Anda di halaman 1dari 34

Strategi dan Manajemen Pengembangan Bisnis

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Kewirausahaan
yang dibina oleh Ibu Hanum Kartikasari, S.Pd., M.Pd

Oleh:

Agung Prasetiyo 150413602623


Ananda Dwi Ariska 150413607610
Andhita Novianty 150413600004
Anugrah Gusti Dewantara 150413604305
Fatimah Putri Setya Fany 150413604982

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
Februari 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur selalu terpanjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat limpahan rahmad, taufik, serta hidayah-Nya, penulis diberikan kesehatan
sehingga dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Strategi dan Manajemen
Pengembangan Bisnis” dengan tepat waktu.
Penulis menyadari makalah ini tidak dapat terselesaikan tanpa adanya
bantuan dari berbagai pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Hanum Kartikasari, S.Pd., M.Pd, selaku dosen pembimbing
matakuliah Kewirausahaan Universitas Negeri Malang.
2. Kedua orang tua yang telah memberi semangat untuk mengerjakan setiap
tugas yang diberikan.
3. Pihak-pihak lain yang ikut terkait dalam pembuatan Makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi penyempurnaan penyusunan makalah yang akan datang. Akhir
kata semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan khususnya
penyusun sendiri.

Malang, Februari 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................... i


DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ..............................................................1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................2
1.3 Tujuan .......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pendahuluan ................................................................................4
2.2 Pengaruh Perubahan terhadap Strategi Menjalankan Bisnis .......6
2.3 Strategi Memetakan Produk ........................................................8
2.4 Strategi Memetakan Kualitas dan Harga Untuk Mengetahui
Posisi Produk Di Pasar ...............................................................8
2.5 Memahami Teori Permintaan dan Penawaran .............................9
2.6 Mengenal Teori Perilaku Konsumen Dalam Menetukan Strategi
Pemasaran dan Promosi ...............................................................11
2.7 Daur Hidup Produk (Product Life Cycle/PLC) ...........................12
2.8 Teori 7-W tentang Cara Pelanggan Menilai Bisnis .....................14
2.9 Menjalankan dan Mengelola Usaha ............................................16
BAB III KESIMPULAN ...................................................................................29
DAFTAR RUJUKAN ...................................................................................... 30
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kurva PLC (Poduct life cycle) .................................................... 13


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan dunia bisnis beberapa tahun ini sanngatlah cepat dan
membuat pihak-pihak yang terlibat didalamnya harus bekerja keras agar
keberadaanya tetap diakui oleh pelanggan mereka. Jika dahulu pelanggan
membutuhkan sesuatu untuk pemutih gigi, mereka akan dapat dengan cepat
mendapatkannya. Hal ini terjadi karena pasta gigi yang ada ditujukan untuk semua
orang (semua segmen pasar). Saat ini jika kita membutuhkan pasta gigi, akan
terdapat banyak pilihan yang ditawarkan ada pepsodent, close up, ciptadent dan
lain-lain. Dan ini akan membuat kesulitan tersendiri bagi pelanggan untuk
memilih. Semakin beragamnya jenis dan macam pasta gigi (dan produk lainnya)
menggambarkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis.
Bervariasinya merk dan jenis produk menunjukkan bahwa perusahaan tidak
dapat hanya berdiam diri dalam melakukan bisnisnya. Mereka harus mulai
berpikir dan mengalahkan (kalau perlu membunuh) para pesaingnya. Hanya
perusahaan yang betul-betul kuat yang akan memenangkan persaingan. Dalam
usahanya menuju perusahaan yang kuat, para pengambilan keputusan (Chief
Executif Officer) didalam perusahaan diwajibkan untuk merubah cara berfikir
hanya untuk mencari keuntungan semata, saat ini mereka harus berfikir secara
strategik karena seperti dikatakan oleh jendral Karl von Clausewitz pada tahun
1831 dalam bukunya “On War”, bahwa bisnis adalah sebuah peperangan.
Berfikir strategik juga sangat diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah
strategik yang timbul seiring dengan berkembangnya perusahaan/organisasi.
Karakteristik dari masalah strategik di antaranya; berorientasi pada masa depan,
biasanya berhubungan dengan unit bisnis yang sangat komplek, memerlukan
perhatian dari manajemen puncak, akan mempengaruhi kemakmuran jangka
panjang dari perusahaan, melibatkan pengalokasian sejumlah besar sumber-
sumber daya perusahaan.
Berdasarkan uaraian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa strategi
dan manajemen pengembangan bisnis bagi perusahaan atau organisasi dipandang
sangat urgent atau penting. Karena melihat peran dan manfaatnya bagi
keberlangsungan dan keberhasilan perusahaan/organisasi yang harus menyesuaian
dengan lingkungan yang penuh perkembangan dan perubahan serta kian pesatnya
baik informasi maupun teknologi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan, didapat beberapa
rumusan masalah. Adapun beberapa rumusan masalah tersebut, yaitu:
1. Apa saja faktor perubahan dalam sebuah bisnis?
2. Apa saja pengaruh perubahan terhadap strategi bisnis?
3. Bagaimana strategi pemetaan produk?
4. Bagaimana strategi pemetaan kualitas produk dan harga untuk
mengetahui posisi produk di pasar?
5. Bagaimana teori permintaan dan penawaran dalam bisnis?
6. Bagaimana teori perilaku konsumen dalam menentukan strategi
pemasaran dan promosi?
7. Bagaimana daur hidup produk?
8. Apa saja teori 7-W tentang cara pelanggan menilai sebuah bisnis?
9. Bagaimana menjalankan dan mengelola sebuah bisnis?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan makalah ini
antara lain:
1. Memahami faktor apa saja yang menyebabkan sebuah perubahan dalam
sebuah bisnis.
2. Memahami pengaruh perubahan dalam strategi bisnis.
3. Memahami strategi pemetaan produk.
4. Memahami strategi pemetaan kualitas produk dan harga untuk
mengetahui posisi produk di pasar.
5. Memahami teori permintaan dan penawaran dalam bisnis.
6. Memahami teori perilaku konsumen dalam menentukan strategi
pemasaran dan promosi.
7. Memahami daur hidup produk.
8. Memahami teori 7-W tentang cara pelanggan menilai sebuah bisnis.
9. Memahami bagaimana menjalankan dan mengelola bisnis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pendahuluan
Dalam setiap membangun sebuah bisnis, banyak faktor penentu yang
menjadi penggerak perubahan dan hal seperti ini perlu diketahui oleh
wirausahawan yang cerdas yakni:
1. Perubahan yang didorong oleh faktor ekonomi
a. Tingkat pendapatan (pendaatan perkapita)
b. Pertumbuhan penduduk
c. Perubahan kurs mata uang terhadap mata uang asing
d. Krisis ekonomi dan moneter
e. Perubahan kebijakan pemerintah, dan lain-lain
Semua perubahan ekonomi terjadi harus diamati dan diantisipasi agar
bisnis yang baru dimulai tidak menjadi gagal dan jatuh.
2. Perubahan yang didorong oleh faktor pasar
a. Perubahan pola persaingan.
b. Perubahan hidup dan gaya perilaku pelanggan termasuk tren kebutuhan
pelanggan.
c. Perubahan terjadi karena pesaing melakukan inovasi dan penemuan
produk baru yang mengubah pola dasar.
d. Muncul pesaing baru dan jaringan yang kuat dan terkenal sehingga
mengubah peta persaingan dipasar dari persaingan biasa hingga sangat
pesat.
e. Perubahan yang dimotori oleh pesaing yang memasuki bisnis dengan
serentak karena ketertarikan pertumbuhan pasar, seperti faktor:
 Mudah pembuatannya, sehingga akan menyebabkan harga sangat
kompetetif
 Mudah menjualnya, sehingga bisnis tidak memberikan keuntungan
lagi
 Mudah membangun bisnis ini
 Mudah mendapatkan bahan bakunya
 Modal yang tidak terlalu besar
 Didorong oleh pemerintah untuk membangun sektor bisnis ini
 Bisnis besar melakukan franchising untuk sektor bisnis ini, sehingga
bisnis cepat menjamur
3. Perubahan yang digerakkan oleh faktor perkembangan teknologi
Sebagai contoh adalah telepon. Dulu telepon tidak mempunyai pesaing,
lalu mulai berkembang dengan munculnya pager, mobile phone dan kemudian
handphone GSM yang lebih berwarna, berkamera, bervidio, dan terdapat musik
didalamnya. Jadi, wirausahawan sekarang harus benar-benar mengamati
perubahan teknologi yang dapat memngarhi pasar dan perusahaan.
4. Perubahan yang diperngaruhi oleh iklim dan cuaca
Musim penghujan dan kemarau bisa diprediksi waktunya, yaitu bulan
April-Oktober untuk musim kemarau dan November-Maret untuk musim
penghujan. Namun, sekarang musim sudah tidak bisa diprediksi lagi akibat
adanya global warming sehingga segalanya sulit diprediksi lagi.
Contohnya adalah perbahan cuaca dan iklim akan begitu berpengaruh pada
industri pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Perubahan cuaca juga akan
memngaruhi biaya-biaya yang terjadi selama operasional perubahan
berlangsung. Misalnya pengaruh terhadap biaya pengiriman, biaya impor dan
ekspor, biaya transportasi, dan lain-lain.
Semua faktor penggerak perubahan harus diperhatikan oleh wirausahawan
dalam melakukan penetapan kebijakan strategi bisnisnya saat memulai atau
saat menjalankan usahanya. Jadi, strategi bisnis itu harus bersifat:
1. Dinamis
Selalu mengikuti perkembangan dan perubahan zaman.
2. Efektif
Dapat disesuaikan dengan perubahan arah persaingan dan pasarnya.
3. Efisien
Berorientasi pada faktor biaya dan harga sebagai akibat biaya yang
ditimbulkan oleh perubahan baik it dari segi biaya dan harga sebagai
akibat biaya yang ditimbulkan oleh perubahan baik itu dari segi biaya
produksi, biaya pemasaran, dan distribusinya.
4. Antisipatif
Dapat dikembangkan untuk disesuaikan dan dievauasi untuk
mengantisipasi ke arah mana perubahan itu terjadi.
5. Fleksibel
Tidak kaku dan dapat diperbarui

