Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Penduduk Indonesia pun hidup nyaman selama bertahun-tahun. Hal ini disebabkan iklim di
Indonesia sangat bersahabat. Hampir tidak ada tanah di Indonesia yang tanpa ditumbuhi
pepohonan. Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi. Sinar matahari pun
sampai ke wilayah Indonesia sepanjang tahun. Di Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam.
Peristiwa-peristiwa alam terjadi akibat pengaruh alam. Peristiwa alam adalah peristiwa yang
terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat
merugikan dan membahayakan.

Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan dalam artian bencana tersebut tidak
dengan skala besar dan tidak melibatkan manusia serta makhluk lainnya. Contoh peristiwa
alam yang membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi, angin topan,
dan tanah longsor. Bencana banjir sangat diresahkan masyarakat dan pemerintah yang
tertimpah banjir tesebut. Banjir merupakan bencana yang sudah menjadi ”langganan” bagi
beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, di ibu kota Jakarta setiap tahun terjadi bencana ini.
Selain disebabkan oleh faktor alam, banjir juga disebabkan ulah manusia. Pembangunan
gedung, penebangan pohon, dan penyempitan sungai merupakan contoh ulah manusia yang
menjadi penyebab banjir.

Banjir adalah aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau
saluran. Aliran yang dimaksud disini adalah aliran air yang sumbernya bisa dari mana saja.
Dan air itu keluar dari sungai atau saluran karena sungai atau salurannya sudah melebihi
kapasitasnya. Kondisi inilah yang disebut banjir.
Sementara itu proses terjadinya banjir sendiri pada dasarnya dikarenakan oleh faktor
antroposentrik, faktor alam dan faktor teknis. Faktor antroposentrik adalah aktivitas dan
perilaku manusia yang lebih cenderung mengakibatkan luasan banjir semakin meningkat.
Banjir terbesar yang sudah menjadi tradisi ini biasaya terjadi setiap 5 tahun sekali. Hal inilah
yang melatar belakangi kami sebagai penulis dalam mengkaji bencana alam “Banjir”.

1|Bencana Alam Banjir


1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Defenisi dari bencana Alam
2. Bagaimana defenisi dari banjir?
3. Apa saja jenis-jenis banjir menurut penyebab terjadinya?
4. Apa saja faktor penyebab terjadinya banjir?
5. Apa saja dampak terjadinya banjir?
6. Bagaimana usaha mengurangi resiko terjadinya banjir?
7. Dimanakah daerah-daerah rawan banjir?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui dan memahami Defenisi Bencana alam
2. Mengetahui dan Memahami Defenisi banjir
3. Mengetahui dan Memahami beberapa jenis banjir menurut penyebab terjadinya
4. Mengetahui dan memahami penyebab terjadinya banjir
5. Dapat menjelaskan dan Memahami dampak terjadinya banjir
6. Dapat menjelaskan serta mempu usaha mengurangi resiko terjadinya banjir
7. Dapat menentukan dan menjelaskan daerah-daerah yang rawan banjir

1.4 Manfaat Penulisan


1. Manfaat teoritis
Menjadi sumber bacaan tentang bagaimana faktor-faktor yang menimbulkan
adanya banjir serta mengetahui hal-hal yang harus di mitigasi terhadap bencana yang
ada.
2. Manfaat praktis
 Bagi masayarakat
Sebagai bahan pertimbangan bagi masayarakat untuk mengetahui daerah-
daerah yang harus dihuni yang aman dari adanya bencana banjir serta lebih was-was
terhadap bencana yang ada.
 Bagi pemerintah
Sebagai bahan masukan bagi pemerintah untuk memperhatikan bagaimana
karakteeristik-karakterstik bencsns termsuk bencana banjir.

2|Bencana Alam Banjir


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Bencana Alam

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa
fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena
ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga
menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian.
Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh gejala alam.
Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi.
Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan segala produk
budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya sebagai bencana.

