Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA BATAM

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BULANG
Jln.Zakaria Ahmad Kel.Pulau Buluh Kec Bulang Tlp: 0811 7756 988
Email : pkmbulang@gmail.com
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BULANG

NOMOR : ……………

TENTANG
PENGGUNAAN OBAT YANG DIBAWA SENDIRI ATAU KELUARGA PASIEN
KEPALA PUSKESMAS BULANG

I. Menimbang : A. Bahwa untuk menjamin keselamatan pasien di puskesmas


waepana,dalam hal pemberian obat kepada pasien yang sedang
dirawat maka perlu di buatkan aturan yang mengatur tentang
penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien /keluarga.

B. Bahwa untuk maksud huruf A penggunaan obat yang dibawa sendiri


pasien/keluarga maka di tetapkan dengan Surat Keputusan Kepala
Puskesmas Bulang

II. Menimbang : A. Undang-undang no.36 tahun 2009 tentang kesehatan undang-undang


Republik Indonesia nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran

B. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia


nomor:002/menkes/sk/i/2009 tentang pedoman pelayanan publik unit
pelaksanan teknis di lingkungan depkes

C. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor : 1691/


menkes/ per/ viii/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit;

D. peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014


tentang pusat kesehatan masyarakat;

E. keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia


nomor:189/menkes/sk/iii/2006 tentang pedoman pengobatan;

F. keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor:


hk.03.01/menkes/159/1/2010 tentang pembinaan dan pengawasan
penggunaan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan prima;

G. peraturan bupati ngada nomor 12 tahun 2010 tentang organisasi dan


tata kerja unit pelaksana teknis dinas
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BULANG TENTANG PERESEPAN


OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA

KESATU : Penggunaan obat yang dibawa sendiri oleh pasien atau keluarga harus atas
seijin Dokter yang merawat

KEDUA : Obat yang dibawa oleh pasien atau keluarga di serahkan ke Petugas untuk di
awasi dosis pemberian dan jadwal minumnya..

KEEMPAT : Dokter mempunyai hak untuk menolak obat yang dibawa pasien atau keluarga
jika tidak sesuai dengan Penyakit pasien atau membahayakan keselamatan
Pasien

KELIMA : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan
sebagaimana mestinya apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Bulang
Pada tanggal : 2017

KEPALA PUSKESMAS BULANG

Dr.Desi Atry

NIP: 19710526 201001 2 001

Tembusan, disampaikan kepada Yth.


1. Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam
2. Kepala Puskesmas Bulang
Sdr. Yang bersangkutan

D
r
.
D
e
s
i
A
t
r
y

NIP: 19710526 201001 2


001

Eri Kusnadi, SKM


NIP. 19691101199203100
LAMPIRAN I : Keputusan Kepala Puskesmas Bulang
Nomor :
Tanggal :

PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA

Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter, dokter gigi dan
dokter spesialis kepada unit penunjang obat yang ada Apoteker dan mempunyai legalitas, dan
pemberian obat psikotropika dan tropika hanya dapat dilakukan apabila :
1. Peresepan obat psikotropika narkotika hanya boleh ditulis oleh dokter / dokter gigi / dokter
spesialis
2. Resep merupakan resep asli dan ditangani langsung oleh dokter pemeriksa/pemberi resep
3. Jika tidak ditandatangani resep bisa ditolak atau konfirmasi ke dokter yang menulis resep
4. Resep yang ditulis harus jelas, baik jenisnya, jumlahnya dan cara penggunaannya
5. Resep psikotropika diberi garis merah dibawah nama obat, dan obat narkotika diberi garis
biru dibawah nama resep obat dan ditandatangani sejajar garis merah atau biru
6. Dibelakang resep ditulis nama pasien dan alamat pasien yang lengkap
7. Resep yang berisi obat psikotropika narkotika disimpan dalam lemari obat , menjadi satu
dengan obat psikotropika, dalam keadaan terkunci

Obat narkotika menurut Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 ada 3 golongan


narkotika :
1. Golongan I : hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan
Misalnya: Opium, Heroin, kokain dll yang tercantum dalam daftar
narkotik golongan I

2. Golongan II :berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat


digunakan dalam terapi
Misalnya: Metadone, Morfin, Petidin dll yang tercantum dalam daftar
narkotik golongan II

3. Golongan III : narkotika yang berkhasiat pengobatan sebagai pilihan terakhir dan dapat
digunakan dalam terapi dan /atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, yang masuk dalam golongan
ini adalah : Kodein , Garam-garam narkotika dalam golongan ini

4. Golongan dan jenis prekursor


- Tabel I : efedrin, ergometrin, ergotamine, potassium permanganant, pseudoefedrin
dll yang ada di tabel I
- Tabel II : Acetone, ethil ether, piperidine, sulphuric acid dll yang ada di tabel II

5. Obat psikofarmaka menurut DOEN psikofarmaka 2002 penggolongan obat terdiri dari:
a.Antianxientas dan anti Insomnia
- Diazepam
b. Antidepresi dan anti mania
- Amitriptiline Hcl
- Litium Karbonat
c. Antiobsesif kompulsif dan antipanik
- Klomamin Hcl
d. Antipsikosis
- Flufenazin dekanoat
- Haloperidol
- Klorpromazine Hcl
- Perfenazine Hcl
- Risperidon
- Sulpirid
- Trifluperazine

6. Daftar psikotropika golongan III ( UU RI no.5 tahun 1997 )


- Pentobarbital, amobarbital dll yang tercantum dalam daftar psikotropik golongan III

7. Daftar psikotropik golongan IV ( UU RI no.5 tahun 1997 )


- Alprazolan barbital, diazapam, clobazam

KEPALA PUSKESMAS BULANG

Dr.Desi Atry
NIP: 19710526 201001 2 001