Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH

INSTRUMEN KEUANGAN
Dosen Pengampu: Nurul Badriyah, SE, M.Ak

DISUSUN OLEH:

DEVI AYU LESTARI (1602110184)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS RIAU

2017
DAFTAR ISI

A. INSTRUMEN KEUANGAN PSAK 50 ....................................................... 1


1.1 Definisi ............................................................................................................ 1
1.2 Pemisahan Liabilitas dan Ekuitas.................................................................... 2
1.3 Instrumen Keuangan Majemuk ....................................................................... 7
1.4 Saham Treasuri, Bunga, Dividen, Kerugian/Keuntungan ............................... 6
1.5 Saling Hapus Atas Asset dan Liabilitas .......................................................... 8

B. INSTRUMEN KEUANGAN PSAK 55 ....................................................... 8


2.1 Definisi dan Klasifikasi .................................................................................. 8
2.2 Derivatif Melekat ............................................................................................ 11
2.3 Pengakuan dan Penghentian Pengakuan ........................................................ 13
2.4 Pengukuran Awal, Pengukuran Selanjutnya, Reklasifikasi, Penurunan Nilai 13
2.5 Lindung Nilai .................................................................................................. 17

C. INSTRUMEN KEUANGAN PSAK 60 ....................................................... 18


3.1 Kelas dan Tingkat Pengungkapan ................................................................... 18
3.2 Signifikansi ..................................................................................................... 19
3.3 Sifat dan Cakupan Risiko ................................................................................ 26
3.4 Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif ........................................................ 26

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 27

i
PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian

1.1 Definisi

Instrumen keuangan (financial instruments) adalah setiap kontrak yang


menambah nilai aset keuangan (financial assets) entitas dan liabilitas keuangan
(financial liability) atau instrumen ekuitas (equity instruments) entitas lain. Maka
dari itu Instrumen keuangan dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Aset keuangan merupakan setiap aset yang berbentuk:
 Kas
 Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain
 Hak kontraktual untuk menerima kas atau aset dan mempertukarkan aset
keuangan
 Kontrak yang mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen
ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan non-derivatif dan
derivatif.

2. Kewajiban Keuangan adalah setiap kewajiban yang berupa:


 Kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain
dan untuk mempertukarkan instrumen keuangan lain dengan kondisi
yang tidak menguntungkan entitas tersebut.
 Kontrak yang akan mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan
sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.

3. Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual


atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya.

1
1.2 Pemisahan Liabilitas dan Ekuitas

Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus


mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponen-komponennya sebagai
kewajiban keuangan, aset keuangan atau instrumen ekuitas sesuai substansi
perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan, aset keuangan dan
instrumen ekuitas. Disebut intrumen ekuitas jika dan hanya jika memenuhi
persyaratan:
a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk:
1. Menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
2. Mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit.
b) jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas
yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan:
1. Nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk
menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang
diterbitkan entitas; atau
2. Derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah
tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas
yang diterbitkan entitas.
Fitur penting yang membedakan antara instrumen kewajiban dan instrumen
ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual satu dari pihak instrumen keuangan
untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang berpotensi tidak
menguntungkan penerbit. Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk
hukum berupa ekuitas tetapi secara substansi merupakan kewajiban dan bentuk
lainnya mungkin berupa kombinasi dari fitur instrumen ekuitas dan fitur
instrumen kewajiban. Contoh:
a. Saham Preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli kembali
saham tersebut dengan harga atau harga pada tanggal yang dapat ditetapkan.
b. Instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk
menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik secara kas atau secara
aset keuangan lainnya. Contoh reksadana terbuka, perwalian, persekutuan
dan persekutuan yang tergabung dalam kerjasama operasi.

2
Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyelesaian
kewajiban kontraktualnya berupa penyerahan kas atau aset keuangan
lainnya,maka termasuk kewajiban keuangan. Contoh, jika entitas terbatas untuk
memenuhi kewajiban kontraktualnya tidak membatalkan kewajiban kontraktual
entitas tersebut dan bergantung pada pelaksanaan hak untuk menembus kembali
oleh pihak lawan.

Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menciptakan kewajiban


kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya dapat secara
tidak langsung menciptakan kewajiban melalui persyaratandan kondisi yang ada
padanya. Contoh: dalam kewajiban non-keuangan, Jika entitas dapat
menghindari kewajiban untuk mentransfer kas atau aset keuangan lainnya hanya
dengan menyelesaikan kewajiban non-keuangannya dan jika dalam
penyelesaiannya, entitas akan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya dan
saham yang diterbitkan entitas. Dalam situasi apapun, pemegang instrumen
secara substansi memperoleh jaminan untuk menerima suatu jumlah yang
minimal.

Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas semata-mata karena


kontrak tersebut menyebabkan penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas
yang diterbitkan entitas. Hak atau kewajiban kontraktual tersebut dapat berupa
nilai yang ditetapkan atau nilai yang fluktuatif, misalnya harga komoditas,
tingkat suku bunga, atau harga instrumen keuangan. Contoh: Kontrak untuk
menyerahkan instrumen ekuitas senilai UMU 100’ atau senilai 100 ons emas.
Kontrak jenis ini merupakan kewajiban keuangan bagi entitas walaupun entitas
tersebut dapat menyelesaikan dengan instrumen ekuitasnya. Kontrak tersebut
tidak memberikan hak nilai residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh
kewajibannya.

