Anda di halaman 1dari 12

I.

DESKRIPSI LOKASI MAGANG

4.1. Letak geografis BPBAT Sungai Gelam, Jambi

Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi berlokasi di Desa sungai Gelam Kecamatan

Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 30 km di sebelah Timur dari kota Jambi dengan

koordinat 010 44’ 34,4” LS, 1030 45’ 00,9” BT dan 35 m. Luas areal 20 ha terdiri dari 4,8 ha areal

perkolaman, 3,35 ha waduk/reservoir, dan 11,85 ha daratan yang dipergunakan untuk

perkantoran, asrama, mess operator serta sarana penunjang lainnya. Sumber air berasal dari

resapan lahan di sekitar Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang ditampung dalam tiga

buah waduk/reservoir.

4.2. Sejarah Singkat Berdirinya Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi

Untuk menunjang pelaksanaan program pembangunan dan peningkatan produksi

perikanan di Indonesia sebagaimana tertuang dalam surat keputusan Menteri Pertanian Nomor :

346/kpst/OT.210/5/94 Tanggal 6 Mei 1994, maka dibentuklah Loka Budidaya Air Tawar Jambi

yang berstatus Eselon IV, dengan wilayah kerja meliputi Indonesia Barat. Berdasarkan surat

keputusan Menteri Eksploitasi Laut dan Perikanan Nomor : 66 tahun 2000 tanggal 31 Juli 2000

terjadi perubahan struktur organisasi Loka Budidaya Air Tawar Jambi. sesuai perkembangannya,

pada tanggal 1 Mei 2000 Loka Budidaya Air Tawar Jambi berubah menjadi Balai Budidaya air

Tawar Jambi yang berstatus eselon III, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan

Perikanan Nomor : KEP.26-E/MEN/2001. Berdasarkan peraturan menteri kelautan dan

perikanan No. 6 PERMEN-KP/2014 nama balai berubah menjadi Balai Perikanan Budidaya Air

Tawar Jambi (BPBAT Jambi).


4.3. Kedudukan, Fungsi dan Tugas Balai Perikanan Budidaya Air TawarJambi

Sesuai dengan peraturan Mneteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 6/PERMEN-KP/2014

tanggal 3 Februari 2014 tentang organisasi dan tata kerja Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

mempunyai tugas melaksanakan uji terap teknik dan kerjasama, pengelolaan produksi, pengujian

laboratorium, mutu pakan, residu kesehatan ikan dan lingkungan, serta bimbingan teknis

perikanan budidaya air tawar.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut BPBAT Sungai Gelam menyelenggaarkan

fungsi:

1. Menyusun rencana kegiatan teknis dan anggaran, pemantauan dan evaluasi serta

pelaporan.

2. Melaksanakan uji terap teknik perikanan budidaya air tawar.

3. Melaksanakan penyiapan bahan standarisasi perikanan budidaya air tawar.

4. Melaksanakan sertifikasi sistem perikanan air tawar.

5. Melaksanakan kerja sama teknis perikanan air tawar.

6. Melaksanakan Pengelolaan dan pelayanan sistem informasi dan publikasi perikanan

budidaya air tawar.

7. Melaksanakan layanan pengujian laboratorium persyaratan kelayakan teknis perikanan

budidaya.

8. Melaksanakan pengujian kesehatan ikan dan lingkungan budidaya air tawar.

9. Melaksanakanproduksi induk unggul, benih bermutu dan sarana produksiperikanan.

10. Melaksanakan bimbingan teknis perikanan budidaya air tawar, dan

11. Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.


4.4. Visi dan Misi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jamb

4.4.1. Visi

Sebagai penghasil induk unggul dan teknologi terapan budidaya ikan air tawar terbesar dan

berkelanjutan disumatra.

