Anda di halaman 1dari 22

GEDUNG PERTUNJUKAN TEATER

Tinjauan Gedung Pertunjukan Teater

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Teater merupakan gedung atau ruangan tempat
pertunjukan film, sandiwara, dan sebagainya atau dapat juga dikatakan sebagai ruangan besar
dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk
peragaan ilmiah: pementasan drama sebagai suatu seni atau profesi; seni drama; sandiwara; drama.
(KBBI, 2016)
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan
pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan lakon atau naskah cerita yang akan
dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas 2
panggung dan disaksikan oleh penonton. Jika “drama” adalah lakon dan “teater” adalah
pertunjukan maka “drama” merupakan bagian atau salah satu unsur dari “teater”. (Santosa, 2008)

Teater Dan Jumlah Penduduk

Di Jerman, Swiss dan Australia terdapat ketergantungan karakteristik antara luas wilayah,
ukuran teater, dan jenis teater. (Neufert E. , 2002)
<50.000 penduduk : Gedung Pertunjukan Lokal (Gedung Utama 500-600 tempat duduk)
50.000 – 100.000 : Gedung pertunjukan local dengan teater kota. Untuk drama dan operet,
sesekali untuk opera.
100.000 – 200.000 : Teater tiga sektor, 700-800 tempat duduk.
200.000 – 500.000 : Ruang opera kecil 800 – 1000, ruang drama 600 – 800 tempat duduk.
500.000 – 1.000.000 : ruang opera 1000 – 1400 tempat duduk dan beberapa teater
eksperimental.
≥1.000.000 : Gedung opera besar 1400 – 2000 tempat duduk.
Teater Berdasarkan Kapasitas
Jenis teater juga dapat diklasifikasikan menurut kapasitas penonton yang
ditampungnya (Ham, 1987) :

 Sangat Besar
Teater yang memiliki 1500 kursi penonton atau lebih.
 Besar
Teater yang memiliki 900 - 1500 kursi penonton.
 Sedang
Teater yang memiliki 500-900 kursi penonton.
 Kecil
Teater yang memiliki kurang dari 500 kursi penonton

1. SYDNEY OPERA HOUSE

Pendahuluan
Sydney Opera House terletak di kawasan Benellong Point diatas teluk Sydney yang
dulunya difungsikan sebagai gudang penyimpanan kereta trem, dekat dengan Sydney Harbour
Bridge, New South Wales, Australia. Dirancang oleh Jorn Utzon, arsitek berkebangsaan
Denmark, yang pada tahun 1957 memenangkan kompetisi yang diadakan oleh Pemerintah
NSW-Australia, serta mengalahkan 233 peserta dari 23 negara. Rancangan yang dibuatnya
terkenal dengan nama “Shell Design”. Opera house Sydney merupakan salah satu bangunan
unik abad ke-20, dan juga merupakan icon atau symbol bagi benua Australia. Pada tanggal 28
Juni 2007, UNESCO menetapkan Opera House Sydney sebagai salah satu situs warisan dunia.

Sesuai dengan namanya, Bangunan ini digunakan untuk pertunjukan teater, musik, opera,
tarian modern, ballet, pameran dan film. Salah satunya ialah Opera Australia, The Australian
Ballet, Sydney Theatre Company, dan Sydney Symphony yang diselenggarakanoleh Sydney
Opera House Trust, di bawah Kementrian Kesenian New South Wales.

Desain Dan Struktur Bangunan Sydney Opera Haouse

Sydney Opera House berdiri di atas tanahseluas 2,2 Ha dan luas bangunan 1,8 Ha dengan
bentang bangunan 185 m x 120 m dan ketinggian atap mencapai 67 meter di atas permukaan
laut. Atap terbuat dari 2194 bagian beton precast yang masing-masingseberat 15,5 ton.
Kesemuanya disatukan dengan kabel baja sepanjang 350 km. Berat atap keseluruhan mencapai
27.230 ton yang dilapisi 1.656.056 keramik Swedia.
Berat bangunan 161.000 ton ditopang oleh 580 kostruksi baja yang ditanam pada
kedalaman 25 m di bawah permukaan laut. Penyangga atap terdiri dari 32 kolom beton yang
masing-masing 2,5 meter persegi dengan struktur dinding curtain wall.
Sydney Opera House Ditinjau Dari Struktur Shell.