3
Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan penyerahan instrumen
ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti aset
keuangan lainnya atau kas merupakan istrumen ekuitas. Contoh opsi saham yang
diterbitkan kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan yang
memberi hak kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan entitas
dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan harga yang telah ditetapkan atau
untuk membeli obligasi dengan nilai pokok yang telah ditetapkan. Perubahan
nilai wajar instrumen ekuitas tidak akan diakui di dalam laporan keuangan.

Kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali instrumen


ekuitasnya baik dengan kas atau aset keuangan lainnya akan menambah
kewajiban keuangan entitas sebesar nilai kini dari nilai penebusannya(contoh
sebesar nilai kini dari harga pembelian kembali kontrak forward, contoh
membeli instrumennya secara kas, harga pelaksanaan opsi atau atau nilai
penebusan lainnya). Ketentuan ini berlaku sekalipun kontrak ini adalah
instrumen ekuitas. Jika kontrak jatuh tempo tanpa ada penyerahan maka nilai
tercatat dari kewajiban direklasifikasi menjadi ekuitas. Kontrak yang akan
diselesaikan oleh entitas dengan menyerahkan atau menerima instrumen ekuitas
dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan
lainnya dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset keuangan atau kewajban
keuangan. Contoh kontrak yang mewajbkan entitas menyerahkan 100 lembar
instrumen ekuitas sebagai pengganti kas setara dengan 100 ons emas.

1.3 Instrumen Keuangan Majemuk

Penerbit instrumen keuangan non-derivatif mengevaluasi persyaratan


instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut
mengandung komponen ekuitas dan kewajiban. Komponen tersebut harus
diklasifikasikan secara terpisah sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan dan
instrumen ekuitas. Entitas mengakui secara terpisah komponen-kompnen
instrumen keuangan yang:

 Menimbulkan kewajiban keuangan bagi entitas


 Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk menkonversi instrumen
keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.

4
Contoh obligasi konversi yang dapat dikonversi oleh para pemegangnya menjadi
saham biasa yang telah ditetapkan. Dari sudut pandang entitas, instrumen ini
terdiri dari dua komponen: liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk
menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya) dan instrumen ekuitas (opsi beli
yang memberikan hak pada pemegangnya selama jangka waktu tertentu untuk
mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah
ditetapkan).

Ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan majemuk dialokasikan


pada komponen ekuitas dan kewajiban, maka komponen ekuitas yang
dialokasikan adalah nilai sisa dari nilai wajar instrumen keuangan secara
keseluruhan dikurangi dengan nilai komponen kewajiban yang ditetapkan secara
terpisah. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan dari pengakuan
awal komponen-komponen instrumen secara terpisah.

Nilai tercatat komponen kewajiban ditentukan dengan mengukur nilai wajar


kewajiban serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas. Nilai tercatat instrumen
ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengonversi instrumen tersebut menjadi
saham biasa ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar kewajiban
keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan.

Pada saat dilakukan konversi atas instrumen yang dapat dikonversi pada saat
jatuh tempo, entitas menghentikan pengakuan komponen kewajiban dan
mengakuinya sebagai ekuitas. Komponen awal dari ekuitas tetap sebagai ekuitas
(meskipun komponen tersebut mungkin dipindahkan dari satu pos ke pos lainnya
dalam ekuitas). Tidak terdapat pengakuan keuntungan atau kerugian pada saat
dilakukan konversi saat jatuh tempo.

Ketika entitas menghapuskan instrumen yang dapat dikonversi sebelum jatuh


tempo melalui penebusan atau pembelian kembali secara dini yang tidak
mengubah hak konversi semula, maka pada tanggal transaksi entitas
mengalokasikan jumlah yang dibayarkan serta biaya transaksi untuk pembelian
kembali atau penebusan secara dini tersebut ke dalam komponen liabilitas dan
komponen ekuitas instrumen tersebut.

5
Metode yang digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dibayarkan dan
biaya transaksi pada setiap komponen yang terpisah harus konsisten dengan
metode yang digunakan untuk alokasi awal pada setiap komponen yang terpisah
atas hasil yang diperoleh dari penerbitan instrumen yang dapat dikonversi
tersebut.

Sekali alokasi pembayaran tersebut dilakukan, maka setiap keuntungan atau


kerugian yang timbul diperlakukan sesuai prinsip akuntansi yang dapat diterapkan
pada komponen terkait, sebagai berikut: (a) jumlah keuntungan atau kerugian
yang terkait dengan komponen kewajiban diakui dalam laporan laba rugi; dan (b)
jumlah pembayaran yang terkait dengan komponen ekuitas diakui dalam ekuitas.

Entitas dapat mengubah persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk


mendorong dilakukannya konversi dini, contohnya dengan menawarkan rasio
konversi yang lebih menarik atau menawarkan pembayaran ekstra jika konversi
dilakukan sebelum tanggal yang ditetapkan. Perbedaan, pada tanggal dilakukan
perubahan persyaratan, antara nilai wajar dari pembayaran yang diterima
pemegang instrumen pada saat dilakukan konversi berdasarkan persyaratan yang
telah diubah dan nilai wajar dari pembayaran yang akan diterima pemegang
instrumen berdasarkan persyaratan awal diakui sebagai kerugian dalam laporan
laba rugi.

