Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

BANTUAN PENGEMBANGAN SMK PERTANIAN PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN


SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI WAWOTOBI

Di susun oleh:
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Wawotobi

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2018
PROFIL / IDENTITAS SEKOLAH

Nama Sekolah : SMK Pertanian Pembangunan Negeri


Wawotobi
Alamat Lembaga : Jln. Sultan Hasanuddin No.256 Kel. Lalosabila
Kec. Wawotobi Kab. Konawe Prop. Sulawesi
Tenggara Telp. (0408) 2421020 Kode pos
93461

No SK Pendirian : Ke. Gubernur KDH Tk I Sulawesi Tenggara


Nomor :421 Tahun 1983 Tanggal 19/10/1983

Status Sekolah : Negeri (Badan Pengembangan SDM Pertanian


No :DL. 210/282/IV/2002)

Status Tanah : Hak Pakai (SK kepala Kanwil BPN Prop.


Sulawesi Tenggara Nomor : 16/HP/
KBPN/1990, tanggal 29-3-1990)

Luas Tanah : 478.459 M-2 (Empat Ratus Tuju Puluh Delapan


Ribu Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Meter
Persegi)

Email sekolah : smksppnwawotobi@gmail.com

Nama Kepala Sekolah : IKHWAL, S.TP., M.Sc

Hp : 082293631199
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan


rahmat dan hidayahnya sehingga kita dapat menjalankan segala aktivitas dengan
baik termasuk dalam penyelesaian proposal ini.
Tujuan jurusan pertanian adalah menciptakan adanya petani modern
yang terdidik, nantinya petani-petani di masa depan di harapkan bisa
memanfaatkan lahan dengan baik dengan sistem modern yang terdidik dan
mengutamakan pertanian yang berkesinambungan. Untuk mendukung hal
tersebut maka penting untuk meningkatkan sarana dan prasarana belajar yang
ada. Sehingga sarana Ruang Praktik Siswa merupakan satu hal yang sangat
menujang.
Bantuan pengembangan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Wawotobi
dengan dua Jurusan yakni Bidang Agribisnis dan Agroteknologi dan Perawatan
Kesehatan Ternak ini di harapkan dapat Mendorong mewujudkan pembelajaran
intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler yang kontekstual dengan
Pertanian pendukung ketahanan pangan. Kami sadari proposal ini jauh dari
kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di
harapkan demi perbaikan kedepan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pendidikan Nasional, telah
mencanangkan Program Pembangunan Nasional di bidang Pendidikan
yang diarahkan untuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan,
peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, penguatan tata kelola,
akuntabilitas, dan pencitraan publik. Tujuannya agar dapat meningkatkan
akses dan pemerataan pelayanan pendidikan menengah yang bermutu dan
terjangkau bagi semua penduduk, melalui pendidikan formal yaitu SMA,
SMK, MA, MAK atau bentuk lain yang sederajat.
Pemerataan pendidikan masih merupakan salah satu permasalahan
pokok pendidikan di negara kita. Padahal pendidikan sebagai wahana untuk
memajukan bangsa dan kebudayaan nasional. Pendidikan dapat
menunjang penyediaan sumber daya manusia unggul untuk pembangunan
nasional. Bahwa dua dari tiga misi pembangunan nasional, yaitu 1)
Mewujudkan masyarakat yang adil dan demokratis, 2) Mewujudkan
masyarakat yang sejahtera. Pemerataan pendidikan ke seluruh wilayah
Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Bombana (khususnya Pulau Konawe),
adalah salah satu manifestasi rasa keadilan dalam pembangunan di bidang
pendidikan. Begitupun upaya perwujudan masyarakat sejahtera, hanya
dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan
manusia, yang tidak lain adalah pemberdayaan pendidikan manusia itu
sendiri. Pemerataan pendidikan menengah (Wajib Belajar 12 tahun) seperti
yang dicanangkan pemerintah masih terbilang rendah di wilayah Pulau
Konawe untuk pendidikan kejuruan, disebabkan belum adanya SMK Negeri
yang didirikan. Ketersediaan sumber daya alam di bidang peternakan (lahan
penggembalaan sapi yang luas), hasil perikanan (rumput laut) tidak
ditunjang oleh SDM terdidik dan berkompetensi keahlian. Sebagian besar
penduduk dengan usia produktif di wilayah ini berpendidikan rendah dan
berstatus pengangguran.
Permasalahan berikut, tentang relevansi pendidikan, menjadi hal yang
sudah lumrah di negara kita. Padahal setiap daerah memiliki keunggulan
dan potensi yang khas. Begitu pun program pembangunan masing-masing.
Lulusan sekolah menengah diharapkan dapat mengisi semua sektor
pembangunan yang beraneka ragam, seperti sektor produksi dan sektor
jasa. Untuk menciptakan link and match antara luaran pendidikan dengan
program pembangunan daerah dan Du/Di, keberadaan SMK merupakan
alasan tepat dan tidak dapat ditawar lagi. SMK Pertanian Pembangunan
Negeri Wawotobi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mengisi
kekurangan tenaga kerja terampil di bidang peternakan sapi dan unggas
(ayam buras); sentra dan budidaya rumput laut dan hasil laut lainnya.
Fakta dan alasan-alasan logis di atas menyadarkan masyarakat dan
Du/Di di wilayah Konawe akan pentingnya keberadaan sebuah lembaga
pendidikan kejuruan yang unggul. Apalagi stakeholder di wilayah ini
memberikan dukungan penuh terutama penyediaan lahan pembangunan
sekolah, kemudahan administrasi dalam birokrasi, dan himbauan kepada
masyarakat dan Du/Di dalam hal penyediaan dana pendamping. Melalui
program Kemitraan, Sekolah Tinggi Teknologi Peternakan yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia akan memberikan kesempatan kepada alumni
SMKN 1 Konawe untuk mengisi kuota Penerimaan Mahasiswa Baru setiap
tahunnya. Dukungan besar juga datang dari Kepala SMP/MTs se-wilayah
pulau Konawe yang siap mengarahkan lulusan untuk mengikuti jenjang
lanjutan pendidikan menengah, terutama pada SMK.

