Anda di halaman 1dari 10

YAYASAN DON BOSCO

SMA KATOLIK FRATER DON BOSCO TARAKAN


TERAKREDITASI “A”
Jl. Patimura No.1, RT.18, (0551)25197
Tarakan – Kalimantan Utara
e-mail:smakwp@yahoo.co.id
“ Fides, Scientia Et Fraternitas “

TATA TERTIB
SMA FRATER DON BOSCO TARAKAN

A. PENDAHULUAN
1. Sekolah adalah lembaga pendidikan dan pengajaran secara formal.
2. Sekolah adalah sumber disiplin dan tempat belajar berdisiplin untuk mencapai
ilmu pengetahuan yang dicita-citakan.
3. Sekolah sebagai pusat kebudayaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia

B. HAK SISWA :
1. Siswa berhak mendapatkan pengajaran sesuai UUD 1945 Pasal 31 ayat (1)
2. Siswa berhak mendapatkan layanan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan
jadwal pembelajaran yang telah diatur/ ditetapkan oleh sekolah.
3. Siswa berhak mendapatkan layanan administrasi sesuai dengan kapasitas
sekolah dan kepentingan siswa.
4. Siswa berhak mendapatkan layanan khusus bimbingan dan konseling di
sekolah dan dapat berkonsultasi melalui ketentuan atau prosedur ke – B-K-an
yang telah ditempuh atau ditentukan oleh pihak sekolah.
5. Siswa berhak menikmati, memakai, menggunakan, memanfaatkan semua
fasilitas sekolah di dalam proses pembelajaran dengan berdasarkan tata tertib
atau aturan yang berlaku.
6. Siswa berhak mendapatkan pendampingan di dalam menghadapi proses
hukum (di Kepolisian) jika dinyatakan seorang siswa atau sekelompok siswa
pada jam sekolah ternyata harus menghadapi persoalan di atas sesuai
kewenangan serta kapasitas sekolah di dalam proses tersebut.
7. Siswa berhak mendapatkan penghargaan (piagam penghargaan) dari sekolah,
atas prestasinya yang gemilang dan membawa nama baik sekolah.
8. Siswa berhak menyampaikan aspirasinya yang bersifat konstruktif kepada
sekolah melalui prosedur yang benar dan obyektif.
9. Siswa berhak mendapatkan bantuan sukarela dari teman-teman di sekolah jika
dipandang perlu atau sangat dibutuhkan (misal: sakit, atau kematian)

