Anda di halaman 1dari 41

Buku Pegangan mahasiswa

BUKU PANDUAN MAHASISWA


SISTEM MUSKULOSKELETAL

Penyusun
Tim Sistem Muskuloskeletal PSPD FKK UMJ

Disajikan pada Mahasiswa Semester II


Tahun ajaran 2017/2018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017/2018

1
Buku Pegangan mahasiswa

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat
dan karunianya sehingga buku panduan Modul Tutorial dan Manual Penuntun
Ketrampilan Klinik Sistem Muskuloskeletal ini dapat disusun.
Buku manual ketrampilan klinik pertama kali disusun oleh tim penyusun panduan
system muskuloskeletal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin kemudian terdapat
beberapa revisi yang dilakukan oleh tim modul muskuloskeletal FFK UMJ, sehingga
diharapkan dapat lebih memudahkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKK
UMJ untuk dapat berpikir kritis secara ilmiah dan sistematis dalam belajar menentukan
diagnosa dan langkah-langkah medis yang akan dilaksanakan serta ketrampilan klinik
yang menunjang langkah-langkah tersebut khususnya dalam sistem muskuloskeletal yang
berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia.
Buku ini berisi materi modul dan ketrampilan klinik selama sistem
muskuloskeletal berjalan, didalamnya terdapat 4 modul PBL dengan judul: sulit bergerak,
nyeri sendi, nyeri ekstremitas dan patah tulang, sedangkan manual Ketrampilan Klinik
meliputi 4 ketrampilan : anamnesa, sindroma jebakan, GALS dan radiodiagnostik tulang
dan sendi.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya penyusunan buku
ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tim Penyususun Panduan Sistem Muskuloskeletal


PSPD FKK UMJ

2
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………...2

Daftar isi ……………………………………………………………………………3

Tata Tertib Diskusi Tutorial……………………………………………………….. 4

Teknik anamnesa dan penulisan status …………………………………………….8

Teknik Pemeriksaan GALS (Gait, Arms, Legs, Spine)………………………….. 21

Teknik Pemeriksaan Sindrom Jebakan………………………………………….. .28

Teknik Pembacaan dan Intrpretasi Hasil Radiologi……………………………… 36

3
Buku Pegangan mahasiswa

TATA TERTIB DISKUSI TUTORIAL


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Mahasiswa PSPD FKK UMJ mahasiswa diskusi tutorial harus mematuhi tata tertib
diskusi yang tertera dibawah ini :
A. Tata Tertib mahasiswa
1. Mahasiswa diskusi harus datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
2. Keterlambatan lebih dari 30 menit tidak diperkenankan lagi mengikuti kegiatan.
3. Semua mahasiswa harus membuktikan jati dirinya selama diskusi berlangsung
(tidak diperkenankan memakai cadar/penutup muka).
4. Semua mahasiswa peserta diskusi diwajibkan berpakaian, berpenampilan dan
beringkah laku yang sopan dan baik layaknya seorang muslim dan calon dokter.
5. Selama jalannya diskusi semua mahasiswa tidak diperkenankan memakai celana
berbahan jeans, kaos tanpa kerah dan sandal/sepatu sandal. Bagi wanita
diwajibkan memakai jilbab dan berbusana muslim, sedangkan pria tidak
diperkenankan berambut gondrong.
6. Semua mahasiswa peserta diskusi diwajibkan memakai papan nama yang disertai
no.pokok mahasiswa.
7. Semua mahasiswa dilarang mengaktifkan Hp selama diskusi berlangsung.
8. Semua mahasiswa wajib menjaga ketertiban dan kebersihan.

B. Tata Tertib Diskusi :


1. Kelompok diskusi terdiri dari 10-15 mahasiswa yang diatur oleh bagian
pendidikan berkoordinasi dengan pelaksana system muskuloskeletal PSPD FKK
UMJ.
2. Kelompok diskusi dipandu oleh satu orang tutor.
3. Setiap memulai tutorial, kelompok menentukan seorang ketua dan sekretaris atas
kesepakatan bersama.
4. Ketua bertugas untuk mengarahkan jalannya diskusi dan membagi tugas pada
anggota kelompoknya.
5. Sekretaris bertugas mencatat semua hasil diskusi pada kertas lembar balik.
6. Mahasiswa wajib membaca dan mempelajari skenario diskusi tutorial terlebih
dahulu sebelum diskusi kelompok dimulai.
7. Mahasiswa peserta diskusi wajib menghargai pendapat orang lain dan tidak
memaksakan kehendak.
8. Mahasiswa peserta diskusi hendaknya turut aktif dan berpartisipasi selama diskusi
berlangsung.
9. Semua mahasiswa peserta diskusi bertanggung jawab terhadap hasil diskusi.

4
Buku Pegangan mahasiswa

10. mahasiswa peserta diskusi menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya baik
tugas dari kelompok ataupun tugas yang diberikan oleh tutor.
11. Hasil resume dari diskusi harus dikumpulkan kepada bagian pendidikan/sekretaris
sistem muskuloskeletal selambat-lambatnya satu hari sebelum diskusi pleno
berlangsung.
12. Laporan lengkap hasil diskusi harus dikumpulkan paling lambat 7 (tujuh) hari
setelah diskusi pleno selesai.

5
Buku Pegangan mahasiswa

TATA TERTIB PRAKTIKUM DAN KETRAMPILAN KLINIK


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Mahasiswa PSPD FKK UMJ yang akan melakukan praktikum di laboratorium dan
ketrampilan klinik harus mematuhi tata tertib diskusi yang tertera dibawah ini :

A. Tata Tertib Mahasiswa


1. Harus datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2. Keterlambatan lebih dari 30 menit tidak diperkenankan lagi mengikuti kegiatan.
3. Semua mahasiswa harus membuktikan jati dirinya selama diskusi berlangsung
(tidak diperkenankan memakai cadar/penutup muka).
4. Mahasiswa diwajibkan berpakaian, berpenampilan dan beringkah laku yang sopan
dan baik layaknya seorang muslim dan calon dokter.
5. Selama jalannya praktikum/ketrampilan klinik semua mahasiswa tidak
diperkenankan memakai celana berbahan jeans, kaos tanpa kerah dan
sandal/sepatu sandal. Bagi wanita diwajibkan memakai jilbab dan berbusana
muslim, sedangkan pria tidak diperkenankan berambut gondrong.
6. Dilarang memanjangkan kuku lebih dari 1 mm.
7. Diwajibkan memakai jas laboratorium yang bersih (bagi wanita, jilbab
dimasukkan ke dalam jas lab).
8. Selama praktikum/ketrampilan klinik diwajibkan memakai papan nama yang
disertai no.pokok mahasiswa.
9. Semua mahasiswa dilarang mengaktifkan Hp selama praktikum/ketrampilan
klinik berlangsung.

