Anda di halaman 1dari 24

Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

MERAKIT TES OBJEKTIF


Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika
Dosen Pengampu : Dr. Wawan Bunawan, M.Pd.,M.Si

OLEH :
Kelompok V

Meriana Padang (415112103


Nana Triana (4151121043)
Nia Sutriyati (415210

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan YME, atas segala
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini sebagai tugas mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil
Belajar. Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan
semaksimal mungkin.

Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan.Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar
lebih baik lagi dari sebelumnya. Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan
kepada teman-teman atas masukkannya, dorongan dan saran yang telah diberikan
kepada kami. Dan ucapan terima kasih kepada bapak Wawan Bunawan sebagai
dosen mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar, yang telah memberikan
waktu kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini. Sehingga kami dapat
menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Mudah-mudahan
makalah ini bisa memberikan sumbangan pemikiran sekaligus pengetahuan bagi
kita semuanya.

Medan, 23 Oktober 2017

Kelompok V

i
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ..................................... Error! Bookmark not defined.


Daftar Isi ............................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1


1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2

BAB II MERAKIT TES OBJEKTIF .............................................................. 3


2.1.Pengertian Tes .......................................................................................... 3
2.2.Tes Menurut Bentuk Pelaksanaannya ...................................................... 4
2.3.Bentuk tes hasil belajar............................................................................. 5
2.3.1.Tes Tertulis .................................................................................. 5
2.3.2.Bentuk Tes Objektif ..................................................................... 6
2.4.Langkah-Langkah Penyusunan Tes........................................................ 13

BAB III PENUTUP ......................................................................................... 20


3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 20
3.2 Saran ....................................................................................................... 20

Daftar Pustaka ................................................................................................. 21

ii
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam proses pendidikan, tes dan pengukuran merupakan factor yang
sangat perlu diperhatikan karena hasil evaluasi amat diperlikan untuk menentukan
berbagai macam tujuan dalam pengambilan keputusan antara lain, seleksi,
penempatan, prediksi, pengembangan kurikulum, perbaikan proses belajar-
mengajar, dan pertanggung jawaban pelaksanaan program pendidikan.berkaitan
dengan bidang pendidikan, evaluasi secara khusus bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana siswa telah menguasai tujuan –tujuan belajar yang telah ditetapkan
sebelumnya dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa (Grounlund, 1985). Untuk
dapat membuat keputusan dengan tepat maka dalam evaluasi dibutuhkan
informasi tentang tujuan-tujuan belajar siswa yang telah dicapai dengan akurat,
relevan, dan komprehensif. Agar informasi yang diperoleh betul-betul merupakan
gambaran kemampuan siswa yang sebenarnya maka diperlukan instrument
pengukuran dan prosedur pelaksanaan pengukuran yang dapat memperoleh hasil
yang berpedoman dengan objektivitas karena seringkali kita temukan pengukuran
dan pengambilan keputusan mengandung subjektivitas disebabkan oleh proses
evaluasi merupakan kegiatan yang terdiri dari kegiatan kompleks.
Dari uraian diatas seorang guru perlu menguasai pengembangan tes,
penggunaan tes, prinsip-prinsip dan teknik pengukuran, penilaian hasil belajar,
memberikan nilai terhadap informasi yang diperoleh untuk selanjutnya
memberikan keputusan yang objektif. Kegiatan penilaian ini hendaknya dialkukan
dengan berpedoman pada prinsip bahwa penilaian yang diberikan mengenai hasil
belajar siswa dimaksudkan sebagai umpan balik yang bersifat korektif baik bagi
siswa maupun bagi guru, dengan hsl yang diperoleh dapat meningkatkan minat
dan motivasi untuk memperoleh hasil yang lebih baik lagi.

1
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

2.1 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan tes?
2. Bagaimana bentuk-bentuk tes?
3. Bagaimana bentuk pelaksanaan tes?
4. Bagaimana bentuk-bentuk tes objektif?
5. Bagaimana langkah-langkah penyusunan tes objektif?

3.1 Tujuan
1. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan tes.
2. Dapat mengetahhui bentuk-bentuk tes
3. Dapat mengetahui bentuk pelaksanaan tes
4. Dapat mengetahui bentuk tes objektif.
5. Dapat menyusun langkah-langkah penyusunan tes objetif.

