT KINO INDONESIA Tbk. dan
entitas anaknya tanggal 31 Desember 2016, serta kinerja keuangan dan arus kas
konsolidasiannya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.”
8
Hal tersebut merupakan sebuah kesimpulan akhir dalam laporan auditor yang dilakukan
oleh auditor profesional dan independen dalam menyelesaikan tugasnya. Selain itu, dikatakan
wajar karena sudah memenuhi kriteria pengujian yang dilakukan dan judgement auditor
mengatakan bahwa tidak ada salah saji laporan keuangan yang bersifat material (laporan telah
memadai sesuai dengan bukti yang tersedia) serta laporan keuangannya telah disusun sesuai
dengan standar audit yang berlaku.

6. Nama KAP, TTD Akuntan Publik, dan No. Register

Nama KAP yang melakukan dan menandatangani laporan audit atas laporan keuangan
PT KINO INDONESIA Tbk. adalah Juninho Widjaja, CPA oleh Kosasih, Nurdiyaman,
Mulyadi, Tjahjo & Rekan. Izin Akuntan Publik No. AP. 1029/Public Accountant License No.
AP. 1029.

7. Tanggal Laporan Audit

Tanggal laporan yang dicantumkan adalah tanggal pada saat auditor menyelesaikan
laporan yang telah diaudit dengan seluruh prosedurnya. Pada laporan audit PT KINO
INDONESIA Tbk. auditor telah menyelesaikan laporan auditor independen pada tanggal 20
Maret 2017 untuk laporan keuangan periode 31 Desember 2016.

Laporan auditor independen PT KINO INDONESIA Tbk. memiliki tipe laporan audit
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion). Pendapat wajar tanpa
pengecualian ini diberikan oleh auditor karena tidak terjadi pembatasan dalam lingkup audit dan
tidak terdapat pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan prinsip
akuntansi berterima umum tersebut, serta pengungkapan memadai dalam laporan keuangan.
Kata wajar dalam hal ini mempunyai makna bebas dari keragu-raguan dan ketidak jujuran serta
lengkap informasinya. Laporan audit yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian adalah
laporan yang paling dibutuhkan oleh semua pihak, baik oleh klien, pemakai informasi keuangan
ataupun oleh auditor untuk tujuan tertentu

9
Daftar Pustaka

http://www.kino.co.id/wp-content/uploads/2017/03/Laporan-Keuangan-Konsolidasian-
PT-Kino-Indonesia-Tbk-per-31-Desember-2016.pdf (Diakses tanggal 16 Desember 2017)

http://falahbilayudha.blogspot.co.id/2013/04/laporan-audit.html (Diakses tanggal 16


Desember 2017)

10
http://www.academia.edu/17469586/ANALISIS_TERHADAP_LAPORAN_AUDIT
(Diakses tanggal 16 Desember 2017)

http://www.academia.edu/12806819/LAPORAN_AUDIT (Diakses tanggal 16 Desember


2017)

http://auditingsebi.blogspot.co.id/2014/10/laporan-audit.html (Diakses tanggal 16


Desember 2017)

11