Shell Design adalah rancangan yang sangat rumit, atap pada merupakan bentuk metafora
dengan menerapkan system shell free form. Dimana bentuk shell yang ada tidak mengikuti
pola geometri tetapi terikat secara structural yang dalam hal ini bentuk geometri tetap ada tetapi
bukan merupakan factor utama. Shell pada Sydney opera house terbentuk dari proses rotasional
kearah vertical dengan lengkung dua arah (vertical dan horizontal)/ double curved shell dengan
permukaan lengkung sinklastik.
Gaya-gaya yang bekerja pada atap shell Sydney Opera House antara lain adalah :

1. Gaya Meredional
Meredional pada atap Sydney opera house berasal dari berat itu sendiri yang kemudian gaya
itu disalurkan melalui tulangan baja ke kolom penyangga atap. Gaya meredional yang
bekerja pada atap diatas dengan mempertebal permukaan dan membentuk permukaannya
menyerupai sirip- sirip dengan tujuan agar permukaan lebih kaku.

2. Gaya Rotasional
Gaya rotasional bekerja kearah vertical mengikut ilengkung atap kemudian beban
disalurkan ke tanah melaui tiga kolom yang ada. Beban tekan dan tarik disalurkan melalui
tulangan atap.

3. BebanLentur
Pertemuan atap dan dinding dibuat lebih tebal agar dapat menyokong gaya yang bekerja
pada arah vertical dan horizontal dari gaya meredional, yang juga agar yang terjadi.

4. Kondisi Tumpuan
Kondisi tumpuan pada atap Sydney opera house sudah memenuhi syarat tumpuan layak
yang diizinkan untuk shell struktur, yaitu :
 Tumpuan yang disalurkan ke kolom mampu mengerahkan reaksi dari membrane baik
itu reaksi tekan maupun tarik, perpindahan gaya tekan tarik yang bekerja pada
permukaan cangkang.
 Perpindahan-perpindahan membrane pada perbatasan kulit kerang yang timbul akibat
tegangan dan regangan membrane diatasi dengan memperkaku sudut- sudut
pertemuan permukaan shell
Kesimpulan

Tegangan- tegangan membrane adalah sedemikian kecil sehingga dalam kasus Sydney
Opera House, ketebalan kulit kerang ditentukan oleh gangguan- gangguan lentur
perbatasan, meskipun demikian tegangan-tegangan yang ada harus tetap dievaluasi dalam
usaha untuk :

1. Tegangan-tegangan tarik yang mungkin terjadi dan menyediakan tulang tarik yang
cukup kuat disepanjang lengkungan atap.
2. Tegangan tekan tertinggi pada puncak atap yang diselesaikan dengan membuat
perkuatan, sedangkan untuk tekanan tekuk terjadi pada sudut pertemuan atap.

Konsep Bentuk

Semua bermula dari awalnya pemerintah new south wales membuka kompetensi desain
terbuka/ sayembara bertaraf internasional pada tahun 1956 dan jorn utzon seorang arsitek dari
denmark memenangkan sayembara ini, karena menurut pemerintah NSW desain yang ia buat
sangatlah tidak teruga, berani dan visoner. Konsep bentuk Sydney opera house ini termasuk
konsep metafora yang dimana bentukan dari layar kapal dan tumpukan kerang. Ia menegaskan
bahwa bentuk ini sangat cocok untuk dibangun di sisi pantai. Prinsip desain gedung ini adalah
untuk bertindak sebagai panduan untuk semua perubahan masa depan ke gedung. Dan membantu
untuk memastikan integritas arsitektur bangunan di pertahankan.