B. Tata tertib Jalannya Praktikum/Ketrampilan Klinik


1. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang diatur oleh bagian
pendidikan dengan berkoordinasi dengan system musculoskeletal.
2. Mahasiswa wajib mengikuti kuis sebelum dan sesudah praktikum/ketrampilan
klinik (pre test/post tes) yang di berikan oleh instruktur.
3. Mahasiswa wajib membaca dan mempelajari penuntun praktikum/ketrampilan
klinik sebelum kegiatan dimulai.
4. Mahasiswa diwajibkan berpartisipasi secara aktif selama praktikum/ketrampilan
klinik berlangsung.
5. Mahasiswa wajib berkerja dengan hati-hati dan menjaga alat-alat yang
dipergunakan serta mengutamakan keselamatan diri dan lingkungan selama
praktikum/ketrampilan klinik berlangsung.
6. Wajib memperlakukan model yang dipergunakan seperti memperlakukan manusia
atau bagian tubuh manusia.

6
Buku Pegangan mahasiswa

7. Tidak diperkenankan bergurau yang terlalu berlebihan sehingga membahayakan


dan merugikan orang lain.
8. Segala kerusakan/kehilangan alat-alat yang dipergunakan selama kegiatan
praktikum/ketrampilan klinik berlangsung akibat kelalaian atau kecerobohan dari
mahasiswa maka mahasiswa yang bersangkutan wajib mengganti alat tersebut.
9. Tidak diperkenankan makan/minum selama kegiatan berlangsung.
10. Semua mahasiswa wajib menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan
laboratorium serta membuang sampah medis dan sampah non medis pada
tempatnya.

7
Buku Pegangan mahasiswa

BUKU PANDUAN INSTRUKTUR

KETRAMPILAN KLINIK
TEKNIK ANAMNESA
Dan
PENULISAN STATUS

Disajikan pada Mahasiswa Semester II


Tahun ajaran 2017/2018

Disusun oleh :
Dr. Yusnam Syarief, PAK
Dr. Pitut Aprilia Savitri, MKK
Dr. Murni Sri Hastuti, SpS

SISTEM MUSKULOSKELETAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017/2018

8
Buku Pegangan mahasiswa

PANDUAN KETRAMPILAN KLINIK


TEKNIK ANAMNESA & PENULISAN STATUS
SISTEM MUSKULOSKELETAL

Pendahuluan :
Sesi ketrampilan klinik ini terdiri dari 2 jenis ketrampilan klinik yang satu sama lainnya
saling berkaitan yaitu :
- teknik Anamnesa
- Teknik penulisan status
Mula-mula Mahasiswa diminta untuk mempelajari teknik anamnesa khususnya sistem
muskuloskeletal yang kemudian dilanjutkan dengan mempelajari cara penulisan status
yang benar dengan kasus yang sama.
Mahasiswa akan diberikan beberapa kasus terkait penyakit sistem muskuloskeletal
sehingga sebelum memulai ketrampilan hendaknya sudah menguasai dasar-dasar
pengetahuan terhadap penyakit-penyakit tersebut agar sistem pembelajaran ini dapat
berjalan dengan lancar.
Secara garis besar yang harus ditempuh dalam pelatihan ketrampilan ini adalah sebagai
berikut :
- Sesi Pertama :
o mahasiswa berlatih teknik anamnesa dengan berganti peran sebagai dokter-
pasien dengan mahasiwa lain.
o mencatat hasil wawancara sampai pada kesimpulan diagnosa banding dan
rencana penatalaksanaan.
- Sesi Kedua :
o Mahasiswa akan diberikan informasi tambahan sesuai dengan kasus pada sesi
pertama (tanda vital, fisik, hasil pemeriksaan penunjang).
o Meneruskan pencatatan status sampai ke tahap penatalaksanaan, promotif,
preventif dan rehabilitatif serta prognosanya.

9
Buku Pegangan mahasiswa

TEKNIK ANAMNESA

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah selesai pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan anamnesa
penyakit sistem muskulokeletal dengan benar.

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan latihan ketrampilan klinik ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Membina komunikasi yang sopan dan baik dengan pasien atau keluarganya.
2. Melakukan anamnesis secara sistematis dan profesional.
3. Menanyakan data pribadi pasien secara rinci yang diperlukan dalam mendukung
diagnosis.
4. Menentukan keluhan utama pasien dengan benar.
5. Menggali semua keluhan tambahan yang berhubungan dengan keluhan utama
pasien.
6. Menegakkan diagnosa banding terhadap penyakit sistem muskuloskeletal.

TEKNIK PENULISAN STATUS PASIEN

TUJUAN PEMBELAJARAN :
Setelah pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu membuat status pasien penyakit
sistem muskuloskeletal dengan benar

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan latihan ketrampilan klinik ini mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mencatat identitas pasien dengan benar
2. Mencatat keluhan utama pasien dengan benar
3. Mencatat semua keluhan tambahan pasien dengan sistematis
4. Mencatat hasil pemeriksaan fisik dengan benar
5. Mencatat hasil pemeriksaan penunjang dengan benar
6. Menetukan diagnosis banding yang sesuai dengan anamnesis dan hasil
pemeriksaan.
7. Mencatat rencana penatalaksanaan dengan benar sesuai dengan kompetensi dokter
umum.

