Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

D DENGAN
OSTEOSARCOMA
DI RUANG MELATI 2 RSUD Dr. MOEWARDI

Disusun Oleh
Nama : Eva Septerina Dwi Hapsari
Nim : SN171067

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2017/2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. D DENGAN OSTEOSARCOMA
DI RUANG MELATI 2 RSUD Dr. MOEWARDI

Nama Pengkaji : Eva Septerina Dwi H


Tanggal dan jam pengkajian : 13 November 2017/ 22.00
Tanggal masuk : 9 November 2017
Tempat praktik : ruang melati 2
1. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS DATA
Nama : An.D
TTL : Karanganyar, 12 Maret 2004
Usia : 13th
Pendidikan : SMP
Alamat : Karanganyar
Nama ayah : Tn.S
Nama ibu : Ny. Y
Pekerjaan ayah : Wiraswasta
Pekerjaan ibu : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan ayah : SMP
Pendidikan ibu : SMA
Alamat : Karanganyar
Agama : Islam
Suku/ bangsa : Indonesia
B. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan lemas dan mual
C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien mengeluh nyeri pada tungkai kanan bawah, keluhan timbul sejak 2
hari sebelum masuk rumah sakit, tidak mual dan muntah (sewaktu di
rumah), tidak mau makan, pasien dibawa ke igd RSDM dan diberikan
terapi D5 ½ NS 20 tpm, kemudian pasien dipindah di ruang melati 2 dan
mendapatkan terapi injeksi cefazolin 350mg/8j, asam tranexamat 250mg/8
jam, dan paracetamol 330mg/8jam.
D. RIWAYAT MASA LAMPAU
1 tahun sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluhkan timbul benjolan
di tungkai kanan bawah awalnya kecil semakin membesar pasien
kemudian dibawa ke RSDM dilakukan operasi pada lutut kanan. Pasien
pernah dirawat dengan operasi setelah jatuh di sekolahan. Pasien
mengatakan tidak ada alergi makanan. Keluarga pasien mengatakan pasien
mendapatkan imunisasi lengkap.
E. RIWAYAT KELUARGA

KET:
: perempuan
: laki-laki
: menikah
: keturunan
: tinggal satu rumah
: pasien

F. RIWAYAT SOSIAL
An. D termasuk tipe anak yang pendiam, dan hasil pengkajian dengan
keluarga pasien kebersihan rumah cukup bersih, dan setiap kamar
mempunyai ventilasi dan 2 jendela di ruang tamu.
G. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI
Diagnosa Medis : Osteosarcoma
Tindakan operasi : tidak ada
Obat-obatan : tidak ada
Tindakan keperawatan : tidak ada
Hasil lab : tidak ada
Data tambahan : tidak ada
H. PENGKAJIAN
1. Persepsi kesehatan dan pola management kesehatan
Orang tua pasien mengatakan apabila ada anggota keluarga yang sakit
selalu diawat berobat ke dokter praktik atau bidan di dekat rumah.
Imunisasi rutin, ayah merokok, dan di rumah terdapat persediaan obat
demam.
2. Nutrisi- pola metabolisme
Pola makan pasien selama sakit 3x sehari ½ porsi makan dari diit
rumah sakit, BB saat ini 22 kg, TB saat ini 111cm dan IMT nya adalah
17,85 (kurang), terjadi penurunan BB selama 1 bulan terakhir 3 kg.
Makanan yang dihindari adalah makanan yang dibakar dan
mengandung gas.
3. Pola eliminasi
Pasien BAB 1x dalam 1 hari apabila tidak dilakukan kemoterapi, tetapi
terdapat gangguan BAB apabila setelah dilakukan kemoterapi dan 3
hari sekali baru bisa BAB dengan konsistensi keras, tidak terdapat
keluhan dalam BAK, BAK 5-6x dalam sehari
4. Aktifitas- pola latihan
Pasien mandi sibin sehari 2x dengan memakai sabun, aktifitas dengan
bantuan orang lain dan alat.
5. Pola istirahat- tidur
Keluarga pasien mengatakan tidur terganggu, sebentar-bentar
terbangun, tidur siang 1-2 jam dan tidur malam 6-7 jam. Posisi tidur
anak tidak banyak bergerak karena kaki kanan terasa sakit kalau
banyak bergerak.
6. Pola kognitif- persepsi
Pasien selalu mengatakan apabil lapar dan haus.
7. Persepsi diri- pola konsep diri
Pasien termasuk anak yang pendiam, kurang banyak teman di dalam
ruangan karena anak sering bermain sendiri dengan gadget, pasien
suka murung.
8. Pola peran- hubungan
Pasien mengatakan sebagai anak kedua dan memiliki seorang kakak
laki-laki, interaksi dengan keluarga baik, tidak ada masalah dalam
keluarga.
9. Seksualitas
Perasaan pasien sebagai anak perempuan harus bisa berhati-hati dalam
segala bertindak, dan bisa menjaga diri sendiri
10. Koping- pola toleransi stress
Keluarga pasien mengatakan pasien sering bosan dengan di rawat di
rumah sakit terus, ingin segera pulang ke rumah dan bisa sekolah
kembali, penanganan yang dilakukan keluarga dengan memberi gadget
untuk bermain kesukaan pasien.
11. Nilai- pola keyakinan
Pasien mengatakan beragama islam dan walaupun sakit ibu pasien
selalu mengingatkan untuk sholat dan berdoa untuk kesembuhan
pasien.

