Anda di halaman 1dari 1

ANEMIA

Anemia didefinisikan sebagai Perdarahan Masif  Eritrosit Prematur Kontraksi arteriole Ketidakefektivan perfusi jaringan.
 Defisiensi besi, B12
penurunan volume eritrosit atau
 Depresi sumsum tulang
kadar HB sampat di bawah Pengurangan aliran darah dan komponennya
Kehilangan banyak darah kongenital atau akibat NOC
rentang nilai yang berlaku untuk obat-obatan ke organ tubuh yang kurang vital (anggota  Status sirkulasi
orang sehat. gerak), penambahan aliran darah ke otak dan  Keparahan kelebihan
Transfusi Darah jantung beban cairan
Hb menurun (<10g/dl),
 Fungsi sensoris : kutaneus
trombosis/trombositopenia,
ETIOLOGI Ansietas pansitopenia
Pengiriman oksigen dan nutrien ke sel  Intergasi jaringan : kulit
b. Anemia pasca perdarahan Terjadi sebagai berkurang dan membrane mukosa
akibat perdarahan yang masif  Perfusi jaringan :perifer
c. Anemia defisiensi Terjadi karena
kekurangan bahan baku pembuat sel darah
NOC Intoleransi Aktifiktas
Resiko Tinggi Infeksi Gangguan absorbsi nutrien yang
d. Anemia hemolitik Terjadi penghancuran  Tingkat Ansietas Kriteria Hasil
diperlukan untuk pembentukan sel
(hemolisis) eritrosit yang berlebihan  Pengendalian Diri  menunjukan keseimbangan
Terhadap Ansietas darah merah
NOC NOC cairan
 Konsentrasi  Toleransi aktifitas  menunjukan intergritas
 Pengendalian Resiko
 Koping  jaringan : kulit dan membrane
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Komunitas : Penyakit Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari

Ketahanan
Penghematan energy mukosa
1. Jumlah darah lengkap JDL) HB & HT menurun Menular kebutuhan tubuh
 Kebugaran fisik  menunjukan perfusi jaringan :
2. Jumlah trombosit : menurun(aplastik), Kriteria Hasil  Status Imun
 Energy psikomotorik perifer
meningkat(DB), normal/tinggi(hemolitik)  Ansietas berkurang  Keparahan Infeksi
 Keparahan Infeksi : Bayi Baru  Perawatan – diri
3. Hb elektroforests : mengidentifikasi tpe struktur Hb  Menunjukan NOC
4. Folat serum dan vit. B12 : membantu mendiagnosa Lahir
Pengendalian-Diri  Selera Makan NIC
anemia  Penyembuhan Luka : Primer
Terhadap Ansietas  Status Gizi: Asupan Makanan Kriteria Hasil
5. Aspirasi sum sum tulang/pemeriksaan biopsy : sel  Menggunakan teknik  Penyembuhan Luka :  perawatan sirkulasi : insufisiensi arteri
dan Cairan
mungkin tampak berubah dalam jumlah, ukuran, Sekunder  Menoleransi aktifitas yang biasa dilakukan  perawatan sirkulasi : insufisiensi vena
relaksasi untuk  Status Gizi: Pengukuran
bentuk, membedakan tipe anemia meredakan ansietas  Menunjukan toleransi aktifitas  perawatan embolus : perifer
Biokimia
6. Pemeriksaan endoskopol dan radiografik : m  Mendemonstrasikan penghematan energy  manajemen cairan : elektrolit
 Status Gizi: Asupan Gizi
memeriksa sisi perdarahan, perdaraha Gl darah. Kriteria Hasil  manajemen cairan
 Berat Badan: Massa Tubuh
NIC  Terbebas dari tanda dan gejala  manajemen hiporpelemia
 Bimbingan Antisipasi infeksi NIC  manajemen sensasi perifer
PENATALAKSANAAN  Penurunan Ansietas  Memperlihatkan hygiene personal Kriteria Hasil  Terapi aktififitas  surveilens kulit
A. Anemia karena perdarahan  Tekhnik yang adakuat  Mempertahankan berat badan  Manajemen energy  kaji ulkus statis dan gejala selulitis (yaitu
Pengobatan terbaik adatah tranfusi darah. Menenangkan diri  Menggambarkan factor yang  Mejelaskan komponen diet bergizi  Manajemen lingkungan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada
B. Anemia defisiensi  Peningkatan Koping menunjang penularan infeksi adekuat  Terapi latihan fisik mobilitas sendi ekstremitas).
 Anemia defisiensi besi (DB)  Dukungan Emosi  Melaporkan tanda dan atau gejala  Terapi latihan fisik latihan kekuatan  Perawatan Sirkulasi (insufisiensi Arteri dan
 Mempertahankan massa tubuh
pemberian oral garam ferro sederhana infeksi serta mengikuti prosedur  Promosi latihan fisik latihan kekuatan Vena) (NIC):
dan berat badan dalam batas
(sulfat, glukonat, fumarat) merupakan skrining dan pemantauan  Bantuan pemeliharaan rumah - Lakukan pengkajian komprehensif
normal
terapi yang murah dan memuaskan.  Manajemen alam perasaan terhadap sirkulasi perifer.
 Anemia defisiensi asam folat  Bantuan perawatan diri - Pantau tingkat ketidaknyamanaan tau
pemberian/suplementasi asam folat oral 1 NIC nyeri saat melakukan latihan fisik.
 Perawatan sirkulasi : insufisiensi
NIC - Pantau status cairan termasuk asupan
mg per hari  Menentukan motivasi klien untuk
C. Anemda Hemolitik arteri dan haluaran.
mengubah kebiasaan makan  Manajemen sensasi perifer (NIC):
 Anemia hemolitik autoimun  Manajemen penyakit menular
 Memantau nilai laboratorium,
Terapi inisial dengan menggunakan  Skring kesehatan - Pantau pembedaan ketajaman atau
khususnya transferin, albimin, dan
Prednison 1-2 mg/kg BBhari.  Menejemen imunisasi/vaksinasi ketumpulan atau panas atau dingin.
elektrolit - Pantau parestesia: kebas, kesemutan,
 Anemia hemolitik karna kekurangan enzim  Pengendalian infeksi
 Manajemen nutrisi : hiperestesia, dan hipoestesia.
Pencegahan hemolisis adalah cara terapi  Perlindungan infeksi
 Mengetahuai makanan kesukaan - Pantau tromboflebitis dan thrombosis
yang paling penting pasien vena profunda.
 Sferositosis herediter  Menentukan kemampuan pasien - Pantau kesesuaian lata penyangga
Anemia dan hiperbillirubinemia yang cukup untuk memenuhi kebutuhan (rungkup), prosthesis, sepatu dan
berat memerlukan fototerapi atau tranfusi nutrisi pakaian.
tukar.
 Memantau kandungan nutri dan
 Thalasemia kalori pada catatan asupan
Hingga sekarang tidak ada obat yang dapat
menyembuhkannya.
D. Anemia aplastik
Dua metode yang sering dilakukan:
 Transplantasi sumsum tulang
 Terapi imuno supresan