Anda di halaman 1dari 7

Kutipan

BAB I
Penjelasan penulis berdasrakan kutipan
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pekerjaan disatu pihak mempunyai arti penting bagi manusia untuk kemajuan dan
peningkatan prestasi, sehingga dapat mencapai kehidupan yang produktif sebagai salah satu tujuan
hidup (Tarwaka, 2013:105). Bekerja bagi manusia merupakan suatu beban yang cukup
menghabiskan tenaga. Beban kerja yang dialami baik fisik maupun mental akan berpengaruh pada
setiap kinerja masing-masing manusia. Jika fisik dan mental tidak dalam keadaan yang optimal
maka hasil kerja yang diharapkanpun tidak maksimal atau memuaskan, begitu juga sebaliknya.
Hal ini membuat adanya pengaruh terhadap hasil kerja dengan keadaan fisik dan mental manusia.
Oleh karena itu, perlu adanya sistem kerja dalam setiap pekerjaan baik ukuran kemampuan,
fasilitas maupun yang lainnya.
Tarwaka (2013:2) menyatakan bahwa setiap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan,
Ini latar
apabila tidak dilakukan secara ergonomis (sistem kerja) akan mengakibatkan ketidaknyamanan,
belakang
biaya tinggi, kecelakaan dan penyakit akibat kerja meningkat, performance kerja menurun yang
berakibat kepada penurunan efisiensi dan daya kerja. Hal ini tentu membahayakan pekerja dalam
setiap pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Akibatnya bisa mengurangi hasil dari pekerjaan
yang dilakukan. Dengan demikian perlu adanya penerapan ergonomi (aturan kerja yang efektif dan
efisien) pada setiap perusahaan guna ketepatan dan kesesuaian dalam pekerjaan yang dilakukan
setiap karyawannya. Widodo (tanpa tahun:29) menjelaskan bahwa ergonomi, sebuah sistem kerja
harus dapat menjamin keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja, serta mampu memenuhi
kebutuhan hidup mendasar. Pendapat tersebut menambahkan bahwa sistem kerja yang ergonomis
akan memberikan dampak terhadap hasil kerja tersebut, yaitu meningkatnya efektifitas dan
efisiensi industri. Selain itu, dampak lainnya adalah sedikitnya absensi karyawan, kualitas produk
meningkat, kecelakaan kerja berkurang, biaya kesehatan dan asuransi berkurang dan tingkat keluar
masuk karyawan (turn-over) juga berkurang.
Berdasarkan sudut pandang ergonomi, setiap beban kerja yang diterima oleh seseorang
harus sesuai atau seimbang baik terhadap kemampuan fisik, kemampuan kognitif maupun
keterbatasan manusia yang menerima beban tersebut (Tarwaka, 2013:106). Menurut Suma’mur
dalam Hariyati (2011:2) kemampuan kerja seorang tenaga kerja berbeda dari satu kepada yang Ini latar
lainnya dan sangat tergantung dari tingkat keterampilan, kesegaran jasmani, keadaan gizi, jenis belakang
kelamin, usia dan ukuran tubuh dari pekerja yang bersangkutan.
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, setiap pekerja harus diberikan pekerjaan sesuai
dengan kemampuan dan keterbatasan pekerjaan tersebut. Kemampuan pekerja berbeda-beda baik
secara fisik dan pemikiran. Perusahaan harus bisa menyesuaikan setiap kemampuan pekerjaanya
mulai dari fisik, kemampuan, keterampilan, fasilitas yang diberikan, kemanan dan kenyaman
dalam bekerja.. Ilustrasi sederhana penulis berikan, pekerja pada bagian akunting tentu diberikan
kepada orang yang memiliki kemampuan pada bidang pencatatan, perhitungan, pengauditan dan
lain-lain. Mustahil pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh seorang buruh yang tidak memiliki sama
sekali kompetensi dalam ilmu-ilmu tersebut selain tenaganya. Begitu juga sebaliknya, bagian
pengangkutan seorang buruh akan bekerja lebih cepat karena sudah biasa mengerjakannya. Hal ini
tidak berlaku untuk orang yang biasanya di bidang akunting, tentu tidak biasa dalam hal pekerjaan
Simpulan latar belakang

