Anda di halaman 1dari 9

1.

Latar Belakang Masalah

Stroke merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia,

dan salah satu penyebab dari tiga kematian di dunia. Sekitar 5.5 juta orang

meninggal dan 44 juta orang kualitas hidupnya hilang karena cacat

(Pitthayapong, Thiangtam, Powwattana, Leelacharas, & Waters, 2017; Wang

& Zhang, 2014). Stroke berdampak pada kurangnya aktivitas fisik akibat

melemahnya otot dan gangguan koordinasi, tidak hanya pada otot tungkai,

namun otot-otot pernapasan juga melemah, penurunan gerakan dinding toraks

akibat melemahnya otot-otot pernapasan sehingga terjadi penurunan tekanan

maksimal inspirasi dan ekspirasi (Jo & Kim, 2017; Menezes, Nascimento,

Ada, & Polese, 2016; Park, Kim, & Min, 2017; Seo, Hwan, & Park, 2017).

Upaya meningkatkan ventilasi maksimal diperlukan aktivasi otot-

otot pernapasan sehingga kekuatan otot meningkat, serta mengembalikan

fungsi ventilasi, dengan demikian perlunya latihan pernapasan diapragma

selama inspirasi dan mengerutkan bibir saat ekspirasi, agar dapat

meningkatkan aktivasi otot-otot pernapasan (Park et al., 2017; Seo et al.,

2017).

2. Praktik yang Telah Dilakukan Saat Ini

Intervensi pada pasien stroke yang dilakukan saat ini berfokus pada

upaya peningkatan kekuatan otot ekstremitas yang lemah dengan melakukan

mobilisasi, latihan penguatan otot atau Range of Motion (ROM).

3. Masalah berfokus di (Klinik/Lahan Praktik)

1
4. Identifikasi Masalah dengan cara (berfokus pada Kualitas misalnya

keefektifan, keefisienan, keterbatasan waktu, kemerataan, dan fokus pada

kebutuhan pasien)

5. Permasalahan ini mencakup (Individu/pasien itu sendiri )

6. Unsur PICO :

a. Patien, Population, Problem : pada pasien stroke kronic di suatu rumah

sakit, dengan penurunan aktivitas otot pernapasan satu sisi pada dada

akibat stroke

b. Intervention : Latihan pernapasan inspirasi diafragma dan ekspirasi

mengerutkan bibir.

c. Comparison : latihan fisik seperti mobilisasi, penguatan otot latihan dan

latihan ekstensi yang tidak mempengaruhi latihan pernapasan.

d. Outcomes : adanya peningkatan aktivasi otot pernapasan.

7. Pertanyaan

Apakah (P) penurunan aktivitas otot pernapasan pada pasien stroke

kronik (I) dengan latihan pernapasan inspirasi diafragma dan ekspirasi

mengerutkan bibir (C) di tambah dengan latihan fisik (O) dapat meningkatkan

aktivitas otot pernapasan ?

8. Strategi pencarian literatur

Pertama menentukan Kata kunci pencarian dengan menggunakan

database PubMed Advance (title/abstract) : “diaphragm breathing”

didapatkan 9 artikel, “diaphragm respiratory” didapatkan 5.188 artikel,

“pursed lip breathing” diperoleh 50 artikel, “pursed lip respiratory”

diperoleh 28 artikel, “breathing exercise” didapatkan 187 artikel, “respiratory

2
exercise” didapatkan 61 artikel, “breathing muscle” diperoleh 14.578 artikel,

“respiratory muscle” diperoleh 4.077 artikel, “breathing muscle activation”

didapatkan 209 artikel, “respiratory muscle activation” didapatkan 39 artikel

dan “stroke” diperoleh 201.148 artikel. Setelah itu kata kunci digabungkan

((((((((((Diaphragm breathing [Title/Abstract]) OR Diaphragm respiratory

[Title/Abstract]) AND Pursed lip respiratory [Title/Abstract]) OR Pursed lip

breathing [Title/Abstract]) AND Breathing exercise [Title/Abstract]) OR

Respiratory exercise [Title/Abstract]) AND Breathing muscle [Title/Abstract])

OR Respiratory muscle [Title/Abstract]) OR Breathing muscle activation

[Title/Abstract]) OR Respiratory muscle Activation [Title/Abstract]) AND

stroke [Title/Abstract] diperoleh 56 artikel, Free full text diperoleh 23 artikel,

5 tahun terakhir diperoleh 16 artikel, human dan english diperoleh 9 artikel.

artikel yang paling relevan adalah “The effects of inspiratory diaphragm

breathing exercise and expiratory pursed-lip breathing exercise on chronic

stroke patients’ respiratory muscle activation” (Seo et al., 2017)

3
9. Evidence yang dikumpulkan berasal dari pencarian (literatur)

4
5
6
7
10. Jurnal Hasil Pencarian yang paling sesuai dengan PICOT (Terlampir)

8
DAFTAR PUSTAKA

Jo, M.-R., & Kim, N.-S. (2017). Combined respiratory muscle training facilitates
expiratory muscle activity in stroke patients, 1970–1973.
Menezes, K. P., Nascimento, L. R., Ada, L., & Polese, J. C. (2016). Respiratory
muscle training increases respiratory muscle strength and reduces respiratory
complications after stroke : a systematic review, 62, 138–144.
https://doi.org/10.1016/j.jphys.2016.05.014
Park, S.-J., Kim, S.-H., & Min, K.-O. (2017). The immediate effects of rib cage
joint mobilization and chest wall stretch on muscle tone and stiffness of
respiratory muscles and chest expansion ability in patients with chronic
stroke, 1960–1963.
Pitthayapong, S., Thiangtam, W., Powwattana, A., Leelacharas, S., & Waters, C.
M. (2017). A Community Based Program for Family Caregivers for Post
Stroke Survivors in Thailand. Asian Nursing Research, 11(2), 150–157.
https://doi.org/10.1016/j.anr.2017.05.009
Seo, K., Hwan, P. S., & Park, K. (2017). The effects of inspiratory diaphragm
breathing exercise and expiratory pursed-lip breathing exercise on chronic
stroke patients ’ respiratory muscle activation, 465–469.
Wang, W., & Zhang, B. (2014). Statins for the Prevention of Stroke : A Meta-
Analysis of Randomized Controlled Trials, 9(3).
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0092388