1.4 Saham Treasuri, Bunga, Dividen, Kerugian/Keuntungan


a. Saham Treasuri
Jika entitas. memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, maka instrumen
tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan
instrumen ekuitas entitas tersebut tidak diakui dalam laba rugi. Saham treasuri
tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh
anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Imbalan yang
dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas.

6
Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah, dalam
Iaporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan
PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan. Entitas mengungkapkan sesuai
dengan PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi jika saham treasuri
diperoleh oleh pihak-pihak berelasi.

b. Bunga, Dividen, Kerugian/Keuntungan


Bunga, dividen, keuntungan, dan kerugian yang terkait dengan instrumen
keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai
pendapatan atau beban dalam laba rugi. Distribusi kepada pemegang
instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas, setelah
dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Biaya transaksi yang timbul dari
transaksi ekuitas, dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi
dampak pajak penghasilan terkait.
Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen
ekuitas menentukan apakah bunga, dividen, kerugian dan keuntungan terkait
dengan instrument tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
laporan laba rugi. Jadi, pembayaran dividen atas saham yang sepenuhnya
diakui sebagai liabilitas, diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran
bunga atas obligasi. Demikian juga, keuntungan dan kerugian yang terkait
dengan penebusan atau pembiayaan kembali liabilitas keuangan diakui dalam
laporan laba rugi, sedangkan penebusan atau pembiayaan kembali instrumen
ekuitas diakui sebagai perubahan ekuitas.

1.5 Saling Hapus atas Asset dan Liabilitas


Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
 Saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
 Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

7
Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan, maka entitas tidak boleh melakukan saling
hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait. Untuk memenuhi
kriteria saling hapus, entitas saat ini harus memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus. Ini berarti bahwa hak saling hapus:
 harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan; dan
 harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan, sebagai
berikut:
• situasi bisnis yang normal;
• peristiwa kegagalan; dan
• peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari entitas dan seluruh pihak
lawan.

PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan Dan Pengukuran

2.1 Definisi dan Klasifikasi


 Definisi Derivatif
Derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain dengan tiga
karakteristik berikut ini:
a. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan dalam suku bunga, harga
instrumen keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks
harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau
variabel lainnya yang telah ditentukan, sepanjang untuk variabel non
keuangan bukan merupakan variabel yang ditentukan secara khusus bagi
para pihak dalam kontrak tersebut
b. Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal
neto dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang
dibutuhkan untuk kontrak sejenis lainnya yang diperkirakan akan
menghasilkan pengaruh yang sama terhadap perubahan faktor pasar.
c. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa mendatang.

8
 Aset keuangan atau kewajiban keuangan yang dinilai pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan atau kewajiban keuangan yang dinilai pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan atau kewajiban keuangan
yang memenuhi salah satu kondisi berikut ini:
a. Aset keuangan atau kewajiban keuangan yang diklasifikasikan dalam
kelompok diperdagangkan.
b. Pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh entitas pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi.

 Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo


Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non
derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya
telah ditetapkan, serta entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan
untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo kecuali:
a. Investasi yang sebelum pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan
yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
b. Investasi yang ditetapkan oleh entitas dalam kelompok tersedia untuk
dijual
c. Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.

 Pinjaman yang diberikan dan piutang


Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangannon derivatif
dengan pembayaran tetap atau telahditentukan dan tidak mempunyai kuotasi
di pasar aktif, kecuali:
a. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkanoleh entitas
untuk dijual dalam waktu dekat(near term), yang diklasifikasikan dalam
kelompokdiperdagangkan, dimana sebelum pengakuan awaloleh entitas
ditetapkan sebagai aset keuangan yangdinilai pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
b. Pinjaman yang diberikan dan piutang yang sebelumpengakuan awal
ditetapkan dalam kelompok tersediauntuk dijual

9
c. Pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak
akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali
yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yangdiberikan dan
piutang, dan diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual.

 Aset keuangan tersedia untuk dijual


Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah aset keuangannon derivatif
yang ditetapkan sebagai tersedia untukdijual atau tidak diklasifikasikan
sebagai:
a) Pinjaman yang diberikan atau piutang
b) Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
c) Aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

 Tainting
Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi
dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun
waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi
dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak
signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo Kecuali penjualan
atau reklasifikasi tersebut dilakukan:
1. Mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali (contohnya,
kurang dari tiga bulan sebelum jatuh tempo)

2. Setelah entitas telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok


aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau entitas telah
memperoleh pelunasan dipercepat; atau

3. Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali entitas, tidak
berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh entitas.