I. PEMERIKSAAN FISIK
KU : composmentis
TTV :S : 36.5oc
N : 88x/ menit
RR : 22x/ menit
TD :-
TB/ BB : 111 cm/ 22kg
Lingkar Kepala : 33cm
Mata : konjungtiva merah muda, slera putih, pupil isokor
2mm/2mm
Hidung : simetris ka/ki, tidak ada polip, tidak ada nyeri tekan
Mulut : mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada
caries gigi, tidak ada bau mulut
Telinga : simetris ka/ki, tidak ada nyeri tekan, bersih tidak ada
serumen telinga
Tengkuk : tidak ada kekakuan otot-otot leher
Dada (paru) :I : simetris ka/ki, tidak ada jejas
P : vocal vremitus ka/ki sama
P : sonor
A : vesikuler
Jantung :I : ictus cordis terlihat di ICS 5 mid clavicula kiri
P : ictus cordis teraba < 1cm2
P : pekak
A : lup dup
Perut :I : tidak ada ascites atau pembesaran perut
A : peristaltik usus 37x/menit
P : tidak ada nyeri tekan
P : tympani
Punggung : tidak ada kelainan tulang belakang, bahu ka/kai
simetris
Genetalia : bersih, tidak ada kemerahan
Ekstremitas : terdapat luka bekas operasi di kaki kanan pada lutut
yang tidak bisa ditekuk, kekuatan otot 5 4
4 5
Pada ekstremitas kiri atas terpasang infus dan pada
ekstremitas kanan bawah kaki yang post operasi di lutut
Kulit : turgor kulit cukup, CRT <2dtk

J. PEMERIKSAAN PERKEMBANGAN
1. BB lahir : 3,3kg
Usia 5 bulan : 4,2 kg
Usia 1 tahun : 6kg
Saat ini : 22kg
2. Pertumbuhan gigi
Usia saat gigi tumbuh : 2 tahun 2 bulan, jumlah 4, tidak ada masalah
pertumbuhan gigi
3. Usia menegakkan kepala : 1,2 tahun, duduk 1,5 tahun, berjalan 2
tahun, kata-kata pertama “ ma ma”
4. Tidak ada masalah dalam sekolah
5. Interaksi dengan orang dewasa tidak ada masalah, An.D selalu patuh
dengn orang yang lebih tua
6. An.D tidak mengikuti kegiatan organisasi di sekolahnya

