Anda di halaman 1dari 7

Nama : Muhammad Hervian A.

NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Fluida merupakan zat yang dapat mengalir. Fluida ada yang berbentuk cair, adapula
yang berbentuk gas. Fluida memiliki sifat yang unik, bergantung pada jenisnya. Fluida juga
berperan penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Salah satu sifat fluida adalah
memiliki gaya untuk menahan berat sebuah benda.
Prinsip sifat fluida ini kemudian dikemukakan oleh ilmuwan dari Yunani bernama
Archimedes yang terkenal dengan Hukum Archimedes. Hukum Archimedes menyebutkan
bahwa, berat suatu benda sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Archimedes juga
menemukan bahwa setiap benda yang tercelup ke air, memiliki gaya angkat ke atas oleh air.
Hal ini kemudian diterapkan pada pelampung. Gaya angkat ke atas ini kemudian dikenal
sebagai buoyancy. Buoyancy dipengaruhi oleh rapat massa benda, volume benda yang
tercelup serta percepatan gravitasi yang dialami oleh benda di dalam fluida.

1.2. Tujuan

a. Mahasiswa mampu memahami prinsip tekanan keatas fluida terhadap benda terapung.
b. Mahasiswa mampu untuk menentukan kerapatan (density) dari bermacam fluida.

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Buoyancy Dan Density

Keterapungan (buoyancy) merupakan fenomena yang umum sebuah benda yang


dicelupkan kedalam air nampak memiliki berat yang lebih ringan daripada saat berada di
udara. Ketika benda memiliki densitas yang lebih kecil daripada densitas air, benda akan
terapung. Tubuh manusia umumnya terapung di air dan balon berisi helium terapung diudara.
Prinsip Archimedes menyatakan ketika sebuah benda seluruhnya atau sebagian dimasukkan
kedalam zat cair, cairan akan memberikan gaya ke atas pada benda setara dengan berat cairan
yang dipindahkan benda (Edi, 2009).
Daya apung akan berpengaruh terhadap perbandingan massa jenis cairan, atau dalam
ilmu fisika disebut dengan densitas atau kerapatan. Densitas dilambangkan dengan huruf d
sedangkan volume dilambangkan dengan huruf v, densitas dapat diperoleh dari angka I
jumlah total massa suatu benda dibagi dengan jumlah total volume suatu benda (d =
massa/volume). Besarnya densitas suatu benda sangat erat kaitannya dengan suhu. Hal
tersebut didasarkan karena volume suatu benda dapat berybah jika terjadi perubahan suhu
secara konstan (Arif, 2012).

2.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Buoyancy


Faktor-faktor yang mempengaruhi buoyancy (gaya apung) antara lain adalah kadar
garam air, neopreme, tabung scuba, tabung penyelam, BCD, dan beban tambahan. Yang
terpenting lagi adalah kerapatan dari sebuah fluida yang digunakan dan volume suatu benda
yang tercelup. Pada sebuah keadaan tertentu kerapatan fluida atau volume sebuah benda
tergantung pada sebuah bentuk benda dari komposisinya. Pada sebuah keadaan tertentu
kerapatan suatu fluida besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh sebuah
benda (Siswanto, 2012).
Dapat dirumuskan dengan : P = m/v
Dimana :
P = densitas (kg/m3)
M = massa benda (kg)
V = volume (m3)
Ada dua komponen yang berpengaruh yang pertama adalah tubuh. Pada dasarnya ada
empat faktor tubuh yang berpengaruh besar pada buoyancy: volume paru-paru, jumlah lemak
tubuh, volume otot, dan massa tulang. Komponen yang kedua adalah air. Air yang berdensitas

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
tinggi (air laut) akan membuat tubuh kita lebih mengapung dibanding dengan air yang
berdensitas rendah (air kolam renang). Oleh sebab itu, orang yang daya apungnya cenderung
negatif dikolam renang akan menjadi cenderung positif di air laut (Subagyo, 2011).