10
2.2 Derivatif Melekat
Derivatif melekat merupakan komponen dari instrumen campuran
(hybrid instrument) atau instrument yang digabungkan (combined
instrument) di mana di dalamnya termasuk pula kontrak utama non
derivatif, yang mengakibatkan sebagian arus kas yang berasal dari instrument
yang digabungkan bervariasi seperti derivatif yang berdiri sendiri.
Derivatif melekat menyebabkan sebagian atau seluruh arus kas yang
dipersyaratkan dalam kontrak, dimodifikasi menurut variabel yang telah
ditentukan, antara lain: suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas,
nilai tukar mata uang asing, indeks harga atau indeks suku bunga, peringkat
kredit atau indeks kredit, atau variabel lainnya. Untuk variable non keuangan,
variabel tersebut tidak berkaitan dengan pihak-pihak dalam kontrak. Derivatif yang
dilekatkan pada instrument keuangan tetapi dalam kontraknya dapat dipindah
tangankan secara terpisah dari instrumen keuangannya, atau dimiliki oleh pihak
lawan yang berbeda dari instrumen keuangannya, bukan merupakan derivatif
melekat, tetapi merupakan instrument keuangan terpisah.
Derivatif melekat harus dipisahkan dari kontrak utamanya dan dicatat
sebagai derivatif berdasarkan Pernyataan ini, jika dan hanya jika:
a) Karakteristik ekonomi dan risiko dari derivatif melekat tidak berkaitan
erat dengan karakteristik ekonomi dan risiko dari kontrak utama.
b) Instrumen terpisah yang memiliki persyaratan yang sama dengan derivatif
melekat memenuhi definisi sebagai derivatif; dan
c) Instrumen campuran (instrumen yang digabungkan) tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (dengan kata lain derivatif yang melekat pada
aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi tidak dipisahkan).

11
Jika derivatif melekat dipisahkan, maka kontrak utamanya harus dicatat
berdasarkan Pernyataan ini jika kontrak utamanya merupakan instrumen
keuangan, namun jika kontrak utamanya bukan merupakan instrumen keuangan,
maka harus dicatat berdasarkan Pernyataan lain yang sesuai. Pernyataan ini tidak
mengatur apakah derivatif melekat disajikan secara terpisah dalam laporan
keuangan.
Jika kontrak memiliki satu atau lebih derivatif melekat, entitas dapat
menetapkan keseluruhan kontrak dari instrument yang digabungkan atau
instrumen campuran sebagai asset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali:
a) Derivatif melekat tersebut tidak memodifikasi secara signifikan arus kas
yang dipersyaratkan oleh kontrak; atau
b) Terlihat jelas dengan sedikit atau tanpa analisis ketika instrumen yang
digabungkan atau instrumen campuran yang serupa pertama kali
dipertimbangkan bahwa pemisahan derivatif melekat tidak diperkenankan,
seperti opsi pelunasan lebih awal yang melekat dalam pinjaman yang
memungkinkan pemegangnya untuk melunasi lebih awal pinjamannya
sebesar kurang lebih biaya yang diamortisasi.
Jika entitas diisyaratkan oleh pernyataan ini untuk memisahkan derivatif
melekat dari kontrak utamanya, tetapi tidak dapat mengukur derivatif melekat
secara terpisah, baik pada saat perolehan ataupun pada akhir periode pelaporan
berikutnya, maka entitas memperlakukan keseluruhan kontrak dari instrument
campuran (kombinasi) tersebut sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan
yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Serupa dengan
hal tersebut, jika entitas tidak dapat mengukur secara tersendiri derivatif melekat
yang akan dipisahkan pada reklasifikasi kontrak campuran (kombinasi) tetap
diklasifikasikan sebagai untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi secara
keseluruhan.

12
2.3 Pengakuan dan Penghentian Pengakuan
Entitas mengakui aset keuangan atau kewajiban keuangan pada neraca, jika
dan hanya jika, entitas tersebut menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada
kontrak instrumen tersebut.
Penghentian pengakuan adalah pengeluaran aset keuangan atau liabilitas
keuangan yang sebelumnya telah diakui dari laporan posisi keuangan entitas.
 Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika:
a) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir; atau
b) Entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian
pengakuan.
 Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan
Entitas mengeluarkan kewajiban keuangan (atau bagian dari kewajiban
keuangan) dari neracanya, jika dan hanya jika, Kewajiban keuangan tersebut
berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan
atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

2.4 Pengukuran Awal, Pengukuran Selanjutnya, Reklasifikasi, Penurunan


Nilai
a. Pengukuran Awal
pada saat pengakuan awal, entitas pada umumnya mengukur aset
keuangan menggunakan akuntansi tanggal transaksi pada nilai wajar
ditambah biaya transaksi, kecuali aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi pada awalnya hanya diakui pada nilai wajar (fair value).
Biaya transaksi adalah biaya-biaya tambahan seperti biaya pendaftaran
dan komisi lain yang ditetapkan, biaya yang dibayarkan kepada penasehat
hukum, akuntan, dan penasehat profesional lain, biaya percetakan dan
materai.

