Anda di halaman 1dari 9

Abstrak setiap saluran dan transformator di jaringan, serta

besar tegangan dan sudut phasa pada setiap


Pada Modul 2, praktikan akan memahami konsep dari
busbar di jaringan, setelah data konsumsi daya
analisis aliran daya rangkaian sistem tenaga elektrik
pada titik-titik beban dan produksi daya pada sisi
terhadap perubahan – perubahan parameter yang
generator diketahui. Analisa solusi aliran daya ini
komponennya diubah. Pengaruh parameter komponen
akan memberikan gambaran apakah sistem tenaga
tersebut dilihat pada tegangan beban maupun daya aktif dan
yang ada memiliki peformansi yang memenuhi
reaktif di 8 titik pengukuran dengan menggunakan
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan pada sistem
SimPowerSystem dan Simulink pada Matlab.
tersebut, seperti antara lain: Pembebanan
Kata kunci: Analisis Aliran Daya, Daya Aktif, Daya komponen dan rangkaian; Tegangan bus pada
Reaktif, MatLab, SimPowerSystemsTM, Simulink®. kondisi mantap; Aliran daya reaktif; Rugi-rugi
sistem. (1)

1. PENDAHULUAN 2.2 GENERATOR


Generator adalah sumber tegangan listrik yang
Dinamika terjadi ketika penggunaan beban listrik
diperoleh melalui perubahan energi mekanik menjadi
pada suatu industri, seperti pada siang hari
energi listrik. Generator bekerja berdasarkan prinsip
penggunaan beban akan naik dibandingkan induksi elektromagnetik, yaitu dengan memutar suatu
penggunaan beban listrik di malam hari. kumparan dalam medan magnetsehingga timbul
Perubahan aliran daya pada suatu sistem tenaga ggl induksi. Generator mempunyai dua
listrik tersebut dapat menggunakan konsep komponen utama, yaitu bagian yang diam (stator)
analisis aliran daya, sehingga dapat mengatasi dan bagian yang bergerak (rotor). Rotor
gangguan dan meminimalisir kerugian yang berhubungan dengan poros generator yang
dialami sistem, seperti kasus overvoltage maupun berputar di pusat stator. Poros generator biasanya
undervoltage. diputar menggunakan usaha luar yang dapat
berasal dari turbin, baik turbin air atau turbin uap
Adapun tujuan praktikum modul 2 Analisis dan selanjutnya berproses menghasilkan arus
Aliran Daya, ini adalah sebagai berikut : listrik. (2)
 Memahami konsep aliran daya pada suatu Terdapat dua jenis generator, yaitu generator arus
sistem tenaga elektrik; bolak-balik (AC) dan generator arus searah (DC).
Generator arus bolak-balik sering disebut juga dengan
 Melakukan analisis terhadap perubahan –
alternator. Alat ini terdiri atas magnet dengan
perubahan aliran daya pada suatu sistem kutub berbentuk cekung dan kumparan kawat
tenaga elektrik dengan menggunakan yang dililitkan pada suatu armatur dan dapat
SimPowerSystems dan Simulink pada berputar dalam suatu medan magnet. Armatur
MATLAB. berupa kumparan persegi dengan lilitan mengitari
sebuah inti besi lunak. Generator arus searah
sering disebut juga dengan dinamo. Alat ini terdiri
atas magnet dan kumparan kawat yang dililitkan
2. STUDI PUSTAKA pada suatu armatur dan dapat berputar dalam
suatu medan magnet. Perbedaannya dengan
2.1 ANALISIS ALIRAN DAYA generator AC adalah pada bagian komponen yang
berhubungan dengan ujung kumparan yang
Studi aliran daya menghitung tegangan arus, daya berputar. Dinamo mcnggunakan sebuah cincin
aktif, daya reaktif dan faktor daya pada suatu belah atau disebut sebagai komutator, sedangkan
sistem tenaga. Perencanaan, perancangan dan generator AC menggunakan dua buah slip ring. (2)
pengoperasian sistem tenaga membutuhkan
perhitunganperhitungan tersebut untuk 2.3 CIRCUIT BREAKER
menganalisis performansi sistem pada kondisi
mantap dalam berbagai macam kondisi operasi. Circuit breaker (CB) adalah peralatan
Pada praktikum ini, solusi aliran daya diperoleh pada sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk
memutuskan hubungan antara sisi sumber tenaga
dengan menggunakan SimPowerSystems™ dan
listrik dan sisi beban yang dapat bekerja secara
Simulink® pada MATLAB (untuk mengerti detail otomatis ketika terjadi gangguan atau secara
formula perhitungan aliran daya, praktikan manual ketika dilakukan perawatan atau
disarankan untuk membaca panduan buku teks perbaikan. Circuit breaker dirancang untuk
mengenai analisis sistem tenaga). Permasalahan melakukan proteksi terhadap suatu rangkaian
mendasar yang dipecahkan dengan studi aliran listrik dari bahaya-bahaya yang disebabkan oleh
daya ini adalah menemukan aliran daya pada short circuit atau overcurrent secara otomatis.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 1