C. KEWAJIBAN :
Setiap siswa wajib tunduk dan patuh pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Bertindak dan bersikap sopan dan santun serta menghormati Kepala Sekolah,
Bapak/Ibu guru, staf , satpam, pesuruh sekolah baik dilingkungan sekolah
maupun di luar sekolah, demikian pula atara sesama siswa sebagai siswa yang
menjungjung tinggi nilai-nilai budaya luhur yang berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
2. Berpakaian rapi sesuai seragam sekolah dengan kelengkapannya, sesuai hari
yang telah ditetapkan oleh sekolah.
3. Memakai sepatu hitam polos, kaos kaki putih polos Don Bosco dan, sabuk
hitam Don Bosco.
4. Rambut siswa pria tidak diperbolehkan/dibenarkan panjang melebihi atau
menutupi leher dan daun telinga, serta potongan rambut tidak lebih dari 3 cm
(bagian depan) dan 2 cm (bagian belakang/samping), dan tidak diperkenankan
menggunakan jelly pengeras rambut.
5. Rambut siswa pria tidak diperbolehkan dipotong sampai gundul (plontos).
6. Rambut siswa putri, yang panjang rambutnya sudah melebihi bahu/pundak,
sebaiknya diikat yang rapi/cantik, agar tidak mengganggu pada waktu belajar
atau waktu menulis.
7. Siswa putra dan putri tidak diperbolehkan mewarnai rambutnya dengan
mengecat atau menyemir rambutnya, sehingga rambutnya bukan warna rambut
aslinya.
8. Siswa putra dan putri tidak diperbolehkan memelihara kuku tangan panjang-
panjang
9. Siswa putri tidak diperbolehkan mewarnai kuku tangan.
10. Siswa putri tidak diperbolehkan membuat TATO pada alis mata.
11. Siswa putra tidak diperbolehkan memakai anting-anting,gelang, cincin atau
benda-benda asesoris yang berlebihan dan tidak sesuai ketentuan sekolah.
12. a. Kehadiran siswa-siswa di sekolah selambat-lambatnya 10 menit sebelum
bel/lonceng masuk dibunyikan.
b. Bel / lonceng masuk di bunyikan.
 Hari senin dan jum’at bel / lonceng masuk pada pukul 07.00 Wite.
 Hari selasa, rabu, kamis, sabtu, bel/ lonceng masuk pada pukul 07.00
wite
c. Apabila seorang siswa atau siswi terlambat, wajib melapor kepada guru
piket untuk menyampaikan alasan / penyebab keterlambatanya, dan minta
ijin masuk kelas untuk mengikuti pelajaran.
d. Apabila seorang siswa/i dalam satu minggu keterlambatannya mencapai 2x
atau lebih, maka yang bersangkutan akan diperingatkan dengan surat
peringatan, dan jika pada minggu berikutnya masih terulang hal yang
sama, maka pihak sekolah akan memanggil orangtua siswa yang
bersangkutan dan jika pada minggu berikutnya lagi masih terulang hal
yang sama, maka siswa yang bersangkutan akan diskors selama 1 (satu)
minggu.
e. Apabila setelah diskors namun pada minggu-minggu berikutnya masih
juga terlambat, maka siswa/i yang bersangkutan akan dikeluarkan dari
sekolah
f. Apabila seorang siswa tidak dapat hadir di sekolah, maka pada hari itu
juga orang tua/wali murid harus menginformasikan ke sekolah.
 Jika alasan ketidakhadirannya karena sakit dan ijinnya sampai 3 hari
atau lebih, maka orangtua/wali murid harus melampirkan Surat
Keterangan dari dokter yang merawat.
 Jika alasan ketidak kehadirannnya karena ada utusan penting oleh
suatu organisasi/ lembaga/club, maka orang tua / wali murid harus
melampirkan surat keterangan dari organisasi/ lembaga/club yang
mengutusnya.
 Jika alasan ketidak hadirannya karena alasan penting dan waktu ijinnya
lebih dari 3 hari, maka harus ada penyampaian dan permohonan dari
orang tua/ wali murid dan mendaptkan ijin dari Kepala Sekolah.
 Jika seorang siswa karena sesuatu hal dan harus meninggalkan jam
pelajaran, maka siswa yang bersangkutan harus minta ijin dan
persetujuan dari Kepala Sekolah melalui guru piket.
 Siswa/i tidak dibenarkan berada di dalam kelas pada jam istirahat.
g. Siswa/i yang mau keluar kelas (ke WC atau keperluan lain) harus mendapt
ijin dari guru kelas atau guru piket pada saat itu.
h. Siswa/i wajib/harus memenuhi kehadiran 90% dari jumlah hari efektif
belajar dalam setiap semesternya.
i. Seorang siswa, dalam 1 bulan tidak boleh absen (Alpa) lebih dari 3 kali,
jika hal ini kurang mendapat respon positif, sekolah akan mengembalikan
siswa yang bersangkutan kepada pihak orang tua (dikeluarkan).
j. Siswa/siswi kelas X harus melunasi semua administrasi keuangan (uang
partisipasi, uang SPP, uang administrasi sekolah atau tunggakan-tunggkan
lain) sebelum berakhirnya semester genap: pada kelas X (sepuluh)
k. Siswa-siswi kelas X (sepuluh) yang naik ke kelas XI (sebelas) wajib
mendaftar ulang dengan membayar uang administrasi sekolah pada akhir
semester genap pada kelas XI semua Administrasi keuangan harus sudah
lunas, tidak boleh ada tunggakan.
l. Siswa-siswi kelas XI (sebelas) yang naik ke kelas XII wajib mendaftar
ulang dengan membayar uang administrasi sekolah. Dan pada akhir
semester genap kelas XII semua administrasi keuangan harus sudah lunas,
tidak boleh ada tunggakan.
m. Pembayaran keuangan sekolah, selambat-lambatnya tanggal 10 pada setiap
bulannya.
n. Sehubungan dengan pemeliharan perawatan, penjagaan keamanan,
ketertiban, kebersihan,serta keindahan atas kelas dan lingkungan sekolah,
secara keseluruhan merupakan tanggung jawab para siswa bersama
berdasarkan prinsip-prinsip kekeluargaan.
o. Orang tua/ wali murid wajib memenuhi panggilan sekolah, dalam rangka
teknis serta kepentingan kemajuan pendidikan anak-anaknya.

