Anda di halaman 1dari 4

SERAH TERIMA KEPALA DEPARTEMEN FARMASI

NO MATERI OPERAN Rincian operan KETERANGAN SERAH TERIMA


TANGGAL PARAF
SERAH TERIMA
1 Laporan triwulan Laporan triwulan mulai dari triwulan I tahun 2016 s/d triwulan IV 2017
2 Laporan tahunan 1. Laporan farmasi tahun 2016
2. Laporan farmasi tahun 2017
3 Program kerja 2 program
1. Program kerja instalasi farmasi 2018
2. Program peningkatan mutu instalasi farmasi 2018
4 Kebijakan 21 Kebijakan (daftar terlampir)
5 Pedoman dan  2 PEDOMAN
panduan farmasi  2 PANDUAN
Daftar terlampir
6 Spo 90 SPO (daftar terlampir)
7 Tenaga apoteker 8 Apoteker
1. Kanit pelayanan farmasi klinik = 1 Apoteker
2. Kanit manajemen mutu = 1 Apoteker
3. Apoteker klinis = 6 Apoteker
 1 apoteker baru masuk 04 Desember 2017
 1 apoteker baru masuk 28 Desember 2017
8 Tenaga teknis 39 TTK
kefarmasian 1. S1 Farmasi = 3 TTK
2. D3 Farmasi = 15 TTK
 1 TTK baru masuk 04 Desember 2017
 1 TTK pengajuan resign per-tanggal 30 Januari 2017
3. SMK Farmasi = 21 TTK (1 TTK sebagai staf mutu unit manajemen mutu
farmasi)
4 TTK sedang melanjutkan sekolah:
 1 TTK melanjutkan ke jenjang S1 Farmasi (semester 3)
 3 TTK melanjutkan ke jenjang D3 Farmasi (2 TTK semester 3, 1 TTK
semester 2)
9 Tenaga administrasi 1 orang
10 Tenaga asisten TTK 1 orang
11 Tenaga outsourching 4 orang (2 orang sebagai petugas antaran obat, dan 2 orang sebagai running
boy)
12 Alur pelayanan 1. Depo farmasi terdiri atas 2 Depo dan 1 counter farmasi
farmasi a. Depo farmasi 1 WW
b. Depo farmasi 3 GU (sentral)
c. Counter farmasi 1 GU (hanya penghargaan resep dan penyerahan obat)
2. Alur pelayanan Farmasi:
a. Resep diterima oleh bagian penghargaan (dikaji dan di hargai)
Bagian penghargaan dipisah antara penghargaan resep umum dan
resep jaminan.
b. Kemudian masuk ke bagian penyiapan dipisah menjadi
1) Bagian penyiapan obat racik terdiri atas:
a) Bagian perhitungan dosis dan penyiapan obat
b) Bagian pengemasan dan pengetiketan
c) Bagian penyiapan obat kulit
2) Bagian penyiapan obat jadi
c. Kemudian masuk di verifikasi oleh bagian verifikasi
d. Setelah selesai verifikasi obat diserahkan oleh Apoteker (saat jam dinas
Apoteker dan TTK jika Apoteker tidak ada)
3. Jumlah tenaga untuk pelayanan di farmasi 3 GU, adalah:
a. 3 TTK di bagian penghargaan
 1 harga jaminan (kualifikasi PJ)
 2 harga umum (kualifikasi tenaga yang sudah kompeten untuk
pengkajian dan penghargaan) saat ini baru tersedia 2 hargaan terkait
belum siapnya tenaga.
b. 1 TTK di bagian perhitungan dosis dan penyiapan obat racik (kualifikasi PJ
sesuai kompetensi)
c. 1 TTK di bagian pengemasan dan pengetiketan obat racik (kualifikasi non
PJ)
d. 1 TTK dibagian penyiapan obat kulit (kualifikasi non PJ sesuai
kompetensi)
e. 2 TTK di bagian penyiapan obat jadi (1 kualifikasi PJ dan sebagai PJ shift,
dan 1 kualifikasi non PJ/ TTK Baru setelah 3 bulan)
f. 2 TTK/Apoteker di bagian verifikasi (jika TTK kualifikasi PJ), saat ini baru
tersedia 1 orang terkait belum siapnya tenaga.
g. 1 Apoteker/TTK di bagian penyerahan obat (jika TTK kualifikasi PJ, TTK
hanya di waktu Apoteker tidak dinas/tidak ada)
h. 2 TTK di bagian pelayanan resep rawat inap (kualifikasi non PJ sesuai
kompetensi), saat ini baru tersedia 1 TTK terkait belum siapnya tenaga
4. Jumlah tenaga untuk pelayanan Farmasi 1 WW 2 TTK
(2 TTK berfungsi saling mengkroscek pekerjaan satu sama lainnya)
5. Jumlah tenaga untuk pelayanan counter farmasi 1 GU, 1 TTK (hanya
bertugas, mengkaji, menghargai dan menyerahkan obat), kualifikasi non PJ
sesuai kompetensi.
13 Farmasi Klinis Kegiatan farmasi klinik yang dilakukan apoteker yang sudah berjalan adalah:
1. Pengecekan DPO
2. Pengkajian terapi obat pasien termasuk pengkajian interaksi obat terapi
obat pasien rawat inap (di NS ranap)
3. Penyerahan obat dan informasi obat pasien pulang rawat inap (saat jam
dinas apoteker)
4. Visite pasien masih di prioritaskan untuk pasien yang baru masuk 24 jam
5. Penelusuran riwayat penggunaan obat sebelum pasien masuk rawat inap
masih di prioritaskan untuk pasien yang baru masuk 24 jam
6. Rekonsiliasi obat pasien yang dibawa sendiri masih dilakukan di kamar
rawat inap saat pasien baru masuk 24 jam
7. Monitoring efek samping obat masih di prioritaskan untuk obat yang baru
masuk formularium dan dimonitoring selama 3 bulan setelah obat pertama
kali digunakan oleh pasien baik pasien rajal maupun ranap
14 Manajemen mutu 1. Kecepatan pelayanan resep
farmasi Baru dilakukan di farmasi 3 GU.
2. Kejelasan tulisan dokter (resep rajal dan ranap)
3. Kedisiplinan ceklist pengkajian dan verifikasi obat (resep rajal dan ranap)
4. Pemantauan penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan (mencakup
semua depo yang menyimpan sediaan farmasi dan alat kesehatan)

