Anda di halaman 1dari 2

Contoh kasus 1

Seorang pasien pria usia 32 tahun datang ke apotik dengan keluhan sakit pada pipi sebelah
kiri. Pasien juga mengatakan bahwa gusi gigi gerahamnya mengalami mengalami
pembengkakan.
Pilihan obat yang diberikan :

Dosis
 Orang dewasa dan remaja: 200- 400 mg setiap 4 hingga 6 jam, tergantung dengan
kebutuhan dan rasa sakit yang dirasakan. Batas dosis yang paling tinggi adalah 3200
mg/hari (jika mendapatkannya dari resep).
 Anak diatas 6 bulan: dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Dosis ini biasanya
ditentukan oleh dokter, tetapi biasanya 10 mg/kg setiap 6-8 jam sekali atau 40 mg/kg
per hari.
 Bayi di bawah usia 6 bulan, dosis harus ditentukan oleh dokter.
Indikasi
 Rasa sakit ringan hingga sedang: sakit gigi, migrain dan nyeri haid.
 Menurunkan demam: misalnya, ketika seseorang mengalami flu (influenza),
 Rasa sakit dan peradangan (kemerahan dan bengkak).
 Meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat keseleo, seperti cedera olahraga.
Kontra indikasi
 Tidak boleh pada seseorang yang alergi terhadap ibuprofen atau obat NSAID lainnya.
 Tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti
saat ini atau baru-baru ini mengalami ulkus lambung (tukak lambung), atau riwayat
reaksi buruk terhadap NSAID.
 Hati-hati penggunaan orang-orang tua, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu,
termasuk asma atau penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati.
 Sebaiknya, wanita hamil tidak menggunakan obat ini kecuali direkomendasikan oleh
dokter.
Efek samping
 Mual (rasa ingin muntah)
 Muntah Diare (buang air besar encer)
 Gastritis (sakit maag)
 Sakit perut