Anda di halaman 1dari 3

Menurut World Health Organization (WHO), Rumah Sakit (RS) adalah bagian integral

dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna
(komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif)
kepada masyarakat.1 Berdasarkan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009, RS adalah institusi
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Rumah Sakit Umum (RSU) mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu dimensi mutu pelayanan kesehatan adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai
dengan waktu tunggu pasien.
Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu
tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan.
Lama waktu tunggu pasien mencerminkan bagaimana RS mengelola komponen pelayanan
yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Kategori jarak antara waktu tunggu dan
waktu periksa yang diperkirakan bisa memuaskan atau kurang memuaskan pasien antara lain
yaitu saat pasien datang mulai dari mendaftar ke loket, antri dan menunggu panggilan ke poli
umum untuk dianamnesis dan diperiksa oleh dokter, perawat atau bidan lebih dari 90 menit
(kategori lama), 30 – 60 menit (kategori sedang) dan ≤ 30 menit (kategori cepat). Waktu
tunggu di Indonesia ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui standar
pelayanan minimal. Setiap RS harus mengikuti standar pelayanan minimal tentang waktu
tunggu ini. Standar pelayanan minimal di rawat jalan berdasar Kemenkes Nomor
129/Menkes/SK/II/2008 ialah kurang atau sama dengan 60 menit.
Definisi Waiting Times/Waktu Tunggu Waiting times/Waktu tunggu adalah waktu yang
dipergunakan oleh pasien untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap dari
tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu menurut
Depkes RI. (2007) yang dikutip oleh Soebarto (2011), adalah waktu tunggu di rumah sakit
berkaitan dengan pelayanan kesehatan meliputi pelayanan rekam medis, gawat darurat,
pelayanan poliklinik dan lain sebagainya. Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan oleh
petugas kesehatan di rumah sakit untuk memberikan pelayanan pada pasien. Waktu tunggu
merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien di beberapa rumah sakit, lama
waktu tunggu mencerminkan bagaimana rumah sakit mengelola komponen pelayanan yang
disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Waktu tunggu pelayanan adalah waktu tunggu
pasien terhadap pelayanan mulai dari kedatangan pasien di tempat pendaftaran di loket kartu
sampai dikirimnya berkas medis ke poliklinik yang dituju (Damayanti, 2003 dikutip oleh
Soebarto, 2011). Waiting times/waktu tunggu pasien adalah waktu yang dibutuhkan oleh
pasien mulai datang kerumah sakit sampai mendapatkan pelayanan dari dokter (Camacho et
al, 2006). Waiting times/waktu tunggu adalah waktu dari pendaftaran sampai konsultasi
dengan dokter. Ada dua kategori waktu tunggu yang pertama adalah waktu yang dibutuhkan
untuk bertemu dokter dan yang kedua adalah waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh
resep obat (Abdullah, 2005).
Menurut Abdullah ada tiga elemen utama yang mempengaruhi waktu tunggu yaitu:
ketersediaan fasilitas dan peralatan, sumber daya manusia, dan proses registrasi pasien.
Menurut Kapustiak (2000), dikutip oleh Khairani (2010), mendefinisikan bahwa waiting
times/waktu tunggu adalah: 1. Total waktu yang digunakan oleh pelanggan/pasien menunggu
di Instalasi Rawat Jalan 2. Waktu antara pasien pertama mendaftar sampai mendapat
pemeriksaan/pelayanan oleh dokter di poliklinik yang dituju 3. Waktu yang berlalu antara
waktu perjanjian yang telah ditetapkan dengan waktu ketika pasien untuk mendapatkan
evaluasi awal oleh petugas kesehatan di poliklinik. Waiting times/waktu tunggu di Instalasi
Rawat Jalan dibagi menjadi dua bagian besar waktu tunggu pasien yaitu waktu tunggu saat
mendaftar di loket pendaftaran, waktu tunggu di Rekam Medik/loket pendaftaran pasien 10
sampai 15 menit , Depkes RI dikutip oleh Soebarto (2011). Waiting 10 times/waktu tunggu di
poli 10 menit yang dituju saat menunggu pelayanan dari petugas medis atau paramedik
Camacho et al, (2006)

Triage adalah sebuah metode pengelompokan pasien berdasarkan berat ringannya kasus,
harapan hidup dan tingkat keberhasilan yang akan dicapai sesuai dengan standar pelayanan
IGD yang dimiliki. Triage dilakukan dalam waktu maksimal 60 detik (1 menit) setelah pasien
masuk IGD. Pengelompokan pasien dengan sistem triage diberlakukan untuk
memprioritaskan pasien yang datang sesuai dengan kondisi dan kecepatan waktu yang
dibutuhkan.
Kode triage :
a. Merah
Merupakan tanda pasien yang membutuhkan pertolongan darurat dan cepat, misalnya
patah tulang, kejang, perdarahan otak, luka bakar, serangan stroke, kegagalan fungsi
jantung, gagal nafas, atau dalam keadaan tidak sadar. Maksimal waktu tunggu adalah
10 menit. Di IGD RS penanganan dilakukan dalam waktu < 5 menit.
b. Kuning
Merupakan tanda bagi pasien yang pelayanannya dapat ditunda, misalnya infeksi luka
ringan, usus buntu, patah tulang, luka bakar ringan. Maksimal waktu tunggu adalah 30
menit.
c. Hijau
Merupakan tanda bagi pasien yang tidak dalam kondisi gawat darurat dan dapat
ditunda, misalnya benturan memar di permukaan kulit, luka lecet, tertusuk duri,
demam ringan, dan radang lambung. Maksimal waktu tunggu adalah 60 menit. Di
IGD RS penanganan dilakukan sesuai urutan kedatangan pasien.
d. Hitam
Merupakan tanda bagi pasien yang sudah tidak dapat ditolong dan usia harapan hidup
sangat tipis, misalnya pasien dengan kondisi kerusakan berat dari seluruh organ
penting tubuh.