Anda di halaman 1dari 15

M.K.

SISTEM STRUKTUR

PENERAPAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT PADA


L’AVENUE APARTEMEN DI JAKARTA DAN BANGUNAN
BENTANG LEBAR PADA STADION UTAMA RIAU DI PEKAN
BARU

NAMA MAHASISWA:
TOSANDY GUSTINOVA
1605521062

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA

SEMESTER GENAP
TAHUN AJARAN 2017/2018
Daftar isi
ABSTRAK .................................................................................. 2
BAB I. PENDAHULUAN .......................................................... 3
BAB II. PEMBAHASAN ........................................................... 4
L’avenue Apartemen ................................................................ 4
1. Identitas bangunan ........................................................... 4
2. Sistem struktur ................................................................. 6
Stadion Utama Riau ................................................................. 8
1. Identitas bangunan ........................................................... 8
2. Sistem struktur ............................................................... 10
BAB III. PENUTUP ................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 14

1
ABSTRAK
Dalam perkembangan dunia arsitektur selalu ada hal baru setiap harinya
sebagai bagian dari pemecahan sebuah solusi. Perkembangan teknologi yang
semakin maju dan kebutuhan lahan tempat tinggal yang tidak sebanding dengan
pertumbuhan penduduk mendorong terciptanya bangunan bertingkat tinggi yang
kebanyakan digunakan untuk hunian vertikal. Selain itu kemajuan teknologi dalam
bidang pemangunan juga menciptakan bangunan bentang lebar yang biasanya
digunakan untuk kegiatan yang memerlukan ruang yang sangat besar seperti stadion
dan pertunjukan. Tentunya pembangunan bangunan bertingkat dan bentang lebar
tidak boleh sembarangan secara konstruksi dan strukturnya karena selain sistem
struktur bangunan menentukan kekokohan serta keawetan suatu bangunan, sistem
struktur juga mempengaruhi kenyamanan civitas yang berada dalam bangunan
tersebut.

2
BAB I. PENDAHULUAN

Pada jaman modern seperti sekarang banyak terjadi perkembangan pada bidang
teknologi dan pengetauan yang telah banyak membantu kegiatan manusia, salah satunya
adalah pada bidang pembangunan. Menggunakan teknologi terbarukan, kini telah banyak
dibangun bangunan-bangunan ber tingkat tinggi dan bangunan-bangunan bentang lebar di
berbagai belahan dunia.
Berkembangnya bangunan bangunan bertingkat tinggi tidak terlepas dari
meningkatnya jumlah penduduk, pembangunan horizontal dalam skala besar dan faktor
ekologis yang mengharuskan kita untuk tidak menggunakan seluruh lahan yang tersedia
sebagai media membangun, Tidak tersedianya lahan yang cukup dan semakin dibutuhkannya
tempat tinggal oleh manusia menjadikan pembangunan pada zaman modern mau tidak mau
lebih mengutamakan ke arah vertikal.
Berdasarkan pengertian bangunan bertingkat tinggi menurut Emporis Standards
“suatu struktur bertingkat yang memiliki tinggi antara 35-100 meter atau suatu bangunan
yang tingginya tidak diketahui mulai dari lantai ke-12 hingga 39” dan bangunan bentang
lebar yang merupakan bangunan dengan penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan
sepanjang mungkin membuat bangunan bertingkat tinggi dan bangunan berbentang lebar erat
kaitannya dengan struktur. Suatu sistem struktur yang baik dan tepat diaplikasikan pada suatu
bangunan akan mampu memaksimalkan fungsi dari bangunan tersebut serta memberikan rasa
nyaman dan aman bagi civitas di dalamnya.sehingga sistem struktur memegang peran yang
sangat penting dalam hal kualitas sebuah bangunan. Salah satu contoh bangunan bertingkat
tinggi dan bangunan berbentang lebar adalah L’avenue Apartemen di Jakarta dan Stadion
Utama Riau di Pekanbaru.