Sejarah dan Tahap Pembangunan Opera House Sydney


Perencanaan Opera House Sydney dimulai pada akhir tahun 1940-an ketika Eugène
Goossens, Direktur NSW State Conservatorium of Music, mencari tempat yang cocok untuk
konser orchestra besarnya, karena yang pada waktu itu Sydney Town Hall sudah tidak dianggap
cukup besar lagi untuk acara konsernya. Pad atahun1954, Goossens berhasil mendapatkan
dukungan dari Premier NSW,Cahill Yusuf, yang disebut sebagai pemrakarsa dalam pembuatan
gedung tersebut.

Pada 13 September 1955, Cahill membuka kompetisi untuk mendesain bangunan Opera
House Sydney, dan akhirnya terdapat 233 peserta dari 32 negara ikut berkompetisi dalam ajang
tersebut dengan kriteria yang ditentukan, yaitu aula besar tempat duduk 3000 dan aula kecil untuk
1200 orang, masing-masing harus dirancang untuk berbagai kegiatan termasuk opera, orchestra,
paduan suara, konverensi, kuliah, balet performance, presentasi dan lainnya.
Pada tahun 1957, Jorn utzon, seorang arsitek berkebangsaan Denmark memenangkan
kompetisi tersebut dengan hadiah sebesar £5000, dan pada saat itu juga Utzon menuju Sydney
untuk membantu mengawasi proyek tersebut, lalu pada Februari 1963 akhirnya Utzon berpindah
kantor di Sydney.

Pembangunan resmi Opera House dimulai pada Maret, 1959. Proyek ini dibangun dalam
tiga tahapan. Tahap I (1959-1963) bangunan yang terdiri dari atas mimbar atau podium. Tahap
II (1963-1967) pembangunan luar yaitu konstruksi atap. Tahap III terdiri dari desain interior dan
konstruksi 1967-1973).

 Tahap I dimulai pada tanggal 2 Maret 1959, perusahaan konstruksi Sipil & Civic ,
dipantau oleh para insinyur Ove Arup dan Rekan . Pemerintah telah mendorong untuk
mulai bekerja. Namun, Utzon masih belum menyelesaikan desain akhir. masalah
struktural utama masih tetap belum terpecahkan. 23 Januari 1961, konstruksi dimulai
sebelum gambar konstruksi yang tepat telah disiapkan, perubahan dokumen kontrak
asli). Sehingga menyebabkan masalah di kemudian hari,di antaranya adalah fakta bahwa
kolom podium tidak cukup kuat untuk mendukung struktur atap, dan harus dibangun
kembali.

 Tahap II Desain atap 1957-1962, Utzon dan Ove Arup dan Rekan membutuhkan waktu
sekitar lima tahun untuk memecahkan masalah atap. Dalam pencarian solusi, berbagai
geometri diteliti melalui proposal Utzon solusi berbentuk bola yang akhirnya diadopsi
dan paling kompleks geometri sederhana untuk menentukan bentuk atap. Ove Arup dan
Mitra mengeksplorasi berbagai konstruksi dimulai dengan saran Utzon untuk kulit shell
beton bertulang tunggal dengan kaku rusuk. Double kulit dan ruang solusi untuk
bingkai. yang serius diperdebatkan sebelum pracetak ini, kubah bergaris berongga
diadopsi. Insinyur itu juga meneliti berbagai jenis konstruksi sebelum ditetapkannya
pracetak berusuk kubah, dengan solusi insitu :

- Single kulit beton bertulang dengan rusuk


- Single kulit shell dengan rusuk
- Double kulit beton bertulang dengan arah rusuk 2 dan dinding struktural aliran udara
- Baja ruang bingkai dengan kulit beton bertulang, shell aliran udara replacing louvre
wall menggantikan dinding aliran udara
- Insitu beton pracetak
- Rusuk beton bertulang pracetak, menara tahap dinding struktural