10
Buku Pegangan mahasiswa

DESKRIPSI KEGIATAN
CSL pertemuan pertama
Kegiatan Waktu Deskripsi
Pengantar 25 menit Pengantar
Teknik Anamnesa Bermain 50 menit - Mahasiswa dibagi menjadi pasang-
Peran pasangan
- Mahasiswa saling berbagi peran mencoba
menjadi dokter/pasien dengan kasus
sistem muskuloskeletal yang diberikan
oleh instruktur
- Instruktur mengamati kegiatan
Teknik menulis status pasien 50 menit - Mahasiswa diberikan informasi tambahan
terkait anamnesa yang sudah dilakukan
- Berlatih Mencatat status pasien
Diskusi/umpan balik 25 menit - Diskusi mengenai hal-hal yang mudah dan
sulit dalam proses latihan bermain peran
- Umpan balik dari instruktur
Total Waktu 150 menit

CSL Responsi
Kegiatan Waktu Deskripsi
Membuat kasus 25 menit Mahasiswa membuat kasus sendiri yang nantinya
akan dipakai oleh temannya sebagai kasus latihan
Teknik Anamnesa Bermain 50 menit - Mahasiswa dibagi menjadi pasang-
Peran pasangan
- Mahasiswa saling berbagi peran mencoba
menjadi dokter/pasien dengan kasus
sistem muskuloskeletal yang dibuat
sendiri oleh mahasiswa
- Instruktur mengamati kegiatan
Teknik menulis status pasien 50 menit - Mahasiswa diberikan informasi tambahan
terkait anamnesa yang sudah dilakukan
- Berlatih Mencatat status pasien
Diskusi/umpan balik 25 menit - Diskusi mengenai hal-hal yang mudah dan
sulit dalam proses latihan bermain peran
- Umpan balik dari instruktur
Total Waktu 150 menit

11
Buku Pegangan mahasiswa

PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETRAMPILAN TEKNIK ANAMNESA
SISTEM MUSKULOSKELETAL
NO LANGKAH/KEGIATAN KASUS
MEMPERSIAPKAN PASIEN 1 2 3
1. Pemeriksa mengucapkan salam kemudian berdiri dan melakukan
jabat tangan serta memperkenalkan diri dengan sopan
2. Mempersilahkan pasien duduk berseberangan/berhadapan
3. Memberikan respon yang baik dalam rangka membina sambung rasa.
4. Menjaga suasana tenang dan santai, berbicara dengan lafal yang jelas
dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami pasien dan
menyebutkan nama pasien pada saat bertanya.
5. Menanyakan identitas pasien: nama, umur, alamat & pekerjaan
6. Melakukan informed consent terhadap pasien
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
7. Menanyakan dan menentukan keluhan utama dari pasien
(nyeri, kaku, pegal pada tulang/otot/sendi)
8. Gali riwayat penyakit yang dapat membantu menegakkan diagnosa :
 Lokasi nyeri : tepatnya nyeri terletak disebelah mana? Satu
sisi atau dua sisi?
 Onset nyeri :akut, subakut, kronis
 durasi nyeri: menetap, hilang timbul
 Intensitas nyeri : ringan (masih mampu bekerja), sedang
(mengganggu konsentrasi bekerja), erat (tidak masuk
kerja/tidak bisa beraktivitas)
 Kualitas nyeri : seperti ditusuk, berdenyut
 Penjalaran nyeri (misal bahu, lengan, paha, betis sampai kaki)
 Faktor/aktivitas pemicu muncul/kambuhnya nyeri: dari
duduk ke berdiri, saat sholat, memasak, naik turun tangga,
jalan, dan lain-lain
 Faktor/aktivitas yang memperberat dan memperingan nyeri,
misal : nyeri bertambah saat berjalan dan membaik saat
duduk/istirahat
9. Tanyakan gejala neurologis yang menyertai rasa nyeri tersebut :
 Rasa kram/kesemutan pada jari-jari
 Rasa tebal/baal (hilangnya sensibilitas/rasa pada kulit/telapak
tangan/kaki/jari-jari)
 Kelemahan/kelumpuhan/pengecilan pada beberapa
otot/ekstremitas
10. Tanyakan adakah gangguan/keterbatasan bergerak pada fungsi organ,
misal :
 Gangguan pada saat membuka pakaian
 Gengguan pada saat mandi
 Gangguan pada saat naik turun tangga

12
Buku Pegangan mahasiswa

 Gangguan pada saat sholat


11. Tanyakan gejala yang timbul pada sistem lain yang timbul selama
menderita penyakit ini :
 gangguan pada sistem indra : mata, telinga, hidung mulut,
gigi
 apakah disertai nyeri/pusing pada kepala?
 Gangguan tenggorokan : batuk, pilek, sesak nafas?
 Gangguan pada jantung: berdebar-debar, nyeri dada
 Gangguan pada sistem pencernaan : mual, muntah, BAB
lancar/konstipasi?
 Gangguan pada sistem urinarius : BAK lancar? Atau ada
gangguan? Nyeri pinggang?
RIWAYAT PENGOBATAN
12. Tanyakan riwayat pengobatan :
 Apakah selama menderita penyakit ini pasien sudah minum
obat/kedokter ? Kalau sudah obat apa yang diminum? Lama
dan frekwensi minum obat? Apa kata dokter yang
merawatnya tentang penyakit pasien? Bagaimana efek dari
obat yang sudah diminumnya?
 Apakah saat ini pasien sedang minum obat tertentu?
 Apakah ada alergi obat? Misal : gatal seluruh tubuh setelah
minum obat, syok setelah minum obat
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
13. Tanyakan Penyakit sistem lain yang dapat menunjang diagnosa dan
pengobatan dari pasien :
 Apakah pasien pernah menderita penyakit dengan gejala
seperti ini sebelumnya?
 Apakah pasien pernah atau sedang mengalami suatu penyakit
yang sekiranya berhubungan dengan penyakit sekarang
seperti
 DM, Asam urat, Artritis, miksedema, riwayat kehamilan,
trauma, neoplasma, osteoartritis dan penyakit-penyakit
sistemik lainnya?
 Apakah pasien pernah atau sedang mengalami penyakit
seperti : Hipertensi, Asma,TBC, maag. Dll
 Apakah ada riwayat trauma pada lokasi nyeri?
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
14. Tanyakan apakah ada keluarga yang menderita penyakit/gangguan
seperti yang dialami oleh pasien?
RIWAYAT KEBIASAAN
15.  Tanyakan aktifitas/kebiasaan pasien sehari-hari yang
sekiranya mempengaruhi atau berhubungan dengan
penyakit/gangguan yang dialami pasien sekarang
 Tanyakan makanan/minuman yang sering dikonsumsi oleh

