Anda di halaman 1dari 3

LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA

OSMOREGULASI

Kelompok :7
Nama Anggota :
1. Edi Ramdani
2. Ike Anggraini
3. Nur Rokhimatul Faizah

1. Apa yang dimaksud dengan lngkungan internal dan lingkungan eksternal suatu
organisme ?
Jawab :
 Lingkungan internal adalah. Lingkungan interal yang berupa cairan plasma dan cairan
interstitial.
 Lingkunag internal adalah lingkungan yang berada di luar sel namun masih berada di dalam
tubuh organisme
 Lingkungan eksternal adalah lingkungan dimana organisme hidup atau dapat dikatakan
sebagai segala sesuatu yang berada di luar tubuh organisme.

2. Dibandingkan dengan tekanan osmotis lingkungan luarnya, lingkungan internal


organisme dapat bersifat isoosmotik, hipoosmotik, dan hiperosmotik. Jelaskan !
Jawab :
 Isoosmotik adalah tekanan osmotic cairan di lingkungan internal sama dengan tekanan
osmotic di lingkungan eksternal.
 Hiperosmotik adalah larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik lebih tinggi
daripada larutan yang lain.
 Hipoosmotik adalah larutan yang memiliki konsentrasi osmotik lebih rendah daripada
larutan lainnya.

3. Jelaskan mekanisme regulasi hipoosmotik dan regulasi hiperosmotik !


Jawab :
a. Mekanisme regulasi hiperosmotik : Air masuk ke dalam tubuh hewan, disebabkan
konsentrasi zat terlarut dalam tubuh hewan tinggi dibandingkan dalam mediumnya,
dan zat terlarut akan keluar tubuh apabila konsentrasi didalam tubuh lebih tinggi
daripada diluar tubuh. Disamping itu pembuangan air sebagai penyeimbang air yang
masuk juga membawa zat terlarut yang ada didalamnya keluar tubuh.
b. Mekanisme regulasi hipoosmotik : Air cenderung akan keluar disebabkan kadar air
dalam tubuh lebih tinggi daripada mediumnya, dan zat terlarut akan masuk ke dalam
tubuh, apabila kadar zat terlarut diluar tubuh (dalam medium) lebih tinggi daripada
cairan yang ada didalam tubuh.
4. Bagaimana ikan bertulang rawan mempertahankan tekanan osmotik lingkungan
internalnya ?
Jawab :

Ikan tulang rawan seperti hiu mempertahankan urea (limbah metabolic biasanya
diekskresikan dalam urin) dalam jaringan dan darah. Perilaku hiu dalam mengkondisikan
osmolaritas darah hiu sama dengan air laut, sehingga terjadi keseimbangan air. Hiu
memiliki osmolaritas internal yang sama dengan lingkungannya sehingga tidak ada
tendensi untuk memperoleh air atau kehilangan air. Konsentrasi zat dalam cairan tubuh
hiu sama dengan konsentrasi zat terlarut dari lingkungan sekitarnya (air laut). Cara ikan
tulang rawan mempertahankan diri terhadap lingkungannya adalah dengan menyamakan
tekanan osmotic tubuhnya dengan tekanan luarnya (air laut) meskipun tidak pernah dapat
mencapai kesamaan. Namun, tekanan pada ikan tulang rawan (hiu) hampir sama. Dalam
melakukan sistem osmokonfomer hiu tidak membuang urinenya keluar. Sehingga
tekanan osmotiknya tetap terjaga. Hal tersebut menyebabkan daging pada ikan hiu
menjadi bau seperti urine.

5. Jelaskan perubahan mekanisme osmoregulasi ikan yang bermigrasi dari air laut ke
air tawar !
Jawab : Ikan salmon dewasa hidup di laut dengan kadar salinitas tinggi. Dimanaikan
salmon akan meminum banyak air laut untuk mengatur kadar garam tubuh dan
mengekskresikan kelebihan garam dari insang. Peranan ginjal dalam ekskresi garam
sangatlah besar melalui kelenjar rektal yang nantinya akan mengekskresikan natrium
klorida untuk menyeimbangkan konsentrasi garam internal tubuh yang lebih rendah dari
konsentrasi garam air laut. Dan ketika ikan salmon akan bereproduksi menuju kearah
hulu sungai, disini akan terjadi perubahan osmoregulasi tubuhdari air laut ke air tawar
(hypoosmosis ke hyperosmosis).Ketika migrasi ke air tawar untuk memijah, ikan salmon
itu akan berhenti atau sedikit minum dan insangnya akan mulai mengambil garam dari
lingkungan yang konsentrasinya tidak pekat. Ikan salmon ini akan menyeimbangkan
perolehan air dengan banyak mengeluarkan urine.
6. Apakah organisme osmokonformer selalu eurihalin dan organism osmoregulator
selalu stenohalin ? Jelaskan !
Jawab : Osmokonformer merupakan organism yang dapat menyesuaikan osmoregulasi
dalam tubuh mereka dengan lingkungannya baik secara aktif maupun pasif.
Osmoregulator merupakan organism yang keadaan tubuhnya selalu konstan (tidak
menyesuaikan diri dengan lingkungannya). Organisme yang merupakan osmokonformer
tidak selalu eurihalin dikarenakan ada beberapa spesies hewan laut yang merupakan
organism stenohaline yang hanya dapat bertahan dalam kondisi salinitas yang relative
tidak berubah. Namun ada juga organism osmokonformer yang dapat diklasifikasikan
sebagai eurihaline dikarenakan organism-organism tersebut dapat bertahan hidup pada
kondisi salinitas yang ekstrim. Sedangkan untuk organism osmoregulator hanya terdapat
organisme yang stenohalin.

7. Jelaskan mengapa nelayan yang kehausan di laut tidak berani minum air laut
sedangkan burung laut meminum air laut !
Jawab : Karena manusia tidak dilengkapi dengan organ untuk mengekskresikan air laut.
Ginjal manusia mampu memindah sampai sekitar 6 gr Na+ dari aliran darah/liter urin
yang diproduksi. Air laut mengandung sekitar 12 gr/liter Na+. Jadi minum air laut dapat
menyebabkan manusia mengakumulasi garam tanpa penambahan air yang eqivalen
secara fisiologis. Dengan kata lain, untuk mengekskresikan garam yang ditelan bersama
sejumlah air laut, ginjal manusia memerlukan jumlah air lebih banyak daripada yang
terkandung dalam air laut yang diminum, jadi minum air laut akan diikuti dehidrasi
secara cepat. Sedangkan pada burung laut yang memperoleh makanan dari laut
menghadapi masalah berupa pemasukan garamyang berlebihan. Hal ini berarti bahwa
burung tersebut harus berusaha mengeluarkan kelebihan garam dari tubuhnya. Burung
mengeluarkan kelebihan garam tersebut melalui kelenjar garam (kelenjar nasal), yang
terdapat pada cekungan dangkal dikepala bagian atas, disebelah atas setiap matanya,
didekat hidung. Apabila burung laut menghadapi kelebihan garam didalam tubuhnya,
hewan itu akan menyekresikan cairan pekat yang banyak mengandung NaCl. Kelenjar
garam ini hanya aktif pada saat tubuh burung dijenuhkan oleh garam.