a. Siswa/I Tidak Dibenarkan :


1. Meninggalkan pekarangan sekolah selama jam belajar dan pula berada
dalam ruangan kelas selama jam istirahat, kecuali karena alasan-alasan
tertentu dengan seijin Kepala Sekolah melalui guru piket.
2. Merokok, menghisap ganja, nyabu, minum obat-obat terlarang
dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah (di rumah atau di tempat-
tempat umum).
3. Berpakaian yang bertentangan dengan nilai budaya bangsa Indonesia, serta
bersolek/ berhias yang berlebihan, yang kurang tepat bagi seorang siswa/i.
4. Membawa alat kontrasepsi dalam bentuk apapun ke lingkungan sekolah.
5. Memakai pakain dinas/seragam sekolah ditempat-tempat tertentu seperti
Bar, discotic, billyard, cafe dan pertemuan-pertemuan yang tidak ada
hubungannya dengan pendidikan dan pengajaran.
6. Menerima tamu siapapun langsung di kelasnya pada jam belajar tanpa
seijin guru piket.
7. Membawa senjata api (senpi) atau senjata tajam (sajam) dalam bentuk
apapun, yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan dan pengajaran di
sekolah.
8. Membawa, menyimpan, mengedarkan, menjual, memakai/meminum
minuman keras/memabukkan, serta obat-obatan terlarang atau bahan
adiktif lainnya.
9. Membawa, meyimpan, mengedarkan, menjual/meminjamkan majallah,
buku bacaan, film, gambar/foto dan media lainnya yang bertentangan
dengan susila serta nilai-nilai budaya nasional dan moral Pancasila.
10. Berkelahi/membuat kekacauan/keonaran baik secara perorangan, atau
kelompok maupun bersama-sama secara massal baik di lingkungan
sekolah maupun di luar lingkugan sekolah.
11. Menghasut atau menjadi provokator untuk melawan sesama teman,
pesuruh, satpam. Tenaga Administasi, Guru, maupun Kepala Sekolah.
12. Melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan material
milik perorangan, sekolah, yayasan atau orang lain.
13. Membentuk organisasi lain selain OSIS, maupun kegiatan lainnya tanpa
seijin kepala sekolah.
14. Membawa hand phone / telepon seluler berkamera apapun bentuk dan
modelnya, serta, kamera, mainan VIDIO GAME ke dalam lingkungan
sekolah.
15. Membawa radio mini, handicam, yang tidak ada hubungannya dengan
pendidikan serta pembelajaran.
16. Memakai siter, jaket masuk ke lingkungan sekolah.
17. Memakai/mengenakan perhiasan, membawa uang berlebihan yang dapat
memancing tindakan kriminal.
18. Keluar lingkungan sekolah pada jam pelajaran (bolos) dengan cara loncat
pagar atau tanpa ijin.
19. Memalsukan tanda tangan guru piket, wali kelas, bendahara sekolah, dan
bendahara yayasan.
20. Menganggap remeh terhadap guru mata pelajaran yang tidak di UNASkan
21. Meminjam, memakai, memanipulasi data uang iuran kelas masing-masing.
22. Meminjam, meminjamkan, memakai tanpa ijin terhadap barang yang dapat
meninggalkan data dan dapat menjadi barang bukti penyidikan terhadap
sebuah perkara.
23. Merusak atau mengotori sarana/fasilitas sekolah.
24. Beristirahat di areal parkiran.