2
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

BAB II
MERAKIT TES OBJEKTIF

2.1 PENGERTIAN TES


Istilah tes berasal dari bahasa latin “testum” yang berate sebuah piring atau
jambangan dari tanah liat. Istilah tes ini kemudian dipergunakan dalam lapangan
psikologi dan selanjutnya hanya hanya dibatasai sampai metode psikologi, yaitu
suatu cara untuk menyelediki seseorang. Atau untuk menyelesaikan suatu
`masalah tertentu. Sebagaimana dikemukakan Sax (1980 : 13) bahwa “ a test may
be defined as a task or series of task used to obtaine systematic observation
presumed to be representative of educational or psychological traits or attributes”.
(tes dapat didefinisikan sebagai tugas atau serangkaian tugas yang digunakan
untuk memperoleh pengamatan –pengamatan sistematis, yang dianggap mewakili
ciri atau atribut pendidikan atau psikologis). Istilah tugas dapat berbentuk soal
atau perintah /suruhan lain yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Hasil
kuantitatif atau kualitatif dari pelaksanaan tugas itu digunakan untuk menarik
simpulan-simpulan tertentu terhadap peserta didik.
Sementara itu, S. Hamid Hasan (1998 : 7) menjelaskan “tes adalah alat
pengumpul data yang dirancang secara khusus. Kekhusussan tes dapat terlihat dari
konstruksi butir soal yang dipergunakan”.Rumusan ini lebih terfokus kepada tes
sebagai alat pengumpul data.Memang pengumpulan data bukan hanya ada dalam
prosedur penenlitian, tetapi juga ada dalam prosedur evaluasi, guru memerlukan
suatu alat antara lain tes.Tes dapat berupa pertanyaan.Oleh sebab itu, jenis
pertanyaan, rumusan pertanyaan, dan pola jawaban yang didisediakan harus
memenuhi suatu perangkat kriteria yang yang ketat.Demikian pula waktu yang
disediakan untuk menjawab soal-soal serta administrasi penyelenggaraan tes yang
diatur secara khusus pula.Persyaratan-persyaratan ini berbeda dengan alat
pengumpul data lainnya.
Dengan demikian, tes pada hakikatnya adalah suatu alat yang berisi
serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh
peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu.Artinya, fungsi tes
adalah sebagai alat ukur.Dalam tes prestasi belajar, aspek perilaku yang hendak

3
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

diukur adalah tingkat kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pelajaran
yang telah disampaikan.

Lindquist (1936) menandai tugas sebagai pengembang tes membutuhkan


dua jenis keputusan yaitu apayang akandiukur dan bagaimana cara mengukurnya.
Saatmengonstruksisoal bagianterakhir yang harus diputuskan adalah tujuan.
Pengembangkan sejumlah soal untuk mengukur sebuah gagasan memerlukan
kegiatan sebagai berikut:
 Memilih soal yang sesuai format
 Memerksa bahwa format yang diusulkan layak untuk diujiankan
 Memilih dan melatih para penulis soal
 Menulis soal-soal
 Memantauan pengembagan penulis dan kualitas soal

2.2 TES MENURUT BENTUK PELAKSANAANNYA


Pada umumnya dikenal tiga bentuk pelaksanaan ujian, yakni antara lain;
1. Ujian tertulis
Ujian tertulis dilaksanakan secara kelompok dengan mengambil tempat di
suatu ruangan tertentu.Pada ujian-ujian yang kurang bersifat formal, misalnya
ujian –ujian tengah dan akhir semester, maka pelaksanaan ujian tersebut
dilakukan oleh dosen bidang studi masing-masing.Disini dosen yang
bersangkutan berperan sebagai panyusun tes, pelaksana ujian, pengawas, korektor,
pengolah hasilnya dan sekaligus sebagai penentu hasil akhir mahasiswa
pengambil ujian tersebut.Sedangkan pada ujian-ujian yang lebih bersifat formal,
misalnya SIPENMARU, ujian saringan masuk pasca sarjana, maka pekerjaan –
pekerjaan tersebut diserahkan kepada suatu panitia yang ditunjuk resmi oleh
pemerintah.

2. Ujian Lisan
Ujian lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar dalam bentuk
kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan. Bagi
bidang-bidang studi yang meuntut keterampilan untuk berhubungan dengan orang
lain, bidang studi pendidikan misalnya, maka ujian lisan ini mempunyai
kedudukan yang masih cukup penting.

4
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Untuk melaksanakan ujian lisan diperlukan alat-alat ujian lisan berupa


soal-soal ujian lisan. Kalau soal-soal ujian lisan itu disusun dengan baik maka
maka ia tidak hanya dapat berfungsi sebagai alat evaluasi belajar akan tetapi dapat
juga berfungsi sebagai alat bantu mengajar.