4.4.2. Misi

Untuk mendukung Visi yag telah ditetapkan, maka Misi yang diemban oleh Balai

Perikanan Budidaya Air tawar Jambi yaitu :

1. Mengembangkan rekayasa teknologi budidaya ikan air tawar.

2. Meningkatkan produksi induk dan benih unggul.

3. Meningkatkan sistem informasi IPTEK dan standarisasi perikanan air tawar.

4. Meningkatkan jasa pelayanan teknologi dan produksi.

5. Melaksanakan upaya pelestarian sumberdaya ikan (plasma nutfah) dan lingkungan.

4.5. Tujuan dan Sasaran Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi

4.5.1. Tujuan

1. Meningkatkan kemampuan ketatalaksanaan dan profesionalisme karyawan Balai

Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi.

2. Meningkatkan produksi induk dan benih unggul untuk didistribusikan di wilayah kerja.

3. Meningkatkan penerapan dan pengujian teknologi budidaya air tawar dan pengendalian

hama dan penyakit serta pelestarian plasma nutfah.

4. Meningkatkan sosialisasi penerapan sertifikasi dan pengawasan budidaya ikan air tawar.

5. Melakukan pengawalan pembinaan dan pendampingan teknologi di kawasan minapolitan

dan industrialisasi perikanan.


6. Meningkatkan pelayanan dan kegiatan diseminasi teknologi budidaya air tawar hasil

penerapan teknologi budidaya air tawar

7. Meningkatkan pemenuhan sarana gedung bangunan dan perkolaman serta peralatan

hatchery dan laboratorium BPBAT Jambi.

4.5.2. Sasaran

1. Terlaksananya kegiatan ketatalaksanaakan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi.

2. Tersedianya karyawan dan pejabat fungsional yang ahli dan terampil.

3. Tersedianya teknologi terapan tentang pembenihan dan pembudidayaan ikan – ikan

kultur.

4. Tersedianya informasi teknologi tentang pembenihan dan pembudidayaan ikan – ikan

perairan umum.

5. Tersedianya calon induk ikan – ikan kultur dan ikan perairan umum yang berkualitas.

6. Terlaksananya kegiatan pelestarian plasma nutfah dan pemanfaatan perairan umum.

7. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan pembudidaya melalui diseminasi dan

pelayanan teknik.

8. Tersedianya sarana dan fasilitas Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi yang

memadai.

4.6. Struktur organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi

Berdasarkan PERMEN Kelautan dan perikanan Nomor : 6/PERMEN-KP/2014

tanggal 12 Januari 2006tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Perikanan Budidaya Air Tawar,

struktur organisasi BPBAT Jambi (Lampiran 3) terdiri atas :

a. Kepala Balai

b. Sub Bagian Tata Usaha


c. Seksi Uji Terap Teknik dan kerjasama

d. Seksi Pengujian dan dukungan Teknis

e. Kelompok Jabatan Fungsional

Dalam menjalankan tugasnya Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi dipimpin oleh

seorang kepala dan dibantu oleh Kasubbag, Kasi dan Kelompok Jabatan Fungsional. Berikut

adalah uraian tugas dari masing – masing seksi dalam struktur organisasi mengacu pada

PERMEN Kelautan dan Perikanan No :6/PERMEN-KP/2014 :

1. Sub Bagian Tata Usaha

Mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan perencanaan, pelaksanaan,

pemantauan dan evaluasi pelaporan keuangan, kegiatana teknis anggaran, pengelolaan

keoegawaian, tata laksana, barang milik negara, rumah tangga, dan ketatausahaan.

2. Seksi Uji Terap Teknik dan kerjasama

Mempunyai tugas untuk melakukan penyiapan bahan perencanaan uji terap teknik,

standarisasi, sertifikasi, kerjasama teknik, pengelolaan dan pelayanan system informasi serta

publikasi perikanan budidaya air tawar.

3. Seksi Pengujian dan dukungan Teknis

Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan layanan pengujian

laboratorium persyaratan kelayakan teknis, kesehatan ikan dan lingkungan, produksi induk

unggul, benih bermutu dan sarana produksi serta bimbingan teknisperikanan budidaya air tawar.