Fungsi utamanya adalah untuk menginterupsi 2.7 TRANSMISI
arus listrik ketika relay protektif mendeteksi
adanya kesalahan dalam rangkaian. Tidak seperti Transmisi adalah proses penyaluran tenaga listrik
fuse, yang hanya dapat digunakan sekali dari tempat pembangkit tenaga listrik (power
kemudian diganti, sebuah circuit breaker dapat direset plant) hingga saluran distribusi listrik (substation
dan digunakan kembali dalam keadaan distribution) agar sampai pada konsumen
normal. (3) pengguna listrik. Transmisi dibedakan menjadi
berbagai macam, salah satunya adalah menurut
2.4 SIMULINK panjangnya. Transmisi saluran pendek memiliki
Simulink merupakan bagian tambahan panjang saluran kurang dari 50 mil. Transmisi
dari software MATLAB (Mathworks Inc.). saluran menengah memiliki panjang saluran antar
Simulink dapat digunakan sebagai sarana 50-150 mil. Transmisi saluran panjang memiliki
pemodelan, simulasi dan analisis dari sistem panjang saluran lebih dari 150 mil.
dinamik dengan menggunakan antarmuka grafis
(GUI). Simulink terdiri dari beberapa kumpulan 2.8 BEBAN
toolbox yang dapat digunakan untuk analisis
Beban berfungsi untuk menyerap daya. Ada tiga
sistem linier dan non-linier. Beberapa library yang
sering digunakan dalamsistem kontrol antara lain jenis beban pada umumnya yaitu beban resistif,
math, sinks, dan sources. (4) beban induktif, dan beban kapasitif. Beban resistif
dihasilkan oleh bahan yang bersifat murni
2.5 SISTEM PER UNIT tahanan seperti pada elemenpemanas dan lampu
pijar. Beban induktif timbul akibat lilitan atau
Dalam analisa sistem tenaga listrik, ada kumparan yang menimbulkan menimbulkan
empat besaran yang dipakai sebagai parameter medan magnet seperti pada trafo, motor, dan
dalam perhitungan atau pengujian sistem yaitu
relay. Arus tertinggal (lagging) terhadap
[1] : Arus (A), Tegangan (V), Daya (W), dan
tegangannya dengan beda fasa sebesar 0 sampai
Impedansi (Ohm). Untuk memudahkan
perhitungan dalam analisa sistem tenaga listrik 90˚. Beban kapasitif bersifat seakan-akan
digunakan sistem per unit. Dengan menentukan menyimpan tegangan listrik sesaat. Arus
besaran dasar, besaran per unit dapat dihitung. mendahului (leading) tegangannya dengan beda
Dengan menentukan dua besaran (biasanya fasa sebesar -90 sampai 0˚. Pada modul ini
tegangan dasar dan daya dasar), maka besaran ketiga jenis beban digunakan dengan hubungan
dasar yang lain (arus dan impedansi) dapat paralel.
ditentukan. Sistem per unit adalah ekspresi
besaran pada sistem dalam perbandingan 3. METODOLOGI
terhadap besaran dasar (base). Perhitungan
menjadi lebih sederhana karena semua besaran Komponen dan alat yang digunakan pada
yang telah ditransformasi ke dalam per unit tidak praktikum modul 1 Pengenalan Komponen &
berubah ketika dicerminkan dari sisi ke sisi yang Perangkat Lunak SIMPOWERSYSTEMSTM Dan
lain pada trafo. Sistem ini akan sangat Simulink® Pada Matlab adalah
memudahkan ketika dalam suatu sistem tenaga
terdapat banyak trafo yang digunakan. Besaran  1 unit komputer
per unit didefinisikan sebagai perbandingan harga  Software Matlab
yang sebenarnya (actual value) dengan harga
dasar (base value). Jadi jika dituliskan dalam Langkah-langkah yang dilakukan adalah
rumus yaitu: (Besaran sesungguhnya – Besaran
dasar dengan dimensi yang sama). (5)