3. Ujian Tindakan
Ujian tindakan ini lebih dikenal dengan nama ujian praktek. Alat yang
dipergunakan adalah lembar pengamatan.Ujian tindakan ini dapat dipergunakan
untuk mengevaluasi mutu suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan,
keterampilan dan ketepatan menyelasaikan suatu pekerjaan, kecepatan dan
kemampuan merencanakan suatu pekerjaan, dan mengidentifikasi bagian-bagian
suatu piranti, mesin mobil misalnya.Singkatnya, ujian tindakan ini tepat
dipergunakan untuk mengevaluasi perilaku seseorang atau sekelompok
orang.Yang dievaluasi dapat prosesnya, produknya, atau paduan
keduanya.Manfaat ujian ini adalah untuk memperbaiki kemampuan testi oleh
karena secara objektif kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh testi dapat diamati,
terukur, dan dapat dijadikan dasar untuk praktek selanjutnya.

2.3 BENTUK TES HASIL BELAJAR


Ada beberapa bentuk tes yang dapat dipergunakan untuk mengukur hasil
belajar atau kognitif, yaitu bentuk tes atau nontes.Bentuk tes tertlis merupakan
bagian dari tes dan terdiri dari bentuk tes uraian dan bentuk tes objektif.

2.3.1 Tes Tertulis


Tes hasil belajar yang dipergunakan untuk mengungkap kemampuan
peserta didik berupa penjelasan-pejelasan adalah tes uraian.Tes uraian ini disebut
juga dengan tes subjektif.Menurut (1996:100), “tes bentuk uraian adalah tes hasil
belajar berbentuk pertanyaan atau perintah yang menghendaki jawaban berupa
uraian atau paparan yang cukup panjang.”dari batasan tersebut, tes uraian
menuntut responden untuk memberikan penjelasan, komentar, membedakan dan
penafsiran dalam menjawabnya. Di samping itu, tes uraian juga “ banyak
memberikan kebebasan kepada peserta tes dalam mengekpresikan jawaban”. Ada
dua jenis tes uraian yang biasa digunakan untuk mengukur hasil belajar, yaitu tes

5
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

uraian terbuka dan tes uraian tertutup.Tes uraian terbuka adalah tes yang
menghendaki jawaban sepenuhnya diserahkan kepada peserta peserta tes.Tes
uraian tertutup adalah tes uraian yang menghendaki jawaban pada arah tertentu.
Penyusunan perangkat tes hasil belajar bentuk uraian perlu memerhatikan
hal-hal sebagai berikut:
 Mencakup ide-ide pokok tes dari materi yang diajarkan atau materi yang
harus dipelajari oleh peserta tes;
 Membuat kalimat-kalimat yang berlainan dengan kalimat yang ada di
buku untuk menghindari contekan;
 Hendaknya kalimat disusun jelas dan ringkas, juga tidak boleh ada
penafsiran lain dari peserta didik;
 Ada petunjuk yang jelas dalam mengerjakan tes uraian;
 Butir tes menggambarkan apa yang harus dikerjakan peserta tes; serta
 Perbandingan yang ideal antara butir tes mudah, sedang, dan sukar.

2.3.2 Bentuk Tes Objektif


Salah satu bentuk tes yang dipergunakan untuk mengukur hasil belajar
adalah tes objektif.Bentuk ini juga dikenal dengan tes jawaban singkat karena
peserta tes tinggal memilih jawaban atau mengisi dengan kata-kata yang
pendek.Tes objektif adalah tes hasil belajar yang mana butir-butir tes dapat
dijawab oleh peserta tes dengan jalan memilih salah satu atau lebih diantara
beberapa kemungkinan jawaban atau jalan menuliskan jawaban pada tiap-tiap
butir tes. Berdasarkan definisi tersebut, tes objektif adalah tes yang dipergunakan
untuk mengukur hasil belajar, butir tes dalam bentuk uraian atau penjelasan
panjang berupa narasi, tetapi menghendaki jawaban jawaban yang singkat
Pembagian tes hasil belajar menurut Ebel, Robert (1972:71), “kinds of
objective test items are multiple-choice, true-false, matching, classification, and
short answer.” Ada dua jenis tes hasil belajar, yaitu tes standard an tes tidak
standar. Tes yang tidak standar adalah buatan guru, sebangkan tes yang standar
biasanya dibuatoleh kalangan tertentu dengan mengikuti prosedur tertentu secara
psikometris. Bentuk tes standard an tidak standar sama saja tidak dapat dibedakan.
Hal yang membedakan adalah prosedur penyusunan perangkat tes.

6
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Untuk lebih jelasnya, bentuk tes hasil belajar untuk pengukuran kognitif
yang dibuat oleh guru.. Bentuk tes objektif terdiri terdiri beberapa, yaitu; Piliahan
ganda; Benar salah; Menjodohkan; Melengkapi; dan Isian singkat.