***Pemantauan dilakukan secara sampling sesuai prosedur yang berlaku di


RSPC
15 Tugas yang masih 1. Penambahan rak lemari bagian atas di farmasi 3 GU, untuk persiapan
dalam proses penyimpanan obat generic untuk jamkesda dan BPJS (06/10/2017)
2. Penambahan 5 TTK, untuk ditempatkan di Depo rawat inap, rawat jalan da
penunjang medis, pengajuan sudah di acc direktur info dari HC tanggal 30
Desember 2017)
3. Rencana pelayanan UDD, persiapan sesuai time table di program kerja
4. Rencana pelayanan dispensing obat steril dan dispensing obat sitostatika
a. Desain ruangan (terlampir)
b. Persiapan sesuai time table di program kerja
5. Pelaksanaan kegiatan pemantauan terapi obat
6. Pelaksanaan pembahasan rutin kegiatan farmasi klinik
7. Pembuatan rak dokumen farmasi di ruang manajerial farmasi
16 Jadwal rapat farmasi Terlampir
17 Soal kredensial Terlampir
Apoteker baru
18 Soal kredensial TTK Terlampir
baru
19 Jadwal diklat internal Terlampir
farmasi
20 Silabus diklat internal Terlampir
farmasi
21 Budget operasional Terlampir
(sdh acc) dari
keuangan
22 Budget operasional Terlampir
(sdh acc) dari SPI
23 Rekomendasi Terlampir
akreditasi MPO