K. DATA FOKUS
Tanggal Pengkajian : 13 November 2017
Jam : 22.00 WIB
Nama Pasien : An. D
Diagnosa Medis : Osteosarkoma
Data Penunjang
Jenis Pemeriksaan Nilai Normal Satuan Hasil Keterangan
hasil
Hemoglobin 12.3-15.3 g/dL 11,9 Rendah
Hematokrit 33-45 10ˆ6/uL 36 Normal
Leukosit 4.5-14.5 10ˆ3/uL 7,4 Normal
Trombosit 150-450 10ˆ3/uL 200 Normal
Eritrosit 4,10- 5,10 Juta/uL 3.74 Normal
MCV 80,0-90,0 fL 96,3 Tinggi
MCH 27-31 fL 31.8 Tinggi
MCHC 33,0-36,0 g/dL 33,1 Normal
Diff Count :
Neutrofil 50-70 % 57 Normal
Limfosit 20-40 % 30 Normal
Eosinofil 0,00 – 4,00 % 2,00 Normal
Basofil 0,00- 2,00 % 1,00 Normal
RDW 10,0-15,0 % 12,00 Normal
No Tanggal Jenis obat Dosis Cara Fungsi
pemberian
1 13/11/17 D5 ½ NS 64cc/jam IV Sebagai cairan
elektrolit digunakan
untuk mengatasi
dehidrasi, menambah
kalori dan
mengembalikan
keseimbangan
eektrolit.
2 Cefazolin 350mg/ IV Digunakan sebagai
8jam antibiotik berbagai
jenis infeksi bakteri,
dapat digunakan baik
sebelum atau sesuda
operasi.
3 Asam 250mg/ IV Termasuk dalam
tranexamat 8jam golongan anti-fibrotik
digunakan untuk
menghentikan
pendarahan.
4 Paracetamol 330mg/ IV sebagai obat analgetik
8jam dan antipiretik,
digunakan untuk
meredakan rasa sakit
ringan hingga
menengah, serta
menurunkan demam.
5 carboplatin 150mg/m2/h IV Tergolong dalam obat
ari cytotoxic
chemotherapy untuk
mengobati bermacam
kanker.
6 etoposide 150mg/m2/h IV Sebagai obat kanker,
ari leukimia, limfoma.
2. ANALISA DATA
Hari/ Data Pendukung Etiologi Masalah (problem)
Tanggal
Senin, 13 DS : pasien mengatakan Ketidakmampuan Ketidakseimbangan
November nafsu makan berkurang, mencerna nutrisi : kurang dari
2107 mual dan muntah makanan kebutuhan tubuh
DO : pasien lemas, pucat,
tidak bertenaga, BB 22 kg,
TB 111cm dan IMT nya
adalah 17,85 (kurang),
terjadi penurunan BB
selama 1 bulan terakhir 2
kg. Hasil laboratorium HB
menurun.
Senin, 13 DS : pasien mengatakan Faktor resiko Resiko infeksi
November kurang nyaman dengan prosedur invasif
2017 luka post operasi di lutut
kaki kanan
DO : terdapat luka bekas
operasi di lutut kanan, luka
kering

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhuungan
dengan Ketidakmampuan mencerna makanan
b. Resiko infeksi dengan faktor resiko prosedur invasif

4. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


No Tanggal/ No. Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
jam Dx
1 13/11/17 1 Setelah dilakukan asuhan Nutrion Management
22.10 keperawatan selama 1. Monitor asupan nutrisi
WIB 3x24 jam masalah nutrisi pasien dan penurunan
teratasi dengan kriteria berat badan
hasil : 2. Anjurkan pasien makan
Nutritional Status : sedikit tetapi sering
food and Fluid Intake
3. Berikan pendidikan
1. Adanya peningkatan
kesehatan selama proses
berat badan sesuai
dengan tujuan kemoterapi
2. Berat badan ideal 4. kolaborasi dengan dokter
sesuai dengan tinggi pemberian antiemetik
badan (apabila diperlukan)
2 13/11/17 2 Setelah dilakukan asuhan Infection control
22.10 keperawatan selama 1. Observasi Vital Sign
WIB 3x24 jam masalah resiko 2. Jaga kebersihan
teratasi dengan kriteria lingkungan disekitar
hasil : pasien
Risk Control 3. Anjurkan kepada
1. Klien bebas dari
keluarga untuk tetap
tanda dan gejala
menjaga kerbersihan
infeksi
lingkungan tempat tidur
2. Menunjukkan
pasien
kemampuan untuk
4. Kolaborasi untuk
mencegah timbulnya
dilakukan cek lab
infeksi
sebelum dilakukan
kemoterapi.

5. IMPLEMENTASI
Tanggal/ No Dx Tindakan Respon Ttd
jam Keperawatan
Senin 2 mengobservasi Vital S : Pasien mengatakan
16311/17 Sign bersedia
22.15 O : didapatkan hasil
WIB TD : -
N : 88x/menit
S : 36.5oc
RR : 22x/ menit
22.35 1 memonitor asupan S : pasien mengatakan
WIB nutrisi pasien dan tidak nafsu makan
penurunan berat O : pasien terlihat
badan lemas dan kurang
bertenaga
22.45 1 Anjurkan pasien S : pasien dan keluarga
WIB makan sedikit tetapi pasien bersedia
sering O : pasien kooperatif
23.10 2 Menjaga kebersihan S : pasien dan keluarga
WIB lingkungan disekitar mengatakan bersedia
pasien untuk menjaga
kebersihan lingkungan
O : pasien dan
keluarga kooperatif
mau menjaga
kebersihan lingkungan
23.30 1 memberikan obat S : pasien mengatakan
WIB antiemetik ( mual sebelum
ondansentron 10mg) diberikan obat, namun
setelah diberikan obat
sudah tidak mual
O : pasien terlihat lebih
nyaman
Selasa 2 menganjurkan kepada S : keluarga pasien
13/11/17 keluarga untuk tetap mengatakan bersedia
05.00 menjaga kerbersihan O : keluarga pasien
WIB lingkungan tempat kooperatif mau
tidur pasien menjaga keersihan
lingkungan tempat
tidur
05.30 2 Mengambil sampel S : pasien mnegtakan
WIB darah untuk bersedia dilakukan
dilakukan cek lab pengambilan darah
sebelum dilakukan O : pasien tampak
kemoterapi kesakitan aktu diambil
darahnya
05.50 1 Berikan pendidikan S : pasien dan keluarga
WIB kesehatan selama pasien bersedia
proses kemoterapi diberikan pendkes
tentang kemoterapi
O : pasien dan
keluarga kooperatif
dan mampu
mengetahui tentang
efek dari kemoterapi
06.00 1 menganjurkan pasien S : pasien mengatakan
WIB makan sedikit tetapi bersedia untuk makan
sering porsi sedikit namun
sering
O : pasien kooperatif
mau untuk
meningkatkan makan
07.00 2 menganjurkan kepada S : keluarga pasien
WIB keluarga untuk tetap bersedi untuk menjaga
menjaga kerbersihan kebersihan lingkungan
lingkungan tempat tempat tidur pasien
tidur pasien O : keluarga pasien
membersihkan
lingkungan sekitar
tempat tidur pasien
Rabu 1 memonitor asupan S : pasien mengatakan
14/11/17 nutrisi pasien dan sudahmau makan
08.00 penurunan berat sedikit-sedikit, namun
WIB badan belum ada peningkatan
BB
O : pasien terlihat ada
tenaga, sudah tidak
lemas
08.00 1 menganjurkan pasien S : pasien mengatakan
WIB makan sedikit tetapi sudah mau makan
sering sedikit tetapi sering
O : porsi diit dari
rumah sakit ½ piring
habis
09.10 2 Mengobservasi vital S : pasien mnegtakan
WIB sign bersedia
O : pasien kooperratif,
didapatkan hsil
N : 85x/m
S : 36,8oc
RR : 25x/m
10.00 2 menganjurkan kepada S : keluarga pasien
WIB keluarga untuk tetap mnegatakan setiap hari
menjaga kerbersihan elalu membersihkan
lingkungan tempat lingkungan tempat
tidur pasien tidur passien untuk
mencegah infeksi
O : lingkugan tempat
tidur pasien terlihat
rapi dan bersih