13
Buku Pegangan mahasiswa

pasien yang sekiranya dapat menyebabkan atau memperburuk


kondisi pasien saat ini?
MENUTUP WAWANCARA
16. Tutuplah wawancara dengan mengucapkan terima kasih dan akan
dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
lainnya

14
Buku Pegangan mahasiswa

PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETRAMPILAN PENULISAN STATUS PASIEN
SISTEM MUSKULOSKELETAL
NO LANGKAH/KEGIATAN KASUS
1. Mencatat identitas pasien: nama, tempat tanggal lahir, alamat ,
pekerjaan, status pernikahan, agama, suku bangsa
2 mencatat keluhan utama dari pasien
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
3 Mencatat keluhan tambahan
 Lokasi nyeri : tepatnya nyeri terletak disebelah mana? Satu
sisi atau dua sisi?
 Onset nyeri :akut, subakut, kronis
 durasi nyeri: menetap, hilang timbul
 Intensitas nyeri : ringan (masih mampu bekerja), sedang
(mengganggu konsentrasi bekerja), erat (tidak masuk
kerja/tidak bisa beraktivitas)
 Kualitas nyeri : seperti ditusuk, berdenyut
 Penjalaran nyeri (misal bahu, lengan, paha, betis sampai kaki)
 Faktor/aktivitas pemicu muncul/kambuhnya nyeri: dari
duduk ke berdiri, saat sholat, memasak, naik turun tangga,
jalan, dan lain-lain
 Faktor/aktivitas yang memperberat dan memperingan nyeri,
misal : nyeri bertambah saat berjalan dan membaik saat
duduk/istirahat
4 Mencatat gejala lain yang menyertainya rasa nyeri tersebut :
 Catatlah ada/tidak Rasa kram/kesemutan pada jari-jari
 Catatlah ada/tidak Rasa tebal/baal (hilangnya sensibilitas/rasa
pada kulit/telapak tangan/kaki/jari-jari)
 Catatlah ada/tidak Kelemahan/kelumpuhan/pengecilan pada
beberapa otot/ekstremitas
5 Mencatat ada/tidak gangguan pada fungsi/aktifitas sehari-hari seperti:
 Gangguan pada saat membuka pakaian
 Gengguan pada saat mandi
 Gangguan pada saat naik turun tangga
 Gangguan pada saat sholat
6 mencatat ada/tidak gejala yang timbul pada sistem lain yang timbul
selama menderita penyakit ini :
 gangguan pada sistem indra : mata, THT mulut, gigi
 apakah disertai nyeri/pusing pada kepala?
 Gangguan tenggorokan : batuk, pilek, sesak nafas?
 Gangguan pada jantung: berdebar-debar, nyeri dada
 Gangguan pada sistem pencernaan : mual, muntah, BAB
lancar/konstipasi?
 Gangguan pada sistem urinarius : BAK lancar? Atau ada

15
Buku Pegangan mahasiswa

gangguan? Nyeri pinggang?


RIWAYAT PENGOBATAN
7 Tanyakan riwayat pengobatan :
 Apakah selama menderita penyakit ini pasien sudah minum
obat/kedokter ? Kalau sudah obat apa yang diminum? Lama
dan frekwensi minum obat? Apa kata dokter yang
merawatnya tentang penyakit pasien? Bagaimana efek dari
obat yang sudah diminumnya?
 Apakah saat ini pasien sedang minum obat tertentu?
 Apakah ada alergi obat? Misal : gatal seluruh tubuh setelah
minum obat, syok setelah minum obat
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
8 Tanyakan Penyakit sistem lain yang dapat menunjang diagnosa dan
pengobatan dari pasien :
 Apakah pasien pernah menderita penyakit dengan gejala
seperti ini sebelumnya?
 Apakah pasien pernah atau sedang mengalami suatu penyakit
yang sekiranya berhubungan dengan penyakit sekarang
seperti : DM, Asam urat, Artritis , miksidema, riwayat
kehamilan, trauma, neoplasma, osteoartritis dan penyakit-
penyakit sistemik lainnya?
 Apakah pasien pernah atau sedang mengalami penyakit
seperti :Hipertensi, Asma,TBC, mag. Dll
 Apakah ada riwayat trauma pada lokasi nyeri?
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
9 Catatlah ada/tidak keluarga yang menderita penyakit/gangguan
seperti yang dialami oleh pasien?
RIWAYAT KEBIASAAN
10  Catat aktifitas/kebiasaan pasien sehari-hari yang sekiranya
mempengaruhi atau berhubungan dengan penyakit/gangguan
yang dialami pasien sekarang
 Catat makanan/minuman yang sering dikonsumsi oleh pasien
yang sekiranya dapat menyebabkan atau memperburuk
kondisi pasien saat ini?
DIAGNOSA KERJA DAN DIAGNOSA BANDING
11 Catatlah Diagnosa kerja dan diagnosa Banding dari data-data yang
sudah dikumpulkan diatas dimulai dari diagnosa kerja dan diagnosa
banding yang paling mendekati
RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG
12 Catatlah rencana pemeriksaan penunjang dimulai dari yang paling
memungkinkan untuk dilakukan oleh pasien dengan
mempertimbangkan keakuratan dan biaya
RENCANA PENATALAKSANAAN
13 Catatlah rencana penatalaksanaan yang akan dilakukan dengan dibagi

16
Buku Pegangan mahasiswa

menjadi penatalaksanaan secara Medikamentosa dan non


medikamentosa
PROGNOSA
14 Catatlah prognosa yang paling memungkinkan untuk pasien

17
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR TILIK
KETRAMPILAN TEKNIK ANAMNESA
SISTEM MUSKULOSKELETAL

Petunjuk : Berilah tanda (√ ) pada kotak yang sesuai. Nilai 0 bila tidak dilakukan, 1 bila
dilakukan tapi belum memuaskan dan 2 bila memuaskan
NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI
1 2 3
Mengucapkan salam, lalu pemeriksa berdiri dan melakukan jabat
1.
tangan serta memperkenalkan diri dengan sopan