2.6 TRANSFORMATOR
Transformator adalah peralatan listrik yang mengubah
data AC pada suatu level tegangan ke level tegangan
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik tanpa
merubah frekuensinya. Dapat juga digunakan untuk
sampling tengangan, arus, dan transformasi impedansi.
Ketika kumparan primer dihubungkan dengan sumber
tegangan AC, perubahan arus listrik pada kumparan
primer menimbulkan perubahan medan magnet. Medan
magnet berubah diperkuat oleh inti besi, sehingga fluks
magnet yang ditimbulkan akan mengalir ke kumparan
sekunder, sehingga pada ujung – ujung kumparan
sekunder akan timbul ggl induksi. (6)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 2


Merangkai komponen - komponen sesuai dengan
rangkaian pada modul (Gambar 4.1)

Gambar 4.3 : Bentuk Sinyal Tegangan beban Fasa B

Mengatur parameter sesuai dengan kondisi pada modul

Melakukan simulasi; Dan mencatat hasil simulasi pada


BCL. Gambar 4.4 : Bentuk Sinyal Tegangan beban Fasa C

4. HASIL DAN ANALISIS


Rangkaian yang dibuat memiliki spesifikasi
sebagai berikut :

Gambar 4.5 : Bentuk Sinyal Arus beban Fasa A

Gambar 4.1 : Skematik Rangkaian Modul 1

Generator : 30 MVA, 13.8 kV, Xs = 0.1 pu;


Trafo 1 : 20 MVA, 13.2 – 132 kV, ∆-Y, Rt = 0.005,
Xt = 0.1pu;
Gambar 4.6 : Bentuk Sinyal Arus beban Fasa B
Trafo 2 : 20 MVA, 132 – 13.8 kV, Y-∆, Rt = 0.005,
Xt = 0.1pu;
Line : 20 KM, Rl = 0.2 Ω/km, Xl = 2 Ω/km;
Beban : 20 MVA, 0.8 lag, 13.8kV, Xs = 0.08 pu.
Kemudian, setelah mengatur parameter dan
melakukan debug. Dalam menyusun rangkaian
terdapat perubahan kompnen yaitu Demux
menggantukan stator voltage.
Hasil simulasi dari rangkaian dapat dilihat pada Gambar 4.7 : Bentuk Sinyal Arus beban Fasa C
gambar berikut :

Gambar 4.2 : Bentuk Sinyal Tegangan beban Fasa A

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 3


Gambar 4.8 : Pengaturan Generator

Setelah generator sinkron dipasang, lalu diberikan


parameter seperti gambar diatas. ada gambar Gambar 4.9 : Pengaturan Breaker
tersebut, diberikan parameter sebesar 30 MVA
ditandai angka 30e6, 13.8 kV, dengan Xs = 0.1 pu. Untuk breaker, diatur dalam keadaan close dan
Selanjutnya tegangan keluarannya bernilai 13.8 kV juga tanpa switching yang dapat dilihat pada
dengan frekuensi standar 50 Hz. Selain itu, nilai Xl gambar tanda switching A, B, C tidak dicentang.
juga diubah menjadi 0.1 pu sesuai dengan Tujuannya agar breaker dapat terhubung dengan
spesifikasi yang ada pada modul. komponen yang lain. Serta pada ketiga fasanya
breaker tidak dapat melakukan switching untuk
keperluan praktikum.