2.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Density


Faktor-faktor yang mempengaruhi densitas adalah atsmosfer bumi, lautan salinitas,
suhu dan tekanan, yang paling mempengaruhi densitas adalah tekanan. Jika densitas disuatu
perairan naik atau tinggi maka suhu diperairan tersebut akan turun. Densitas maksimal terjadi
pada suhu antara 39,8°C - 40°C. Tapi sebaliknya dengan salinitas dan tekanan didaerah
perairan tersebut (Siswanto, 2012).
Tekanan dan salinitas naik, pada intinya densitas berbanding terbalik dengan suhu
tetapi berbanding lurus dengan salinitas dan tekanan. Pada atsmosfer bumi diketahui apabila
semakin tinggi atsmosfer yang ada maka akan semakin kecil densitasnya. Lalu untuk lautan
sendiri dimana semakin dalam sebuah lautan maka makin besar juga densitas fluida tersebut.
Densitas bertambah dengan bertambahnya salinitas dan berkurangnya temperature, kecuali
pada temperature dibawah densitas maksimal (Subagyo, 2011).

2.4. Rumus-Rumus Yang Berhubungan Dengan Buoyancy Dan Density


Rumus yang berhubungan dengan buoyancy dan density yaitu :
(Sostroatmadja, 2013).
Fa = p V g
dimana : Fa = gaya keatas (N)
p = massa jenis (kg/m3)
V = volume cairan (m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
rumus ini juga merupakan rumus Archimedes dengan tiga kesimpulan yaitu sebagai
berikut (Sostroatmadja, 2013) :
a. jika berat benda lebih besar dari berat fluida atau cairan, maka benda akan
tenggelam pb > pf
b. jika berat benda sama dengan berat fluida atau cairan, maka benda tersebut akan
melayang pb = pf
c. jika berat benda lebih kecil dari berat fluida atau cairan, maka benda akan
mengapung pb < pf
Rumus menghitung massa jenis (densitas) berdasarkan pengertian massa jenis yaitu berat
benda persatuan volume benda, maka rumus untuk menghitung massa jenis adalah:

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
P = m/v
Dimana, p = massa jenis (kg/m3)
m = massa (kg)
V = volume (m3) (Sostroatmadja, 2013).

2.5. Hukum Archimedes


Hukum Archimedes menyatakan bahwa suatu benda yang dicelupkan seluruhnya atau
sebagian ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas yang sama dengan berat fluida yang
dipindahkannya. Sebuah tabung dimasukkan ke dalam sebuah bejana yang berisi air, maka
sebagian dari tabung tercelup ke dalam air dan sebagian lagi muncul diudara. Besarnya gaya
yang dialami oleh tabung tersebut juga sangat tergantung pada jenis zat cair yang digunakan.
Rumus dari hukum Archimedes sebagai berikut (Subagyo, 2011).
Fa = W – W’
Fa = mf g
Fa = pf vf g
Dengan,
Fa = gaya keatas atau gaya apung (N)
Mf = massa fluida (kg)
pf = massa jenis fluida (kg/m3)
vf = volume benda yang tercelup dalam fluida cair (m3)
g = gravitasi (m/s2)
Wf = Fa = mf g = berat fluida yang dipindahkan (N)
Berdasarkan keadaan benda di dalam zat cair, hukum Archimedes dapat diterapkan
dalam tiga keadaan :
a. Terapung
Benda dalam keadaan terapung jika terdapat bagian benda yang munculdipermukaan
fluida sedangkan bagian yang lain masih berada didalam fluida.
W = Fapb Vb g = pf vf g pb < pf (Pirooz, 2017).
b. Melayang
Benda-benda dalam keadaan melayang jika seluruh bagian benda tercelup di dalam
fluida posisi benda melayang adalah benda diantara dibawah permukaan fluida dan
dasar fluida.
W = Fs pb vb g = pf vf g pb = pf (Pirooz, 2017).
c. Tenggelam

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
Benda dalam keadaan tenggelam jika seluruh bagian benda tercelup di dalam fluida
dan posisi benda berada di dasar fluida. Gaya berat benda lebih besar daripada gaya
apung, sehingga berlaku :
W > Fapb vb g > pf Vf g pb > pf (Pirooz, 2017).