1. Bentuk Soal Pilihan Ganda


Tes pilihan-ganda terdiri atas item-item yang mempunyai lebih dari tiga
jawaban. Jika tidak ada sekurang-kurangnya empat jawaban yang mungkin untuk
setiap pertanyaan, rumusan jawaban benar harus digunakan.Tes pilihan ganda
berbeda dari tes jawaban ganda yaitu hanya ada satu jawaban benar untuk setiap
pertanyaan dalam tipe pertama tes.
Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih
dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri
dari pokok soal dan pilihan jawaban.Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan
pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar
sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus
berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai
materinya Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki
objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat
mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat
digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan,
seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.Hanya
saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya
cukup besar, disamping itu, penulis soal akankesulitan membuat pengecoh yang
homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan
peserta mudah mencotek kunci jawaban. Secara umum, setiap soal pilihan ganda
terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option).Pilihanjawaban terdiri
atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan
kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun
bahasa.Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.

7
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :


Mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi.Perilaku ingatan juga diperlukan namun
kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur
perilaku yang disebutkan di atas; membiasakan menulis soal yang mengukur
kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan
menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan, misalnya dalam
bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda


Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah
sebagai berikut:
a) Materi
1. Soal harus sesuai dengan indikator.
2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling
benar.
b) Konstruksi
1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang
diperlukan saja.
3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
5) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
6) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di
atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar".
7) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
8) Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal
harus jelas dan berfungsi.
9) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

8
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

c) Bahasa
1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia.
2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan
digunakan untuk daerah lain atau nasional.
3. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
4. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan
satu kesatuan pengertian.
d) Catatan
1. Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalah empat pilihan
2. Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu lima pilihan

2. Tes Benar-Salah
Jika ujian dibatasi pada pertanyaan-pertanyaan benar-salah, statistic
menunjukkan 75 item atau lebih adalah perlu untuk mengatasi factor menebak
(guessing).Dalam tes 100 pertanyaan benar salah, siswa harus dapat menjawab
sekitar 50 pertanyaan tepat dengan menebak.Beberapa petunjuk untuk
mengeleminasi masalah ini adalah dengan mengurangi jumlah jawaban-jawaban
salah dari jumlah jawaban benar dalam menentukan skor, mereka dapat
menghukum untuk menebak.Prosedur ini tidak direkomendasikan karena siswa
biasanya berpikir bahwa instruktur/guru menggunakan teknik ini secara
dendam/denki.Hal ini juga tidak dapat diinginkan karena siswa dihukum untuk
menebak; dalam sains kita ingin mempunyai siswa membuat hipotesis, oleh sebab
itu kemampuan dalam tebakan-tebakan juga diperlukan.
Dalam membuat tes, hindari ketidak-seimbangan tes dengan cukup banyak
pertanyaan benar-salah, usahakan membuat soal rata dalam jumlah, sehingga
siswa yang mengetahui sedikit tentang materi tes tidak dapat memperoleh skor
tinggi dengan mudah, dengan berasumsi bahwa lebih banyak pertanyaan benar
(atau salah). Keunggulan-keunggulan soal tes benar-salah antara lain;
1) Memungkinkan penyusun soal tes memasukkan bahan sebanyak-banyaknya
tanpa khawatir akan waktu pengerjaanya.
2) Memungkinkan penyusun soal tes untuk mengajukan masalah-masalah
praktis.

9
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

3) Relative mudah disusun.

Kelemahan-kelemahannya antara lain;


1) Isi soal terbatas pada fakta-fakta atau pengetahuan hafalan yang dangkal.
2) Sangat memungkinkan testi menebak jawabannya.
3) Umumnya rumusan-rumusan soalnya kabur.

3. Tes Melengkapi dan Menjodohkan


Oleh karena tes melengkapi dan menjodohkan biasanya menekankan pada
hafalan dan sering secara verbal rumit, beberapa petunjuk yang dapat digunakan
dalam tes ini.
a. Jika pertanyaan-pertanyaan menjodohkan digunakan, mereka harus
dikelompokkan. Jika ada lebih dari 15 item menjodohkan dalam kelompok,
tes menjadi tidak praktis.
b. Nomori pertanyaan-pertanyaan anda dan gunakan hruf untuk jawaban anda,
atau sebaliknya, tetapi konsisten.
c. Buat pilihan-pilihan menjodohkan lebih banyak dari jumlah pertanyaan
untuk memperkecil mendapatkan jawaban-jawaban dengan penyisihan.
Meskipun tes menjodohkan menekankan secara tradisional pada hafalan,
mereka dapat digunakan untuk menguji pengenalan atau penerapan prinsip-
prinsip.Berikut ini diberikan contoh tipe tes menjodohkan dan melengkapi.