2. Mempersilahkan pasien duduk berseberangan/berhadapan


Memberikan respon yang baik dalam rangka membina sambung
3.
rasa.
Menjaga suasana santai, berbicara dengan lafal yang jelas dengan
4. menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan menyebutkan nama
pasien
5. Menanyakan identitas pasien: nama, umur, alamat & pekerjaan

6. Melakukan informed consent terhadap pasien


Mempersiapkan pasien (Menyambut pasien, menanyakan dan
7 mencatat data identitas pasien serta memberikan informasi kepada
pasien sebelum anamnesa dimulai)
8 Menentukan keluhan utama pasien
Menggali informasi yang dapat membantu menegakkan diagnosa
9 (lokasi, durasi, onset, intensitas nyeri, sifat/kualitas nyeri,
penjalaran)
10 Menanyakan gejala lain yang menyertainya rasa nyeri tersebut
Menanyakan aktivitas yang memperberat dan memperingan
11
keluhan
12 Menanyakan adakah gangguan pada fungsi/aktifitas sehari-hari
Menanyakan gejala yang timbul pada sistem lain yang timbul
13
selama menderita penyakit ini
14 Menanyakan riwayat pengobatan sebelumnya
15 Menanyakan riwayat penyakit dahulu
16 Menanyakan riwayat penyakit keluarga
17 Menanyakan riwayat kebiasaan
18 Menutup wawancara
TOTAL

Komentar/Ringkasan :

Nilai : __________ X 100% = % = Lulus/Remedial (coret yang tidak perlu)


36
Tanda tangan Penguji : ............................................. Tanggal : .................................

18
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR TILIK
KETRAMPILAN TEKNIK PENULISAN STATUS PASIEN
SISTEM MUSKULOSKELETAL
Petunjuk : Berilah tanda (√ ) pada kotak yang sesuai. Nilai 0 bila tidak dilakukan, 1 bila
dilakukan tapi belum memuaskan dan 2 bila memuaskan

NO LANGKAH/KEGIATAN KASUS
1. Mencatat identitas pasien
2 mencatat keluhan utama dari pasien
3 Mencatat keluhan tambahan
4 Mencatat gejala lain yang menyertainya rasa nyeri tersebut :
5 Mencatat ada/tidak gangguan pada fungsi/aktifitas sehari-hari
6 mencatat ada/tidak gejala yang timbul pada sistem lain yang timbul
selama menderita penyakit ini?
7 Mencatat riwayat pengobatan
8 Mencatat Penyakit sistem lain yang dapat menunjang diagnosa dan
pengobatan dari pasien
9 mencatat ada/tidak keluarga yang menderita penyakit/gangguan
seperti yang dialami oleh pasien
10  Catat aktifitas/kebiasaan pasien sehari-hari
 Catat makanan/minuman yang sering dikonsumsi oleh pasien
11 Mencatat Diagnosa kerja dan diagnosa Banding
12 Mencatat rencana pemeriksaan penunjang
13 Mencatat rencana penatalaksanaan (medikamentosa dan non
medikamentosa)
14 Mencatat prognosa yang peling memungkinkan untuk pasien

Komentar/Ringkasan :

Nilai : __________ X 100% = % = Lulus/Remedial (coret yang tidak perlu)


28

Tanda tangan Penguji : ............................................. Tanggal : .................................

19
Buku Pegangan mahasiswa

CONTOH STATUS PASIEN

I. Identitas pasien :
Nama :
Tempat/tanggal Lahir :
Alamat :
Status Pernikahan :
Agama :
Suku/Bangsa :
Pekerjaan :

II. Anamnesa
Auto/alo anamnesa tanggal…………….

Keluhan Utama :
RPS/Kel.Tambahan :

R. Pengobatan :

Riwayat Penyakit Dahulu :

Riwayat Penyakit Keluarga :

Riwayat Psikososial :

III. Rencana Pemeriksaan Penunjang

IV. Tanda Vital : TD/ N/ RR/ S/


Pemeriksaan Fisik :
Kepala :
Thorak :
Abdomen :
Extremitas :

V. Hasil Pemeriksaan Penunjang :

VII. Diagnosa Holistik :


Aspek Internal :
Aspek Personal :
Aspek Klinis : WD/
DD/
Aspek Psikososial :
Derajat Fungsi

VIII. Rencana Penatalaksanaan :


Medikamentosa :
Non Medika mentosa :

XI. Prognosa :

20
Buku Pegangan mahasiswa

BUKU PANDUAN INSTRUKTUR

TEKNIK PEMERIKSAAN SISTEM


GALS (GAIT, ARM, LEG, SPINE)

Disajikan pada Mahasiswa Semester II


Tahun ajaran 2017/2018

Disusun oleh :
Dr. Yusnam Sjarief.PAK
Dr. Pitut Aprilia Savitri, MKK
Dr. Murni Sri Hastuti, SpS

SISTEM MUSKULOSKELETAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017/2018

21
Buku Pegangan mahasiswa

SISTEM MUSKULOSKELETAL
TEKNIK PEMERIKSAAN SISTEM GALS

TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu melakukan skrining penyakit sistem muskuloskeletal dengan cara
pemeriksaan sistem GALS dengan benar

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan latihan keterampilan ini, mahasiswa :
1. Dapat mengenal cara/gaya berjalan penderita
2. Dapat mengenal adanya tanda-tanda peradangan pada sendi-sendi di lengan dan
kaki dengan benar
3. Dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan peradangan di sendi lengan dan
kaki dengan benar
4. Dapat mengenal adanya tanda-tanda ruptur pada tendo achilles dengan benar
5. Dapat memberikan perhatian khusus pada sendi MTP-I pada penderita gout
6. Dapat mengenal adanya kelainan pada bentuk tulang belakang.