2.6. Aplikasi Buoyancy dan Density pada Bidang TL/TE


Hukum Archimedes dan Bouyancy banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari diantaranya pada hydrometer, kapal laut, kapal selam, balon udara dan gelangan
kapal. Prinsip kerja hydrometer itu sendiri adalah alat yang digunakan untuk
mengukur massa jenis zat cair. Proses pengukuran massa jenis zat cair menggunakan
hydrometer dilakukan dengan cara memasukkan hydrometer kedalam zat cair tersebut
(Edi, 2009).

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
DAFTAR PUSTAKA

Arif, R. 2012. Hidrolika 1 Polban. Bogor: Universitas Pakuan


Edi. 2009. Fisika Universitas. Jakarta: Gramedia
Pirooz, Mohazzabi. 2017. Archimedes Principle Revisited. Kenosha: University Of Winconsin
Siswanto, Budi Tri. 2012. Teknik Alat Berat Jilid 1 Untuk SMK. Jakarta: Direktoral
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Sostroatmadja. 2013. Teknologi Konservasi Tanah Dan Air. Jakarta: PT. Rinneka Cipta
Subagyo, Sentut. 2011. Dasar-Dasar Hidrologi Fakultas Kehutanan. Yogyakarta: Universitas
Gajah Mada

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY
Nama : Muhammad Hervian A.
NIM : 165100200111025
Kelompok : E1
LAMPIRAN

Archimedes’ Principle Revisited


Pirooz Mohazzabi
Department of Mathematics and Physics, University of Wisconsin-Parkside, Kenosha, WI,
USA
Abstract
Based on Newton’s third law of motion, we present a different but quite general
analysis of Archimedes’ principle. This analysis explains the reduction in
apparent weight of a submerged object in all cases, regardless of its position in
the fluid. We also study the case in which the object rests on the bottom of the
container where the net hydrostatic force on it is downward, and explain
where in this case the reduction in the apparent weight comes from.
Keywords
Archimedes’ Principle, Buoyancy, Apparent Weight
1. Introduction
Although the law of buoyancy was discovered by Archimedes over 2200 years
ago, even today from time to time new articles appear in the literature inspecting
its various aspects. More specifically, in the last two decade or so, more than a
dozen papers have been published in different journals, ranging from pedagogical
points of view [1] [2] to scrutinizing the original statements made by Archimedes
[3] [4].
Archimedes’ principle is one of the most essential laws of physics and fluid
mechanics. Basically the principle states an object immersed in a fluid is buoyed
up by a force equal to the weight of the fluid that it displaces. This principle,
which is perhaps the most fundamental law in hydrostatics, explains many natural
phenomena from both qualitative and quantitative points of view. The principle
of isostasy, for example, which states that Earth’s crust is in floating equilibrium
with the denser mantle below [5] [6], is simply based on Archimedes’
principle.
One of the applications of Archimedes’ principle is in measurement of density
of an irregularly shaped object. The simplest method is to use a graduated cylinder
filled with water to a certain level. The object is then slowly lowered into
How to cite this paper: Mohazzabi, P.
(2017) Archimedes’ Principle Revisited.
Journal of Applied Mathematics and Physics
, 5, 836-843.
https://doi.org/10.4236/jamp.2017.54073
Received: February 28, 2017
Accepted: April 24, 2017
Published: April 27, 2017
Copyright © 2017 by author and
Scientific Research Publishing Inc.
This work is licensed under the Creative
Commons Attribution International
License (CC BY 4.0).
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Open Access

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA 2017


BUOYANCY