Anda di halaman 1dari 9

Ideologi Dan Isme-Isme

Disusun Oleh :

Ade Noval Dharmawan 1506105059

S1 REGULER

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA
2017
BAB 1

1. Pengertian ideologi dan isme

Kata ideologi berasal dari bahasa yunani “idea” dan “logos”, idea yang mengandung
arti mengetahui pikiran, melihat dengan budi. Adapun logos mengandung arti gagasan,
pengertian kata, dan ilmu. Dalam perkembangannya ideologi didefinisikan sebagai berikaut.

Menurut kamus amerika, ideologi adalah sekumpulan doktrin atau kepercayaan yang
membentuk dasar – dasar politik,ekonomi, dan sistem – sistem lain.

Menurut karl marx, ideologi adalah alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan
bersama dalam masyarakat.

Menurut menurut sastrapratedja, ideologi adalah seperangkat gagasan atau pemikiran yang
berorientasi pada tindakan yang berorganisis menjadi suatu sistem yang teratur dan
ideologi adalah ilmu yang berkaitan dengan cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-
gagasan atau pemikiran manusia mengenai soal-soal cita politik,doktrin, atau ajaran, nilai-
nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara.

Berdasarkan uraian tersebut,ideologi dapat disimpulkan sebagai gabungan antara


pandangan hidup yang merupakan nilai-nilai suatu bangsa serta dasar negara yang memiliki
nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa.

Mengapa ideologi perlu dimiliki setiap negara? Karena ideologi membantu suatu negara
dalam membuka wawasan yang memberikan makna dan menunjukkan tujuan dalam
kehidupan negara.selain itu ideologi berguna sebagai bekal suatu negara untuk menemukan
identitasnya, serta mampu menyemangati dan mendorong negara melakukan kegiatannya
untuk mencapai tujuan negara.

Dan untuk pengertian isme sendiri menurut kbbi merupakan akhiran untuk
menandakan suatu paham atau kepercayaan bedasarkan politik, sosial, atau ekonomi.
Seperti, kapitalisme, leberalisme, marxisme, dsb.

2. Kapitalisme dan isme-Isme yang Anti Kapitalisme

Kapitalisme merupakan suatu paham meyakini bahwa pemilik modal bisa


menjalankan usahanya untuk meraih laba yang sebesar-besarnya. Kapitalisme sebenarnya
tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli
mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad
ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankankomersial Eropa di
mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu
yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama
barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke
barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan
bahan baku dan mesin terlebih dahulu, kemudian buruh yang berperan sebagai operator
mesin guna mendapatkan nilai dari bahan baku yang diolah.

Adapun beberapa pendapat menurut ahli seperti Karl Marx dan Adam smith,yaitu;

Menurut Karl Marx, kapitalisme merupakan sistem dimana harga barang dan
kebijakan pasar ditentukan oleh para pemilik modal untuk mendapatkan keuntungan yang
sebesar-besarnya. Dida;am sistem ini pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar
demi keuntungan bersama, melainka untuk kepentingan diri sendiri.

Menurut Adam Smith, kapitalisme merupakan sistem yang bisa menciptakana


kesejahteraan masyarakat apabila pemerintah tidak memiliki intervensi terhadap mekanisme
dan kebijakan pasar. Dan di dalam kapitalisme peran pemerintah hanya sebagai pengawas
saja.

Ada beberapa ciri-ciri kapiltalisme,yaitu:

1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi

2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar


3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar
kepentingann (keuntungan) sendiri.
4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno
(disebut hedonisme).
5. Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
6. Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
7. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang
mengatur perekonomian menjadi efisien.

8. Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba yang sebesar-besarnya.