4. Tes Objektif Jenis Isian


Tes objektif jenis isian pada prinsipnya mencakup tiga macam tes, yaitu
a. Tes jawaban bebas atau jawaban terbatas
b. Tes melengkapi
c. Tes asosiasi
Tes jawaban bebas mengungkap kemampuan siswa dengan cara bertanya,
tes melengkapi mengungkapkan kemampuan siswa dengan memberikan spasi atau
runag kosong untuk diisi dengan jawaban memberikan spsi atau ruang kosong
untuk diisi dengan jawaban (kata yang tepat, dan tes asosiasi mengungkapkan
kemampuan siswa dengan menyediakan spasi yang diisi dengan satu jawaban atau
lebih, dimana jawaban tersebut masih memiliki keterkaitan dan bersifat homogeny
antara satu dengan lainnya.

10
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Ketiga jenis tes yang disebutkan diatas mempunyai banyak kemiripan


khususnya dalam tiga hal.Pertama, masing-masing tes memerlukan hafalan dari
para siswa.Kedua, ketiga tes tersebut masing-masing menuntut jawaban singkat
dari para siswa.Ketiga, masing-masing tes pada umumnya direncanakan untuk
mengungkapkan pemikiran siswa tentang materi pembelajaran yang dikatagorikan
sebagai definisi atau batasan, pengetahuan tentang fakta dan prinsip-prinsip
pengetahuan.
Namun demikian, ketiga tes ini pun memiliki perbedaan, terutama jika
ketiga tes tersebut dilihat dari format atau bentuk tesnya. Tes jawaban singkat atau
bebas merupakan tes yang item-itemnya dibuat dalma bentuk pertanyaan.Tes
melengkapi bentuk itemnya meiliki satu spasi atau ruang kosong dan harus
dijawab siswa, dan tes asosiasi memiliki ruang kosong yang diisi dengan jawaban
yang memiliki kaitan satu dnegan yang lainnya.
Tes objektif jenis ini walaupun sedah dikelompokkan sebagai tes objektif,
namun sebenarnya masih berkaitan dengan tes essai, yaitu bahwa tes ini masih
menuntut jawaban bebas dan singkat dari para siswa.Namun, Karena tes tersebut
hanya memberikan kesempatan kepada siswa menjawab dengan ssatu kata dan
biasanya telah terikat dalam defenisi, fakta, dan prinsip-prinsip pengetahuan maka
tes tersebut disebut sebagai tes objektif jenis isian.
1. Item tes jawaban singkat
Mengontruksi item tes, baik jenis isian maupun jenis pilihan merupakan
langkah penting yang harus dikuasia dengan baik oleh seorang guru kelas.Hal ini
terjadi karena validitas tes objektif jenis isian dan pilihan pada umunya tergantung
pada kualitas isi tampilannya, sedangkan kualitas isi dan tampilannya sangat
dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengkontruksi tes yang dimaksud.Oleh
karena itu, perlu kiranya seorang guru memiliki kemampuan mengkontruksi agal
hal-hal yang menurunkan kualitas isi dan tampilan tes, seperti kerusakan teknik,
pertanyaan yang tidak relevan, dan substansi yang keliru dapat dikurangi
seminimal mungkin. Mengenai kemampuan apa yang diperlukan untuk
mengontruksi tes objektif pada umumnya dinyatakan oleh Groundund(1995:143).

11
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Agar mendapatkan tes yang memiliki susunan dan penampilan yang baik,
para guru atau evaluator dapat mempertimbangkan beberapa petunjuk yang dapat
dilihat seperti berikut:
1. Nyatakan petunjuk tes yang singkat dan jelas dengan cara memberikan garis
bawah pada kata-kata kunci. Petunjuk itu penting agar para siswa dapat
dengan cepat dapat memahami perintah tes dengan baik dan bisa melakukan
pekerjaan evaluasi seperti yang diperintahkan.
2. Tulis pertanyaan atau pernyataan, dimana hanya ada satu kemungkinan
jawaban benar.
3. Pilihan batasan atau terminology dari suatu pengetahuan, dengan
menghilangkan kata kuncinya. Kata kunci tersebut menjadi jawaban yang
harus diisi oleh para siswa.
4. Tanyakan secara spesifik untuk jawaban yang diinginkan. Sebagai contoh,
tanaman jagung temasuk tanaman … dan perlu diganti setelah berbuah
sekali. Jawabannya adalah (semusim).
5. Gunakan hanya satu spasi atau ruang kosong, untuk setiap item tes
melengkapi. Jika spasi lebih dari tiga maka item tersebut lebih baik
dikontruksi dengan model tes jawaban bebas.
Contoh:
Kurang baik : yang termasuk warna primer yaitu …,… dan …
Lebih baik : tiga macam warna apakah yang termasuk sebagai warna
primer?
6. Tempatkan spasi atau ruang kosong pada akhir kalimat dari item tes
melengkapi. Penempatan spasi tersebut di maksudkan agar lebih membantu
para siswa untuk menjawab dengan cepat.
7. Buat kunci jawaban yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pemberian
penilaian. Kunci jawaban yang dapat digunakan sebagai acuan dalam
pemberian penilaian. Kunci jawaban diperlakukan untuk memudahkan
dalam penilaian guru maupun peodman jawaban yang diberikan kepada
siswa.