2.2 Pengaruh Perubahan terhadap Strategi Menjalankan Bisnis


Perubahan yang terjadi selama proses berjalanannya sebuah bisnis harus
selalu diperhatikan untuk memastikan pengaruhnya terhadap peta bisnis yang
telah direncanakan. Kegagalan yang mungkin terjadi ketika wirausahawan sedang
memulai bisnisnya:
a. Tidak mengenal atau menyadari perubahan yang terjadi,
b. Mengetahui ada dampak dari perubahan tetapi tidak mau, lupa atau tidak
tahu cara untuk mengubah strategi sehingga dampak yang ditimbulkan
sudah begitu besar dan tidak dapat ditangani dengan baik,
c. Terlalu fokus pada proses menjalankan bisnis saja dan selalu
mengabaikan perubahan dan dampak yang akan ditimbulkan.
Untuk itu, seorang wirausahawan yang smart harus memperhatikan dampak
dari perubahan yang terjadi dan mungkin akan terjadi terhadap kelangsungan
bisnisnya. Sehingga sangat diperlukan perubahan sebuah strategi yang telah
direncakan atau diterapkan sebelumnya untuk disesuaikan dengan pesaing,
keadaan pesaing, permintaan, perilaku pembelian, dll. Perubahan yang terjadi
akan berdampak pada usang tidaknya perencanaan strategi bisnis kita yang
mungkin mengandung konsekuensi bisnis. 4 konsekuensi bisnis antara lain:
1. Perubahan akan menciptakan peluang atau kesempatan (new
opportunity)
Terkadang perubahan dapat mendatangkan kesempatan yang bisa
diambil bila kita mempunyai intuisi, naluri, dan hasrat untuk
menemukannya. Contohnya CAFTA (China Asean Free Trade Agreement)
akan memberikan peluang bagi UKM yang ingin memulai bisnis
perdagangan. Caranya adalah mengimpor produk yang berkualitas dari
China untuk penantang bagi pimpinan pasar, pengikut pasar, dan alternatif
produk. Strategi yang digunakan adalah market development strategy.
2. Perubahan akan menciptakan ancaman (threat)
Dengan adanya CAFTA, maka terjadi perubahan adanya perdagangan
bebas antara China dan ASEAN dan dapat menjadi ancaman bagi industri
UKM, atau perusahaan di Indonesia karena produk dari China jauh lebih
murah daripada produk perusahaan Indonesia, Eropa, Jepang, dan Korea.
Jadi, perusahaan-perusahaan Indonesia harus mengubah strategi secepatnya.
Strategi yang perlu digunakan adalah dengan market innovation and
improvement strategy.
3. Perubahan akan menyebabkan kejadian yang memperlemah daya
saing dan kondisi perusahaan (weak)
Ada beberapa perubahan yang dapat melemahkan posisi persaingan
perusahaan. Contohnya:
a. Peraturan baru tentang pengurangan kadar nikotin bagi industri
rokok.
b. Mengharuskan perusahaan mempunyai kendaraan yang tercatat atas
nama perusahaan minimal satu unit atau uji emisi bagi kendaraan
yang tidak produktif lagi.
c. Pengurangan kadar pengeras tau untuk produk tahu Indonesia.
Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan strategi. Salah satu strategi
yang dapat digunakan adalah market defence or innovative strategy.
4. Perubahan bisa memperkuat kondisi, daya saing, dan strategi yang
telah direncanakan perusahaan sehingga secara otomatis semakin
populer
Suatu perubahan juga dapat memperkuat posisi produk di pasar.
Contohnya:
a. Penggunaan obat generik yang dihimbau pemerintah disetiap
puskesmas.
b. Pembatasan area dan jarak tertentu mengenai pendirian perusahaan
Hypermarket di kota tertentu akan memperkuat strategi bisnis toko
kelontong dan mini market di daerah-daerah.
2.3 Strategi Memetakan Produk
Sebuah bisnis yang sukses biasanya disebabkan karena bisnis tersebut
dibangun dengan pemikiran skala industri. Oleh sebab itu bisnis harus dimulai dan
dijalankan dengan konsep yang jelas baik skala organisasi, skala bisnis, maupun
skala jangkauan pasarnya. Salah satunya dengan melakukan pemetaan posisi
perusahaan terlebih dahulu. Pemetaan posisi perusahaan dengan pesaing-pesaing
yang ada di pasar khususnya pesaing yang paling potensial di industri yang akan
kita tuju.
Banyak bisnis wirausahawan yang sulit berkembang karena tidak
mengetahui siapa-siapa saja pesaing potensial. Pesaing potensial dari bisnisnya
yang harus diatasi dan terus berkonsentrasi pada tingkatan sehingga dapat lolos
dari ketatnya persaingan yang ada. Ketatnya persaingan seperti saat ini yang
sudah menjerumus ke arah hypercompetition. Jadi, seorang wirausahawan perlu
untuk membuat hierarki pemetaan produk (product mapping hierarchy) untuk
bisnisnya sebelum menjalankan bisnis dan kemudian membuat pemetaan kualitas,
harga dan popularitas produk.

