Anda di halaman 1dari 46

Estetika Timur dan Barat

Perbedaan estetika berbasis


perbedaan filsafatnya
• Estetika Barat dan Timur mempunyai
perbedaan, sejalan dengan perbedaan
keyakinan filsafat yang dimiliki di dua
kebudayaan besar di dunia tersebut.
• Sebagaimana diketahui, sistem filsafat
merupakan sistem nilai tertinggi yang diyakini
oleh sekelompok masyarakat yang akan
mempengaruhi segala pandangan dan
perilaku dalam berkebudayaan dan juga
berkesenian.
Kebudayaan Barat
• Kebudayaan Barat tumbuh dan berkembang di
benua Eropa, Amerika atau negara lain yang
menganut tradisi kebudayaan Barat.
Kebudayaan Barat memiliki tradisi yang
cenderung berbasiskan nilai-nilai rasional dan
individual. Tradisi ini berakar dari Yunani,
Romawi, dan kristen.
Barat?
• Istilah ‘Barat’ itu sendiri sebenarnya sebagai
sebuah terminologi kerap relatif ‘kabur’
keberadaannya, terutama jika dikaitkan
dengan ruang (space) teritorial geografis yang
jelas dan pasti.
• Dunia Barat kerap merujuk kepada negara-
negara yang berada di benua Eropa dan
Amerika. Orang-orang yang tinggal di dunia
Barat dipanggil ‘orang Barat’. Dunia Barat
dibedakan dari dunia Timur yang digunakan
untuk merujuk terutama pada Asia dan juga
Afrika.
• Pada umumnya kata Barat ini lebih sering
diasosiasikan dengan negara-negara yang
mempunyai mayoritas penduduk berkulit
putih.
• Jika kulit putih dijadikan sandaran
pemahaman terhadap teks Barat, maka di
wilayah Asia (misalnya India dan Arab) banyak
juga penduduknya yang berkulit putih
sebagaimana halnya orang-orang Eropa dan
Amerika. Demikian juga halnya dengan orang-
orang Rusia misalnya, yang juga berkulit putih
sebagaimana orang-orang Eropa pada
umumnya, namun tak dimasukkan dalam
kategori sebagai orang Barat.
• Ada juga yang menyebut dunia Barat separoh
wilayah pata dunia bagian atas atau utara
yang diasosiasikan sebagai wilayah Barat.
Sebaliknya, separohnya lagi di bagian bawah
atau selatan yang dimaknai sebagai dunia
Timur.
• Pengertian ini pun juga menyisakan
kerancauan pemahaman, sebab wilayah
Australia dan juga Selanda Baru yang
notabene berada di belahan bumi bawah atau
selatan, ternyata bukan masuk dalam kategori
dunia Timur, melainkan termasuk kategori
Barat.
• Demikian juga halnya dengan Rusia atau Uni
Sovyet misalnya, meskipun berada di belahan
bumi utara, ternyata secara terminologis tidak
dimasukkan dalam kategori Barat,
sebagaimana halnya Eropa dan Amerika,
melainkan sebagai bagian dunia Timur.
• Oleh karena itu pengertian tentang dunia
Barat, lebih banyak bukan terkait dengan
risalah geografis melainkan kultural sosiologis.
Dunia Barat adalah sebagai kawasan yang
kebudayaannya banyak dipengaruhi amat kuat
oleh budaya Barat, terutama Eropa dan
kemudian Amerika.
Kebudayaan Timur
• Sebaliknya, kebudayaan Timur tumbuh dan
berkembang di benua Asia dan Afrika.
Kebudayaan Timur, memilik tradisi yang
cenderung berbasiskan nilai-nilai intuisi, rasa,
dan kebersamaan (kolektivitas).
• Dalam filsafat Timur, paling tidak berkembang
lima aliran yang paling berpengaruh, yakni:
Hinduisme, Budhisme, Konfusianisme,
Taoisme, dan Islam.
• Hinduisme banyak berpengaruh di India.
Budhisme, Konfusianisme, dan Taoisme lebih
banyak berkaitan dengan filsafat Cina dan Asia
Timur pada umumnya, serta beberapa bagian
Asia Selatan dan Tenggara. Sementara itu,
pengaruh Islam terutama ada di negara-
negara Timur Tengah (Asia Barat), sebagian
Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
• Situs-situs kebudayaan Timur yang dominan
adalah: India, Cina, Jepang, Arab, dan
Nusantara (Indonesia).