2.2 Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau
menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan
pernyataan: "bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan".
Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di
daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak
berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah "alam" juga ditentang karena peristiwa
tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya
potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran,
yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang
berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.

Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta
memiliki kerentanan/kerawanan(vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak
yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap
bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan
sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-
tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana
dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana
yang cukup

3|Bencana Alam Banjir


2.2 Bencana Banjir

Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau
tempat yang luas. Banjir juga dapat mengacu terendamnya daratan yang semula tidak
terendam air menjadi terendam akibat volume air yang bertambah seperti sungai atau danau
yang meluap, hujan yang terlalu lama, tidak adanya saluran pembuangan sampah yang
membuat air tertahan, tidak adanya pohon penyerap air dan lain sebagainya.

Banjir terjadi karena sumber-sumber air tersebut tidak mampu lagi menampung
banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air pasang sehingga air meluap
melampaui batas-batas sumber air. Air yang meluap tersebut juga tidak mampu diserap oleh
daratan di sekitarnya sehingga daratn menjadi tergenang. Hujan yang sangat deras dalam
jangka waktu yang lama adalah penyebab umum terjadinya banjir di dunia. Hujan yang deras
di daerah hulu sungai dapat menyebabkan terjadinya banjir bandang. Banjir bandang adalah
banjir yang besar yang dating secara tiba-tiba dan mengalir deras sehingga menghanyutkan
banda-benda besar, misalnya batu dan kayu.

2.3 Jenis-Jenis Banjir Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Terdapat berbagai macam banjir yang disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
a) Banjir Sungai
Banjir sungai umumnya terjadi secara berkala. Meluapnya sungai dapat terjadi karena
hujan lebat atau mencairnya es atau salju di daerah hulu. Di Indonesia banjir sungai
terjadi pada saat musim hujan karena tersumbatnya aliran air sungai oleh sampah dan
peralihan daerah resapan air hujan menjadi pemukiman ataupun gedung-gedung.

Gambar. 2.3a banjir di jakarta akibat meluapnya sungai ciliwung

4|Bencana Alam Banjir


b) Banjir Danau
Air danau dapat meluap ke daratan di sekitarnya antara lain karena badai atau angin
yang sangat besar. Setelah badai berhenti, air danau masih dapat bergerak secara
mendadak ke satu arah kemudian kea rah yang lain. Banjir danau juga dapat terjadi
karena bendungan jebol.

Gambar 2.3b Banjir Danau

c) Banjir Laut Pasang/ROB


Banjir pasang dapat terjadi antara lain karena angin topan, letusan gunung berapi, dan
gempa bumi. Gelombang pasang akibat gempa bumi dikenal dengan istilah tsunami.

Gambar 2.3c tsunami

d) Banjir bandang
Tidak hanya banjir dengan materi air, tetapi banjir yang satu ini juga mengangkut
material air berupa lumpur. Banjir seperti ini jelas lebih berbahaya daripada banjir air
karena seseorang tidak akan mampu berenang ditengah-tengah banjir seperti ini untuk
menyelamatkan diri. Banjir bandang mampu menghanyutkan apapun, karena itu daya
rusaknya sangat tinggi. Banjir ini biasa terjadi di area dekat pegunungan, dimana

5|Bencana Alam Banjir


tanah pegunungan seolah longsor karena air hujan lalu ikut terbawa air ke daratan
yang lebih rendah. Biasanya banjir bandang ini akan menghanyutkan sejumlah pohon-
pohon hutan atau batu-batu berukuran besar. Material-material ini tentu dapat
merusak pemukiman warga yang berada di wilayah sekitar pegunungan. Jadi intinya,
banjir bandang adalah banjir besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya
sesaat yang umumnya dihasilkan dari curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi
(jangka waktu) pendek yang menyebabkan debit sunagi naik secara cepat. Contoh
banjir bandang adalah di Bahorok, kabupaten Langkat , provinsi Sumatra Utara.
Banjir itu terjadi pada tanggal 2 November 2003 dengan korban jiwa sebanyak 151
jiwa dan korban hilang mencapai 101 jiwa.