13
Biaya transaksi meliputi fee dan Komisi yang dibayarkan pada para agen
(termasuk karyawan yang berperan sebagai agen penjual atau selling agent),
konsultan, perantara efek dan pedagang efek, pungutan wajib yang dilakukan
oleh pihak regulator dan bursa efek, serta pajak dan bea yang dikenakan atas
transfer yang dilakukan. Biaya-biaya transaksi tidak termasuk premium atau
diskonto utang, biaya pendanaan, biaya administrasi internal, atau biaya
penyimpanan.
Jurnal untuk mencatat biaya transaksi yang dibayar tunai dan berkaitan
dengan instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar adalah:
biaya transaksi XXX
kas XXX

b. Pengukuran Selanjutnya
Setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur
pada nilai wajar, biaya perolehan diamortisasi atau biaya perolehan
tergantung kalisifikasi apakah nilai wajar dapat ditentukan dengan andal.
Pengukuran awal dan pengukuran berikutnya atas instrumen keuangan dan
perlakuan akuntansi atas perubahan nilai wajar (keuntungan atau kerugian
kepemilikan yang belum direalisasi) diklasifikasikan sebagai berikut:
 Nilai pada awal juga disesuaikan dengan biaya transaksi, kecuali aset atau
liabilitas pada nilai wajar melalui laba rugi.
 Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di
pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta
derivatif yang terkait dengan dan diselesaikan melalui penyerahan
instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif
tersebut, diukur pada biaya perolehan biaya perolehan.
Biaya perolehan adalah Jumlah aset yang diperoleh atau liabilitas yang
diselesaikan, termasuk biaya transaksi (misalnya komisi atau fee yang
dibayar). Setelah perolehan awal, hanya satu tipe instrumen keuangan yang
diukur pada biaya perolehan yaitu investasi dalam instrumen ekuitas yang
tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, serta derivatif yang terkait dengan dan diselesaikan

14
melalui penyerahan instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di
pasar aktif tersebut,diukur pada biaya perolehan biaya perolehan.
Biaya Perolehan diamortisasi, setelah pengukuran awal, kategori aset
keuangan dan liabilitas keuangan ini diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif di laporan
posisi keuangan:
a. Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo
b. Pinjaman yang diberikan dan piutang
c. Liabilitas keuangan lainnya

Biaya perolehan diamortisasi adalah biaya perolehan dari aset atau


liabilitas setelah disesuaikan, jika layak untuk mencapai suatu suku bunga
efektif yang konstan selama umur aset atau liabilitas (misalnya pendapatan
bunga yang konstan atau beban bunga yang konstan sebagai suatu persentase
jumlah tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan).

Dengan kata lain biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan adalah Jumlah pada pengakuan awal aset keuangan atau
liabilitas keuangan dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi
dengan akumulasi amortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif dan
dikurangi penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih.

Nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu
liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi wajar. Kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan
pada umumnya diukur pada nilai wajar di laporan posisi keuangan:

a. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi


b. Aset keuangan tersedia untuk dijual
c. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi

15
c. Reklasifikasi
Instrumen keuangan yang sebelumnya termasuk dalam HTM atau AFS
yang memiliki nilai fair value yang meningkat kemudian manajemen
mereklasifikasinya sebagai trading sehingga dampak dari kenaikan tersebut
langsung dapat dinikmati perusahaan sebagai income pada tahun berjalan
(karena apabila masih duduk sebagai HTM kenaikan atau laba hanya dapat
dibukukan saat telah jatuh tempo, sedangkan AFS laba dapat dibukukan saat
terjadi penjualan saja.

Sedangkan apabila terjadi kenaikan atau penurunan nilai fair valuenya


maka hanya akan dicatat sebagai bagian dari ekuitas (biasanya dicatat dalam
laba rugi yang belum direalisasi atas penurunan atau kenaikan nilai wajar efek
yang tersedia untuk dijual).
Terdapat tiga aturan tambahan dalam PSAK 55 (revisi 2006) yang
mengatur mengenai masalah ini, yaitu:
 Reklasifikasi dari kelompok klasifikasi manapun dari atau ke financial
asset at fair value profit or loss tidak diperbolehkan.
 Reklasifikasi loan and receivable dari atau ke held to maturity dan
financial asset at fair value throught profit or loss tidak diperbolehkan.
 Reklasifikasi dari available for sale menjadi loan and receivable tidak
diperbolehkan.

d. Penurunan Nilai
Aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai
apabila:
 Nilai tercatat atau biaya perolehan diamortisasi lebih besar daripada nilai
yang dapat diperoleh kembali
 Evaluasi atas apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai harus
dilakukan pada setiap tanggal neraca.
Bila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka harus dilakukan estimasi
nilai yang dapat diperoleh kembali dan mengakui kerugian penurunan nilai.