Timur?
• Istilah ‘Timur’ juga menyisakan persoalan
yang tidak gampang untuk diurai.
Sebagaimana halnya dengan konsep ‘Barat’,
‘Timur’ adalah sebuah entitas yang tak
semata-mata disandarkan pemaknaannya
secara geografis atau kewilayahan, melainkan
banyak domain variabel lain yang sifatnya
kultural sosiologis-politis.
• Oleh karena itu, secara sederhana pengertian
dunia Timur adalah sebuah wilayah yang
kebudayaannya banyak dipengaruhi oleh
faham filsafat Timur, terutama Hindu, Budha,
konfisius, dan Islam.
Tiga perbedaan mendasar alam
kesadaran Timur dan Barat
1. Pengetahuan dan sikap terhadap alam.
2. Ideal dan cita-cita hidup.
3. Status persona.
1. Pengetahuan dan sikap terhadap
alam
• Di Barat, pengetahuan utama banyak
disandarkan pada kekuatan rasio atau akal
budi. Aristoteles misalnya, menegaskan bahwa
rasio merupakan mahkota kodrat manusia.
• Dengan kekuatan rasio itulah, dunia Barat
mengembangkan ilmu dan membebaskan
manusia dari mitos-mitos, dan bahkan
akhirnya menaklukkan alam semesta.
• Alam pikir dan kesadaran Barat yang
berbasisikan akal budi rasional itu, dalam
sejarahnya terutama terkait dengan
momentum ‘pencerahan’ pada zaman
Renaissance, yang tumbuh di Barat pada abad
ke-15 dan 16.
• Dalam era Renaissance inilah berkembang
faham rasionalisme yang akhirnya
mengantarkan pada diskursus tentang
modernisme Barat, yang terutama didukung
oleh pesatnya pelbagai temuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
• Dalam faham rasionalisme, berkembang
keyakinan bahwa satu-satunya sumber
pengetahuan yang mencukupi dan layak
dipercaya adalah rasio (akal). Hanya
pengetahuan yang diperoleh melalui akal yang
layak diterima dan berlaku mutlak,
sebagaimana syarat yang dituntut oleh semua
pengetahuan ilmiah.
• Dasar-dasar tentang faham rasionalisme
tersebut, terutama diletakkan oleh filsuf Rene
Descartes, dengan teorinya “co gito ergo sum”
(aku ada karena aku berfikir), yang akhirnya
menghilhami luas dalam keseluruhan tradisi
berfilsafat dalam kebudayaan modern Barat.
• Ide terbesar dalam era renasisans adalah
semangat untuk kembali menggairahkan
kebudayaan Yunani-Romawi, sebagai roh
utama kebudayaan modern Barat, di mana
menempatkan manusia sebagai subjek utama
di alam semesta ini. Suatu pandangan yang
kemudian dikenal sebagai ‘humanisme klasik’.
• Dengan disandarkan pada faham humanisme
klasik inilah, kemudian berkembang keyakinan
bahwa yang dinamakan ide kemajuan (the
idea of progress) secara universal dapat
dirumuskan sebagai buah dari kekuatan nalar
(ratio), terutama yang diformulakan dalam
bentuk sains (science).
• Dasar pemahaman ini akan berujung pada
corak filsafat yang diyakini dan berkembang di
Barat, yakni sebagai filsafat rasionalisme dan
juga materialisme.
• Penjelasan tentang absolutitas dan
universalitas rasio inilah yang kemudian
mendapatkan banyak kritik atas arus utama
filsafat dalam alam pikir kesadaran
kebudayaan Barat.
• Implikasi dari kesadaran berfilsafat yang
dimiliki oleh masyarakat Barat tersebut,
akhirnya juga mempengaruhi dalam kesadaran
berfilsafat seni atau estetikanya, yakni yang
dikenal dengan ‘estetika humanisme
universal’.
Di Timur
• Sedangkan di Timur, pengetahuan banyak
disandarkan pada unsur intuisi dan rasa, yang
ditunjukkan pada tujuan belajar itu adalah
bukan untuk menguasai atau menaklukkan
alam, melainkan mengantarkan manusia
menjadi bijaksana, baik bijaksana kepada diri
sendiri, sesama, Tuhan, maupun alam
semesta.