Gambar 2.3d Banjir Bandang Padangsidimpuan Tapsel

e) Banjir lahar dingin


Salah satu dari macam-macam banjir adalah banjir lahar dingin. Banjir jenis ini
biasanya hanya terjadi ketika erupsi gunung berapi. Erupsi ini kemudian
mengeluarkan lahar dingin dari puncak gunung dan mengalir ke daratan yang ada di
bawahnya. Lahar dingin ini mengakibatkan pendangkalan sungai, sehingga air sungai
akan mudah meluap dan dapat meluber ke pemukiman warga.

f) Banjir lumpur
Banjir lumpur ini identik dengan peristiwa banjir Lapindo di daerah Sidoarjo. Banjir
ini mirip banjir bandang, tetapi lebih disebabkan oleh keluarnya lumpur dari dalam
bumi dan menggenangi daratan. Lumpur yang keluar dari dalam bumi bukan
merupakan lumpur biasa, tetapi juga mengandung bahan dan gas kimia tertentu yang

6|Bencana Alam Banjir


berbahaya. Sampai saat ini, peristiwa banjir lumpur panas di Sidoarjo belum dapat
diatasi dengan baik, malah semakin banyak titik-titik semburan baru di sekitar titik
semburan lumpur utama.

Gambar 2.3f banjir lapindo di daerah Sidoarjo

g) Banjir Hujan Ekstrim


Banjir ini biasanya terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun.
Biasanya banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa
serta kilat atau petir yang keras dan dengan disertai badai tropis atau cuaca dingin.
Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras, khususnya bila
tanah bantaran sunagi rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air. Penyebab
antara lain adalah:
 Kegagalan bendungan menahan volume air (debit) yang meningkat.
 Es yang tiba-tiba meleleh.
 Berbagai perubahan besar pada hulu sungai
h) Banjir Lahar
Terjadi pada erupsi gunung berapi selama musim penghujan. Tingginya curah hujan
yang jatuh di atas timbunan material vulkanik, akan mengalirkan material vulkanik
tersebut ke daerah-daerah yang lebih rendah dan bisa menimbulkan bencana yang
tidak kalah bahayanya dari bahaya primer erupsi.

Gambar 2.3h banjir lahar

7|Bencana Alam Banjir


i) Banjir hulu
Banjir yang terjadi diwilayah sempit, kecepatan air tinggi, dan berlangsung cepat serta
jumlah air sedikit. Banjir hulu harus dicegah dengan membuat danau-danau buatan
yang dapat menampung air hujan yang sewaktu-waktu terjadi agar air hujan tidak
mengalir kebagian hilir karena dapat menyebabkan banjir juga di daerah hilir.
j) Banjir luapan sungai atau kiriman
Jenis banjir ini biasanya berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada
tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda dataran sebab peristiwa alam
yang memicunya telah terjadi berminggu-minggu sebelumnya.

Gambar 2.3j banjir kiriman dari Jawa Barat ke Jakarta

2.4 Penyebab Banjir


1. Sungai

Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai.
Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang
mempengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-
puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan konvektif (badai petir besar) atau
pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang bendungan, tanah longsor,
atau gletser.
2. Muara
Biasanya diakibatkan oleh penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. Banjir
badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropismasuk dalam kategori ini.
3. Pantai
Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti tsunami atau hurikan). Banjir
badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropismasuk dalam kategori ini.

8|Bencana Alam Banjir


4. Peristiwa Alam
Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain
seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Contoh lainnya:
 meningkatnya permukaan air laut.
 akibat adanya tanah longsor.
 badai juga dapat menyebabkan banjir melalui berbagai cara, diantaranya melalui
ombak besar yang tingginya bisa mencapai 8 meter. Selain itu badai juga adanya
presipitasi yang dikaitkan dengan peristiwa badai. Mata badai mempunyai
tekanan yang sangat rendah, jadi ketinggian laut dapat naik beberapa meter pada
saat guntur.
5. Manusia
Kerusakan akibat aktivitas manusia, baik disengaja atau tidak merusak keseimbangan alam.
Contohnya:
 Ilegal Loging (penebangan hutan liar) yang tidak terkontroljuga dapat
menyebabkan peningkatan aliran air sehingga tidak terkendali. Akibatnya, terjadi
kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai yang mengakibatkan adanya
bencana banjir.