Ubin keramik berglasir dari Swedia melapisi atap cangkang Opera House Sydney.
Cangkang dibangun oleh Hornibrook Group Pty Ltd , yang juga bertanggung jawab
untuk konstruksi di Tahap III. Hornibrook memproduksi tulang rusuk pracetak 2400 dan
4000 panel atap di lapangan pabrik.
 Tahap III, interior, Utzon tidak memegang proyek ini lagi karena terjadi perubahan
pemerintahan tahun 1965, dan Robert Askin pemerintah baru menyatakan bahwa proyek
di bawah yurisdiksi Departemen Pekerjaan Umum. Sejauh ini, pada bulan Oktober
1966, biaya hanya $ 22.900.000 kurang dari seperempat anggaran akhir yaitu $
102.000.000. Namun, biaya yang diproyeksikan untuk desain pada tahap ini jauh lebih
signifikan. (saat proyek sudah tidak dipegang lagi oleh Utzon). Menuju tahap akhir
posisi Utzon diambil alih oleh Peter Hall, bertanggung jawab untuk desain interior.
orang lain yang ditunjuk pada tahun yang sama untuk menggantikan Utzon adalah EH
Farmer sebagai arsitek pemerintah, DS Littlemore dan Lionel Todd. Pada akhirnya
Utzon mengundurkan diri di tahun yang sama 1966.

Opera House yang secara resmi telah selesai pada tahun 1973, dengan biaya $ 102 juta. HR
'Sam' Hoare, direktur Hornibrook proyek, berikut adalah rincian yang diberikan pada tahun
1973.
Tahap I: mimbar atau podium (Sipil & Civic Pty Ltd) sekitar $ 5.5m.
Tahap II: Atap cangkang (MR Hornibrook (NSW) Pty Ltd) sekitar $ 12.5m.
Tahap III: Finishing Interior (Hornibrook Group) $ 56.5m.

Kontrak terpisah: peralatan panggung, lampu panggung dan organ $ 9.0m. Biaya-biaya lainnya
$ 16.5m. Perkiraan biaya awal di tahun 1957 adalah £ 3.500.000 ($ 7 juta).

Bagian-bagian ruangan Opera House Sydney


1. Concert Hall, merupakan ruang utama terbesar dengan kapasitas 2679 orang, merupakan
rumah dari Sydney Symphony, dan digunakan oleh sejumlah composer besar lainnya,
didalamnya terdapat Sydney Opera House Grand Organ.
2. Opera Theater, ruang teater yang terdiri dari 1547 kursi merupakan rumah dari Sydney
Opera Australia dan The Australian Ballet.
3. Drama Theater, ruangan yang berkapasitas 544 orang, digunakan oleh Perusahaan Teater
Sydney dan presenter tari dan teater.
4. Playhouse, Reception Hall, Foyer, digunakan untuk seminar, kuliah, dengan kapasitas 398
orang.
5. Lima Auditorium, lima studio yang masing-masing berkapasitas 400 orang, empat
restaurant, enam bar theatre, 60 ruang ganti, perpustakaan, kantor administrasi dan ruang
utilitas.
6. The Utzon Room, ruangan kecil multi fungsi, berkapasitas hingga 210 orang. Ruangan ini
adalah satu-satunya ruang interior yang telah dirancang oleh Utzon.
7. Ruang terbuka terletak tepat didepan bangunan utama Opera House Sydney, yang
multifungsi digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, Konser terbuka (outdoor),
Konferensi, Upacara, dan Fungsi sosial, termasuk juga dalam memanfaatkan langkah yang
monumental yaitu sebagai latar (background) untuk tempat berfoto.
8. Daerah lain (misalnya di utara dan barat foyers) tersebut juga digunakan untuk kinerja pada
dasar berkal, bangunan rumah juga rekaman studio, lima restaurant, dan empat toko
souvenir.