dengan menggunakan tenaga yang banyak. Berdasarkan hal tersebut, penulis membahas tentang
egronomik dalam sebuah pekerjaan. Dengan demikian, diharapkan melalui makalah ini penulis
berharap kepada pembaca bisa memahami ergonomi dalam setiap pekerjaan agar input dan output
dari pekerjaan tersebut memiliki aturan dan sistem yang terukur jelas, logis, dan valid.
Harapan
Pengantar minimal 3 kalimat
1.2 Rumusan Masalah
Topik yang penulis bahas pada makalah ini perlu diberikan rumusan masalah agar lebih
memudahkan dan tidak terjadi kesalah pahaman dalam menjawab permasalahannya. Berdasarkan
Sesuaikan antara rumusan dan tujuan masalah

latar belakang masalah yang penulis berikan ada beberapa rumusanan sebagai pertanyaan dalam
makalah ini. Berikut rumusan masalah dari makalah ini yaitu:
Rumusan
1) apakah definisi dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli?
berupa
2) bagaimana tujuan dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli?
pertanyaan
3) bagaimana ruang lingkup dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli?
Pengantar minimal 3 kalimat
1.3 Tujuan
Tujuan dari permasalahan ini sesuai dari rumusan masalah yang telah disampaikan. Hal
tersebut untuk memudahkan hal yang harus dilakukan berdasarkan masalah yang akan dibahas.
Berikut tujuan dari permasalahan dari makalah ini.
1) Mendeskripsikan definisi dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli Tujuan
2) Merumuskan tujuan dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli berupa
3) Merumuskan ruang lingkup dari ergonomi berdasarkan dari berbagai ahli pernyataan

Rumusan masalah dari makalah ini yaitu: Berikut rumusan masalah dari makalah ini.

1. bagaimana 1. Bagaimana
2. apakah atau 2. Apakah
3. bagaimana 3. Bagaimana
BAB II Penjelasan
TINJAUAN TEORI penulis dari
Kutipan kutipan
2.1 Definisi Ergonomi
Istilah ergonomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata yaitu “ergon”
berarti kerja dan “nomos” berarti aturan atau hukum. Jadi, secara ringkas ergonomi adalah suatu
aturan atau norma dalam sistem kerja (Tarwaka, 2013:2). Menurut Wigjosoebroto dalam
Simanjuntak (2010:54) ergonomi merupakan satu upaya dalam bentuk ilmu, teknologi dan seni
untuk menyerasikan peralatan, mesin pekerjaan, sistem, organisasi dan lingkungan dengan
kemampuan, kebolehan dan batasan manusia sehingga tercapai suatu kondisi dan lingkungan yang
sehat, aman, nyaman, efisien dan produktif, melalui pemanfaatan tubuh manusia secara maksimal
dan optimal.
Berdasarkan pendapat tersebut, secara subtansial telah banyak dibuktikan dimana dengan
penerapan yang baik dari keilmuan ergonomi, dalam kontek suatu sistem, ergonomi akan dapat
membantu meningkatkan efektivitas dan reliabilitas sistem kerja, meningkatkan produktivitas,
mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan pekerja, dan meningkatkan kualitas proses kerja,
produk dan peningkatan kesejahteraan kehidupan pekerja. Sebagaimana keilmuan ergonomi yang
memperkenalkan suatu pendekatan secara holistik yang selalu mempertimbangkan faktor-faktor;
fisik, kognitif, sosial, organisasional, dan lingkungan kerja serta faktor lain yang relevan, maka
ahli ergonomi harus mempunyai pemahaman disiplin keilmuan yang menyeluruh atau
multidisipliner.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan
teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik
dalam beraktivitas maupun istirahat dengan segala kemampuan, kebolehan dan keterbatasan
manusia baik secara fisik maupun mental sehingga dicapai suatu kualitas hidup secara keseluruhan
yang lebih baik.
Simpulan
dari definisi
BENTUK PERTAMA
Kutipan
2.2 Tujuan Ergonomi
Schmidtke dalam Widodo (tanpa tahun:30) menyatakan bahwa tujuan ergonomi adalah
untuk meningkatkan performa seluruh sistem kerja dan pada waktu yang sama mengurangi
ketegangan pekerja selama melaksanakan pekerjaan tersebut dengan cara menganalisa pekerjaan,
lingkungan kerja dan interaksi manusia mesin. Pendapat lain, menurut Pujadi (2008:104) tujuan
dari ergonomis adalah untuk mendesain lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan menyenangkan Penjelasan
bagi orang-orang yang bekerja di dalamnya sehingga dapat meningkatkan moral serta tambahan
produktivitas penggunanya. Sistem kerja yang sesuai ergonomi tersebut akan memberikan dari
kenyamanan, tetap sehat dalam bekerja, menyenangkan dalam lingkungan kerja karena performa penulis
yang maksimal sehingga dapat meningkatkan hasil yang akan didapat.
Hal yang lain disampaikan oleh Asih dan Oesman (2011:147) menyatakan bahwa tujuan
ergonomi adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerjaan, memperbaiki keamanan,
mengurangi kelelahan dan stress, meningkatkan kenyamanan, penerimaan pengguna yang lebih
besar, meningkatkan kepuasan kerja dan memperbaiki kualitas hidup. Pendapat tersebut
menambahkan tentang kemanan dan tingkat strees ketika bekerja sehingga karyawan tetap nyaman
dan aman baik secara fisik maupun mental ketika bekerja.
Tarwaka, Solichul dan Sudiajeng (2004:7) Secara umum tujuan dari penerapan ergonomi
adalah:
1. meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cedera dan
penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi
dan kepuasan kerja.
2. meningkatkan kesejahteraan sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial, mengelola
dan mengkoordinir kerja secara tepat guna dan meningkatkan jaminan sosial baik selama
kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif.
3. menciptakan keseimbangan rasional antara berbagai aspek yaitu aspek teknis, ekonomis,
antropologis dan budaya dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas
Penutup
kerja dan kualitas hidup yang tinggi.
Berdasarkan pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari ergonomi ada
berbagai macam tujuan agar pekerjaan terasa baik dan benar. Berikut tujuan dari ergonomi yang
penulis dapat simpulkan yaitu:
1. memberikan kemanan dalam bekerja
2. memberikan kenyamanan baik secara fisik maupun mental
3. efektifitas dan efesiensi pekerjaan Simpulan
4. membuat susasana kerja menyenangkan dari tujuan
5. meningkatkan kinerja dan hasil kerja
6. meminimalkan rasa lelah
7. menciptakan keseimbangan ekonomi, situasi, fisik dan mental dalam kerja
BENTUK KEDUA