16
2.5 Lindung Nilai
Instrumen lindung nilai adalah:
a) Derivatif yang telah ditetapkan
b) Aset keuangan non derivatif atau kewajiban keuangan non derivatif yang
telah ditetapkan (hanya untuk lindung nilai atas risiko perubahan nilai
tukar mata uang asing), yang mempunyai nilai wajar atau aruskas yang
diperkirakan dapat saling hapus denganperubahan nilai wajar atau arus
kas dari item yang dilindung nilai.
Item yang dilindung nilai adalah aset, kewajiban, komitmen pasti, prakiraan
transaksi yang sangat mungkin terjadi, atau investasi neto dalam operasi luar
negeri yang:
a) Menyebabkan entitas menghadapi risiko perubahan nilai wajar atau arus
kas masa datang
b) Ditetapkan sebagai item yang diilindung nilai.
Akuntansi lindung nilai mengakui pengaruh saling hapus pada laporan laba
rugi atas perubahan nilai wajar dari instrument lindung nilai dan item yang
dilindung nilai. Hubungan lindung nilai terdiri dari tiga jenis:
a) Lindung nilai atas nilai wajar: suatu lindung nilai terhadap eksposur
perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui, atau
komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah diidentifikasi
dari aset, kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang dapat
diatribusikan pada risiko tertentu dan dapat mempengaruhi laporan laba
rugi.
b) Lindung nilai atas arus kas: suatu lindung nilai terhadap eksposur
variabilitas arus kas yang dapat (i) diatribusikan pada risiko tertentu yang
terkait dengan aset atau kewajiban yang telah diakui (misalnya seluruh
atau sebagian pembayaran bunga di masa datang atas utang dengan suku
bunga variabel) atau yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang
terkait dengan prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi (highly
probable), dan (ii) dapat mempengaruhi laporan laba rugi.

17
c) Lindung nilai atas investasi neto dalam operasi luar negeri sebagaimana
didefinisikan dalam PSAK 10: Transaksi dalam Mata Uang Asing dan
PSAK 11: Penjabaran dalam Mata Uang Asing.

PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan

3.1 Kelas dan Tingkat Pengungkapan


PSAK ini mensyaratkan pengungkapan berdasarkan kelas instrumen
keuangan, maka entitas mengelompokkan instrumen keuangan menjadi kelas-
kelas sesuai dengan sifat informasi yang diungkapkan dan mempertimbangkan
karakteristik di instrumen keuangan tersebut. Entitas menyediakan informasi yang
cukup untuk memungkinkan rekonsiliasi terhadap setiap pos yang disajikan dalam
laporan posisi keuangan.
Pengertian Pengungkapan (disclosure) adalah informasi yang diberikan oleh
perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai keadaan
perusahaan. Didalam pengungkapan semua informasi harus diungkapkan
termasuk informasi kuantitatif (seperti komponen persediaan dalam nilai mata
uang), dan komponen kualitatif (seperti tuntutan hukum) ,bahkan menurut SEC
setiap kejadian yang terjadi dengan tiba-tiba yang dapat mempengaruhi posisi
keuangan harus diungkkapkan secara khusus (GAAP,1998:42) untuk membantu
para pengguna laporan tahunan.
Definisi pengungkapan (disclosure) menurut Siegel dan Shim (1994:147)
adalah pengungkapan atas informasi yang diberikan sebagai lampiran pada
laporan keuangan sebagai catatan kaki atau tambahan. Informasi ini menyediakan
penjelasan yang lebih lengkap mengenai posisi keuangan, hasil operasi, dan
kebijakan perusahaan. Informasi penjelasan mengenai kesehatan keuangan dapat
juga diberikan dalam laporan pemeriksaan. Semua materi harus disingkapkan
termasuk informasi kuantitatif maupun kualitatif yang sangat membantu pengguna
laporan.

18
3.2 Signifikansi
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi
dan kinerja keuangan.

Laporan Posisi Keuangan


Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Nilai tercatat untuk setiap kategori berikut, sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
diungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan:
a) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah:
(i) Aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) Aset keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).
b) Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
c) Pinjaman yang diberikan dan piutang;
d) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
menunjukkan secara terpisah; (i) liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal;
dan (ii) liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).
e) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Aset Keuangan atau Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar
Melalui Laporan Laba Rugi
Jika entitas telah menetapkan pinjaman yang diberikan atau piutang (atau
kelompok pinjaman yang diberikan atau kelompok piutang) untuk diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi, maka entitas mengungkapkan:

19
a) Eksposur maksimum terhadap risiko kredit (lihat paragraf 38(a)) dari
pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang
diberikan atau piutang) pada akhir periode pelaporan.
b) Jumlah derivatif kredit yang terkait atau instrumen serupa yang
mengurangi eksposur maksimum terhadap risiko kredit tersebut.
c) Jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar
pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang
diberikan atau piutang) yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko
kredit atas aset keuangan yang ditentukan diantara:
(i) Sebagai jumlah perubahan nilai wajar yang tidak dapat
diatribusikan pada perubahan-perubahan kondisi pasar yang
meningkatkan risiko pasar; atau
(ii) Menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih
menggambarkan secara jujur jumlah perubahan nilai wajar yang
dapat diatribusikan pada perubahanperubahan risiko kredit atas
aset. Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat meningkatkan
risiko pasar termasuk perubahan suku bunga yang diobservasi
(acuan), harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks
dari harga atau tarif.
d) Jumlah perubahan nilai wajar dari derivatif kredit yang terkait atau
instrumen sejenis yang terjadi selama periode dan secara kumulatif sejak
pinjaman yang diberikan atau piutang ditetapkan.