Sydney Opera House fakta dan angka


1. Dirancang oleh arsitek Denmark Jorn Utzon
2. Dibuka oleh Ratu Elizabeth II pada 20 Oktober 1973
3. Menghabiskan biaya sebesar $ AU 102.000.000
4. Kurang lebih 3000 acara dilangsungkan setiap tahunnya
5. 200.000 orang setiap tahun berwisata di Opera House Sydney
6. Dihadiri oleh 2 juta penonton setiap tahunnya
7. Terdapat kurang lebih 1000 Ruangan
8. Bentang bangunan 185 x120 meter, tinggi 62 meter
9. Terdapat 2194 bagian pra-cetak beton atap
10. Setiap bagian atap beratnya mencapai 15 ton
11. Disatukan dengan kabel baja sepanjang 350 km
12. Memiliki lebih dari 1 juta genteng keramik swedia pada atapnya
13. Menggunakan 6225 meter persegi kaca dan 645 kilometer kabel listrik
14. ·Pada tahun 2007 Opera House mendapatkan UN World Heritage Status dari UNESCO
15. Pada tahun 1990, pemerintah NSW memperbaiki hubungan dengan keluarga Joern
Utzon. melalui Jan Utzon, putra dari sang arsitek.
16. Sydney Opera House adalah ikon kota metropolitan Sydney. Konser para musisi taraf
dunia diadakan di gedung opera ini.
17. Opera House juga menjadi tempat diadakannya konser terbuka. Konser Crowded
House ini dihadiri oleh 150.000 penonton
18. Joern Utzon menerima penghargaan tertinggi Pritzker Architecture Prize pada tahun
2003 atas rancangan Shell Design yang terwujud menjadi Opera House.
19. Di Copenhagen,pada tanggal 29 November 2008 Joern Utzon meninggal dunia dengan
tenang pada usia 90 tahun.
20. Seorang Arsitek besar yang tidak pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri hasil
karya besar yang dirancangnya : The Sydney Opera House.

Denah Tampak Potongan

Site Plan Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Tampak Selatan Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Tampak Utara Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Tampak Barat Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Denag Lantai Basement Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Denah Lantai Dasar Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Denah Lantai Satu Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Denah Lantai Dua Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Denah Lantai Atas Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Denah Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Potongan Opera House


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Potongan Concert Hall Opera House
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)

Potongan Opera Theater (Opera House)


(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Potongan Opera Theater (Opera House)
(https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html)
Guangzhou Opera House ( Zaha Hadid )

Sejarah guangzhou opera house


Sekarang berbagai arsitek kelas dunia diundang ke Tiongkok untuk membangun Tiongkok
modern. Tiongkok sanggup mendatangkan arsitek kelas dunia dengan kekuatan finansialnya untuk
berkarya di Tiongkok .Diadakannya kompetisi internasional untuk proyek vital seperti CCTV
Building yang merupakan simbol pemerintah—menunjukkan keterbukaan dari pemerintah
Tiongkok yang selama ini dinilai kaku. Dan terjadi juga proses de-industrialisasi dan mencuatnya
industri jasa mendorong pemerintah (daerah) menggunakan arsitektur global untuk merancang dan
membangunnya.

Sejumlah arsitek elite dunia yang telah berkarya di Tiongkok menghasilkan berbagai
landmark seperti Rem Koolhas (CCTV Building ) , Paul Andreu (National Grand Theather) ,
Steven Holl (Linked Hybrid) etcetera. Setelah Shanghai membangun bandara state-of-the art dan
juga distrik finansial seperti Pudong yang seluruhnya dirancang oleh firma-firma internasional ,
Beijing menyusul dengan pembangunan fasilitas olimpiade menjelang Beijing 2008 dengan karya
arsitektural seperti Herzog & De Meuron (Bird Nest Stadium) yang monumental. Guangzhou ,
sebuah mega-city di selatan Tiongkok tidak ketinggalan dengan mengundang Zaha Hadid ,
melengkapi daftar arsitek elit diatas.