Paragraf Pengantar
2.3 Tujuan Ergonomi
Ergonomi merupakan suatu ilmu, seni dan teknologi yang berupaya untuk menyerasikan alat,
cara dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan segala keterbatasan manusia,
sehingga manusia dapat berkarya secara optimal tanpa pengaruh buruk dari pekerjaannya.
Ergonomi mengatur antara tuntutan tugas dengan kapasitas kerja harus selalu dalam garis
keseimbangan sehingga dicapai performansi kerja yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, tuntutan
tugas pekerjaan tidak boleh terlalu rendah (underload) dan juga tidak boleh terlalu berlebihan
(overload). Berikut tujuan ergonomic dari berbagai ahli

Tabel 2.1 Perbandingan Pendapat Ahli

Pendapat Ahli
No Asih dan Oesman Tarwaka, Solichul dan
Pujadi (2008:104)
(2011:147) Sudiajeng (2004:7)

Memberikan
Aman dalam Perhatikan
keamanan kerja Membuat suasana
1 bekerja penomoran dan
yang nyaman
1 panah dalam
menyimpulkan
Fisik dan mental Efektif dan Meminimalkan rasa kesamaan dan
merasa nyaman efisiensi kerja lelah perbedaan dari
2
tercipta
tiga pendapat ahli
2
tersebut
Kenyamanan
dalam bekerja baik
3 Mengontrol rasa lelah Safety riding
secara fisik
maupun mental
3
Menyeimbangkan
kinerja, hasil,
Meningkatkan kinerja kemampuan. Meciptkan Efektif
4 dan efisiensi kerja
dan hasil kerja ekonomi, situasi
maupun fisik
5 ketika kerja 4