3
BAB II. PEMBAHASAN
L’avenue Apartemen
1. Identitas bangunan

Gambar 1. L’avenue apartemen


Sumber : photobucket.com

 Lokasi : Jalan Raya Pasar Minggu KM 16, Kebagusan,


Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
 Awal Pembuatan : 10 Juni 2014
 Selesai : 10 Desembar 2015
 Jumlah Lantai/ lift : 23/ 4
 Jumlah Unit : 253
 Luas Bangunan : 35.000 m2
 Luas Tanah : 12.000 m2

4
 Fasilitas :
- Swimming Pool
- Gym
- Teniss Court
- Basket Court
- MiniMarket
- Restaurant
- Play Ground
- Jogging Track
- Atm Center
- Security Card
- Library
 Developer : Bintang Rajawali Perkasa PT. L’Avenue
 Arsitek : Urbane Indonesia, PT.
 Kontraktor : PT.Berdikari Pondasi Perkasa, PT.Caisson Dimensi,
PT.Indalex, PT.Pulau Intan Bajaperkasa Konstruksi.

5
2. Sistem struktur
Pada Apartemen L’Avenue digunakan sistem struktur core sebagai sistem
struktur utama dan sistem struktur kolom balok sebagai tambahanya. Core atau inti
bangunan menurut Schueller (1989) adalah suatu tempat untuk meletakan
transportasi vertikal dan distribusi energi (seperti lift, tangga, wc dan shaft mekanis).
Inti adalah tempat untuk memuat sistem-sistem transportasi mekanis dan vertikal
serta menambah kekakuan bangunan.

Gambar 2. Layout L’avenue apartemen


Sumber : scribd.com

6
Penggunaan sistem single core pada bangunan ini disebabkan karena
bangunan yang tinggi sehingga di perlukannya core sebagai pengaku dan sebagai
penyalur gaya lateral yang baik. Penggunaan sistem single core dipertimbangkan
juga karena bentuk bangunan yang simetris sehingga core sebagai pengaku terdapat
di tengah-tengah bangunan dengan ukuran 9,8m x 9,2m.

Gambar 3. Letak core L’avenue apartemen


Sumber : scribd.com
Selain sistem core terdapat juga sistem rangka kolom dan balok sebagai
sistem struktur penunjang. Struktur rangka dipilih karena dapat menyalurkan beban
dengan baik selain itu sistem rangka ini dapat disesuaikan dengan fungsi bangunan
sebagai apartmen yang mana di dalamnya tiidak banyak memerlukan ruang yang
luas dan bebas dari kolom. Kolom yang dibuat pada bangunan L’Avenue ini
bebbentuk kolom pipih yang semakin keatas kolom ini semakin ramping dengan
ukuran kolom pada lantai dasar 1,2m x 0,7m dan pada lantai teratas berukuran 1,2m
x 0,5m.

Gambar 4. Susunan kolom L’avenue apartemen


Sumber : scribd.com

7
Stadion Utama Riau
1. Identitas bangunan

Gambar 5. Stadion utama riau


Sumber : Wikipedia.com

 Lokasi : Pekanbaru, Riau


 Dibangun : Tahun 2009
 Luas stadion : 7,4 Ha
 Luas tanah : 66,4 Ha
 Tipe Stadion : Stadion Madya (Olympic)
 Tempat duduk : Sebanyak lebih dari 43.000 kursi Pendukung

8
 Fasilitas :
- International standar football pitch
- Atletik
- Squash 9 unit
- Podium dan kamar VIP
- Restoran 9 unit
- Toko 18 unit
- Management office
- Unit kedokteran
- Masjid
 Owner : Pemda Propinsi Riau
 Kontraktor : PT Pembangunan Perumahan, PT Adhi Karya dan PT
Wijaya Karya.

9
2. Sistem struktur
a. Struktur atap
Struktur atap Stadion Utama Riau merupakan sebuah struktur atap
bentang lebar yang dalam perencanaannya didesain sebagai atap lengkung
yang memiliki nilai artistik tinggi dengan konstruksi berupa sistem rangka
baja yang dibuat melengkung. Struktur utama pada rangka struktur atap
stadion ini menggunakan sistem rangka batang bidang (Plane truss) dengan
bentang struktur mencapai hingga 45 meter

Gambar 6. Struktur atap stadion utama riau


Sumber : http://blogovh.blogspot.co.id

Rangka batang bidang merupakan susunan elemen elemen linear


yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga yang secara keseluruhan
berada di dalam satu bidang tunggal (Ariestadi,2008). Penggunaan baja
dengan sistem struktur ini pada bentang panjang yang berdiri bebas tanpa
penumpu memang menghasilkan penggunaan material yang lebih sedikit
namun juga menghasilkan profil yang lebih besar dan berat hingga akan
sangat berpengaruh pada perencanaan struktur dibawahnya dan tentunya juga
proses mobilisasi.