Guangzhou Opera House, menurut arsiteknya didirikan pada jantung situs budaya kota
Guangzhou, Haixinsha Square, sebuah monumen state-of-the-art yang menghadap ke Zhujiang
(Sungai Mutiara) yang membelah kota tersebut , dengan rancangan kontur unik seolah dua batu
besar yang dialiri air dan pendekatan terhadap fungsi urban dan menciptakan dialog baru dengan
kota yang sedang berkembang. Bentuknya yang unik, dengan konsep dua buah lempeng batu
kembar yang dihaluskan oleh arus air, yang seolah-olah terdampar di tepi Sungai Mutiara, adalah
realisasi dari konsep Tiongkok yang paling mendasar yaitu tian ren he yi 天人和一,yang berarti
alam dengan manusia memiliki keselarasan & merupakan satu bagian. Konsep ini berlawanan
dengan konsep Barat yang selalu mencoba menaklukkan alam dengan teknologi advance
terkini. Konsep tian ren he yi ini melahirkan harmoni中庸 / 和合dengan lingkungan sekitar dan
alam. Hal tersebut diwujudkan dengan penataan dua buah massa yang berbentuk natural,
memperkuat penataan kota tersebut, dengan promenade jalur pejalan kaki yang membuka ke tepi
sungai, menyatukan bangunan budaya tersebut yang berdekatan dengan menara keuangan
internasional di Guangzhou kota baru Zhujiang.

Sang arsitek Zaha Hadid, adalah arsitek Inggris-Irak, wanita pertama yang memenangkan
penghargaan nobel di bidang arsitektur, mengatakan, “China pada tahun 1980 dan sekarang adalah
dua dunia yang berbeda. Pada masa itu, hal yang paling mencolok adalah keseragaman, setiap
orang mengenakan setelan Mao. Sangat sedikit mobil di jalan dan bangunan-bangunan baru
hampir semuanya sama." Namun kemudian ia melihat perkembangan taman-taman yang
menghiasi area perkotaan, dan integrasi harmonis dari berbagai elemen alam. Mengacu pada
hilangnya banyak budaya tradisional di kota-kota seperti Beijing dan Shanghai, katanya, "Ini
terjadi di mana-mana, ketika kota bersejarah sedang menjelma sebagai metropolis dunia, tetapi
anda perlu untuk menemukan keseimbangan." “Keseimbangan ini dapat dicapai dengan
menggunakan ide-ide tradisional atau bahan-bahan konstruksi di gedung-gedung baru”, kata
arsitek dengan tubuh yang tangguh ini.

Desain lalu berkembang dari konsep pemandangan alam dan interaksi menarik antara arsitektur
dan alam, terlibat dengan prinsip erosi, geologi dan topografi. Desain Guangzhou Opera House
desain sangat dipengaruhi oleh sungai lembah - dan di mana mereka berubah oleh erosi. Garis
lipatan di lansekap ini mendefinisikan wilayah dan zona dalam Opera House, memotong interior
dramatis dan ngarai eksterior untuk sirkulasi, lobi dan kafe, dan memungkinkan cahaya alami
untuk menembus jauh ke dalam gedung. Transisi halus antara unsur-unsur yang berbeda, dan level
bangunan yang berbeda melanjutkan analogi lansekap sungai lembah. Unit glass-fibre reinforced
gypsum (GFRG) yang dicetak khusus telah digunakan untuk interior ceiling auditorium untuk
melanjutkan bahasa arsitektur dalam bentuknya yang mengalir seperti kluster bebatuan ditengah
aliran sungai dan permukaannya tereduksi oleh arus sungai memberikan kesan energik
disekitarnya .