4. Kelompok Jabatan Fungsional :

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan tugas masing-masing jabatan fungsional dan

peraturan perundang-undangan. Jabatan fungsional yang ada di Balai Perikanan Budidaya Air
Tawar Sungai Gelam sampai bulan Desember 2014 adalah perekayasa, Teknisi Litkayasa,

Pengawas Benih, Pengawas Bidang Pembudidaya Dan Pengendalian Hama dan Penyakit ikan.

Dalam melaksanakan kegiatan teknis balai kelompok jabatan fungsional tertentu tersebar

dalam empat kelompok kerja (POKJA), yaitu:

1. Kelompok kerja Catfish, yaitu kelompok kerja yang mengerjakan komoditas ikan Patin,

Baung dan Lele.

2. Kelompok kerja Cyclid, yaitu kelompok kerja yang mengerjakan komoditas ikan Nila dan

Mas.

3. Kelompok kerja Spesifik local , yaitu kelompok kerja yang mengerjakan komoditas ikan

Gurame, Arwana, Botia dan Jelawat.

4. Kelompok kerja Nutrisi ikan, kesehatan ikan dan lingkungan (NKL) yaitu kelompok kerja

yang mengerjakan formulasi dan pembuatan pakan alami seperti Moina sp dan Daphnia sp,

Rotifera sp dan pakan ikan berbahan baku lokal serta pengelolaan laboratorium uji dan

kesehatan ikan dan lingkungan.


KEPALA BALAI
Ir. Ahmad Jauhari Pamungkas,
M. Si

Kepala Sub Bagian Tata Usaha


Janu Dwi Kristianto, S. Pi, M, IL

Kepala Seksi Standarisasi Kepala Seksi


Dan Informasi Pelayanan Teknis
Miftahul Jannah, S. Pi Mashudi, S. PI

Koordinator kelompok
Fungsional

Kelompok Ikan Kelompok Kelompok Kelompok


Spesifik Lokal Nutrisi,
dan Ikan Hias Ikan Siklid Ikan Catfish
Kesehatan Ikan dan
Lingkungan

Gambar 7: Struktur Organisasi di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi.


4.7. Keragaman Sumber Daya Manusia BPBAT Sungai Gelam

Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi merupakan suatu institusi yang melakukan

perekayasaan dan kaji terap akan berbagai informasi ilmu pengetahuan teknologi yang

berhubungan dengan teknologi budidaya air tawar yang baru dan menyempurnakan teknologi

yang sudah ada sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya BPBAT Sungai Gelam sampai dengan Triwulan

IV tahun 2015 BPBAT Sungai Gelam didukung oleh SDM sebanyak 109 orang yang terdiri dari

68 orang pegawai negeri sipil (PNS), 1 orang CPNS, dan 41 orang sebagai tenaga honor kontrak.

Berdasarkan Status kepegawaiannya Tahun Anggaran 2014 dapat dilihat pada tabel 3, sedangkan
berdasarkan Tingkat pendidikannya dan berapa presentase tingkat pendidikan di Balai Budidaya

Air Tawar Jambi dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 6. Jumlah Pegawai Balai Perikanan Budidaya Air Tawar jambi Berdasarkan Status
Kepegawaiannya
No Status Jumlah (orang)
1 PNS 69
2 Kontrak 44
Total 113
Sumber : data sekunder

Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa jumlah pegawai BPBAT Jambi didominasi oleh

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah 69 orang dan disusul dengan tenaga kontrak

berjumlah 44 orang.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi teknik maupun administrasi pada Balai Perikanan

Budidaya Air Tawar Jambi menggunakan sistem pemilihan sesuai dengan keahlian dan

keterampilan masing-masing karyawan. Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang

sangat penting untuk menentukan kemampuan seorang tenaga kerja dalam menyerap

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baik secara umum dan khusus dalam usaha

pembenihan dan budidaya ikan. Dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia secara terus

menerus Balai mengirimkan pegawai untuk mengikuti diklat atau kursus yang diadakan oleh

instansi terkait. Pegawai yang mengikuti diklat atau kursus tersebut dikirim ke daerah-daerah.