Jika entitas telah menetapkan suatu liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi sesuai PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran paragraf 8, maka entitas mengungkapkan:
a) Jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar liabilitas
keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas liabilitas
yang ditentukan diantara:
(i) Sebagai jumlah perubahan dalam nilai wajar yang tidak dapat
diatribusikan pada perubahan kondisi pasar yang meningkatkan risiko
pasar; atau

20
(ii) Menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih
menggambarkan secara jujur jumlah perubahan dalam nilai wajar yang
dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas liabilitas.
b) Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat meningkatkan risiko pasar
termasuk perubahan suku bunga acuan, harga instrumen keuangan entitas lain,
harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks harga atau tarif.
Untuk kontrak yang memiliki fitur unit-link, perubahan kondisi pasar
termasuk perubahan kinerja yang terkait dengan dana investasi internal atau
eksternal.
c) Perbedaan antara jumlah tercatat liabilitas keuangan dan jumlah yang
disyaratkan secara kontraktual bagi entitas untuk membayar pada saat jatuh
tempo kepada pemegang kewajiban tersebut.

Reklasifikasi
Jika entitas telah mereklasifikasi aset keuangan (sesuai dengan paragraf 52-55
PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran)
dengan satu pengukuran:
a. Pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, dan bukan nilai
wajar; atau
b. Pada nilai wajar; dari pada biaya perolehan atau biaya perolehan
diamortisasi, maka entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke
dan dari setiap kategori dan alasan reklasifikasi

Penghentian-Pengakuan
Entitas mungkin telah mentransfer aset keuangan sedemikian rupa sehingga
sebagian atau semua aset keuangan tidak memenuhi kualifikasi penghentian-
pengakuan (lihat paragraf 15-37 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran). Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok aset
keuangan:
a) Jenis aset;
b) Jenis risiko dan manfaat atas kepemilikan yang tetap berada pada entitas;

21
c) Saat entitas melanjutkan pengakuan seluruh aset jumlah nilai tercatat aset dan
liabilitas yang terkait; dan
d) Saat entitas melanjutkan pengakuan aset sejauh keterlibatanberkelanjutannya,
total nilai tercatat dari aset awal, jumlah aset dimana entitas melanjutkan
pengakuan, dan jumlah tercatat liabilitas yang terkait.

Agunan
Entitas mengungkapkan:
a) Jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk liabilitas
atau liabilitas kontinjensi, termasuk jumlah yang telah direklasifikasi sesuai
dengan paragraf 37(a) PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen
Keuangan:Pengakuan dan Pengukuran; dan
b) Syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut.

Penyisihan Kerugian Kredit


Ketika aset keuangan mengalami penurunan nilai karena kerugian kredit dan
entitas mencatat penurunan nilai dalam pos terpisah (misalnya pos penyisihan
digunakan untuk mencatat penurunan nilai individual atau pos serupa yang
digunakan untuk mencatat penurunan nilai kolektif atas aset keuangan) daripada
secara langsung mengurangi nilai tercatat aset keuangan, maka entitas
mengungkapkan suatu rekonsiliasi perubahan pada akun tersebut selama periode
untuk setiap kelompok aset keuangan.

Instrumen Keuangan Majemuk Dengan Beberapa Derivatif Melekat


Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung komponen liabilitas
dan ekuitas (lihat PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian
paragraf 31) dan instrumen tersebut memiliki beberapa derivatif melekat yang
nilainya saling btergantung satu sama lain (seperti callable convertible debt
instrument), maka entitas mengungkapkan keberadaan fitur tersebut

22
Wanprestasi dan Pelanggaran
Untuk pinjaman diterima (loan payable) yang diakui pada akhir periode
pelaporan, entitas mengungkapkan:
a) Rincian setiap wanprestasi selama periode dari pokok, bunga, dana
pelunasan (sinking fund), atau syarat penarikan atas pinjaman diterima
tersebut;
b) Jumlah tercatat pinjaman diterima yang mengalami wanprestasi pada akhir
periode pelaporan; dan
c) Apakah wanprestasi telah diselesaikan, atau syarat pinjaman diterima telah
dinegosiasi ulang, sebelum laporan keuangan secara resmi diterbitkan.

Laporan Laba Rugi Komprehensif


Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau Kerugian
Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian
berikut ini pada laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan
keuangan:
a) Laba atau rugi neto pada:
(i) Aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, yang menunjukkan secara terpisah aset
keuangan atau liabilitas keuangan yang telah ditetapkan untuk diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal,
dan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dikategorikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55
(revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;
(ii) Aset keuangan tersedia untuk dijual, yang menunjukkan secara
terpisah jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain selama periode, dan jumlah yang
dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk periode
tersebut;
(iii) Investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
(iv) Pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
(v) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

23
b) Total pendapatan bunga dan total beban bunga (dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif) untuk aset keuangan atau liabilitas
keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
c) Pendapatan dan beban imbalan (selain jumlah yang termasuk dalam
penentuan suku bunga efektif) yang timbul dari:
(i) Aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi; dan
(ii) aktivitas wali amanat dan aktivitas gadai lainnya yang mengakibatkan
kepemilikan atau investasi aset atas nama individu, wali amanat,
program manfaat pensiun, dan institusi lain;
d) Pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai yang
diakru sesuai dengan paragraf PA109 PSAK 55; dan
e) Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelompok aset keuangan.

Pengungkapan Lain
Kebijakan Akuntansi
Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf
114, entitas mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan,
dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan
kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk pemahaman suatu laporan keuangan.