Gambar 2.4a orang yang melakukan ilegal loging

 Bertumpuknya sampah pada saluran air, sehingga terjadi penyumbatan pada


saluran air.

Gambar 2.4b sampah yang menumpuk

9|Bencana Alam Banjir


 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pada
daerah/hutan yang baru ditebangi.
 Tidak adanya lagi tanah resapan yang digunakan air sebagai tempat baginya
beristirahat dikala hujan turun.
 Tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah. Akibatnya, ketika
hujan tiba, tanah menjadi tergerus oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa
adanya penghalang alami yang kemudiaan menyebabkan banjir.
 Tidak adanya waduk dan danau buatan di daerah hulu dan hilir untuk menampung
air hujan.
 Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan
atau tempat parkir, sehingga daya serap air hujan tidak ada.
 Bendungan dan saluran air rusak.
 Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, sehingga tidak menyerap air.

Gambar 2.4c tanah yang tertutup oleh paving

 Di daerah batuan daya serap air sangat kurang, mengakibatkan banjir kiriman atau
banjir bandang.
 Penyempitan daerah aliran sungai.
 Penurunan muka tanah (land subsidance) akibat penyedotan air tanah dan aktifitas
pembangunan.
 Sistem drinase tidak memadai.
 Belum adanya pola pengelolaan dan pengembangan dataran pesisir.
 Perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan

Gambar 2.4d Pembuangan Sampah Sembarangan

10 | B e n c a n a A l a m B a n j i r
6. Lainnya
 Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat
hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan
rendah).
 Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama.
 Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan
dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.

2.5 Dampak Terjadinya Banjir


a. Dampak Positif :
Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas
ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak
keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan
nutrisi kepada tanah, karena banjir mengangkut tanah yang subur dari hulu. Air banjir
menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya
tidak menentu sepanjang tahun. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam
menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam
penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir. Banjir menambahkan
banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri
perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran
banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi). Ikan seperti
ikan cuaca memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru. Selain itu,
burung juga mendapatkan manfaat dari produksi pangan yang meledak setelah banjir
surut.
b. Dampak Negatif :
1. Menghanyutkan tanaman dan lapisan humus tanah
2. Menggenangi daerah pertanian
3. Memutus hubungan transportasi sehingga daerahnya menjadi terisolasi
4. Persedian air bersih menjadi berkurang
5. Aliran dan genangan banjir dapat menyebarkan penyakit
c. Dampak Primer
Kerusakan fisik – Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil,
bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan lainnya.

11 | B e n c a n a A l a m B a n j i r
Gambar 2.5a banjir yang merusak bangunan rumah

d. Dampak sekunder
 Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka
 Penyakit – Kondisi tidak higienis. penyebaran penyakit bawaan air
 Pertanian dan persediaan makanan – kelangkaan hasil tani disebabkan oleh
kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada
endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat
 Pohon – spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernafas
 Transportasi – jalur tranportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat
kepada orang-orang yang membutuhkan
e. Dampak tersier/jangka panjang
Ekonomi – kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya
pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dan
lain-lainnya.

2.6 Usaha Mengurangi Resiko Terjadinya Banjir


1) Menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan cara pengolahan
Sampah yang baik.