Secara umum tingkat pendidikan tenaga kerja yang ada di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

Jambi dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja di Balai Perikanan Budidaya


Air Tawar Jambi Provinsi Jambi.
No Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase
1 Magister 7 10,29%
2 Sarjana 31 45,59%
3 D3 10 14,71%
4 SLTA 17 25,00%
5 SLTP 1 1,47%
6 SD 2 2,94%
Total 68 100%
Sumber : Data sekunder

Berdasarkan Tabel 7, jenjang pendidikan tertinggi dari pegawai adalah Pasca Sarjana (S2)

dan yang terendah adalah Sekolah Dasar (SD) dengan total jumlah pegawai PNS Balai Perikanan

Budidaya Air Tawar Jambi adalah 68 orang. Persentase tingkat pendidikan di Balai Perikanan

Budidaya Air Tawar Jambi yang tertinggi adalah jenjang pendidikan sarjana yaitu 45,59% dan

yang terendah pada jenjang pendidikan SLTP dengan persentase 1,47 %.

4.8. Sarana dan Prasarana Budidaya Air Tawar Jambi

Dalam mendukung semua kegiatan di BPBAT Jambi, maka Balai Perikanan Budidaya Air

Tawar Jambi dilengkapi dengan sarana dan prasarana diantaranya :

A. Perkolaman

Perkolaman ini digunakan untuk kegiatan pendederan, pembesaran, pemeliharaan induk

serta untuk kegiatan perekayasaan. Kolam yang ada di BPBAT Jambi dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 8. Jenis, ukuran, dan jumlah kolam di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi
No Jenis kolam Ukuran (m2) Jumlah (Unit)
1 Kolam induk 600 10
2 Kolam pendederan 500 15
250 28
3 Kolam pembesaran 1500 11
500 18
4 Kolam induk ikan hias 50 4
5 Bak nila 50 56
7 KJA 14 60
Sumber : data sekunder

Berdasarkan Tabel 8, dapat diketahui jumlah, jenis, dan ukuran kolam/keramba yang ada

beserta perkembangannya, hal ini erat kaitannya dengan kegiatan budidaya air tawar yang

dilakukan di BPBAT Jambi.


Fasilitas yang mendukung budidaya perikanan di Balai Budidaya Air Tawar Jambi sudah

cukup memadai. Diantaranya kolam induk sebanyak 10 unit dengan luas masing-masing 600 m2,

kolam pendederan sebanyak 15 unit dengan luas masing-masing 500 m2,kolam pembesaran

sebanyak 11 unit dengan luas masing-masing 500 m2 dan 28 unit dengan luas masing-masing

250 m2, kolam pembesaran sebanyak 11 unit dengan luas masing-masing 1500 m2 dan 18 unit

dengan luas masing-masing 500 m2, kolam induk ikan hias sebanyak 4 unit dengan luas masing-

masing 50 m2, dan keramba sebanyak 60 unit dengan luas masing-masing 14 m2. Kolam-kolam

tersebut sudah sangatmemadai untuk kegiatan budidaya perikanan, dan ditambah lagi dengan

berbagai sarana dan prasaran lainnya.

B. Hatchery

Jumlah Hatchery yang dimiliki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi dapat

dilihat pada Tabel 6.

Tabel 9. Hatchery yang dimiliki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi
No Hatchery Komoditas
1 Hatchery 1 Patin Siam, Lele, Baung
2 Hatchery 2 Nila, Mas
3 Hatchery 3 Jelawat, Arwana, Botia, Gurame
dan Tambakan.
Sumber : Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi Tahun 2015

C. Jaringan Listrik

Kapasitas terpasang jaringan listrik yang ada di BPBAT Jambi sebesar 60 KVA berasal

dari PLN Rayon Kota Baru Jambi. Untuk menanggulangi terjadinya ganguan pemadaman listrik

dari PLN maka disiapkan juga Generator Set (Genset) sebanyak 3 unit dengan kapasitas masing-

masing 60 KVA (1 unit), 150 KVA (1 unit), 20 KVA (1 unit) dan 40 KVA (1 unit).
D. Bangunan/Gedung