Istilah-istilah yang harus dipahami sebelum memulai latihan :


- Gaya berjalan trendelenburg gait
- Gaya berjalan Spastic gait
- Gaya berjalan antalgic gait
- Tanda-tanda radang
- Nama dan letak sendi pada tangan dan kaki
- Efusi
- Ballon sign
- Krepitasi
- Tendo achilles
- Musculus gastrocnemius
- Ruptur
- MTP-1
- Kallus
- Musculus quadricep femoris
- deformitas

22
Buku Pegangan mahasiswa

DESKRIPSI KEGIATAN
Kegiatan Waktu Deskripsi
Pengantar 5 menit Pengantar
Melihat Film 20 menit Menonton film mengenai pemeriksaan sistem
GALS
Diskusi 10 menit Diskusi dan tanya jawab dengan mahasiswa
mengenai film yang sudah ditonton bersama
Bermain Peran 100 menit - Mahasiswa dibagi menjadi pasang-
pasangan
- Mahasiswa saling berbagi peran
mencoba menjadi dokter/pasien
dengan melakukan skrining GALS
- Instruktur mengamati kegiatan

Diskusi/umpan balik 15 menit - Diskusi mengenai hal-hal yang mudah


dan sulit dalam proses latihan bermain
peran
- Umpan balik dari instruktur
Total Waktu 150 menit

23
Buku Pegangan mahasiswa

PENUNTUN PEMBELAJARAN
TEKNIK PEMERIKSAAN SISTEM GALS

Indikasi :
- Parkinson’s Disease
- Rheumatoid Artritis
- Osteo Arthritis
- Gout
- Ruptur Tendo Achilles
- Kelainan tulang belakang

PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN PEMERIKSAAN SISTEM GALS
NO. LANGKAH / KEGIATAN KASUS
1 Memperkenalkan diri dan melakukan informed
consent
2 Menpersiapkan pasien :
- Pasien diminta untuk melepaskan pakaiannya
- Pasien diminta duduk/berdiri/berbaring
- Pemeriksa berdiri disebelah depan/kanan pasien
Menilai Gaya Berjalan Pasien (Gait)
3 Memperhatikan dan menentukan cara atau gaya
berjalan pasien : trendelenburg gait, spastic gait,
antalgic gait dll.
Menilai lengan pasien (Arm)
4. Memperhatikan adanya tanda-tanda peradangan
pada sendi-sendi di lengan (bahu, siku, pergelangan
tangan & sendi-sendi jari) yaitu pembengkakan,
kelainan bentuk (deformitas) dan kemerahan
5. Setelah itu lakukan penekanan pada masing-masing
sendi dengan jari-jari tangan,besar tekanan 4-5 kg.
Pada orang normal tidak merasakan nyeri. Jika
terjadi peradangan maka pasien akan merasa nyeri.
6 Perintahkan pasien untuk meluruskan kedua
tangannya dan melakukan gerakan supinasi dan
pronasi pada sendi siku pasien, tanyakan ada rasa
nyeri/tidak dan perhatikan adanya gangguan pada
pergerakannya
7 Perintahkan kepada pasien untuk mengepalkan
tangannya lalu menilai kekuatan menggengamnya,
tanyakan ada rasa nyeri/tidak dan perhatikan
adanya gangguan pada pergerakannya
8 Perintahkan kepada pasien untuk melakukan
oposisi ibu jari dengan jari II-V dengan cara
menyentuhkan ujung ibu dengan ujung jari lainnya
(jari II-V), lalu nilailah tingkat ketepatan dan
cubitan normal, tanyakan ada rasa nyeri/tidak dan
perhatikan adanya gangguan pada pergerakannya
9 Perintahkan kepada pasien untuk mengangkat
kedua tangannya dan menarik/meregangkan
kebelakang sampai ke bahu, tanyakan ada rasa
nyeri/tidak dan perhatikan adanya gangguan pada
pergerakannya
Menilai Tungkai Pasien (Leg)
10 Memperhatikan adanya tanda—tanda peradangan

24
Buku Pegangan mahasiswa

pada sendi-sendi tungkai bawah (art.coxae, genu,


ankle joint & jari-jari kaki).
11 Melakukan penekanan ringan pada sendi-sendi
tungkai

12 Khusus untuk articulatio genu, perhatikan ada


tidaknya efusi yaitu dengan cara melakukan
penekanan pada sisi lateral art. Genu dan pada sisi
yang lain kita lakukan palpasi. Jika terasa adanya
balloon sign maka tanda terdapatnya efusi
Perhatikan pula adanya pembengkakan atau
deformitas lutut
13 Memperhatikan tonjolan otot quadriceps, normal
atau tidak
14 Mengangkat kaki pasien dengan tangan kanan,
kemudian tekuk 90˚ sambil telapak tangan kiri
memegang lutut pasien dan lakukan gerakan keatas
dan kebawah. Periksa apakah ada tanda-tanda
krepitasi atau tidak
15 Jika terdapat ruptur pada tendo achilles maka
terlihat adanya pengumpulan otot pada betis
16 Pada Metatarsophalangeal –I (MTP-I) pada
penderita artritis gout, biasanya terdapat tanda-
tanda peradangan yang hebat seperti kemerahan,
bengkak dan nyeri yang hebat
Menilai tulang belakang (Spine)
17 Memperhatikan bentuk tulang belakang seperti ada
tidaknya skoliosis, kifosis, lordosis.
18 Menilai tulang ruas tulang belakang apakah ada
gangguan/ bamboo sign sebagai tanda adanya
penyakit Spondylitis Ankylosa
19 Membandingkan hasil pemeriksaan kedua sisi
kanan dan kiri
20 Menutup pemeriksaan

25
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR TILIK
TEKNIK PEMERIKSAAN DENGAN SISTEM GALS

Petunjuk : Berilah tanda (√) pada kotak yang sesuai. Nilai 0 bila tidak dilakukan, 1 bila
dilakukan tapi belum memuaskan dan 2 bila memuaskan

No Aspek yang dinilai Nilai


0 1 2
1 Memperkenalkan diri dan melakukan informed
consent
2 Menpersiapkan pasien
Gait
3 Meminta pasien untuk berjalan
4 Memperhatikan dan menentukan cara atau gaya
berjalan pasien
Arm-Hand
5 Memperhatikan adanya tanda-tanda peradangan
pada sendi-sendi di lengan
6 melakukan penekanan pada masing-masing
sendi dengan jari-jari tangan
7 Menilai gerakan supinasi dan pronasi sendi siku
pasien
8 menilai kekuatan genggaman tangan
9 menilai tingkat ketepatan oposisi ibu jari
dengan jari II sampai V
10 Perintahkan kepada pasien untuk mengangkat
kedua lengan dan menarik/meregangkan
kebelakang sampai ke bahu
Leg-Foot
11 Memperhatikan adanya tanda—tanda
peradangan pada sendi-sendi tungkai bawah
12 Melakukan penekanan ringan pada sendi-sendi
tungkai
13 Memperhatikan tonjolan otot quadriceps
14 memperhatikan ada tidaknya efusi dan
deformitas lutut
15 Periksa apakah ada tanda-tanda krepitasi sendi
lutut
16 memeriksa ruptur pada tendo achilles
17 Memeriksa Metatarsophalangeal –I (MTP-I)
pada penderita artritis gout
Spine
18 Memperhatikan bentuk tulang belakang
19 Menilai fleksibilitas tulang belakang
20 Menutup pemeriksaan dan mengucapkan terima
kasih
21 Melaporkan hasil pemeriksaan kepada penguji
TOTAL

Komentar/Ringkasan :

Nilai : __________ X 100% = % = Lulus/Remedial (coret yang tidak perlu)


42

26
Buku Pegangan mahasiswa

Tanda tangan Penguji : ............................................. Tanggal : .................................