10
b. Struktur kolom dan balok.
Pada bagian kolom ,Semula kalau dibuat dengan kolom beton akan
memiliki dimensi 1m x 2,5m yang dinilai terlalu boros. Untuk efisiensi
pelaksanaan maka konstruksinya diganti dengan baja yang dibalut dengan
cladding dari aluminium composite panel (ACP), dengan performance lebih
mewah.
sistem pracetak pada bagian tribun dibuat mock up di halaman
stadion. Konstruksi tribun untuk stadion Riau dibuat dengan panjang
bervariasi yang semula hanya 3 m menjadi 6 sampai 8 m dan diprestress
sehingga bentuknya lebih langsing. Dengan sistem pracetak prategang ini,
maka bisa dikurangi jumlah balok dari 4 buah menjadi 2 buah. Dengan
demikian, bisa lebih hemat dan cepat. Secara konstruksi perubahan bentuk
tribun konvensional dengan sistem pracetak prategang memiliki kekuatan
sama, namun secara biaya bisa jika semula harus dibuat dengan sistem
konvensional harus membuat balok sedikitnya 6000 buah balok dihemat
menjadi hanya 4.000 buah balok untuk konstruksi tribun. Dengan begitu,
secara waktu mulai dari produksi hingga pemasangan di lapangan lebih cepat

11
c. Struktur pondasi
Pondasi yang digunakan pada bangunan Stadion Utama Riau ini
adalah pondasi pile cap. Pondasi pilecap (tiang pancang) adalah bagian dari
struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan)
beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman
tertentu. Setelah pekerjaan pile yang meliputi pengeboran dan pemotongan
pile yang tersisa di permukaan tanah, maka dilakukan penulangan untuk
membuat pile cap. Pile cap tersusun atas tulangan baja berdiameter 16mm,
19mm dan 25mm yang membentuk suatu bidang dengan ketebalan 50mm
dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam.
Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum
didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom
benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan
eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi.

Gambar 7. Gambar pondasi tiang pancang


Sumber : www.oindo.com

12
BAB III. PENUTUP
Sistem struktur pada Apartemen L’Avenue menggunakan sistem struktur core
sebagai sistem struktur utama dan sistem struktur kolom balok sebagai tambahanya. Sistem
struktur core [ada l’avenue ditaruh pada bagian tengah apartemen yang memuat sistem sistem
transportasi seperti lift dan tangga.
Sedangkan sistem struktur pada stadion utama riau menggunakan sistem rangka
batang bidang (Plane truss) dengan bentang struktur mencapai hingga 45 meter pada atap
stadion, pada bagian kolom menggunakan baja yang dibalut dengan cladding dari aluminium
composite panel (ACP),serta Pondasi yang digunakan pada bangunan Stadion Utama Riau ini
adalah pondasi pile cap.
Dari hasil pembahasan sistem struktur l’avenue dan sun valley stadion utama riau.
Berikut saran yang dapat saya berikan :
1. Pada proses pembangunan bangunan bertingkat tinggi maupun bentang lebar
diharapkan mengikuti prosedur yang ada agar sesuai dengan standar internasional.
2. Sebagai seorang arsitek diharapkan mengetahui dan memahami bagaimana sistem
struktur yang baik dalam suatu bangunan. Hal ini disebabkan karena sistem struktur
bangunan menentukan kekokohan serta keawetan suatu bangunan

13
DAFTAR PUSTAKA
indarwanto, m. (2013, juni 6). bahan ajar matakuliah tknologi bangunan 6. yogyakarta:
universitas mercubuana.
rovinda, g., ns, r., & putri, r. e. (2013). struktur bentang lebar stadion utama riau. bandung.
sutrisno, R. (1983). bentuk struktur bangunan dalam arsitektur modern. jakarta: gramedia.
swara, y. (2016, februari 14). struktur highrise apartemen. Retrieved februari 20, 2018, from
scribd: https://www.scribd.com/doc/299241350/Struktur-High-Rise-Apartemen

14