6. EVALUASI
Tanggal/ jam No Dx Evaluasi (SOAP) Ttd
Senin 1 S : Pasien mengatakan nafsu makan
13/11/17 berkurang, mual dan muntah
23.50 WIB O : pasien lemas, pucat, tidak bertenaga,
BB 22 kg, TB 111cm dan IMT nya
adalah 17,85 (kurang), terjadi penurunan
BB selama 1 bulan terakhir 2 kg. Hasil
laboratorium HB menurun.
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Monitor asupan nutrisi pasien dan
penurunan berat badan
2. Anjurkan pasien makan sedikit
tetapi sering
3. Berikan pendidikan kesehatan
selama proses kemoterapi
4. kolaborasi dengan dokter
pemberian antiemetik (apabila
diperlukan)
2 S : pasien mengatakan kurang nyaman
dengan luka post operasi di lutut kaki
kanan
O : terdapat luka bekas operasi di lutut
kanan, luka kering
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Observasi Vital Sign
2. Jaga kebersihan lingkungan
disekitar pasien
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
tetap menjaga kerbersihan
lingkungan tempat tidur pasien
4. Kolaborasi untuk dilakukan cek lab
sebelum dilakukan kemoterapi.
Selasa 1 S : pasien mengatakan masih mual,
14/11/17 belum ada nafsu makan dan masih lemas
14.00 WIB O : pasien terlihat lemas, tidak bertenaga,
pucat
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Monitor asupan nutrisi pasien dan
penurunan berat badan
2. Anjurkan pasien makan sedikit
tetapi sering
3. Berikan pendidikan kesehatan
selama proses kemoterapi
4. kolaborasi dengan dokter
pemberian antiemetik (apabila
diperlukan)
2 S : pasien mengatakan sudah lebih
nyaman dengan luka post operasi di lutut
kaki kanan
O : terdapat luka bekas operasi di lutut
kanan, luka kering, lingkungan tempat
tidur pasien bersih dan rapi
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Observasi Vital Sign
2. Jaga kebersihan lingkungan
disekitar pasien
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
tetap menjaga kerbersihan
lingkungan tempat tidur pasien
Rabu 1 S : pasien mengatakan sudah mau makan
15/11/17 sedikit dan sering, ssudah tidak lemas
14.00 WIB O : pasien terlihat sedikit ada tenaga,
sudah tidak lemas dan puat, porsi diit dari
RS habis ½ porsi dalam sekali makan
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Monitor asupan nutrisi pasien
dan penurunan berat badan
2. Anjurkan pasien makan sedikit
tetapi sering
2 S : pasien dan keluarga mengatakan
sudah nyaman dengan luka post operasi
di lutut kaki kanan dan sudah bisa tidur
dengan nyaman
O : terdapat luka bekas operasi di lutut
kanan, luka kering, lingkungan tempat
tidur pasien bersih dan rapi,
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
1. Observasi Vital Sign
2. Jaga kebersihan lingkungan
disekitar pasien
3. Anjurkan kepada keluarga untuk
tetap menjaga kerbersihan
lingkungan tempat tidur pasien