Anda di halaman 1dari 3

a.

Penyimpanan Gas medis


Gas Medis adalah gas dengan spesifikasi khusus yang dipergunakan untuk
pelayanan medis pada sarana kesehatan. Yang harus diperhatikan dalam
penyimpanan gas medis antra lain
 Tabung dalam keadaan baik
 Tempat penyimpanan aman, kering dan cukup baik ventilasinya
 Tabung harus dalam keadaan berdiri
 Tabung yang berisi dan kosong harus dalam keadaan terpisah
 Ruangan lantai dalam keadaan rata
Prosedur penyimpanan gas medis adalah :
1. Terima dan periksa keadaan tabung gas yang diterima
2. Catat jumlah dan nomor tabung gas medis di dalam buku mutasi gas medis.
3. Simpan gas medis di tempat yang sudah disediakan dengan posisi tabung
berdiri tegak dan dipasang penutup kran
4. Pasang tali/rantai pengaman untuk menghindari jatuh pada saat terjadi
goncangan.
5. Pisahkan tabung gas medis isi dan tabung gas kosong, untuk memudahkan
pemeriksaan dan penggantian.
6. Jumlahkan setiap penerimaan dan pengeluaran gas medis pada buku
7. Catat nama/paraf petugas.

b. Penyimpanan Nutrisi Parenteral


Beberapa jenis nutrisi parenteral, yaitu:
1. Karbohidrat, contoh: dextrose 5%, dextrose 10%, Triofusin 500, Triofusin
1000, dll.
2. Asam amino, contoh: Aminofluid L600
3. Lemak, contoh: Intralipid 10%
4. Cairan elektrolit, contoh: Ringer Laktat

Beberapa sifat yang perlu diperhatikan, misalnya:


1. Bahan organic biasanya lebih sensitive terhadap panas.
2. Lemak dan minyak alami mengandung ikatan rangkap yang dapat bereaksi
dengan oksigen membentuk peroksida
3. Asam amino dapat terpengaruh oleh panas, cahaya, air dan kelembaban.
2. Material anhidrat dapat menyerap kelembaban dari lingkungan.
3. Senyawa seperti NaOH dapat mengabsorbsi CO2 dari udara.
 Instalasi farmasi hanya mengelola produk nutrisi parenteral.
 Produk Nutrisi Parenteral disimpan sesuai sifat bahan dan petunjuk
penyimpanan dari produsen.
c. Penyimpanan Bahan Beracun Berbahaya (B3)
Bahan berbahaya (B3) yang bersifat mudah menyala atau terbakar, eksplosif,
radioaktif,oksidator/reduktor, racun, korosif, karsinogenik,teratogenik,
mutagenik, iritasi dan berbahaya lainnya disimpan di tempat terpisah atau
dalam lemari terpisah (tahan api dan korosif). Semua bahan diberi label yang
menyebutkan isi, tanggal kadaluarsa, dan label tanda bahan berbahaya
peringatan disesuaikan dengan klasifikasi B3, Penyimpanan B3 harus disertai
dengan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Pengaman
(LDP) yang memuat identitas bahan, bahaya yang ditimbulkan, cara
penanggulangan bila terjadi tumpahan / kebocoran serta cara
penanggulangan kedaruratan.Di tempat penyimpanan B3 harus dilengkapi
dengan Alat pelindung Diri (APD) bagi petugas.

Prosedur penyimpanan B3
1. Sediakan tempat penyimpanan khusus untuk masing-masing bahan
kimia dan kembalikan bahan kimia ketempat semula setelah
digunakan
2. Simpan bahan dan peralatan di lemari dan rak khusus penyimpanan
B3.
3. Pastikan rak memiliki bibir pembatas di bagian depan agar wadah
tidak jatuh. Idealnya, tempatkan wadah cairan pada baki logam
atau plastik yang bisa menampung cairan jika wadah rusak. Tindakan
pencegahan ini utamanya penting di kawasan yang rawan gempa
bumi atau kondisi cuaca ekstrem lainnya.
4. Hindari menyimpan bahan kimia di atas bangku, kecuali bahan kimia
yang sedang digunakan. Hindari juga menyimpan bahan dan peralatan
di atas lemari. Jika terdapatsprinkler, jaga jarak bebas minimal 18 inci
dari kepala sprinkler.
5. Jangan menyimpan bahan pada rak yang tingginya lebih dari 5 kaki
(~1,5 m).
6. Hindari menyimpan bahan berat di bagian atas.
7. Jaga agar pintu keluar, koridor, area di bawah meja atau bangku, serta
area peralatankeadaan darurat tidak dijadikan tempat penyimpanan
peralatan dan bahan.
8. Labeli semua wadah bahan kimia dengan tepat. Letakkan nama.
9. pengguna dan tanggal penerimaan pada semua bahan yang dibeli
untuk membantu kontrol inventaris
10. Simpan racun asiri (mudah menguap) atau bahan kimia pewangi pada
lemari berventilasi. Jika bahan kimia tidak memerlukan lemari
berventilasi, simpan di dalam lemariyang bisa ditutup atau rak yang
memiliki bibir pembatas di bagian depan.
11. Simpan cairan yang mudah terbakar di lemari penyimpanan cairan
yang mudah terbakar yang disetujui.
12. memaparkan bahan kimia yang disimpan ke panas atau sinar matahari
langsung.
13. Simpan bahan kimia dalam kelompok-kelompok bahan yang sesuai
secara terpisah yangdisortir berdasarkan abjad.
14. Ikuti semua tindakan pencegahan terkait penyimpanan bahan kimia
yang tidak sesuai.
15. Berikan tanggung jawab untuk fasilitas penyimpanan dan tanggung
jawab lainnya di ataskepada satu penanggung jawab utama dan satu
orang cadangan. Kaji tanggung jawab iniminimal setiap tahun.