Segi positif tumbuhnya kapitasime, yaitu :

 Melahirkan tanaga kerja yang bermutu/professional


 Kemajuan dalam bidang pendidikan yang dpaat menguntungkan produsan
maupun konsumen
Segi negative dari kapitalisme, yaitu:

 Pengusaha ynag memiliki modal kecil tidak akan bertahan lama, karena akan
kalah saing dengan pengusaha yang bermodal lebih besar.
 Memungkinkan lahirnya monopoli dalam pasar.
Dan kritik dari tokoh komunisme, Karl Marx terhadap kapitalisme yaitu kaum
kapitalisme akan terus menekan pendapatan kaum buruh. Jika kaum kapitalis ingin maju
maka mereka hurus mendidik kaum buruh agar semakin professional dalam bidang
pekerjaannya.
Isme-isme yang menolak kapitalisme salah satunya yaitu sosialisme. Istilah
sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi
atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal
abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut
pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan
dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua
sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada
abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan
masyarakat egalitarian atau masyarakat yang menjunjung kesetaraan dengan sistem
ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir
elite.
Dalam sejarah pendeknya, Sosialisme yang kita kenal sekarang ini timbul sebagian
besar sebagai reaksi terhadap liberalisme abad ke 19. Pendukung liberalisme abad ke 19
adalah kelas menengah yang memiliki industri, perdagangan dan pengaruh mereka di
pemerintahan besar akibatnya kaum buruh terlantar. Kaum Borjuis dengan semakin baiknya
alat produksi, sempurnanya alat-alat komunikasi, menarik semua bangsa bahkan yang
paling biadab sekalipun keperadaban dunia.
Sosialisme dalam unsur-unsur pemikiran dan politik. Sosialisme, seperti gerakan-
gerakan dan gagasan liberal lainnya, hal ini mungkin karena kaum liberal tidak dapat
menyepakati seperangkat keyakinan dan doktrin tertentu. Apalagi sosialisme telah
berkembang di berbagai Negara dengan tradisi nasionalnya sendiri dan tidak pernah ada
otoritas pusat yang menentukan garis kebijakan partai sosialis yang bersifat mengikat,
namun garis-garis besar pemikiran dan kebijakan sosialis dapat disimak dari tulisan-tulisan
ahli sosialis dan kebijakan partai sosialis. Apa yang muncul dari pemikiran dan kebijakan itu
bukanlah merupakan sesuatu konsisten. Kekuatan dan kelemahan utama sosialisme
terletak dalam kenyataan bahwa system itu tidak memiliki doktrin yang pasti dan
berkembang karena sumber-sumber yang saling bertentangan dalam masyarakat yang
merupakan wadah perkembangan sosialisme.
Unsur-unsur pemikiran dan politik sosialis yang rumit dan saling bertentangan dengan jelas
tergambar dalam gerakan sosialis Inggris. Unsur-unsur yang ada dalam gerakan sosialis
Inggris adalah: (1). Agama, (2) Idealisme Etis dan Estetis, (3) Empirisme Fabian, (4)
Liberalisme (Willian Ebenstein,1985:188).

3. Sejarah teori marxis, dan analisisnya tentang kapitalisme

Ideologi Marxisme tidak bisa dilepaskan dari tokoh utamanya yakni Karl Marx.
Berawal dari abad ke-19 dimana keadaan buruh di Eropa Barat yang menyedihkan dimana
pada saat itu kemajuan industri berkembang dengan pesat menimbulkan keadaan sosial
yang sangat merugikan bagi kaum buruh. Pemikiran ini bukan saja menjadi inspirasi dasar
“Marxisme” sebagai ideologi perjuangan kaum buruh, bukan saja menjadi komponen inti
dalam ideologi komunisme (Magnis dan Suseno, 2003: 3). Berlandaskan masalah tersebut
Karl Marx menyusun suatu teori sosial yang menurutnya didasari hukum-hukum ilmiah
karena itu pasti terlaksana.