2.4 Strategi Memetakan Kualitas dan Harga Untuk Mengetahui Posisi


Produk Di Pasar
Salah satu faktor kegagalan sebuah bisnis ketika sebuah bisnis sudah mulai
bejalan yakni ketidaktauan wirausahawan akan posisi kualitas produknya dan
harga di pasar persaingan. Ketika wirausahawan mengetahui posisi strategis
produknya akan mempermudah wirausahawan menjalankan bisnis, memperbaiki
strategi, dan menyusun rancangan bisnis kedepan.
Konsep pemetaan kualitas dan harga antara produk-produk di pasar adalah
dengan membandingkan kualitas produk dengan harganya yang disebut price
based on value (PBV). Ada level buruk, sedang, baik, dan bahkan sangat rendah
di pasar. Sebagai acuannya adalah kualitas produk pesaing di pasar yang sering
dibeli oleh konsumen dan harganya adalah harga rata-rata, yaitu harga diantara
harga tertinggi dengan harga terendah kemudian dibagi dua sehingga ditemukan
harga rata-rata pasar.
2.5 Memahami Teori Permintaan dan Penawaran
Satu hal yang sangat penting bagi seorang wirausahaan dalam
mempersiapkan strategi untuk menjalankan bisnisnya adalah teori permintaan dan
penawaran (supply and demand theory) yang ada di pasar karena
ketidakmengertian akan hal itu bisa mempengaruhi mekanisme kebijakan harga
dan keseimbangan pasar produknya.
2.5.1 Perilaku Konsumen dan Permintaan Suatu Produk di Pasar
Permintaan barang dipengaruhi oleh perilaku konsumen dalam memenuhi
kebutuhannya dan bagaimana ia memutuskan berapa jumlah barang yang akan
dibeli dalam berbagai situasi. Perilaku konsumen terhadap suatu barang akan
menimbulkan permintaan di pasar yang akan menjadikan dasar hukum permintaan
(cateris paribus). Hal ini terjadi karena ada 2 anggapan pokok untuk dapat
mewujudkan hukum permintaan, yaitu:
1. Kepuasan tiap konsumen dapat diukur dengan uang atau satuan terukur
lainnya. Pendekatan tersebut disebut marginal utility.
2. Tingkat kepuasan konsumen bisa lebih tinggi atau lebih rendah tanpa
mengatakan berapa tinggi atau berapa rendahnya sehingga pendekatan
konsumen tidak bisa dipastikan atau diukur (indifference curve).

Harga

P2 S2
Marginal Utility

S1
P1

Kuantitas
Q2 Q1
Dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Untuk posisi kepuasan S1
Bila harga suatu barang yang ditawarkan dengan sejumlah barang sebesar
Q1 maka akan memenuhi kepuasan konsumen dengan harga produk sebesar
P1 dan bila lebih dari harga P1, maka konsumen akan berpikir panjang unuk
membeli sehingga ada kemungkinan tidak terjadi kepuasan pada konsumen
2. Untuk posisi kepuasan S2
Sama halnya dengan S1, untuk permintaan barang dengan harga P2 akan
dipenuhi oleh produsen atau pasar dengan jumlah barang sebesar Q2 dan
tingkat kepuasan marginal konsumen terpenuhi.

2.5.2 Mekanisme Harga di Pasar


Keseimbangan di pasar akan terjadi apabila jumlah barang yang produksi itu
sama dengan jumlah permintaan suatu barang dari konsumen untuk mencapai
kepuasannya dengan harga tertentu. Inilah yang menjadi dasar terciptanya sebuah
transaksi. Di dalam pasar, terjadi pertemuan kurva permintaan dan kurva
penawaran sehingga tercipta titik keseimbangan (equilibrium). Mekanisme
keseimbangan harga di pasar yang terjadi antara hukum permintaan dan hukum
penawaran adalah sebagai berikut:

Harga
Supply (S)