Kritikal Point *

27
Buku Pegangan mahasiswa

BUKU PANDUAN INSTRUKTUR

TEKNIK PEMERIKSAAN

SINDROMA JEBAKAN

Disajikan pada Mahasiswa Semester II


Tahun ajaran 2017/2018

Disusun oleh :
Dr. Yusnam Sjarief.PAK
Dr. Pitut Aprilia Savitri, MKK
Dr. Murni Sri Hastuti, SpS

SISTEM MUSKULOSKELETAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017/2018

28
Buku Pegangan mahasiswa

SISTEM MUSKULOSKELETAL
TEKNIK PEMERIKSAAN SINDROMA JEBAKAN

TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan sindroma jebakan dengan benar

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan latihan keterampilan ini, mahasiswa :
1. Dapat melakukan Tinel’s test pada sindroma jebakan n.medianus dengan benar
2. Dapat melakukan Phalent’s test pada sindroma jebakan n.medianus dengan benar
3. Dapat melakukan pemeriksaan sensibilitas sindroma jebakan n.medianus dengan
benar
4. Dapat melakukan Tinel’s test pada sindroma jebakan n.ulnaris dengan benar
5. Dapat melakukan Tinel’s test pada jebakan n.ulnaris di daerah Guyan’s canal
benar
6. Dapat melakukan pemeriksaan sensibiltas sindroma jebakan n.ulnaris dengan
benar
7. Dapat melakukan Tinel’s test pada jebakan n.radialis
8. Dapat melakukan pemeriksaan sensibilitas pada jebakan n.radialis dengan benar.

29
Buku Pegangan mahasiswa

Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Waktu Deskripsi
Pengantar 5 menit Pengantar
Tanya jawab dan diskusi 30 menit Tanya jawab dan diskusi seputar pengetahuan
perjalanan N. Radialis, N.Ulnaris dan N.
Medianus
Bermain Peran 100 menit - Mahasiswa dibagi menjadi pasang-
pasangan
- Mahasiswa saling berbagi peran
mencoba menjadi dokter/pasien
dengan kasus sistem muskuloskeletal
- Instruktur mengamati kegiatan

Diskusi/umpan balik 15 menit - Diskusi mengenai hal-hal yang mudah


dan sulit dalam proses latihan bermain
peran
- Umpan balik dari instruktur
Total Waktu 150 menit

30
Buku Pegangan mahasiswa

PENUNTUN PEMBELAJARAN
TEKNIK PEMERIKSAAN SINDROMA JEBAKAN

Indikasi :
- Sindroma Jebakan N. Ulnaris
- Sindroma Jebakan N. Medianus
- Sindroma Jebakan N. Radialis
PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN PEMERIKSAAN SINDROMA JEBAKAN
NO. LANGKAH / KEGIATAN KASUS
1. Melakukan informed Conses
Pemeriksaan Sindroma Jebakan N.Medianus
2 Tinel’s test
Melakukan penekanan pada pertengahan
ligamentum carpi transversum (volare).Tinel’s test
positif jika timbul nyeri yang berarti terdapat
penjepitan saraf (entrapment).
3 Phalent’s test
Melakukan hiperfleksi pada pergelangan tangan
dengan mempertemukan kedua punggung tangan.
Jika timbul nyeri berarti terdapat penekanan
n.medianus pada canalis carpi (carpal tunnel)
4 Gangguan sensibilitas
Lakukan pemeriksaan sensibilitas pada jari I, II, III
dan ½ jari IV pada bagian volar manus.
Pemeriksaan Sindroma Jebakan N.Ulnaris
5. Tinel’s test
Melakukan penekanan pada sulcus n.ulnaris yaitu
dibagian posterior epicondylus medialis humeri.
Jika terjadi jebakan n.ulnaris pada daerah tersebut
dapat menimbulkan nyeri yang dirasakan
berpangkal pada tempat penekanan dan menjalar
sepanjang perjalanan n.ulnaris yaitu setengah jari
IV dan V
6 Tinel’s test dapat juga dilakukan dengan melakukan
penekanan pada tepi lateral os pisiformis (Guyan’s
canal), jika terjadi penekanan n.ulnaris pada daerah
Guyan’s canal.
7. Gangguan sensibilitas
Lakukan pemeriksaan sensibilitas pada tepi ulnar
tealapak tangan, jari IV dan V.
Pemeriksaan Sindroma Jebakan N.radialis
8. Tinel’s test
Melakukan penekanan pada bagian proximal dari
processus styloideus os radii.
9 Gangguan sensibilitas
Lakukan pemeriksaan sensibilitas pada kulit lengan
bawah bagian posterior, kulit ibu jari, jari telunjuk,
jari tengah dan separuh bagian lateral jari manis
(dorsum manus)
10 Membandingkan pemeriksaan kanan dan kiri
11 Menutup pemeriksaan

31
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR TILIK
TEKNIK PEMERIKSAAN SINDROMA JEBAKAN

Petunjuk : Berilah tanda (√) pada kotak yang sesuai. Nilai 0 bila tidak dilakukan, 1 bila
dilakukan tapi belum memuaskan dan 2 bila memuaskan

No Aspek yang dinilai Nilai


0 1 2
1 Melakukan informed conses
2 Melakukan Tinel’ test pada jebakan n.medianus
3 Melakukan Phalent’s tes pada jebakan
n.medianus
4 Melakukan pemeriksaan sensibilitas pada
jebakan n.medianus
5 Melakukan Tinel’s test pada jebakan n.ulnaris
6 Melakukan Tinel’s test pada Guyan’s canal
7 Melakukan pemeriksaan sensibilitas pada
jebakan n.ulnaris
8 Melakukan Tinel’s test pada jebakan n.radialis
9 Melakukan pemeriksaan sensibilitas pada
jebakan n.radialis
*10 Membandingkan Pemeriksaan kanan dan kiri
11 Menutup pemeriksaan
TOTAL

Komentar/Ringkasan :

Nilai : __________ X 100% = % = Lulus/Remedial (coret yang tidak perlu)


22

Tanda tangan Penguji : ............................................. Tanggal : .................................