Sebenarnya sejak di bangku perkuliahan Karl Max menekuni bidang politik yang
dianggap radikal. Dalam menyususn teori mengenai perkembangan masyarakat ia sangat
tertarik dengan gagasan filsuf Jerman George Hegel (1170-1831) mengenai dialektik.
Filsafat Hegel dimanfaatkan oleh Karl Marx untuk mengubah masyarakat secara radikal.
Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap
bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Kondisi
kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah
minimum sementara hasil keringat mereka dinikmati oleh kaum kapitalis. Banyak kaum
proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh. Marx berpendapat bahwa
masalah ini timbul karena adanya “kepemilikan pribadi” dan penguasaan kekayaan yang
didominasi orang-orang kaya. Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat
bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Bila kondisi ini terus
dibiarkan, menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan. Itulah
dasar dari marxisme

Ideologi Marxisme lahir sebagai bentuk motivasi kepada kaum buruh. Dimana Karl
Marx mengharapkan sikap netral dari ilmu pengetahuan dalam masyarakat kalangan
bawah (buruh). Menurut Marx perkembangan dialektis terjadi dalam struktur bawah dari
masyarakat, yang kemudian menggerakkan struktur yang berada di atasnya. Dalam usaha
untuk mencapai masyarakat yang komunis, kaum poletar mempunyai peranan penting
karena mereka berhak merebut kekuasaan dari tangan kapitalis, mengambil alih segala alat
produksi dan melalui tahap transisi yang dinamakan dictator proletariat maka tercapailah
masyarakat yang komunis. Menurut Marx pertarungan antara kaum kapitalis dengan kaum
proletar akan merupakan pertentangan kelas yang terakhir dan berkahir gerak dialektis.

Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang tidak ada
kelas sosial dalam struktur masyarakatnya, dimana manusia dibebaskan keterkaitannya
kepada milik pribadi, dan di mana tidak ada unsur eksploitasi, penindasan serta paksaan.
Dukungan terbesar kepada Marx terbesar berasal dari suatu Negara yang industrinya baru
setengah berkembang yakni Rusia. Gagasan-gagasan Marx djadikan pola untuk
membentuk masyarakat baru atas runtuhnya masyarakat lama melalui sebuah revolusi.
Untuk keperluan itu gagasan Marx perlu untuk disesuaikan dengan masyarakat yang tingkat
industrialisasinya belum terlalu tinggi dimana disesuaikan dengan kondisi politik dan social
abad ke-20. Maka gagasan Marx telah diberikan tafsiran khusus yang dinamakan dengan
Marxisme.

Ajaran Marx di bakukan menjadi Marxisme oleh Friedrich Engels dan Karl Kautsky.
Dalam pembakuan ini ajaran Marx yang sebenarnya rumit adan sulit dimengerti di
sederhanakan agar cocok sebagai ideologi perjuangan kaum buruh. George Lucas
menegaskan bahwa adukan Engels dan Kautsky itu menyimpang dari apa yang sebenarnya
di maksudkan oleh Marx, pembakuan ini mencapai puncak ketika partai komunis Rusia di
bawah Lenin melakukan revolusi pada Oktober 1917 dan mengkonstatir Marxisme
Leninisme sebagai ideologi resmi ajaran komunis.

Karl max sangat benci dengan sistem perekonomian liberal yang digagas oleh Adam
Smith dan kawan-kawan. Untuk membuktikan bahwa sistem liberalis/kapitalis itu buruk.
Argumen-argumen yang disusun Kaarl Marx dapat dilihat dari berbagai segi,baik dari sisi
moral,sosiologi, maupun ekonomi.

Dari segi moral Marx melihat ketidakadilan dari dalam,karena sistem kapitalis tidak
peduli dengan dengan masalah kepincangan dan kesenjangan sosial. Dengan menerapkan
sistem “upah besi” dimana kaum buruh tidak akan pernah mampu mengangkat derajatnya
lebih tinggi.

Dari segi sosiologi, adanya sumber konflik antar kelas. Dalam sistem kapitalis,ada
sekelompok orang yang mengusai capital atau para pemilik modal. Di pihak, ada kelompok
kaum buruh yang seperti sudah ditakdirkan menjadi kaum kelas bawah.

Dari segi ekonomi, Marx melihat bahwa akumulasi modal di tangan kaum kapitais
memungkinkan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Akan tetapi, pembangunan
sistem kapitalis sangat bias pemilik modal. Untuk bisa mencapai pembangunan nyata bagi
seluruh lapisan masyarakat, perlu dilakukan perombakan struktural melalui revolusi sosial.

