Anda di halaman 1dari 1

Penegakan Diagnosis optik neuritis

Ø Anamnesa
Riwayat
· Pasien dengan sklerosis multipel dapat mempunyai riwayat neuritis optik yang
berulang, dapat ditanyakan apakah pernah terjadi sebelumnya keluhan yang sama.

Pada anamnesa akan didapatkan gejala subjektif:


1. Penglihatan turun mendadak dalam beberapa jam sampai hari yang mengenai satu
atau kedua mata. Kurang lebih sepertiga pasien memiliki visus lebih baik dari 20/40 pada
serangan pertama, sepertiga lagi juga dapat memiliki visus lebih buruk dari 20/200.
2. Penglihatan warna terganggu.
3. Rasa sakit bila mata bergerak dan ditekan, dapat terjadi sebelum atau bersamaan
dengan berkurangnya tajam penglihatan. Bola mata terasa berat di bagian belakang bila
digerakkan.
4. Adanya defek lapang pandang.
5. Pasien mengeluh penglihatan menurun setelah olahraga atau suhu tubuh naik (tanda
Uhthoff).
6. Beberapa pasien mengeluh objek yang bergerak lurus terlihat mempunyai lintasan
melengkung (Pulfrich phenomenon), kemungkinan dikarenakan konduksi yang asimetris
antara nervus optikus.

Ø Pemeriksaan
Dilakukan pemeriksaan untuk melihat gejala objektif.
Langkah-langkah pemeriksaan:
1. Pemeriksaan visus
Didapatkan penurunan visus yang bervariasi mulai dari ringan sampai kehilangan total
penglihatan.

2. Pemeriksaan segmen anterior


Pada pemeriksaan segmen anterior, palpebra, konjungtiva, maupun kornea dalam keadaan
wajar. Refleks pupil menurun pada mata yang terkena dan defek pupil aferen relatif atau
Marcus Gunn pupil umumnya ditemukan. Pada kasus yang bilateral, defek ini bisa tidak
ditemukan.16,2
3. Pemeriksaan segmen posterior
Pada neuritis optik akut sebanyak dua pertiga dari kasus merupakan bentuk retrobulbar,
maka papil tampak normal, dengan berjalannya waktu, nervus optikus dapat menjadi pucat
akibat atrofi. Pada kasus neuritis optik bentuk papilitis akan tampak edema diskus yang
hiperemis dan difus, dengan perubahan pada pembuluh darah retina, arteri menciut dan
vena melebar. Jika ditemukan gambaran eksudat star figure, mengarahkan diagnosa
kepada neuroretinitis.14,2

Ø Pemeriksaan Tambahan
- Tes konfrontasi
- Tes ishihara untuk melihat adanya penglihatan warna yang terganggu, umumnya
warna merah yang terganggu.2

Ø Pemeriksaan Anjuran
- Untuk membantu mencari penyebab neuritis optik biasanya dilakukan pemeriksaan
foto sinar X kanal optik, sela tursika, atau dilakukan pemeriksaan CT orbita dan kepala.
- Dengan MRI dapat dilihat tanda-tanda sklerosis multipel.2