Proyek Guangzhou Opera House ini merupakan suatu milestone bagi Hadid. Dipertengahan tahun
1990an ketika statusnya baru sebagai bintang arsitek pendatang baru dengan portofolio rancangan
yang baru beberapa proyek saja memenangkan kompetisi internasional untuk rancangan Cardiff
Bay Opera House di Wales. Bagi Hadid ini merupakan terobosan baru walaupun pemerintah
menolah untuk membayar rancangannya , nama Hadid mulai melejit dalam sejarah arsitektur dunia
dengan menjadi wanita pertama yang meraih penghargaan arsitektur paling bergengsi Pritzker
Architecture Prize. Proyek Guangzhou menjadi ajang pembuktian bagi Zaha Hadid , yang pada
awalnya terkesan tidak begitu menjanjikan pada saat pertama dia melihat lokasi yang terbentang
diantara taman tanpa fitur nan hambar. Nicolai Ourossoff dalam kritik arsitektur di NY Times
menilai Hadid berhasil merajut bentuk-bentuknya kedalam konteks ruang yang semula hambar
menjadi keindahan tersendiri.

Karya Hadid juga signifikan bagi genre parametricisme yang siap untuk menjadi mainstream
dalam konfrontasinya dengan aliran Minimalisme . Guangzhou Opera House merupakan
bangunan parametric awal yang bisa direalisasikan secara nyata , bukan lagi sebatas konsep
unbuilt-design di awang-awang. Untungnya Hadid mempunyai klien seperti pemerintah
Guangzhou yang membutuhkan landmark dan siap menghabiskan dana besar untuk gagasan non-
konvensional.
Akhirnya sebuah bangunan yang menelan biaya 1,38 miliar yuan (202 juta US $, memerlukan
waktu pembangunan 5 tahun lamanya - bahkan untuk kota yang kecepatan pembangunannya
sangat mencengangkan ini, diresmikan pada bulan Mei 2010. Bangunan utama terdiri dari
auditorium beton bebas kolom dilapis granit dan kaca berbingkai rangka baja. Rangka ekspos
adalah hal yang menakjubkan, seperti jaring laba-laba raksasa menonjol ke beberapa arah seolah-
olah menentang hukum - tak hanya hukum geometri konvensional, tetapi gravitasi itu sendiri. Di
antara rangka baja ekspos ini, terletak foyer, di sini anda akan sulit menemukan garis lurus - garis
seakan berdansa, memutar, dan berbalik. Tangga utama melingkar megah dari lantai foyer granit
hitam sampai ke balkon dan tingkat atas auditorium. Penonton akan sulit sekali duduk tenang
menatap pemandangan yang spektakuler ini.

Interior auditorium lebih menakjubkan lagi, bagaikan sebuah gua besar seperti mulut ikan hiu di
bawah konstelasi cahaya. Ruangan auditorium yang asimetris ini - meskipun tidak lazim,
menghasilkan akustik yang sempurna, karya Harold Marshall, veteran acoutician New Zealand.
Menariknya, ia mengatakan bahwa sudut yang aneh dari auditorium Hadid ini menghasilkan
akustik yang cocok untuk opera Barat dan opera Tiongkok.

Guangzhou Opera House ini adalah hasil yang sempurna dari pencarian Hadid akan fluiditas &
integritas. Banyak orang mengatakan karyanya rumit, namun alam sendiri juga memiliki
kompleksitas, tatanan dan organisasi, katanya. Pada akhirnya, Guangzhou harus bertepuk tangan
karena telah memberikan kebebasan mendesain bagi Hadid dan timnya. Mengesampingkan
membangun dalam skala besar di seluruh dunia, di Inggris karya Hadid hanya sekolah di Brixton,
Pusat Maggie di Kirkcaldy dan Pusat Aquatics untuk Olimpiade 2012. Sementara itu ia menerima
banyak pujian di Guangzhou, namun ia belumlah bangga akan sebuah bangunan bahwa dia telah
pikirkan selama hampir 20 tahun.

Seperti kerikil di sungai yang dihalut oleh erosi, Gedung Opera Guangzhou berada dalam harmoni
yang sempurna dengan lokasi tepi sungai. Gedung Opera berada di jantung perkembangan budaya
Guangzhou. Desain bokong uniknya meningkatkan kota dengan membukanya ke Sungai Mutiara.
Desain ini menyatukan bangunan budaya yang berdekatan dengan menara keuangan internasional
di kota baru Zhujiang di Guangzhou.