• Kebudayaan Timur berkembang keyakinan,
yang substansinya menolak anggapan bahwa
manusia sebagai satu situs sentral atau satu-
satunya yang paling bermakna dalam
kehidupan di dunia ini.
• Implikasinya adalah, kebudayaan Timur
menolak keras semata-mata penggunaan akal
budi atau kekuatan rasionalitas untuk
memahami dan menjelaskan tentang semesta
dunia.
• Dalam pandangan Timur, berkembang
keyakinan bahwa domain di luar rasio,
misalnya adalah rasa, emosi, intuisi, atau hal-
hal lain yang hanya dapat dimengerti dengan
berbasiskan pendekatan kejiwaan, menjadi
faktor yang juga amat penting
dipertimbangkan dalam kosntelasi kesadaran
dan kebudayaan.
• Perbedaan konstruksi pemikiran Barat dan
Timur tersebut akhirnya juga berpengaruh
pada sikap bagaimana manusia Timur dan
Barat itu terhadap alam. Manusia Timur
memandang alam berbeda sama sekali jika
dibandingkan dengan Barat.
• Dalam pandangan Barat, alam harus
ditaklukkan, sementara itu di Timur, alam
harus dijaga keharmonisannya, karena juga
dianggap mempunyai jiwa.
2. Ideal atau cita-cita hidup
• Dalam kebudayaan Barat berkembang
keyakinan “to do more important than to be”
(bertindak itu lebih penting daripada berada).
Pandangan ini membuahkan sikap untuk
mengisi hidup dengan selalu bertindak dan
bekerja keras, serta mendorong sikap
pemilikan dan pencapaian hasil setinggi
mungkin.
• Sebaliknya di Timur, berkembang keyakinan
bahwa “to be is more important than to do”
(ada dan hadir itu lebih penting daripada
bertindak). Konsekuensi dari ideal hidup ini,
membuat manusia Timur cenderung dianggap
pasif, dan dengan sendirinya tidak menyukai
konflik.
• Oleh karena itulah, tatkala manusia Barat
berdebat keras tentang bagaimana cara
memperoleh materi sebanyak-banyaknya,
manusia Timur justru diajarkan untuk hidup
dengan selalu merasa cukup dan bersahaja.
3. Status persona
• Filsafat Barat memandang manusia itu sebagai
individu yang berhadapan dengan masyarakat.
Itulah sebabnya, dalam dunia Barat, hak-hak
individu lebih dikedepankan daripada hak-hak
kolektif atau bersama. Dari sinilah dasar
filsafat individualisme dan juga liberalisme
Barat.
• Kebalikannya dengan filsafat Timur, manusia
individu justru dipandang sebagai bagian
harmoni dari masyarakat. Hal ini sinkron atau
sejalan dengan cara pandang filsafat Timur
terhadap hubungannya dengan alam, yang
mengedepankan prinsip keharmonisan.
Implikasi perbedaan filsafat
• Perbedaan kesadaran berfilsafat dalam alam
pikiran Barat dan Timur sebagaimana
dimaksud, akhirnya juga mempengaruhi
perbedaan pada domain filsafat seni atau
estetika yang dimiliki antara Barat dan Timur.
• Karya seni rupa Timur, lukisan Cina misalnya,
secara klasik cenderung menggambarkan alam
pemandangan, di mana ketika hadir unsur
manusia dalam lukisannya kerap manusia
ditampilkan di dalamnya dalam bentuk yang
tidak pernah nampak dominan, melainkan
dalam wujud kecil, dan bahkan tersamar, yang
mensasmitakan, tidak adanya unsur keegoan
manusia di dalamnya.
• Demikian juga halnya dengan karya-karya seni
tradisional yang berkembang di Jawa
misalnya, hampir semuanya adalah anonim,
yang menandakan domain kebersamaan
melampaui persoalan individu.
Puisi karya Tennyson (Barat)
Bunga di sela tembok tua
Aku cabut kau dari sana
Kugenggam kau di sini
Sebagian dan semuanya
Dalam tanganku
Bunga yang kecil, andaikan aku dapat mengerti
Apa sebetulnya kau, sebagian atau semuanya
Aku akan tahu apa itu Tuhan dan manusia.
Puisi karya Basho (Jepang)
Ketika saya mengamati dengan hati-hati
Saya melihat bunga nazuna sedang mekar
Dekat pagar!

Anda mungkin juga menyukai