Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PEMANTAUAN BAYI RESIKO TINGGI


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PERIUK TAHUN 2017

1. Latar Belakang
a) Dasar Hukum
1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.
4) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota.
5) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 951/Menkes/SK/V/2000 Tahun 2000
tentang Upaya Kesehatan Dasar di Puskesmas.
6) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
7) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.01/160/I/2010 tentang Rencana
Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014.
8) SK Menkes RI No. 032/BIRHUB/1972 tanggal 4 September 1972
b) Latar Belakang
Angka kematian, perinatal yaitu 40 per 1000 kelahiran hidup. Perlu adanya
pengenalan bayi-bayi risiko tinggi sehingga mempercepat mendapat rujukan untuk
mendapat penatalaksanaan selanjutnya sehingga angka kematian dan kesakitan dapat
diturunkan.
Menyadari keadaan masyarakat dengan berbagai keterbatasan dan kelangkaan yang
dihadapi kiranya yang paling tepat ialah mengadakan cara pendekatan secara wilayah.
Perhatian yang menyeluruh untuk memanfaatkan semua sumber yang ada, dan usaha
untuk menjangkau sebagian terbesar dari ibu hamil, melahirkan dan menyusui perlu
dilaksanakan bersama masyarakat Tidak saja terbatas pada sikap menunggu kasus
datang pada bidan ataupun dokter, ditempat praktek, rumah bersalin ataupun puskesmas
tatapi hendaknya pada kegiatan terjun ketengah masyarakat. Dari usaha penerangan,
motivasi pendidikan ataupun bimbingan kesemuanya akan menentukan corak kasus
yang akan datang meminta pertolongan. Pemanfaatan tenaga penolong persalinan
tradisional, harus dilaksanakan dengan memperhitungkan segala hambatan yang
mungkin timbul. Demikian pula suatu bentuk rujukan yang bersifat timbal balik akan
memungkinkan tercapainya kasus yang secara medis teknis sukar, ditangani oleh tenaga
yang paling trampil dan demikian pula sebaliknya. Penyertaan aktif warga masyarakat
secara luas, dapat dipacu secara luwes sehingga dapat ditumbuhkan adanya kader
kesehatan seperti yang sudah dibuktikan pada beberapa daerah.
Dalam hal ini pemerintah telah mengatur sesuai SK Menkes RI No.
032/BIRHUB/1972 tanggal 4 September 1972: “apabila suatu unit pelayanan kesehatan
belum mampu untuk melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan keperluan bayi
baru lahir maka yang bersangkutan harus merujuknya ke unit pelayanan kesehatan yang
lebih mampu”.
2. Maksud dan tujuan :
a. Maksud kegiatan
Terlaksananya kegiatan ini dengan maksud pemantauan bayi yang berisiko tinggi
dengan penyakit, agar terciptanya derajat kesehatan yang tinggi untuk bayi
b. Tujuan kegiatan
1) Terlaksananya deteksi dini resiko tinggi pada bayi yang baru lahir
2) Terlaksananya pemantauan pada bayi dengan resiko tinggi
3) Terlaksananya tindak lanjut dini dengan masalah yang ada
3. Pelaksanaan kegiatan
a. Urutan kegiatan
Pemantauan bayi dengan resiko tinggi dilakukan setiap bulan di 9 kelurahan wilayah
kerja BLUD Puskesmas Simpang Periuk
b. Batasan kegiatan
1) Melakukan kunjungan rumah bayi dengan resiko tinggi
2) Melakukan penyuluhan pada keluarga
3) Memeriksa kesehatan balita resiko tinggi
4) Menetapkan bahwa keadaan bayi harus mendapatkan penangan lanjut
5) Melakukan pencatatan hasil pemeriksaaan
4. Indikator keluaran dan keluaran
a. Indikator keluaran
Bayi terpantau dan melakukan rujukan bila diperlukan
b. Keluaran
Dengan melakukan pemantauan bayi resiko tinggi di 9 kelurahan wilayah kerja
Puskesmas Simpang Periuk diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan bayi
5. Tempat pelaksanaan kegiatan
Kegiatan diselenggarakan setiap bulan di kelurahan wilayah kerja Puskesmas
Simpang Periuk tahun 2017 sesuai dengan jadwal kegiatan yang ada.
6. Biaya.
Biaya kegiatan ini akan dibebankan pada pembiayaan BOK tahun anggaran 2017
sebesar Rp 10.800.000, ( sepuluh juta delapan ratus ribu rupiah).

Mengetahui, Lubuklinggau, Januari 2017


Pimpinan BLUD Puskesmas Simpang Periuk Pelaksana Kegiatan
Kec. Lubuklinggau Selatan II

dr. Willy Prima Lukita Dwi Surtina Saraswati, Am.Keb


NIP. 19800209 200604 2 006 NIP. 19870910 200903 2 002