E
PE

Demand (D)
Kuantitas
QE

Dari grafik diatas, diketahui telah terjadi keseimbangan (equilibrium) antara


jumlah yang diminta konsumen QE dengan jumlah yang ditawarkan oleh
produsen QE dengan harga keseimbangan pasar PE dengan koordinat E (PE;
QE).
2.6 Mengenal Teori Perilaku Konsumen Dalam Menetukan Strategi
Pemasaran dan Promosi
Perilaku konsumen bukan merupakan hal yang mudah dikenali. Terkadang
konsumen mengaakan bahwa ia membutuhkan dan menginginkan sebuah produk
tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. Pemasar perlu mempelajari keinginan,
persepsi, preferensi, dan perilaku konsumen yang sebenarna dalam membeli
produk yang dibutuhkannya. Hal penting untuk dipelajari adalah faktor-faktor
utama perilaku konsumen dalam membeli dan apa yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor penting tersebut adalah sebagai berikut:
1. Faktor budaya
Faktor budaya dari target konsumen yang dibidik sana penting untuk
diketahui dalam proses pembuatan perencanaan strategi pemasaran.
Faktor ini sangat mendasar dalam menentukan perilaku pembelian.
2. Kelas sosial
Budaya feodalisme yang diwariskan sejak zaman dahulu akan sulit
dihilangkan sehingga permasalahan kasta dan kelas sosial begitu melekat
dalam kebudayaan suatu negara. Untuk itu, kelas sosial menentukan
perilaku pembelian dari masyarakat dimana anggota setiap kasta akan
dibesarkan dengan sistem, tata krama, karakter, dan gaya yang berbeda.
3. Keluarga
Keluarga juga dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang.
4. Usia dan tahap siklus hidup
Pembelian suatu produk dapat dibedakan berdasarkan usia dan siklus
hidupnya, seperti produk untuk balita dan anak-anak, berbeda dengan
produk remaja.
5. Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan juga memengaruhi perilaku pembelian. Perilaku seorang
wirausahaan akan berbeda dengan perilaku membeli seorang pegawai.
6. Kondisi ekonomi
Kondisi ekonomi sudah pasti berpengaruh terhadap perilaku membeli
seseorang.
7. Gaya hidup
Gaya hidup orang kota yang kosmopolitan dalam perilaku membelinya
akan berbeda degan orang didesa yang sederhana.

Proses Keputusan Pembelian dari Konsumen


Ada 5 peran yang dimainkan seseorang dalam mengambil keputusan
pembelian, yaitu:
1. Pencetus ide (initiator)
Orang yang pertama kali mengusulkan untuk membeli suatu barang
atau jasa tertentu.
2. Pemberi pengaruh (influencer)
Orang yang pendapatnya dapat memengaruhi keputusan pembelian
seseorang.
3. Pengambil keputusan (decider)
Orang yang memutuskan untuk membeli atas input, pengaruh, dan
pemikirannya sendiri.
4. Pembeli (buyer)
Orang yang melakukan pembelian aktual baik bersifa administratiff
atau prosesnya.
5. Pemakai (user)
Orang yang menggunakan secara langsung suatu barang atau jasa
tertentu dari proses keputusan membeli dan dapat memberikan
feedback atau saran kepada keempat pemberi pengaruh diatas.

2.7 Daur Hidup Produk (Product Life Cycle/PLC)


Suatu produk atau bisnis juga mempunyai siklus hidup dalam proses
perjalanannya. Strategi yang direncanakan selama proses pertumbuhan produk
atau bisnis juga perlu disesuaikan dengan keadaan. Hendro (2011:488)
menyatakan bahwa daur hidup produk terdiri dari 4 tahapan yaitu :
1. Tahap Perkenalan
Terjadi pertumbuhan penjualan yang lambat karena produk baru
diperkenalkan ke pasar. Laba juga belum bisa menutupi biaya overhead
dari keseluruhan usaha. Strategi yang perlu diterapkan pada tahap ini
yaitu inovasi strategi pemasaran dan penjualn dalam menciptakan
perbedaan yang jelas antara produknya dengan produk pesaing.
2. Tahap Pertumbuhan (Growth)
Setelah mampu menutup biaya Overhead dan jumpah produk meningkat,
maka muncul pertumbuhan produk dan juga bisnisnya. Gunakanlah laba
yang diperoleh dengan tepat guna dan berhemat untuk mengantisipasinya
situasi yang tak terduga.
3. Tahap Kedewasaan (Mature)
Tahapan yang telah banyak memberi tingkat penjualan yang besar, cepat
dan tinggi serta memberikan jumlah laba yang lumayan besar. Pada
tahapan ini harus dioptimalkan oleh wirausahawan dengan baik.
4. Tahap Penurunan (Decline)
Tahapan yang palng berbahaya, karean tingkat pertumbuhan laba dan
laju pertumbuhan penjualan mulai menurun. Sehingga diharapkan
wirausahawan melakukan peluncuran produk baru atau re-positioning
produk baru, selain itu strategi pengembangan produk baru juga
diperlukan.

Gambar 1.1 Kurva PLC (Poduct life cycle)


Tahapan yang paling memiliki risiko atau riskan adalah tahapan pengenalan
(Introduction) sebuah produk dan bisnis karena akan memengaruhi hidup matinya
sebuah usaha.

2.8 Teori 7-W tentang Cara Pelanggan Menilai Bisnis


Yang dimaksud Teori 7-W adalah “Sebuah teori yang sering digunakan
oleh sebagian besar pelanggan dalam menilai standar kualitas dari proses, produk,
merek dan cara melayaninya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesan kualitas dari calon pembeli adalah
mengoptimalkan apapun atau semua kontak dengan pancaindra dari calon pembeli
untuk menciptakan kesan kualitas yang akan diolah dan dirasakan didalam hati
dan pikirannya. Faktor-faktor tersebut adalah :
1. What do you see
Indra pertama yang menangkap sinyal-sinyal kualitas yang anda
tawarkan adalah indra penglihatan (mata), Indra penglihatan akan
mengevaluasi apakah segala sesuatu yang ditawarkan akan menstimulus
kesan kualitasnya. Apa yang dilihat calon pelanggan harus menciptakan
impulse buying sehingga dapat masuk ke dalam benak dan pikirannya agar
terjadi pemikiran yang positif untuk menghasilkan kesan kualitas.
Kesan kualitas yang terjadi dan secara berulang-ulang akan
menciptakan persepsi tentang kualitas yang semakin lama semakin kuat. Hal
tersebut merupakan strategi komunikais pemasaran yang paling handal dan
jitu. Branding atau memperkuat merek.
2. What do you smell
Setelah indra penglihatan, indra penciuman juga sering digunakan oleh
calon pelanggan yaitu hidung. Indra penciuman akan mengevaluasi kesan
kualitas seperti masakan atau minuman, kondisi ruangan kantor, kamar
mandi atau WC dll. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk produk raw material
seperti besi, batu, triplek dll. Perlu berhati-hati dalam menawarkan produk
yang berhubungan dengan indra penciuman. Kesan kkualitas kana muncul
dari indra ini.
3. What do you fell
Apa yang dirasakan konsumen tentang pelayanan dna hal-hal lain dari
bisnis. Faktor ini kunci sukses didalam menawarkan produk secara
experienced and emotional marketing. Indra perasa bisa berasal dari hati
atau melalui indra perasa yang sebenarnya yaitu lidah atau mulut.
Semua konsep kualitas akan dievalusi secara dini oleh tiga cara yaitu
see, think (pikiran-rasio), dan feel (benak-hati/emosi) dan ketiganya saling
mendukung didalam mengevaluasi little Q (produk), big Q (oramg yang
membawanya), dan Large Q (bisnisnya). Konsep kualitas ini telah
dievaluasi oleh see, think (pikiran-rasio), dan feel (benak/hati emosi) bisa
menghasilkan kesan kualitas yang bagus (positif).
4. What do you think about your product
Konsep kualitas ini kan dinilai oleh pikiran calon pelanggan (Think)
dan benak calon pelanggan (Feel), baik Little Q (produk), big Q (orang yang
membawanya) dan Large Q (bisnisnya).
5. What do yu touch
Faktor ini terkait apa yang orang sentuh dan rasakan. Hal ini terkait
apabila sebuah restoran atau tempat kantor berdebu, berantakan dan
menimbulkan bau yang tidak sedap dimana-mana. Hal ini pasti akan
menimbulkan kesan kualitas yang megatif.
6. What do you hear
Kesan kualitas yang baik bisa berkembang dari mulut ke mulut,
sehingga langkah awal yang berkualitas positif akan bisa menjadi strategi
marketing yang baik melalui mouth to mouth atau sekarang disebut
horizontal marketing strategy.
Menurut Hendro (2011:495) terdapat 4 strategi marketing secara mouth
to mouth dengan mengubah posisi pelanggan terhadap bisnis anda :
1) Sekedar menginginkan transaksi aja.
2) Menjadi Influencer bagi sekelilingnya.
3) Kemudian, ubahlah menjadi advocator untuk orang lain
disekitarnya (lebih besar lagi).
4) Akhirnya, berkembang menjadi provocator bagi nama bisnisnya.
7. What do you get
Apa yang calon pelanggan dapatkan berawal dari enam kualitas
sebelumnya : see, feel, think, smell, touch dan hear. Yang didapatkan oleh
calon pelanggan pertam kalinya haruslah positif, dimana value of
satisfaction (kepuasan harga dibandingakan biaya yang harus dikeluarkan)
sebanding, bahkan melebihi kepuasan yang diharapkan.
Yang calon pelanggan dapatkan (get) bisa bersifat rasional atau material
(uang, benefit biaya), serta emosional (status, gengsi, kebanggan, suasana,
kenyamanan, aroma harum, enak, santai dsb).