12
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Tes jawaban singkat dan tes melengkapi merupakan tes essai yang sangat
sederhana.Tes-tes ini kurang cocok untuk tes dengan sasaran pengetahuan yang
memiliki tingkat domain lebih tinggi, seperti aplikasi, sintesis, dan evaluasi pada
ranah kognitif. Walaupun demikian, jawaban singkat dan tes melengkapi, sangat
baik untuk tujuan mengungkapkan kemampuan kognitif yang rendah dan berguna
bagi siswa sejak awal ingin dididik dan dikembangkan melalui latihan-latihan
yang secara priodik dan bertahap meningkat kearah jawaban yang lebih kompleks.
Tes jawaban singkat dan tes melengkapi dapat mentes batasan atau
defenisi pengetahuan yang sering digunakan oleh para guru pendidikan umum
maupun para guru pendidikan kejuruan.Untuk para guru di bidang pendidikan
kejuruan, tes jawab singkat dan tes melengkapi, dapat juga digunakan untuk
mengungkap pengetahuan efektif. Pengetahuan fakta ini dapat digunakan untuk
pengembangan siswa melalui problematika yang ada disekitar kita.
Tes jawaban singkat dan tes melengkapi dapat juga digunakan untuk
mengevaluasi kemampuan siswa dalam perhitungan sederhana.Untuk itu guru
dapat membantu dengan memberikan contoh-contoh nyata, kemudian menindak
lanjuti dengan melakukan eksperimen sederhana.
Kelemahan utama dari tes dengan jawaban singkat dan tes melengkapi
untuk mengetes pengetahuan siswa tentang fakta adalah bahwa ada kemungkinan
dalam isian jawaban tersebut ada dua atau lebih jawaban benar.Untuk mengatasi
hal ini, para guru dapat memodifikasi bentuk tes jawab singkat menjadi tes essai
dengan pertanyaan pengenalan (recognition questions).

2.4 Langkah-Langkah Penyusunan Tes


Dalam melakukan suatu tes perlu dilakukan beberapa tahapan, tahapan
pertama adalah penyiapan perangkat tes. Untuk melakukan penyiapan perangkat
tes maka langkahnya adalah:
1. Menetapkan tujuan tes
Dalam menetapkan tujuan tes berkaitan dengan maksud pengguanaan
tes.Tes prestasi belajar dapat dibuat untuk berbagai tujuan. Oleh sebab itu perlu
ditetapkan terlebih dahulu penggunaan daripada tes yang akan dikembangkan.
Tujuan penggunaan tes akan memberikan corak dan bentuk terhadap penyusunan

13
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

butir-butir soal, misalnya bila tes itu dimaksudkan sebagai Ujian Akhir Nasional
(UAN) maka butir soal harus disusun mulai dari yang mudah hingga yang sukar.

2. Analisis kurikulum
Isi bahan pengajaran yang disajikan di kelas senantiasa mengikuti
kurikulum yang berlaku. Pemahaman dan pendalaman akan kurikulum merupakan
langkah pertama untuk menyusun dan mengembangkan suatu perangkat tes yang
baik. Dengan pemahaman dan pendalaman akan kurikulum tersebut, maka
indicator kemampuan atau keterampilan yang dituntut untuk dikuasai subjek didik
akan dapat dirumuskan dengan baik dan akan dapat dituangkan dalam bentuk kisi-
kisi.
Tes prestasi belajar adalah mengenai sejauh mana subjek didik menyerap
atau menguasai isi pelajaran, karena itu materi tes harus didasrkan pada kurikulum
sebagai patokan dalam kegiatan pembelajaran.

3. Analisis buku pelajaran


Analisis buku pelajaran disebut juga timbangan buku, yang berarti bahwa
penyusunan soal dapat menggunakan buku sumber (literature), disamping buku
paket yang sudah ada, selama buku-buku tersebut sesuai dengan kurikulum yang
sedang berlangsung dan buku-buku tersebut memang digunakan bersama dengan
pendidik dan peserta didik secara keseluruhan.