b. Sanksi-Sanksi :
Siswa/i yang melanggar tata tertib sekolah akan dikenakan sanksi-sanksi
sebagai berikut:
1. Siswa yang tidak memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan jadwal
yang sudah ditentukan, akan disuruh pulang untuk mengganti pakaian
sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
2. Teguran secara lisan dilakukan apabila seorang siswa tidak memenuhi
salah satu dari tata tertib yang menjadi kewajibannya, termasuk tidak
mentaati beberapa ketentuan-ketentuan yang dilarang.
3. Peringatan tertulis yang disampaikan kepada orang tua / wali murid
dilakukan apabila seorang siswa dalam satu bulan mendapat dua (2) kali
teguran secara lisan karena tidak mentaati ketentuan / tata tertib sekolah.
4. Panggilan orang tua / wali murid dilakukan apabila seorang siswa sudah
mendapat peringatan tertulis dua (2) kali dalam satu (1) bulan karena tidak
mentaati tata tertib sekolah.
5. Pemberhentian sementara (skorsing) selama satu (1) minggu dikenakan
apabila seorang siswa :
a. Kedapatan membawa senjata tajam yang tidak sesuai penggunaannya
dengan kegiatan pelajaran.
b. Membentuk organisasi lain selain OSIS di lingkungan sekolah.
c. Kedapatan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kegiatan
sekolah.
d. Membolos dengan loncat pagar.
e. Membawa media pornografi.
f. Tidak melunasi SPP (menunggak selama 2 bulan).
g. Tidak melunasi uang administrasi sekolah dan partisipasi (bagi siswa
baru) sampai batas akhir semester ganjil.
6. Pemberhentian sementara (skorsing) selama dua (2) minggu dikenakan
apabila siswa :
a. Berkelahi/membuat kekacauan / keonaran secara perorangan, secara
berkelompok/secara massal dan membawa nama sekolah baik di dalam
maupun di luar lingkungan sekolah.
b. Kedapatan yang kedua kalinya membentuk organisasi lain selain OSIS.
c. Kedapatan kedua kalinya membawa senpi / sajam ke dalam lingkungan
sekolah.
d. Memalsukan tanda tangan guru piket, wali kelas, bendahara sekolah
atau bendahara yayasan.
e. Menghasut atau menjadi provokator dalam sebuah keonaran
f. Membawa minuman beralkohol dan narkoba.
g. Tidak melunasi uang administrasi sekolah dan partisipasi (bagi siswa
baru) sampai batas tengah semester genap)
7. Seorang siswa tidak diijinkan masuk sekolah selama ia atau yang
bersangkutan menurut ketentuan-ketentuan yang berwajib berstatus
tahanan.
8. Seorang siswa dapat dikeluarkan dari sekolah apabila :
a. Kedapatan berkelahi yang kedua kalinya dalam satu (1) tahun, baik
dengan orang dalam maupun luar sekolah.
b. Kedapatan yang ketiga kalinya membawa senpi / sajam ke dalam
lingkungan sekolah.
c. Kehadiran siswa/i <90 % dalam 1 semester.
d. Ikut terlibat atau ikut menggerakkan / menghasut atau menjadi
provokator agar orang lain ikut dalam perkelahian antara siswa dengan
siswa, antara siswa dengan sekolah lain atau perkelahian massal
dengan membawa – bawa nama sekolah.
e. Tidak melunasi uang administrasi sekolah maupun partisipasi sampai
akhir semester genap (kenaikan kelas).
f. Absen (alpa) selama tiga (3) hari berturut-turut dalam 1 (satu) bulan.
g. Melanggar surat pernyataan yang dibuat siswa sendiri (bagi siswa
bermasalah).
9. Dilakukan penyitaan barang (hand phone, handy cam, video game) apabila
siswa yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan dengan sekolah,
namun masih tetap kedapat lagi membawa barang-barang tersebut ke
dalam kelas/ sekolah.
10. Siswa dapat dikeluarkan dari sekolah apabila :
a. Melawan pesuruh, satpam, tenaga administrasi, guru, Kepala sekolah
secara fisik.
b. Melakukan tindakan / perbuatan pidana dan siswa yang bersangkutan
dinyatakan bersalah dan divonis / dihukum oleh pengadilan disertai
hukuman tambahan berdasarkan pasal 35 ayat (1) sub (6).
c. Terlibat sebagai pengedar maupun pengguna Narkoba

c. Ketentuan Seragam Sekolah

Senin : Baju = Putih lengkap dengan atribut sekolah


: Rok/Celana = Abu-Abu
: Topi
: Dasi

Selasa/Rabu : Baju = Putih


Seragam Don Bosco
: Rok/Celana = Merah
: Dasi

Kamis : Baju = Batik


Seragam Don Bosco
: Rok/Celana = Putih

Jum’at : Seragam Olah Raga (kelas X,XI,XII)


Persetujuan Orang Tua / Wali Siswa :
Kami sebagai orangtua / wali siswa menyetujui sepenuhnya semua tata tertib sekolah,
dan juga tidak keberatan apa bila anak kami mendapat sanksi karena melakukan
pelanggaran, sebagaimana yang diatur dalam tata tertib sekolah.

Tarakan,..........................2017

Siswa ybs, Orangtua / Wali siswa,