Bisnis yang akan dirintis dengan baik perlu melihat faktor 7-W diatas agar
bisnis bisa berkembang lebih baik. Jangan hanya mengandalkan keberania saja.
Kualitas merupakan dasar dan pijakan awal suatu bisnis untuk mengetahui apakah
bisnis itu bisa berkembang atau tidak.
Jangan mencoba untuk mengejar omzet di awal-awal bisnisnya dengan
tujuan segera menutup overhead sedini mungkin. Omzet itu akan mengikuti,
setelah mampu menciptakan kesuksesan kualitas transaksi yang pertama, kedua
dan seterusnya.

2.9 Menjalankan dan Mengelola Usaha


Sama halnya dengan sebuah produk, kesuksesan sebuah bisnis udah pasti
diawali oleh kesuksesan produk atau jasa yang diterima di pasar. Banyak
wirausahawan yang melupakan konsep daur hidup sebuah bisnis yang bentuknya
tidak jauh berbeda dengan daur hidup produk, sehingga dalam menjalankan bisnis
harus mementingkan kesuksesan sebuah produk yang akan menjadi pijakan
(milestone) dalam mempertahankan bisnisnya.
Rencana bisnis harus mengutamakan strategi peluncuran produk di tahapan
pengenalan (introduction) sehingga target penjualan dapat tercapai dan akan
membuat bisnis terus tumbuh berkembang karena telah memiliki kemampuan
mendapatkan laha (profitability) yang cukup. Seorang wirausahawan harus fokus
pada pertumbuhan bisnis di saat mengawali dan menjalankan bisnisnya seperti
strategi promosi, pemasaran, peluncuran produknya, keuangan, keterampilan
SDM dan sebagainya.
2.9.1 Pelajari dan Pahami Siklus Hidup Bisnis
Dalam siklus hidup bisnis, masalah masalah kritis yang penting akan
dialami oleh seorang wirausahawan bersamaan di saat peluncuran produknya
Tahap tahap penting dalam siklus hidup bisnis dan masalah yang perlu diketahui
oleh seorang wirausalawan adalah sebagai berikut:
1. Tahap Pengenalan Bisnis
Masalah masalah yang sering dihadapi oleh seorang wirausahawan di
saat mulai memperkenalkan bisnisnya adalah sebagai berikut:
a. Produknya tidak diterima di pasar
Produk yang tidak diterima oleh pasar akan mengakibatkan modal
kerja terserap banyak pada biaya overhead. Hal lain yang sering
terjadi adalah peluncuran produk ke pasar pada saat yang tidak
tepat karena adanya tren yang baru.
b. Strategi promosi tidak dapat meyakinkan konsumen
Hal ini akan membuat konsumen mempersepsikan produk yang
jelek yang pada akhirnya sama dengan mempersepsikan
perusahaan yang jelek juga.
c. Pemilihan lokasi usaha yang tidak mewakili persepsi konsumen
Banyak wirausahawan yang menjual produk untuk kalangan kelas
menengah atas tetapi kantor, lokasi, dan hal penunjang lainnya
tidak dapat diasosiasikan dengan kelas produknya, yaitu terpencil,
di kampung atau bahkan di gang yang sempit.
d. Ketidakcukupan kualitas produk untuk bersaing
Hal ini dikarenakan kualitas produk yang tidak memiliki daya saing
sehingga tidak mampu bersaing dengan produk berkualitas lainnya.
Kondisi ini sering dialami oleh wirausahawan pemula.
e. Ketidakcukupan modal untuk menumbuhkan bisnis
Faktor penting di awal bisnis yang dapat nemumbuhkan bisnis
adalah manajemen modal dan investasi. Di dalam bisnis kebutuhan
modal untuk investasi bisnis di bagi 3 tahap, yaitu :
 Tahap kebutuhan modal untuk persiapan hingga peluncuran
sebuah bisnis agar bisa dimulai.
 Tahap kebutuhan modal yang dipersiapkan untuk menutup
ketidak- mampuan laba dalam menutup biaya yang harus
dikeluarkan saat diperkenalkan di pasar.
 Tahap kebutuhan modal untuk investasi dan ekspansi. namun
hal ini dapat didukung dari lembaga keuangan bank atau
investor baru.
2. Tahap Pertumbuhan Bisnis
Dalam tahap ini bisnis dapat berada dalam kondisi menghasilkan laba
(profitable) Jadi wirausahawan mulai berpikir untuk mengamankan
bisnis dari setiap kejadian menyebabkan kondisi perusahaan tidak stabil
dan perubahan di pasar yang dapat salah satunya adalah dengan
berhemat dan menabung guna mengantisipasi hal-hal yang mungkin
terjadi.
3. Tahap Puncak Bisnis
Tahapan ini mempakan tahapan yang paling baik di antara tahapah
tahapan yang lain. Ini berarti wirausahawan harus melakukan
kreativitas kreativitas usaha agar tidak terjadi penurunan bisnis Salah
satunya dengan cara berpikir kreatif untuk mengembangkan dan
mempertahankan bisnis.
4. Tahap Penurunan Bisnis
Pada tahap ini bisnis telah mengalami kemerosotan. Hal ini ditunjukkan
dengan menurunnya tingkat penjualan dan berkurangnya kepuasan
pelanggan sehingga dibutuhkan kerja keras, kreativtas, dan strategi baru
untuk membangkitkannya kembali.
2.9.2 Faktor-faktor Penting dalam Menjalankan Bisnis
Dalam menjalankan bisnis, ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh
seorang wirausahawan untuk membuat besnisnya bisa berjalan dengan baik. Ada
6 faktor penting yang memengaruhi laju pergerakan dan pertumbuhan usaha, yaitu
1. Menjaga kualitas adalah kunci utama untuk bertahan (survive)
2. Fokus sebagai salah satu banci sukses menjalankan bisnis
3. Mengibarkan popularitas merek dengan reputasi karena kualitas
4. Membangun keunggulan proses dan operasional yang prima dengan
sistem manajemen kualitas yang baik
5. Memotivasi sumber daya manusia
6. Manuver dan taktik bisnis untuk keluar dari krisis selama menjalankan
usaha