4. Menentukan kisi-kisi
Kisi-kisi adalah suatu daftar berbentuk matriks yang memuat komponen-
komponen sebagai berikut :
a. Pokok bahasan
Pokok bahasan atau sub pokok bahasan merupakan ruang lingkup butir
soal yang disusun. Pokok bahasan dan subpokok bahasanperlu ditetapkan
pembobotannya sebagaimana diuraikan pada langkah analisis kurikulum tersebut.
Pembobotan ini biasanya ditetapkan dengan kategori : penting, sedang dan kurang
penting. Penetapan bobot masing-masing pokok atau sub pokok bahasan
disarankan atas tujuan yang akan dicapai dan urgensi materi cakupan pokok atau

14
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

subpokok bahasan disarankan atas tujuan yang akan dicapai dan urgensi materi
cakupan pokok atau subpokok bahasan tersebut.
b. Aspek intelektual
Aspek intelektual berupa perilaku yang telah dimiliki subjek didik sebagai
hasil belajar, diperinci ke dalam jenjang kemampuan intelektual menurut
taksonomi Bloom yang akan diukur dengan tes yang dibuat, yaitu mencakup: (1)
ingatan, (2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5) sintesis dan (6) evaluasi.
c. Bentuk soal
Bentuk soal pada umumnya dibedakan atas dua macam, yaitu bentuk
uraian dan bentuk objektif.
d. Tingkat kesukaran soal
Untuk mengetahhui perbandingan yang tepat antara kelompok soal yang
dikategorikan mudah dan sukar, maka perlu dicantumkan dalam kisi-kisi tingkat
kesukaran butir soal.Penentuan tingkat kesukaran butir soal ditetapkan
berdasarkan pendapat penulis butir soal. Perbandingan jumlah butir soal sesuai
dengan tingkat kesukaran butir soal biasanya adalah 27% mudah dan 27% sukar
dan selebihnya sedang.
e. Jumlah dan proporsisi butir soal
Jumlah dan proporsisi butur soal ditentukan oleh waktu yang disediakan
untuk mengerjakan tes tersebut.Oleh sebab itu, ditentukan terlebih dahulu waktu
yang diperlukan untuk mengerjakan tes tersebut, sesuadah itu baru ditentukan
jumlah butir soalnya.Namun, perlu juga dipertimbangkan daya konsentrasi subjek
didik peserta tes.Disamping waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tes, perlu
juga dipertimbangkan tingkat kesukaran butir soal.Untuk mengerjakan butir soal
yang sukar dibutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan mengerjakan butir
soal yang lebih mudah.

15
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

5. Penulisan soal
Pada kegiatan menuliskan butir soal ini, setiap butir soal yang ditulis
harusberdasarkan pada indikator yang telah dituliskan pada kisi-kisi dan
dituangkan dalamspesifikasi butir soal. Bentuk butir soal mengacu pada deskripsi
umum dan deskripsikhusus yang sudah dirancang dalam spesifikasi butir soal.
Kaidah Penulisan Soal Kompetensi
1. Berhubungan dengan kondisi pembelajaran di kelas atau di luar kelas
2. Berhubungan erat antara proses, materi, kompetensi dan pengalaman
belajar
3. Mengukur kompetensi peserta didik
4. Mengukur beberapa kemampuan yang diwujudkan dalam stimulus
soal
5. Mengukur kemampuan berpikir kritis
6. Mengandung pemecahan masalah

a. Soal Uraian
Soal Uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta tes
untuk mengorganisasikan gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya
dengan cara mengemukakan gagasan tsb dalam bentuk tulisan.
Kaidah Penulisan Soal Uraian
1. Soal sesuai dengan indikator
2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
3. Materi yang ditanyakan sesuai dengan tujuan pengukuran
4. Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis pendidikan
atau tingkat kelas
5. Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
6. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
7. Ada pedoman penskorannya
8. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan
jelas dan terbaca
9. Rumusan kalimat soal komunikatif

16
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

10. Butir soal menggunakan bahasa yang baku


11. Tidak menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran
ganda atau salah pengertian
12. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
13. Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkapan yang dapat
menyinggung perasaan peserta didik

b. Soal Pilihan Ganda


Jenis Soal PG
Pokok Soal (stem) pertanyaan Diakhiri tanda ?
Pokok soal (stem) pernyataan /diakhiri tanda ….
Komponen soal PG
Stem (pokok soal) : pertanyaan-pertanyaan yang berisi masalah yang
akan dinyatakan
Option : sejumlah pilihan atau alternatif jawaban
Contoh Soal Pilihan Ganda
o Bila gelombang melalui celah sempit, maka terjadi...
A. Difraksi
B. Interferensi
C. Polarisasi
D. Refleksi
E. Refraksi

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda


1. Soal harus sesuai dengan indikator
2. Pengecoh harus berfungsi
3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
5. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
6. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif
ganda.