Teriptanya suasana
5
menyenangkan
6
Menyeimbangkan
kinerja, hasil,
6 7 kemampuan. ekonomi,
situasi maupun fisik
ketika kerja
Kutipan
Penjelasan dari penulis
1. Memberikan kemanan dalam bekerja
Sistem kerja yang telah sesuai dengan ergonomi akan memberikan keamanan yang
maksimal. Karena setiap pekerjaan memiliki ukuran keamanan yang telah diatur agar
aman bagi pekerja serta pekerjaan pun dapat berjalan dengan lancar tanpa ada yang
membahayakan dalan pelaksanaannya.
2. Memberikan kenyamanan baik secara fisik maupun mental
Rasa nyaman diperlukan dalam setiap pekerjaan apa pun itu. Hal tersebut dikarenakan
akan memberikan efek positif bagi pekerjanya, yang dikerjakannnya dan orang yang
mempekerjakannya. Perkerjaan menjadi sempurna karena dikerjakan dengan rasa
nyaman, orang yang memperkerjakan mendapat hasil yang memuaskan dari hal yang
dikerjakan pekerjanya. Pekerja sebagai karyawan pun merasa nyaman tanpa ada
merasa resah, susah dan senantiasa melakukannya dengan sempurna.
3. Efektifitas dan efisiensi pekerjaan
Ergonomi juga membuat sistem kerja menjadi efektif dan efisien sehingga yang
dikerjakan terlakasana dengan tepat, cepat dan sempurna. Hal tersebut dikarenakan
sistem kerja yang sesuai dengan ergonomi yang memiliki agar pekerjaan lebih efektif
secara pelaksanaannya dan efisiensi waktu pengerjaannya.
4. Membuat susasana kerja menyenangkan
Sistem kerja yang ergonomi akan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan
tidak membosankan karena adanya tata ruang, tata alat dan lain-lain. Ha tersebut perlu
dilakukan agar karyawan merasa nyaman dan senang melakukan kerja sehingga akan
tercipta hasil yang sempurana serta meningkatkan produktifitas kerja.
5. Meningkatkan kinerja dan hasil kerja
Sistem kerja yang ergonomi juga akan meningkatkan kinerja dan hasil kerja. Hal
tersebut dikarenakan kerja yang menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kinerja
tidak terasa melelahkan dan menyusahkan. Secara tidak langsung hasil pun akan
meningkat dikarenakan efektif dan efisien kerja yang diatur secara ergonomi.
6. Meminimalkan rasa lelah
Ergonomi mengatur waktu dan cara kerja agar karyawan dalam bekerja tidak merasa
lelah yang berlebihan. Sistem kerja yang ergonomi akan mengatur cara duduk, cara
menatap komputer bahkan waktu dalam bekerja akan diatur sedemikian rupa dan ketat
agar karyawan tidak merasa lelah yang berlebihan karena beban kerja yang diberikan
kepadanya.
7. Menciptakan keseimbangan ekonomi, situasi, fisik dan mental dalam kerja
Sistem kerja yang ergonomi memberikan keseimbangan dalam setiap elemen
pekerjaan mulai dari fasilitas, kemampuan karyawan, sampai kepada cara kerja. Hal
tersebut untuk menciptkan kerja yang berkualitas dan sempurna dengan tidak
membuat susah, stres, sakit dalam bekerja. Fasilitas seperti komputer haruslah yang
memadai tanpa ada kerusakan bahkan dilakukan pemeriksaan rutin agar dalam bekerja
tidak menjadi gangguan sehingga akan merugikan karyawan dan hasil yang
diinginkan. Penutup
Setiap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan, apabila tidak dilakukan secara ergonomis
akan mengakibatkan ketidaknyamanan, biaya tinggi, kecelakaan dan penyakit akibat kerja
meningkat, performansi menurun yang berakibat kepada penurunan efisiensi dan daya kerja.
Penerapan ergonomi di segala bidang kegiatan adalah suatu keharusan. Berdasarkan penjelasan
tersebut penulis simpulkan tujuan dari ergonomi yaitu:
1. memberikan kemanan dalam bekerja
2. memberikan kenyamanan baik secara fisik maupun mental
3. efektifitas dan efesiensi pekerjaan Simpulan
4. membuat susasana kerja menyenangkan dari tujuan
5. meningkatkan kinerja dan hasil kerja
6. meminimalkan rasa lelah
7. menciptakan keseimbangan ekonomi, situasi, fisik dan mental dalam kerja