Auditorium 1.800-kursi di gedung Opera House merupakan teknologi akustik yang paling
mutakhir, dan ruang multifungsi 400 kursi yang lebih kecil dirancang untuk pertunjukan seni,
opera dan konser di babak tersebut.

Desainnya berevolusi dari konsep pemandangan alam dan interaksi yang menarik antara arsitektur
dan alam; terlibat dengan prinsip erosi, geologi dan topografi. Desain Gedung Opera Guangzhou
sangat dipengaruhi oleh lembah sungai – dan cara mereka berubah karena erosi.

Garis lipat dalam lanskap ini menentukan wilayah dan zona di dalam Gedung Opera, memotong
nuansa interior dan eksterior dramatis untuk sirkulasi, lobi dan kafe, dan membiarkan cahaya alami
menembus ke dalam bangunan. Transisi halus antara elemen yang berbeda dan tingkat yang
berbeda melanjutkan analogi pemandangan ini. Unit gypsum fiber-fiber reinforced gypsum
(GFRC) telah digunakan untuk interior auditorium untuk melanjutkan bahasa arsitektur fluiditas
dan kelancarannya.

Menjadi fasilitas budaya

Gedung Opera Guangzhou telah menjadi katalisator untuk pengembangan fasilitas budaya di kota
ini termasuk museum, perpustakaan dan arsip baru. Desain Gedung Opera adalah realisasi terbaru
dari eksplorasi unik Zaha Hadid Architects tentang hubungan perkotaan kontekstual. Zaha
menggabungkan tradisi budaya yang telah membentuk sejarah Guangzhou, dengan ambisi dan
optimisme yang akan menciptakan masa depannya.

Gedung pertunjukkan seni yang ada disalah satu wilayah China yang membuat banyak wisatawan
wajib mengunjungi tempat ini ketika berada disana. Ada banyak pertunjukkan menarik yang akan
tersaji disana.

Guangzhou Opera House rancangan arsitek mendiang Zaha Hadid didisain sebagai struktur
berbentuk dua batu kerikil raksasa yang terseret ke tepi sungai Mutiara. Struktur itu terlihat
seperti dua batu kembar yang diambil dari dasar sungai dan diperhalus oleh kikisan air sungai

Gedung yang lebih besar mencakup area seluas 36-ribu 4-ratus meter persegi, sementara
bangunan yang lebih kecil seluas 7-ribu 4-ratus meter persegi. Bentuk batu yang lebih kecil
mewadahi aula pertunjukan multigtuna, sementara bentuk batu yang lebih besar merupakan
auditorium utama Gedung Opera Guangzhou.
Jalan masuk menuju Guangzhou Opera House melalui suatu jalur di tepi sungai. Jalur pedestrian
tersebut sekaligus meningkatkan fungsi urban dari lingkungan sekelilingnya dan meningkatkan
akses ke kawasan pinggiran sungai dan ke sungai Mutiara.

Struktur Guangzhou opera house

Di dalam Guangzhou Opera House, pengunjung dipandu oleh rangka struktural dan rangka
tulang ikan pada auditorium utama. Dari berbagai lantai terdapat pandangan ke arah atrium
utama untuk membentuk orientasi dan konektivitas di dalam gedung.
Lokasi

Site Plan
DAFTAR PUSTAKA

http://salmansatya.blogspot.co.id/2011/04/opera-house-sydney-struktur-lengkung.html
https://rts18.blogspot.co.id/2016/10/analisa-sederhana-hasil-arsitektur.html
https://www.archdaily.com/65218/ad-classics-sydney-opera-house-j%25c3%25b8rn-utzon
http://www.galeriarsitektur.com/a111/gedung-opera-sydney
http://eprints.undip.ac.id/49740/2/SYAFRUDHIN_SIDIQ_21020112130044_BAB_II.pdf
https://www.archdaily.com/115949/guangzhou-opera-house-zaha-hadid-architects
http://www.zaha-hadid.com/architecture/guangzhou-opera-house/