Atas pandanganyang di utarakan Marx tersebut tidak diherankan jika Marx meramal
bahwa suatu masa sistem kapitalis akan hancur,karena kapitalis dinilai memiliki daya self
destruction,suatu daya dari dalam yang akan membawa kehancuran bagi sistem
perekonomian kapitalis sendiri.untuk membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih
baik, maka sistem kapitalis harus dihancurkan dan diganti dengan sistem yang lebih
manusiawi, yaitu sistem sosialis.

4. Leninisme, Maoisme, & Sosialisme demokrat

Leninisme berasal dari kata Lenin. Vladimir Ilyic Ulyanov atau yang lebih dikenal
dengan nama Lenin adalah murid Karl Marx. Ia adalah orang pertama yang menerapkan
ideologi Marx dalam kehidupan. Pada akhir abad ke-19, paham ini dibawa Lenin dengan
memainkan peran dan daya tarik pada kelompok kecil intelektual di Rusia. Berkat usahanya,
Lenin berhasil mendirikan Partai Buruh Sosialis Demokrat Rusia pada tahun 1898 dalam
kongres rahasia di Minsk. Pada kongres kedua (tahun 1903), partai pecah menjadi dua,
yaitu Mensheviks (fraksi minoritas) dan Bolsheviks (fraksi mayoritas). Mensheviks
menginginkan perpanjangan masa kehidupan kapitalisme di Rusia, sebelum sosialisme
masuk. Sebaliknya, Bolsheviks menginginkan Revolusi Sosialis harus dipercepat dengan
organisasi yang kuat, beranggotakan kaum revolusioner profesional. Pada 7 Oktober 1917,
Lenin langsung memimpin revolusi kaum Bolsheviks dan berhasil meruntuhkan Tsar
(pemimpin Rusia). Menurut Lenin, Revolusi Oktober adalah bagian dari revolusi dunia. Sejak
saat itu, Rusia berubah menjadi Uni Soviet yang komunis, sekaligus pusat komunisme
internasional.

Maoisme berasal dari nama Mao Zedong. Ia adalah pemimpin Partai Komunis Cina
(PKC). Partai ini didirikan oleh para profesor dari Universitas Peking pada tahun 1921.
Maoisme merupakan ideologi komunis di Tiongkok. Berbeda dengan komunisme di negara-
negara lain, Maoisme lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Karena kondisi
Tiongkok menempatkan kaum buruh sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kapitalisme.
Mao Zedong membentuk tentara petani dan menjalankan hal-hal berikut :

 Pendistribusian kembali tanah, tujuannya untuk memberi keuntungan bagi para


petani miskin.
 Membatasi eksploitasi petani oleh tuan tanah dan para lintah darat.
 Melembagakan pajak dan program kesejahteraan.
 Memperkuat organisasi politik dan militer komunis.
Sosialisme demokratik adalah jenis sosialisme yang menolak metode transisi
tersentralisasi, elitis, atau otoriter dari kapitalisme ke sosialisme yang mendukung
pergerakan grassroot dengan tujuan segera menciptakan demokrasi ekonomi yang
terdesentralisasi.

Istilah ini sering dipakai para sosialis yang memilih transisi ke sosialisme melalui
pemilu atau revolusi massal yang spontan dari bawah untuk membedakan dirinya dari para
sosialis otoriter yang menuntut dibentuknya negara satu partai. Paham ini dikenal
bertentangan dengan paham Marxis-Leninis dan Maois.

Penganut sosialis demokratik mendorong sistem ekonomi sosialis pasca-kapitalis


sebagai alternatif bagi kapitalisme. Sejumlah sosialis demokratik menyuarakan sosialisme
pasarberbasis manajemen diri pekerja, sementara yang lainnya mendukung sistem non-
pasar berbasis perencanaan partisipasi yang desentral. Banyak sosialis demokratik
kontemporer menolak perencanaan tersentral sebagai dasar sosialisme demokratik.
Daftar Pustaka

Deliarnov.2015. “Perkembangan Pemikiran Ekonomi”.jakarta.Rajawali Pers.


Wikipedia.com
http://arfen-media.blogspot.co.id/2012/10/liberalisme-kapitalisme-dan-sosialisme.html