Akuntansi Lindung Nilai


Entitas mengungkapkan hal-hal berikut secara terpisah untuk setiap jenis
lindung nilai yang diuraikan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran (yaitu lindung nilai atas nilai wajar, lindung nilai atas
arus kas, dan lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri):
a. Uraian setiap jenis lindung nilai;
b. Uraian instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
dan nilai wajarnya pada akhir periode pelaporan; dan
c. Jenis risiko yang dilindung nilai.

24
Untuk lindung nilai atas arus kas, entitas mengungkapkan:
a. Periode ketika arus kas diekspektasikan terjadi dan ketika arus kas
diekspektasikan mempengaruhi laporan laba rugi;
b. Uraian atas prakiraan transaksi dimana akuntansi lindung nilai sebelumnya
telah digunakan, namun tidak lagi diekspektasikan untuk terjadi;
c. Jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama periode;
d. Jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk
periode tersebut yang menunjukkan jumlah yang termasuk dalam setiap pos
pada pendapatan komprehensif lain; dan
e. Jumlah yang dipindahkan dari ekuitas selama periode dan termasuk dalam
biaya perolehan awal atau jumlah tercatat lain dari aset nonkeuangan atau
liabilitas nonkeuangan yang perolehan atau terjadinya merupakan suatu
prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung nilai.

Nilai Wajar
Untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan, entitas
mengungkapkan nilai wajar dari kelompok aset dan liabilitas keuangan tersebut
dengan cara yang memungkinkan untuk dibandingkan dengan jumlah tercatatnya.
Dalam pengungkapan nilai wajar, entitas mengelompokkan aset keuangan dan
liabilitas keuangan dalam kelompok-kelompok, namun saling hapus diantara
mereka sepanjang jumlah tercatatnya saling hapus dalam laporan posisi keuangan.
Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok instrumen keuangan metode
dan, ketika teknik penilaian digunakan, asumsi yang diterapkan dalam
menentukan nilai wajar untuk setiap kelompok aset keuangan atau liabilitas
keuangan. Misalnya, jika dapat diterapkan, entitas mengungkapkan informasi
tentang asumsi yang terkait dengan tingkat pembayaran dipercepat, tingkat
estimasi kerugian kredit, dan suku bunga atau tingkat diskonto. Jika terdapat
perubahan dalam teknik penilaian, entitas mengungkapkan perubahan tersebut dan
alasan melakukan perubahan.

25
3.3 Sifat dan Cakupan Resiko
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi jenis dan tingkat risiko yang timbul dari
instrumen keuangan dimana entitas terekspos pada akhir periode pelaporan.
Pengungkapan memfokuskan pada risiko yang timbul dari instrumen keuangan
dan bagaimana risiko tersebut telah dikelola. Risiko-risiko ini umumnya meliputi,
tetapi tidak terbatas pada, risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar.

3.4 Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif


Pengungkapan Kualitatif
Untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan, entitas
mengungkapkan:
a. Eksposur risiko dan bagaimana risiko tersebut timbul;
b. Tujuan, kebijakan, dan proses pengelolaan risiko dan metode yang
digunakan untuk mengukur risiko tersebut; dan
c. Setiap perubahan pada (a) atau (b) dari periode sebelumnya.

Pengungkapan Kuantitatif
Untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan, entitas
mengungkapkan:
a. Ikhtisar data kuantitatif mengenai eksposur entitas terhadap risiko pada
akhir periode pelaporan. Pengungkapan tersebut didasarkan pada
informasi yang disajikan secara internal kepada personel manajemen
kunci dari entitas (seperti didefinisikan dalam PSAK 7 (revisi 2010):
Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi), misalnya dewan direksi atau CEO.
b. Pengungkapan yang disyaratkan oleh paragraf 38-44, sepanjang tidak
disediakan pada (a) kecuali risiko tersebut tidak material (lihat PSAK 1
(revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf 26-28 mengenai
materialitas).
c. Konsentrasi risiko jika tidak terlihat dari (a) dan (b).

26
DAFTAR PUSTAKA

http://trihariyana.blogspot.co.id/2011/06/instrumen-keuangan-penyajian-dan.html

https://www.academia.edu/9208025/PSAK_50_revisi_2010_Instrumen_Keuanga
n_Penyajian

Kieso, D. E., Jerry J. Weiganndt & Tery D. Warfield.(2007). Akuntansi


Intermediate. Jakarta: Penerbit Erlangga.

https://www.academia.edu/13639717/PSAK_55

https://www.slideshare.net/SriApriyantiHusain/psak-
55pengakuaninstrumenkeuanganias3918122013pokok-43262875

http://elsasylvia.blogspot.co.id/2017/06/pengungkapan.html

http://staff.blog.ui.ac.id/martani

https://www.google.co.id/amp/s/marieffauzi.wordpress.com/2013/11/16/resume-psak-
55-instrumen-keuangan-pengakuan-dan-pengukuran-2/amp

http://iaiglobal.or.i

http://hedgeaccounting.wordpress.com/2012/09/05/akuntansi-lindung-nilai-hedging/

http://rezwan-rizki.blogspot.com/2013/05/akuntansi-untuk-instrumen-
keuangan.html

27

Anda mungkin juga menyukai