Menjaga Kualitas Adalah Kunci Utama untuk Bertahan (Survive)


Telah kita ketahiui bahwa syarat utama bisnis dapat bertahan dan tetap eksis
di pasar dalam persaingan yang super ketat seperti sekarang ini adalah tingkat
kualitas produk yang selalu dijaga dengan mempertahankan tingkat popularitas
produk dan bisnis di mata pelanggan. Konsumen membeli sebuah produk dengan
2 manfaat langsung, yaitu manfaat fungsional (kualitas) dan manfat emosional
(popularitas). Kualitas dan popularitas selalu menyatu utuh yang tidak dapat
dipisahkan seperti keping mata uang, karena jika salah satu dipisahkan maka
bisnis akan mengalami masalah Menjaga konsistensi kualitas dengan menerapkan
prosedur sistem mutu akan membuat londasi kinerja operasional bisnis terbangun
dengan baik, setelah itu fokus pada bisnisnya.

Fokus Sebagai Salah Satu Kunci Sukses Menjalankan Bisnis


Tugas utama seorang wirausahawan adalah menemukan masa depan
bisnisnya dalam arti menentukan dan mengambil langkah-langkah yang tepat
dalam usahanya menjadikan bisnis tumbuh dan berkembang. Pada fokus ada 2
fungsi dasar dalam menjalankan dan menumbuhkan sebuah bisnis yaitu
pemasaran dan inovasi Namun sekarang ini kedua hal itu tidaklah cukup. Kini
seorang wirausahawan haruslah fokus pada kualitas, pemasaran vang bertujuan
untuk membangun merek dan popularitas serta terus berinovasi. Saat ini,
perusahaan harus dituntut untuk fokus pada pertumbuhan bisnisnya. Tidak fokus
pada pertumbuhan bisnisnya akan membuat perusahaan kehilangan arah dan juga
berkurang kekuatan untuk tumbuh. Kesalahan fatal ini membuat perusahaan sulit
kembali ke posisi semula dan dapat membuat bisnis mengalami masalah yang
berat. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan agar berpikir fokus bisa
membuat bisnisnya terus tumbuh, Caranya adalah :
1. Persempit fokus pertumbuhan bisnis. Ini sering berlawanan dari
filosofi pertumbuhan bisnis yang cenderung mencari kontribusi laba dari
strategi memperbanyak produk yang ditawarkan ke pasar, sedangkan
fokus justru melakukan pemusatan startegi pada bisnis intinya dengan
produk yang mendatangkan laba
2. Fokus pada kualitas terlebih dahulu, bukan pada kuantitas.
Terkadang wirausahawan lupa pada dasar utama pertumbuhan suatu
bisnis yang dibangun dengan fondasi kualitas, tetapi lebih mementingkan
untuk mengejar omzet sebanyak-banyaknya hingga tidak terasa bisnisnya
ambruk.
3. Fokus pada usaha-usaha untuk mencari sumber bahan baku yang
berkualitas dengan harga yang lebih baik. Caranya adalah dengan
menawarkan kerja sama jangka panjang, pemusatan pemasok untuk
tumbuh bersama-sama, dan jaringan yang kuat.
4. Mendaptkan harga yang lebih rendah akan dapat menjual produk
dengan harga yang lebih baik. Suatu cara untuk membuat bisnis dapat
bersaing dengan yang lain adalah menjual produk dengan harga yang
lebih baik dibanding yang lainnya
5. Fokus pada saat mendominasi kategori produk. Fokus pada kategori
produk diyakini dapat sukses di pasar dan melakukan dominasi pasarmya
sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan menguntungkan.
6. Fokus pada pertumbuhan bisnis. Caranya adalah dengan terus
berinovasi karena jika tidak terus berinovasi maka bisnis akan mati
7. Fokus dengan cara menanamkan nama yang mudah dikenal di
benak konsumen. Hal ini digunakan agar konsumen dapat dengan
mudah mengingat merek dengan baik di dalam benaknya. Contoh :
BMW - Selangkah di Depan, Nokia - Connecting The People, Toyota -
Moving Forward.
Manfaat dari Fokus pada Pertumbuhan Bisnis
1. Efek persepsi dari pelanggan terhadap bisnis Anda menciptakan efek
spesialis atau ahli di bidangnya.
2. Efek persepsi pemimpin (leader). Fokus pada pertumbuhan bisnis akan
membuatnya lebih ahli dan terus menjadi yang terbaik hingga tidak terasa
bisnisnya telah menjadi pimpinan di pasar (market leader).
3. Efek harga premium (price leadership). Fokus pada bisnis akan membuat
persepsi spesialis sehingga harga yang ditawarkan kepada konsumen dapat
lebih tinggi dari produk lain yang sejenis.
4. Efek merek dan nama yang dikenal. Fokus pada bisnis akan membuat
konsumen manganggap bahwa perusahaannya adalah perusahaan yang
lebih uhli, berkualitas dan terkenal, untuk itu harganya berbeda. Hal ini
akan membuat merek dan nama perusahaan semakin meroket dan populer
hingga tercipta sebuah reputasi.
5. Efek Energizer dan sumber energi. Telah dikedahui bahwa fokus akan
memberikan kekuatan dan energi tambahan bagi seorang wirausahawan
untuk menjadi lebih mengetahui bisnis tersebut, berpengalaman, dan
mudah melakukan inovasi sentuhan kreativitas akan membuat
wirausahawan inovasi terbaik di bidangnya

Mengibarkan Popularitas untuk sebuah Reputasi dengan Mempertahankan


Kualitasnya
Reputasi terdiri dari popularitas dan kualitas yang didukung oleh konsistensi
dan waktu jika di rumuskan akan menjadi :