Bangunan/gedung memiliki fungsi untuk menunjang kelancaran aktifitas di BPBAT

Jambi maka peranan gedung atau bangunan menjadi sangat penting karena sudah menjadi

keharusan Balai Perikanan memiliki fasilitas gedung yang memadai untuk keberlangsungan

proses administrasi, produksi, pelatihan, dan tempat tinggal. Berikut ini adalah Tabel 7 mengenai

gedung yang dimiliki oleh BPBAT Jambi.

Tabel 10. Bangunan yang dimiliki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi
No Tipe Bangunan Luas (m2) Jumlah (unit)
1 Gedung Perkantoran 240 1
2 Aula 170 1
3 Gedung Pejabat Fungsional 120 1
4 Perpustakaan 100 1
5 Asrama 90 3
100 1
6 Mes Operator
- Tipe 21 147 7
- Tipe 36 360 10
- Tipe 45 820 18
- Tipe 70 350 5
7 Gudang - 5
8 Bengkel/Workshop - 1
Sumber : Data sekunder

E. Sarana Transportasi

Sarana transportasi berfungsi untuk menunjang kelancaran kegiatan, BPBAT Jambi

ditunjang oleh beberapa kendaraan operasional antara lain dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Sarana transportasi yang dimilki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar
Jambi
No Tipe kendaraan Jumlah Keadaan
1 Truk 2 Layak Pakai
2 Kijang Minibus 6 Layak Pakai
3 Kijang Pick Up 1 Layak Pakai
4 Mitsubishi L300 1 Layak Pakai
5 Isuzu ELF Minibus 1 Layak Pakai
6 KIA Travello 1 Layak Pakai
7 Kendaraan Roda 3 6 Layak Pakai
8 Kendaraan Roda 2 9 Layak Pakai
Sumber : Data sekunder

Dilihat dari sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar

Jambi, sudah sangat memadai dan menunjang kegiatan yang ada di BPBAT Jambi. Hal ini sesuai

petunjuk teknis Dirjen Perikanan Budidaya (2006), untuk mendukung optimalisasi fungsi

pembangunan prasarana budidaya maka dalam pembangunan prasarana budidaya harus dibuat

skala prioritas pembangunan prasarana budidaya berdasarkan kebutuhan dan dana yang tersedia.

Untuk menentukan skala prioritas maka prasarana budidaya dapat dikelompokan menjadi 4

(empat) komponen bangunan yaitu Bangunan pokok, Bangunan pendukung, Bangunan

penunjang, Bangunan pengaman, dan bangunan pelengkap.

Prasarana pokokadalah bangunan yang harus ada karena terkait langsung dalam proses

produksi benih (Misalnya : kolam/bak induk, kolam/bak pemijahan, dll). Prasana

pendukungadalah bangunan yang keberadaannya mempermudah, mempercepat, dan

memperkecil biaya proses pembenihan (Misalnya : kantor, jaringan jalan dan tempat parkir,

laboratorium, dll). Prasarana penunjang adalah : bangunan yang keberadaannya bersifat

melengkapi dan tidak mempengaruhi proses perbenihan (Misalnya : Gedung pertemuan, fasilitas

olahraga, dll). Prasana Pengamanadalah : bangunan yang diperlukan untuk pengamanan fasilitas

perbenihan (Misalnya : pagar keliling/lingkungan , pos jaga, dll). Prasana Pelengkapadalah :

bangunan yang fungsinya melengkapi bangunan pendukung, bangunan penunjang dan bangunan

pengaman sehingga bangunan perbenihan dimaksud beroperasi lebih optimal dan lebih berdaya

guna (Misalnya : rumah pompa, rumah genset, garasi kendaraan, dll).