Gambar 2.6a orang membuang sampah pada tempatnya

12 | B e n c a n a A l a m B a n j i r
2) Menerapkan sangsi yang tegas bagi para penebang hutan ilegal.
3) Mengadakan penyuluhan reboisasi.
4) Mengadakan penyuluhan penataan lingkungan yang tepat
5) Memperhatikan lingkungan dengan kesadaransendiri sendiri

2.7 Daerah Rawan Banjir


1) Di daerah dekat sungai, utamanya bantaran serta lembah-lembah yang paling
beresiko terhadap terjangan banjir.
2) Di pesisir pantai, daerah pantai menjadi rawan banjir disebabkan daerah tersebut
merupakan dataran rendah yang elevasi muka tanahnya lebih rendah atau sama
dengan elevasi air laut pasang rata-rata (mean sea level/MSL).
3) Kota Solo sebagai daerah cekungan antara pegunungan atau perbukitan
(intermountain basin) menjadi tempat berkumpulnya air, sehingga secara genetik
kota Solo memang rawan banjir.
4) Kota Semarang dengan karakteristik wilayah tersebut berpotensi terhadap bencana
alam dengan di dominasi bencana banjir, ROB, dan tanah longsor.
Banjir seringterjadidi sekitar aliran sungai dan di bagian utara kota yang morfologinya
berupa daratan pantai. Kawasan potensi bencana banjir secara umum diklasifikasikan
menjadi:
1) Kawasan pesisir/pantai merupakan salah satu kawasan rawan banjir karena kawasan
tersebut merupakan dataran rendah dimana ketinggian muka tanahnya lebih rendah atau
sama dengan ketinggian muka air laut pasang rata-rata (mean sea level/MSL).
2) Kawasan dataran banjir adalah daerah dataran rendah di kiri dan kanan alur sungai, yang
kemiringan muka tanahnya sangat landai dan relatif datar.
3) Kawasan sempadan sungai merupakan daerah rawan banjir yang disebabkan pola
pemanfaatan ruang budidaya untuk hunian dan kegiatan tertentu.
4) Kawasan cekungan merupakan daerah yang relatif cukup luas baik di daerah dataran
rendah maupun daerah dataran tinggi (hulu sungai) dapat menjadi daerah rawan bencana
banjir.

13 | B e n c a n a A l a m B a n j i r
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Banjir hanyalah salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi. Banjir
sering terjadi terutama pada musim hujan dengan intensitas yang sering dan lebat.
Daerah yang menjadi langganan banjir terutama pada daerah sekitar arus sungai.
Namun daerah yang jauh dari sungai pun kadang terkena musibah banjir juga jika
curah banjir terjadi hujan yang datang terus menerus dan sungai tidak lagi sanggup
menampung banyaknya air hujan.

Banjir di Indonesia sekarang terjadi dimana-mana, yang menjadi faktor ada dua, yaitu
faktor dari alam dan faktor dari ulah manusia, yang pertama disebabkan oleh alam, kalau
penyebabnya dan tidak ada yang disalahkan , karena penyebabnya adalah hujan deras yang
tidak ada hentinya, faktor dari alam erat hubunganya dengan faktor yang kedua yaitu faktor
dari ulah manusia, ulah manusia antara lain penebangan hutan secara liar, membuang sampah
sembarangan dan pembakaran hutan .

3.2 Saran
Sekarang, berbagai macam bencana alam telah terjadi di mana-mana dan di sebabkan
dari berbagai macam faktor. Salah satunya adalah banjir. Untuk itu sekarang kita harus
memulihkan kembali lingkungan di sekitar dan memaksimalkan pengelolaan lingkungan agar
dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, kita harus mulai menerapkan usaha-usaha
untuk mencegah ataupun mengatasi resiko terjadinya bencana alam tersebut. Dan kita juga
harus menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar untuk warisan di masa mendatang.

14 | B e n c a n a A l a m B a n j i r
DAFTAR PUSTAKA

A, Ritonga. 2001. Lingkungan Hidup. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.


Brown, L.R. 1992. Penanggulangan Banjir. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Darmawijaya, Isa. 1990. Bencana Banjir. Yogyakarta: Gajahmada University Press.
Dewi,Nurmala.2007. Geografi Jilid 3Untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: Epsilon Grup

15 | B e n c a n a A l a m B a n j i r