Gambar 4.10 : Pengaturan Configuration Trafo 1

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 4


Gambar 4.13 : Pengaturan Parameters Trafo 1

Gambar 4.11 : Pengaturan Parameters Trafo 1 Pada trafo ini, parameter daya nominal dan
frekuensi sama seperti trafo pertama. Tetapi
Selanjutnya, transformator atau trafo. Pada konfigurasinya dibalik menjadi Wye-delta dengan
rangkaian ini, terdapat dua trafo, yaitu trafo step- parameter tegangan, R, dan L yang dibalik juga
up pada trafo pertama dan trafo stepdown pada dari trafo pertama.
trafo kedua. Trafo step-up berfungsi untuk
menaikan tegangan dari tegangan rendah ke
tegangan tinggi. Pada modul yaitu dari 13.8 kV
menjadi tegangan tinggi 132 kV, ini digunakan
untuk keperluan transmisi. Sedangkan trafo
stepdown berfungsi untuk menurunkan tegangan
dari 132 kV menjadi 13.8 kV. Konfigurasi yang
digunakan pada trafo pertama yaitu Delta-Wye.
Delta pada bagian winding 1 dan Wye pada
bagian winding 2.

Gambar 4.12 : Pengaturan Configuration Trafo 2

Gambar 4.14 : Pengaturan Pi Line

Pada pengaturan seperti gambar tersebut


frekuensi diatur 50 Hz dan panjang dari line

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 5


adalah 20 km sesuai dengan modul. Pada setiap sistem tiga fasa. Tegangan antarfasa diatur 13.8 kV
kilometernya, resistansi line adalah 0.2 ohm/km dengan frekuensi 50 Hz seperti spesifikasi pada
seperti spesifikasi. Sama seperti pada trafo, nilai modul. Dengan melakukan perhitungan, nilai
induktansi diperoleh dari nilai reaktansinya yang daya aktif adalah 16 MW karena pada spesifikasi
bernilai 2 ohm/km dibagi dengan 100π sebagai nilai dayanya adalah 20 MW dengan power factor
frekuensi dari sinyal dalam rad/s. 0.8.

Gambar 4.18 : Pengaturan Multimeter


Gambar 4.17 : Pengaturan Measurement
Seluruh parameter yang telah ditentukan dan
Komponen yang dianalisis pada rangkaian dimasukkan ke dalam rangkaian selanjutnya
berikutnya yaitu measurement Pada pengaturan mulai disimulasikan dan akan menghasilkan
measurement tegangan diubah menjadi phase to suatu grafik yang ada seperti pada Gambar 4.2
phase agar tegangan yang terukur adalah jenis sampai Gambar 4.7.
tegangan yang biasa digunakan di dalam
Pertanyaan Analisis Modul :
perancangan dan perhitungan.
1. Jelaskan fungsi dari sistem eksitasi pada
generator !
Fungsi dari sistem eksitasi yaitu mengalirkan
arus searah ke dalam generator yaitu arus
field. Konduktor pada generator yang diputar
akan muncul GGL induksi, lalu arus field
digunakan untuk membangkitkan medan
magnet dalam generator. Tegangan keluaran
generator salah satunya dipengaruhi oleh kuat
medan magnet ini, dan medan magnet ini juga
dipengaruhi oleh besarnya arus field. Maka
secara tidak langsung, tegangan keluaran
generator juga ditentukan oleh besarnya arus
yang dialirkan oleh sistem eksitasi ini

2. Apabila suatu breaker terputus, apa yang


terjadi pada sinyal keluaran tegangan pada
beban ?
Apabila breaker terputus atau open circuit,
maka arus yang mengalir pada rangkaian
Gambar 4.18 : Pengaturan Beban RLC menjadi nol, walaupun elektronnya tetap ada
namun tidak bisa melewatkan arusnya karena
Komponen berikutnya adalah beban. Pada beban terputus jalurnya. Karena fungsi breaker
yang digunakan dirangkaian ini adalah beban disini adalah sebagai switch yang melakukan
parallel yang mengandung komponen RLC untuk proteksi jika adanya korsleting. Sehingga
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 6
tegangan pada beban juga akan bernilai nol
pula dan tidak ada transmisi tenaga dari
sumber ke beban

3. Buat perhitungan dalam sistem pu untuk Arus Base pada load :


mencari arus pada beban !
Base perhitungan :
Arus Beban dalam pu :