* Kritikal Point

32
Buku Pegangan mahasiswa

LAMPIRAN

Gambar 1. Jaras n. medianus, n. radialis dan n. ulnaris

Gambar 2. N. Medianus

Gambar 3. Sulcus n. ulnaris

Sulcus n ulnaris

guyon’s canal

33
Buku Pegangan mahasiswa

Gambar 4. N. Ulnaris

N. ulnaris

Gambar 5. N. Radialis

N. Radialis Proc. Stylloideus os radii

34
Buku Pegangan mahasiswa

35
Buku Pegangan mahasiswa

BUKU PANDUAN INSTRUKTUR

TEKNIK BACA FOTO


RADIOLOGI TULANG & SENDI

Disajikan pada Mahasiswa Semester II


Tahun ajaran 2017/2018

Disusun oleh :
Dr. Yusnam Sjarief.PAK
Dr. Pitut Aprilia Savitri, MKK

SISTEM MUSKULOSKELETAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017/2018

36
Buku Pegangan mahasiswa

SISTEM MUSKULOSKELETAL
TEKNIK PENILAIAN FOTO RADIOLOGI TULANG DAN SENDI

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Mahasiswa mampu melakukan penilaian foto radiologi tulang dan sendi dengan benar

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah melakukan latihan keterampilan ini, mahasiswa :
1. Dapat melakukan persiapan foto radiologi yang akan dinilai dengan benar
2. Dapat memasang foto radiology pada light box dengan benar
3. Dapat menentukan jenis dan posisi foto dengan benar
4. Dapat melakukan penilaian alignment dengan benar
5. Dapat melakukan penilaian tulang (bone) dengan benar
6. Dapat melakukan penilaian terhadap cartilago dengan benar
7. Dapat melakukan penilaian terhadap jaringan lunak (sofá tissue) dengan benar
8. Dapat membuat kesimpulan dari gambaran radiologi tersebut

37
Buku Pegangan mahasiswa

Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Waktu Deskripsi
Pengantar 5 menit Pengantar
Tanya jawab dan diskusi 30 menit - Mengatur posisi duduk mahasiwa
- Seorang instruktur memberikan contoh
bagaimana cara melakukan semua
kegiatan pemeriksaan dan penilaian foto
radiologi tulang dan sendi.
- Mahasiswa menyimak/mengamati
peragaan dengan menggunakan penuntun
belajar
- Memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk bertanya dan dosen
memberikan penjelasan tentang aspek-
aspek yang penting
Bermain Peran 100 menit - Mahasiswa dibagi menjadi pasang-
pasangan
- Seriap pasangan berpraktek melakukan
langkah-langkah pemeriksaan dan
penilaian secara bergantian dan
serempak
- Instruktur mengamati kegiatan

Diskusi/umpan balik 15 menit - Diskusi mengenai hal-hal yang mudah


dan sulit dalam proses latihan bermain
peran
- Umpan balik dari instruktur
Total Waktu 150 menit

38
Buku Pegangan mahasiswa

PENUNTUN PEMBELAJARAN
TEKNIK PENILAIAN FOTO RADIOLOGI TULANG & SENDI

PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN PENILAIAN FOTO RADIOLOGI TULANG & SENDI
NO. LANGKAH / KEGIATAN KASUS
1. Periksalah terlebih dahulu identitas pasien yaitu
nama dan umurnya
2. Kemudian periksalah ada tidaknya marker pada
foto radiology yang akan dinilai.
3. Pasang foto tersebut pada light box seolah-olah
penderita didepan pemeriksa
4. Setelah itu tentukan jenis dan posisi foto.
5 Lakukan penilaian pada alignment yaitu perhatikan
kedudukan antara tulang-tulang (apakah ada
pergeseran atau lengkungan)
6. Lakukan penilaian pada bone yaitu memperhatikan
tepi tulang, cortex dan medulla.
. 7. Lakukan penilaian pada cartilago yaitu dengan
memperhatikan celah sendi (apakah ada
penyempitan , simetris atau tidak).
8 Lakukan penilaian pada jaringan lunak (soft tissue)
yaitu memperhatikan bayangan jaringan lunak (
apakah ada pembengkakan/kalsifikasi dll)
9.. Kemudian buatlah kesimpulan dari gambaran
radiologi tersebut

39
Buku Pegangan mahasiswa

DAFTAR TILIK
TEKNIK PENILAIAN FOTO RADIOLOGI TULANG & SENDI

Petunjuk : Berilah tanda (√) pada kotak yang sesuai. Nilai 0 bila tidak dilakukan, 1 bila
dilakukan tapi belum memuaskan dan 2 bila memuaskan

No Aspek yang dinilai Nilai


0 1 2
1 Memeriksa identitas pasien yaitu nama dan
umur
2 Memeriksa ada tidaknya marker
3 Memasang foto pada light box
4 Menentukan jenis dan posisi foto
5 Menilai alignment (kedudukan tulang-
tulang apakah ada pergeseran/lengkungan)
6 Menilai bone (memperhatikan tepi
tulang,cortex dan medulla)
7 Menilai cartílago (memperhatikan celah
sendi, apakah ada penyempitan atau tidak,
simetris/tidak)
8 Menilai jaringan lunak (apakah ada
pembengkakan/kalsifikasi)
9 Membuat kesimpulan dari gambaran
radiologi

Komentar/Ringkasan :

Nilai : __________ X 100% = % = Lulus/Remedial (coret yang tidak perlu)


18

Tanda tangan Penguji : ............................................. Tanggal : .................................

40
Buku Pegangan mahasiswa

41