REPUTASI = POPULARITAS + KUALITAS + WAKTU

Cara jitu untuk membuat bisnis berjalan dengan baik adalah menumbuhkan
aspek popularitas dan kualitas secara bersama-sama, yaitu
1. Aspek populeritas dengan strategi pemasaran dan inovasi.
2. Aspek kualitas dengan menerapkan sistem mutu (quality system) di
dalam proses dan perencanaan produknya.
Dalam menciptakan popularitas bisnis, semua itu tidak lepas dari
kesuksesan sebuah strategi iklan atas promosi bisnisnya. Iklan sebuah bisnis
dinyatakan akan berhasil memengaruhi konsumen dan mempopulerkan sebuah
bisnis apahila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Bersifat pengulangan (repetition)
Iklan akan berpengaruh kuat bagi konsumen apabila mampu memberikan
kesan yang kuat di benak konsumen dengan cara menciptakan efek
pengulangan (repetition) Dengan pengulangan, benak konsumen akan
terisi nama merek perusahaan dan pesan yang dikomunikasikan
kepadanya.
2. Bersifat melindungi (protecting)
Iklan harus bisa melindungi pesan pesan yang disampaikan kepada
konsumen agar tidak mudah terpengaruh dan dipengaruhi oleh iklan dari
produk dan bisnis lain. Setiap hari jam, dan menit beribu-ribu pesan
masuk dalam pikiran konsumen
3. Bersifat menghapus (eraser)
Kekuatan utama sebuah iklan akan dapat membuat bisnis dan produknya
semakin populer bila pesan, kesan, dan kata-kata yang disampaikannya
bisa menghapus dari ingatan, pikiran, dan kesan atuu persepsi tentang
produk lain dan terkikis perlahan-lahan seiring dengan efek pengulangan
dan efek perlindungan yang dilakukan perusahaan.
4. Menciptakan kesan yang sensasional (sensational effoc)
Popularitas tercipta dengan proses bukan secara instan dan waktu yang
pendek oleh sebab itu, popularitas membutuhkan strategi iklan yang
terpadu (integrated marketing communication) dan berkelanjutan
(continuous advertising concept)
5. Menciptakan motivasional dan keyakinan (motivational)
Pesan iklan yang disampaikan kepada calon konsumen bila tidak
menimbulkan motivasi yaitu keyakinan, kepercayaan, dan kesadaran
akan kebutuhan suatu produk maka iklan tersebut tidak efektif dan
ditinggalkan konsumen.
Membangun Keunggulan Proses dan operasional yang Prima dengan Sistem
Kualitas
Hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang wirausahawan agar
bisnisnya tetap dan terus dipercaya oleh pelanggan adalah membangun bisnis
berkualitas. Itu berarti membangun sistem manajemen kualitas. konsep ini disebut
dengan building trust to retain your customer dan inilah cikal bakal dari konsep
membangun popularitas. Jadi, semakin populer karena semakin banyak koin
reputasi yang telah dikumpulkan oleh sistem pelayanan dan operasional yang
berkualitas hingga menumpuk tinggi seperti gunung koin emas yang tidak mudah
runtuh bila terjadi keluhan-keluhan pelanggan terhadap kelemahan sebuah bisnis.
Membuat sistem manajemen operasional yang berkualitas harus mempunyai
konsep tentang sistem manajemen mutu. Salah satu referensi yang bisa digunakan
dan perlu diketahui adalah sistem manajemen mutu berbasis ISO 9000. Seperti
kata pakar bisnis yaitu Peter Drucker bahwa "hidup matinya sebuah bisnis terlalu
penting untuk diserahkan pada departemen penasar. Karena proses pemasaran saat
ini tidak hanya aspek pemasaran saja dan harus melibatkan seluruh pelaku
organisasi sehingga sistem manajemen pemasaran juga dibangun oleh setiap
individu dalam organisasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan
fondasi sistem manajemen mutu yang baik.

Mengenal Manfaat Sistem, Manajemen Mutu ISO 9000 Dalam Kesukesan


Bisnis
Perusahaan yang maju dibangun oleh kreativitas dan didasari oleh sistem
yang konsisten, efisien dan efektif. Perusahaan harus menjaga mutu produk baik
secara langsung maupun tidak langsung agar produk tetap mempunyai standar dan
mutu yang sama. Jenis standarisasi yang berhubungan dengan produk adalah:
1. Standar Mutu Produk, contohnya adalah SNI (Standar Nasional
Indonesia), label hala dan lain lain.
2. Standar Teknis ke Laboratorium (ISO Guide 25)
3. Standar Sistem Manajemen Mutu (ISO 9000)
4. Standar Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14000)
5. Standar Pengenalan Proses Penting Produksi pada Industri Pangan.
Contohnya adalah HACCP (Hazard Analytic Critical Control Point)

A. ISO 9000
yakni Standar Sistem Manajemen Mutu, yaitu untuk menjaga konsistensi
mutu produk yang dihasilkan. Hal penting yang perlu diketahui adalah:
1. Dalam sistem manajemen mutu diperlukan adanya departemen sistem
pengendalian mutu (quality control departemn) yang ditugaskan untuk
mengendalikan, mengawasi, mengaudit dn memastikan bahwa sistem
manajemen mutu bejalan dengan baik.
2. Konsentrasi pengendalian mutu diawali dari:
a. Aktivitas inspeksi yang memeriksa produk dan menerima yang
memenuhi syarat serta menolak yang tidak memenuhi syarat
b. Aktivitas proses dan memastikannya
c. Aktivitas pengendalian produk akhir
3. Melakukan review dan tindakan perbaikan sistem mutu
4. Memastikan semua kegiatan pekerjaan dicatat dan dikerjakan
B. Evolusi mutu
adalah proses menemukan mutu terbaik dan sesuai standar, evolusi mutu
telah dilakukan mulai zaman dahulu. Tahapan evolusi dan proses sistem
manajemen mutu adalah sebagai berikut:
1. Inspeksi
2. Pengendalian mutu
3. Pemastian mutu
4. Manajemen mutu
C. Manfaat
diterapkannya sistem manajemen mutu adalah:
1. Memberikan ‘kemampuan telusur’ bagi manajer atau pengusaha ketika
mengahadapi masalah cacat produk, keluhan atas malfungsi produk dan
terhadap sistem pelayanan sehingga bisa ditelusuri penyebab serta
solusinya.
2. Memberikan cara praktis untuk dan sistematis dalam menjaga mutu
produk
3. Memastikan konsistensi operasional dalam setiap proses pekerjaan yang
ingin diterapkan sistem mutu
4. Membuat mutu produk atau jasa mampu bersaing di pasar nasional
maupun pasar global
5. Menentukan secara jelas sistem pertanggungjawaban serta wewenang para
pekerja
6. Mendokumentasikan prosedur kerja secara baik dan tersistem melalui
audit
7. Memberi nilai tambah untuk meyakinkan dan membentuk loyalitas
konsumen
8. Meningkatkan citra dan daya saing
9. Membuat sistem pengendalian mutu yang prima, efisien dan efektif
10. Meningkatkan produktivitas kerja
11. Mengadakan pelatihan yang baik
12. Meningkatkan pertumbuhan bisnis dikarenakan adanya tindakan
perbaikan, inovasi dan perencanaan proses secara terus menerus
Bisnis dapat berjalan lancar, langgeng dan tumbuh dengan baik kuncinya
adalah dengan menerapkan standarisasi mutu dalam segala bidang. ISO 9000
adalah kunci utama untuk membangun fondasi bisnis yang lebih berkualitas.