Dalam perhitungan breaker dianggap ideal


tanpa loss sehingga tidak dimasukkan Arus Aktual pada beban :
perhitungan.
Load :
4. Bandingkan hasil perhitungan anda dengan
simulasi pada Matlab! Analisa Hasilnya!
Perbandingan hasil perhitungan dan hasil
simulasi terlihat bahwa hasil perhitungan
berbeda dengan simulasi menunjukan arus
yang mengalir pada beban kurang lebih
mendekati nilai 1000 A. Perbedaan ini dapat
terjadi karena adanya beberapa parameter
yang diabaikan di dalam perhitungan. Salah
satu faktornya karena nilai C pada PI line
yang tidak ikut diperhitungkan dalam
Trafo 1 : perhitungan. Maka seharusnya nilai
impedansi dari line tidak persis seperti pada
hitungan tersebut. Pada hasil simulasi sinyal
terlihat naik kemudian turun lagi dan stabil
konstan. Proses ini yaitu ketika seluruh
komponen penyimpan energi mengalami
charging terlebih dahulu kemudian keadaan
Trafo 2 : menjadi steady state. Faktor lainnya adalah
keberadaan breaker pada sistem. Pada
simulasi breaker menimbulkan losses
sedangkan pada perhitungan kita anggap
Line : breaker ideal tanpa loss. Dengan demikian
perbedaan pada hasil perhitungan dengan
hasil simulasi di Matlab tersebut
5. Sebutkan dan jelaskan minimal 4 jenis
pemutus arus !
 Circuit Breaker
Pemutus arus listrik otomatis, karena arus
berlebih yang melewati CB tersebut.
Berfungsi sebagai pengaman rangkaian
listrik.
 Fuse
Alat yang dapat memutuskan arus listrik
pada saat terjadi hubung singkat atau arus
Generator :
berlebih pada rangkaian listrik.
 Saklar

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 7


Komponen pemutus dan penyambung [2] https://id.wikipedia.org/wiki/Generator_listr
aliran arus listri. Kompnen yang ik diakses pada 07/02/2018 pukul 20.00.
dirancang untuk memiliki dua keadaan,
[3] http://fungsi.info/tag/fungsi-circuit-breaker/
yaitu menutup dan terbuka.
diakses pada 07/02/2018 pukul 20.05.
 LBS (Load Break Switch)
[4] https://id.wikipedia.org/wiki/Simulink
Pemutus atus 3 fasa untuk penempatan di diakses pada 07/02/2018 pukul 20.10.
luar ruas pada tiang pancang yang
[5] http://jonielektro.blogspot.co.id/2011/12/si
dikendalikan secara elektronik.
stem-per-unit.html diakses pada 07/02/2018
pukul 20.15.
6. Sebutkan dan jelaskan pengaturan governor https://tanotocentre.wordpress.com/2009/06/06/t
pada pengaturan sinkron ! ransformator/ diakses pada 07/02/2018 pukul 20.20.
 Base Load Governor
Bekerja dengan cara mengatur kecepatan
prime power mover dan generator agar
menghasilkan daya yang konstan
meskipun beban yang disuplai berubah –
ubah.
 Drop Governor
Bekerja berdasarkan perubahan frekuensi
pada jaringan. Apabila terjadi perubahan
beban, maka akan terjadi perubahan
frekuensi, sehingga governor akan
melakukan penyesuaian kecepatan prime
mover agar kembali pada frekuensi.
 Isochronous Governor
Bekerja dengan cara mengatur prime
mover dan generator pada frekuensi yang
konstan, tanpa memperhatikan beban
yang disuplai.

5. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, didapat
kesimpulan sebagai berikut :
1. Rangkaian Sistem Tenaga elektrik dapat
dibuat menggunakan SimPowerSystemsTM
dan Simulink® pada Matlab.
2. Terdapat library pada SimPowerSystemsTM
yang berisi komponen yang berguna pada
Sistem Tenaga Elektrik.
3. Hasil perhitungan dengan hasil simulasi dapat
berbeda akibat perbedaan parameter,
pembacaan nilai grafik simulasi, serta
pembulatan angka hasil perhitungan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tim Penyusun, Modul Praktikum Sistem Tenaga
Elektrik EL3217, Laboratorium Sistem
Kendali dan Komputer. Bandung, 2018.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 8
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 9

Anda mungkin juga menyukai