Anda di halaman 1dari 6

F MEA IGD

I. Unit kerja:

IGD

II. Tim FMEA:

Ketua Tim FMEA Dr. Isyana Dwi Wahyuningtyas


Anggota 1. Tusrini
(pastikan semua area 2. Subli
terkait terwakili) 3. Selvy Fitriana
4. Karim
5. Sulistyaningsih
6. Darmiyati
7. Dwi Mulia
8. Totok
Petugas pencatat
(notulis)

III. Peran masing-masing ketua dan anggota

Tim FMEA Peran


Ketua Mengkoordinir penyusunan FMEA
Anggota Mengidentifikasi masalah

IV. Jadual kegiatan tim:

No Kegiatan Waktu Keterangan


1 Rapat membahas penyusunan 27 mei 2017
FMEA
V. Alur proses yang sekarang:

1. Petugas mencocokkan identitas pasien dengan Rekam Medis, jika ada


ketidaksesuaian data petugas mengkonfirmasikan dengan sub unit
pendaftaran
2. Petugas melakukan pemeriksaan umum meliputi : keadaan umum, tingkat
kesadaran ,tekanan darah, nadi dan pernafasan pasien, kemudian mencatat
dalam buku Rekam Medis pasien
3. Petugas melakukan anamnesa kepada pasien/keluarga dan melakukan
pemeriksaan fisik
4. Bila memerlukan pemeriksaan penunjang pasien dikirim ke penunjang
diagnostik (laboratorium, radiologi )
5. Petugas menegakkan diagnosa
6. Petugas melakukan pelayanan sesuai dengan kondisi pasien sebelum
dilakukan rujukan;
a. Memasang Oksigen pada pasien dengan gagal nafas,
b. Memasang infus pada pasien dengan kehilangan/ kekurangan cairan
c. Memasang bidai pada pasien dengan patah tulang
7. Petugas memberitahu kepada pasien/keluarga bahwa akan dilakukan rujukan
8. Petugas membuat surat rujukan ke RSUD sesuai dengan penanganan yang telah
diberikan.
9. Petugas menghubungi PSC 119 untuk dicarikan tempat rujukan yang tersedia dan
sesuai dengan kondisi pasien.
10. Petugas menghubungi petugas ambulan untuk menyiapkan ambulannya
11. Petugas melakukan pencatatan di buku register
12. Petugas memindahkan pasien ke ambulan
13. Petugas mengantar pasien ke tempat rujukan
14. Petugas melakukan monitoring KU dan TTV
15. Petugas menyerahkan surat rujukan kepada petugas di tempat rujukan

VI. Identifikasi Failure modes:

Pelayanan IGD di Puskesmas

No Tahapan kegiatan pada alur proses Failure modes


1 Proses rujukan Keterlambatan sopir
Kendaraan mogok
Oksigen Habis
Alat penanganan kegawat
daruratan tidak tersedia di
ambulan
Pasien tidak distabilkan
sebelum di rujuk
VII. Matriks FMEA:

No Failure Penyebab Akibat O S D RPN Solusi Indikat


modes (occur (severity) (detectabi (OxSx or
rence) lity) D) untuk
validasi
1 Keterlam Sopir Terla 6 7 2 84
batan tidak mbat
sopir standby meruj
uk
2 Kendara Perawata Memp 2 7 2 28
an n erpara
mogok ambulan h
tidak kondi
rutin si
pasien
3 Oksigen Kurang Proses 6 8 2 96
Habis kontrol stabili
Isi sasi
oksigen tidak
maksi
mal
4 Alat Sarpas Tidak 4 7 2 56
penanga terbatas bisa
nan mema
kegawat ntau
darurtan kondi
tidak si
tersedia pasien
di dan
ambulan pasien
bila
terjadi
kegaw
atan
5 Pasien Petugas Memp 2 9 4 72
tidak tidak erpara
distabilk patuh h
an SOP kondi
sebelum si
di rujuk pasien
MODUS RPN KOMULATIF PROSENTASE
KOMULATIF
Oksigen Habis 96 224 43%
Keterlambatan 84 308 59,2%
sopir
Pasien tidak 72 380 73%
distabilkan
sebelum di
rujuk
Alat 56 492 94,6%
penanganan
kegawatdarurtan
tidak tersedia di
ambulan
Kendaraan 28 520 100%
mogok

VIII. Menetapkan cut off point dengan diagram Pareto:

Oksigen Habis 96 224 43%


Keterlambatan 84 308 59,2%
sopir
Pasien tidak 72 380 73%
distabilkan
sebelum di
rujuk
Alat 56 492 94,6%
penanganan
kegawatdarurtan
tidak tersedia di
ambulan
Kendaraan 28 520 100%
mogok

IX. Alur proses yang ada :


a. Petugas mencocokkan identitas pasien dengan Rekam Medis, jika ada
ketidaksesuaian data petugas mengkonfirmasikan dengan sub unit
pendaftaran
b. Petugas melakukan pemeriksaan umum meliputi : keadaan umum, tingkat
kesadaran ,tekanan darah, nadi dan pernafasan pasien, kemudian mencatat
dalam buku Rekam Medis pasien
c. Petugas melakukan anamnesa kepada pasien/keluarga dan melakukan
pemeriksaan fisik
d. Bila memerlukan pemeriksaan penunjang pasien dikirim ke penunjang
diagnostik (Laboratorium)
e. Petugas menegakkan diagnosa
f. Petugas melakukan setabilisasi sebelum pasien dirujuk
g. Petugas melakukan monitoring sarana dan prasaran ambulance setiap hari
h. Petugas memberitahu kepada pasien/keluarga bahwa akan dilakukan rujukan
i. Petugas membuat surat rujukan ke RSUD sesuai dengan penanganan lebih lanjut
j. Petugas menghubungi PSC 119 untuk dicarikan tempat rujukan yang tersedia dan
sesuai dengan kondisi pasien
k. petugas menghubungi petugas ambulan untuk menyiapkan ambulannya dan
apabila tidak ada semua maka menggunakan ambulan yg sudah MOU
l. Petugas melakukan pencatatan di buku register
m. Petugas memindahkan pasien ke ambulan
n. Petugas pendamping mengantar pasien ke tempat rujukan
o. Petugas melakukan monitoring KU dan TTV setiap 15 menit dan memberikan
tindakan bila terjadi kegawatan.
p. Petugas menyerahkan surat rujukan kepada petugas di tempar rujukan

1. Oksigen Habis
2. Keterlambatan sopir
3. Pasien tidak distabilkan sebelum di rujuk
4. Alat penanganan kegawatdarurtan tidak tersedia di ambulan
Rekomendasi :
1. Oksigen dikontrol setiap hari menggunakan kartu monitoring oleh
penanggung jawab ambulan
2. Jadwal sopir rujukan dan sopir cadangan rujukan
3. Setiap pasien dirujuk harus di stabilkan dan dilakukan verifikasi
kepatuhan dengan mengisi form verifikasi oleh patner jaganya
4. Alat penanganan kegawatdarurtan disediakan di ambulan
X. Pelaksanaan:

No Kegiatan Waktu Hasil Keterangan


Pelaksanaan

XI. Monitoring, validasi (bisa dihitung ulang RPN setelah implementasi), evaluasi,
dan pelaporan