Klausal-Klausal Dalam Iso 9000


Konsep dasar ISO 9000 adalah mencatat apa yang dikerjakan dan
mengerjakan apa yang dicatat. Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai
standart pada Sistem Manajemen Mutu adalah:
1. ISO 9000 telah diadopsi oleh hampir seluruh negara didunia
2. Jenis-jenis ISO 9000 ada 3 yaitu:
a. ISO 9001. Untuk kategori konsep perencanaan dan terdiri dari 20
klausal
b. ISO 9002. Fokusnya pada proses tanpa perencanaan dan desain yang
terdiri dari 19 klausal
c. ISO 9003. Terdiri dari 16 klausal
3. Sertifikat ISO 9000 dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi naisonal maupun
internasional

Klausal klausal dalam ISO 9000 yang menjadi standar acuan perencanaan
Sistem Manajemen Mutu dibagi menjadi 4 bagian utama yaitu:
1. Klausal peran manjemen – 5 klausal
a. Tanggung jawab dari manejemen yang berisi tentang tanggung jawab
apa saja yang ingin dilakukan kepada pelanggan, karyawan, pemasok,
kreditor atau investor, pemegang saham dan mitra bisnis
b. Sistem mutu akan diterapkan dalam perusahaan, terdiri dari:
 Pedoman mutu
 Prosedur sistem mutu
 Dokumen mutu
c. Tindakan koreksi dan pencegahan bila terjadi kesalahan proses,
produk atau jasa
d. Audit mutu internal untuk memastikan sistem mutu berjalan dengan
baik
e. Pelatihan yang direncanakan guna memastikan staf dan karyawan
dapat melaksanakan sistem manajemen mutu dengan baik dan benar
2. Klausal pengendalian dan manajemen proses – 6 klausal
a. Pengendalian rancangan atau desain (khusus ISO 9001)
b. Pengendalian dokumen dan data, baik sistem, cara dan penanganannya
c. Identifikasi dan mampu menelusur produk
d. Pengendalian proses:
 Proses produksi
 Proses penerimaan
 Proses pelayanan dan lain-lain
e. Penanganan, penyimpanan, pengemasan, pengawetan dan pengiriman
produk kepada pelanggan
f. Pelayanan kepada pelanggan, calon pelanggan, dan purnajualnya
3. Sistem Verifikasi Produk – 6 klausal
a. Sistem inspeksi dan pengujiannya
b. Pengendalian alat inspeksi, pengukuran dan pengujian agar tetap
berfungsi dengan baik
c. Status atau hasil inspeksi dan pengujian menentukan bagaimana
barang dapat dikaetahui posisi dan statusnya dan apa yang akan
dilakukan terhadap produk tersebut, dibuang, dikembalikan pada
pemasok atau sebagainya
d. Pengendalian produk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang
telah ditetapkan oleh perusahaan dituangkan dalam:
 Target atau sasaran mutu
 Kebijakan mutu
 Nilai-nilai yang lebih ditetapkan oleh perusahaan
e. Pengendalian rekaman (cacatan) dari hasil mutu
f. Teknik analisa data statistik untuk tujuan strategis
4. Berhubungan dengan pihak luar (eksternal) – 3 klausal
a. Tinjauan kontrak (ke arah eksternal)
Pelanggan, sub kontraktif, penerimaan jasa atau penerima barang dan
jasa perlu disusun, dibuat dan direncanakan serta dituangkan dalam
bentuk
 MoU (Memorandum of Understanding)
 Kontrak kerja dengan konsumen
 Kesepakatan pembelian dengan konsumen
 Surat Perintah Kerja (SPK)
 Perjanjian kerja dan lain-lain
b. Pembelian (ke arah eksternal)
Pemberlakuan sistem manajemen mutu di bagian pembelian bahan
baku dan pengadaan barang
c. Pengendalian produk milik pelanggan
Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 telah dirancang dan disusun sedemikian
rupa dari awal hingga akhir bertujuan untuk agar pelanggan percaya pada produk
perusahaan dan membangun loyalitas pelanggan serta agar bisnis perusahaan tetap
dapat bersaing diluar

Manuver Taktik Bisnis Selama Menjalankan Bisnis


Manuver bisnis yang sering dilakukan adalah:
1. Melakukan inovasi produk
2. Meningkatkan fasilitas-fasilitas baru
3. Menciptakan citra, gengsi, status dan nilai emosional atas kepemilikan
produk perusahaan
4. Menciptakan jaringan untuk menguatkan merek dan pasar
5. Melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk
meningkatkan citra perusahaan.
Semua manuver diatas dilakukan untuk menumbuhkembangkan bisnisnya.
Tumbuh kembang bisnis sangat dipengaruhi oleh perubahan, strategi bisnis, taktik
bisnis, program perusahaan dan cara memotivasi karyawan.
BAB III
KESIMPULAN

Ketika seorang wirausahawan mengelola suatu bisnis harus selalu sadar


akan perubahan. Perubahan yang dapat mempengaruhi bisnis dalam hal apapun.
Mengevaluasi setiap strategi yang telah direncakan untuk tujuan mengatasi
ketatnya persaingan dan mengantisipasi perubahan yang terjadi maupun yang
akan terjadi. Setiap bisnis membutuhkan skill dan intuisi wirausahawan yang
tajam untuk sebuah bisnis berjalan dengan semestinya. Dalam awal memulai
bisnis wirausahwan pasti memiliki kendala masing-masing, jadi seorang
wirausahwan harus benar-benar membaca situasi yang ada.
Hal yang perlu wirausahawan ketika memulai untuk membuat bisnis yakni
mengenai perilaku para konsumen yang akan disasar. Tujuannya agar
wirausahawan mengetahui calon konsumen potensial untuk produknya, serta
untuk merencanakan strategi promosi dalam mulai penjualan produk.
DAFTAR PUSTAKA

Hendro. 2011. Dasar-Dasar Kewirausahaan. Erlangga: Jakarta


Fadillah, Haris. 2012. Pengembangan Usaha. (Online)
https://harrisfadilah.wordpress.com/2012/04/17/pengembangan-usaha/, diakses
tanggal 4 Februari 2017.

Anda mungkin juga menyukai