17
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

7. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi


materi.
8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan
jawaban di atas salah/benar”.
10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun
berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis
waktunya.
11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada
soal harus jelas dan berfungsi.
12. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata
yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-
kadang.
13. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
14. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah
bahasa.
15. Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga
pernyataannya mudah dimengerti mahapeserta didik.
16. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal
akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
17. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan
merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada
pokok soal

6. Melakukan telaah instrumen secara teoritis (validasi soal)


Telaah instrumen tes secara teoritis atau kualitatif dilakukan untuk melihat
kebenaran instrumen dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. Telaah instrumen
secara teoritis dapat dilakukan dengan cara meminta bantuan ahli/pakar, teman
sejawat, maupun dapat dilakukan telaah sendiri. Setelah melakukan telaah ini
kemudian dapat diketahui apakah secara teoritis instrumen layak atau tidak.

18
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

7. Melakukan ujicoba dan analisis hasil ujicoba tes


Sebelum tes digunakan perlu dilakukan terlebih dahulu uji coba tes.
Langkah inidiperlukan untuk memperoleh data empiris terhadap kualitas tes yang
telah disusun.Ujicoba ini dapat dilakukan ke sebagian siswa, sehingga dari hasil
ujicoba inidiperoleh data yang digunakan sebagai dasar analisis tentang
reliabilitas, validitas,tingkat kesukaran, pola jawaban, efektivitas pengecoh, daya
beda, dan lain-lain. Jikaperangkat tes yang disusun belum memenuhi kualitas
yang diharapkan, berdasarkan hasil ujicoba tersebut maka kemudian dilakukan
revisi instrumen tes.

8. Merevisi soal
Berdasarkan hasil analisis butir soal hasil ujicoba kemudian dilakukan
perbaikan.Berbagai bagian tes yang masih kurang memenuhi standar kualitas
yang diharapkanperlu diperbaiki sehingga diperoleh perangkat tes yang lebih baik.
Untuk soal yang sudah baik tidak perlu lagi dibenahi, tetapi soal yang masuk
kategori tidak bagusharus dibuang karena tidak memenuhi standar kualitas.
Setelah tersusun butir soal yang bagus, kemudian butir soal tersebut disusun
kembali untuk menjadi perangkat instrumen tes, sehingga instrumen tes siap
digunakan. Perangkat tes yang telah digunakan dapat dimasukkan ke dalam bank
soal sehingga suatu saat nanti bisa digunakan lagi.

19
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tes adalah alat pengumpul data yang dirancang secara khusus.
Kekhusussan tes dapat terlihat dari konstruksi butir soal yang dipergunakan.
Rumusan ini lebih terfokus kepada tes sebagai alat pengumpul data.Memang
pengumpulan data bukan hanya ada dalam prosedur penenlitian, tetapi juga ada
dalam prosedur evaluasi, guru memerlukan suatu alat antara lain tes.Tes dapat
berupa pertanyaan.Oleh sebab itu, jenis pertanyaan, rumusan pertanyaan, dan pola
jawaban yang didisediakan harus memenuhi suatu perangkat kriteria yang yang
ketat. Demikian pula waktu yang disediakan untuk menjawab soal-soal serta
administrasi penyelenggaraan tes yang diatur secara khusus pula. Persyaratan-
persyaratan ini berbeda dengan alat pengumpul data lainnya.
Bentuk tes objektif, yaitu:
a. Pilihan ganda
b. Benar salah
c. Menjodohkan
d. Melengkapi
e. Isian singkat
Langkah-Langkah Penyusunan Tes
1. Menetapkan tujuan tes
2. Analisis kurikulum
3. Analisis buku pelajaran
4. Menentukan kisi-kisi

3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini diharapkan kita sebagai calon pendidik
mampu menyusun tes objektif dengan baik sehingga dapat degan mudah
mengevaluasi hasil belajar dari peserta didik

20
Makalah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika

Daftar Pustaka

Arifin, Zainal. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral


Pendidikan Islam Kementrian Agama
Crocker, Linda & James, A. 2008. Introduction TO Classical and Modern Test
Theory. Mason: changage Learning
Idrawati. 2010. Evaluasi Pembelajaran Fisika. Jember: Universitas Jember
Matondang, Zulkifli. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Medan: Unimed
Subino. 1987. Konstruksi Dan Analisis Tes. Jakarta: Dapertemen Pendidikan Dan
Kebudayaan
Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Susetyo, Budi. 2015. Prosedur Penyusunan Analisis Tes. Bandung: Refika
Aditama
Tola, Burhanudin. 2007. Paduan Penulisan Pilihan Ganda. Jakarta: Balitbang
Depdiknas

21