B. TUJUAN DAN SASARAN


a. Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu
bekerja mandiri, disiplin kerja dan ibadah, mengisi lowongan pekerjaan
yang tersedia di Du/Di, sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai
dengan kompetensi dari program keahlian yang dipilihnya
b. Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir sesuai bakat/minat,
ulet dan gigih dalam pembelajaran (belajar dan bekerja), mampu
beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional
dalam bidang keahlian yang dipilihnya
c. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri
maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi
d. Membudayakan komunikasi berdasar rasa empati baik intra-sekolah
maupun dengan masyarakat
e. Menanamkan rasa penghargaan dan rasa memiliki (sense of belonging)
terhadap sumber dan sarana pembelajaran, baik yang terdapat di
lingkungan sekolah maupun di alam sekitar.
BAB II
POTENSI DAN PROGRAM YANG AKAN DIKEMBANGKAN

A. POTENSI KABUPATEN
Kabupaten Konawe adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi
Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Unaaha. Dulu
kabupaten ini bernama Kabupaten Kendari. Kabupaten ini memiliki luas
wilayah 16.480 km⊃2; dan berpenduduk sebanyak 443.911 (2000).
Batas Wilayah
· Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah
· Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan
· Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kolaka
· Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda dan Laut Maluku
Geografis
Secara geografis terletak dibagian selatan Katulistiwa, memanjang dari
utara ke selatan di antara antara 3°00' – 4°25' Lintang Selatan dan
membentang dari barat ke timur antara 121°73' – 123°15' Bujur Timur.
Topografi
Permukaan tanah pada umumnya bergunung dan berbukit yang diapit
dataran rendah yang sangat potensial untuk pengembangan sektor
pertanian. Berdasarkan garis ketinggian menurut hasil penelitian pada areal
seluas 1.556.160 ha. Jenis tanah meliputi Latosol 363.380 ha atau 23.35
persen. Padzolik 438.110 ha 28,15 persen, Organosol 73.316 ha atau 4,80
persen dan tanah campuran 553.838 ha 35,59 persen.
Iklim
Curah hujan pada tahun 2005 mencapai 2.851 mm dalam 205 hari hujan
(hh) atau lebih tinggi dari tahun 2004 dengan curah hujan 1.556 mm dalam
132 hh.
Secara keseluruhan, merupakan daerah bersuhu tropis. Menurut data
yang diperoleh dari pangkalan udara Woltermongisidi kendari, selama tahun
2005 suhu udara maksimum 34 °C dan maksimun 15 °C atau dengan rata-
rata 20 °C. Tekanan udara rata-rata 1.010,5 milibar dengan kelembaban
udara rata-rata 87,7 persen. Kecepatan angin pada umumnya berjalan
normal, yaitu disekitar 12,75 m/detik.
B. PROGRAM KEAHLIAN YANG AKAN DIKEMBANGKAN
Melihat potensi Kabupaten seperti yang telah diungkapkan, yaitu bidang
Pertanian dan Peternakan, maka SMK Pertanian Pembangunan Negeri
Wawotobi akan mengembangkan program keahlian :
1. Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura
2. Kesehatan Hewan
BAB III
PERSIAPAN PENGEMBANGAN SMK PERTANIAN PENDUKUNG
KETAHANAN PANGAN

A. LOKASI
Lokasi SMK Pertanian Pembangunan Negeri Wawotobi terletak di
Kelurahan Lalosabila Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Propinsi
Sulawesi Tenggara. SMK Pertanian Pembangunan Negeri Wawotobi
berdepan dengan kampus UNILAKI.

B. KESIAPAN INFRASTRUKTUR
SMK Pertanian Pembangunan Negeri wawotobi berada di lokasi yang
sangat strategis dan memiliki lahan seluas 478.459 M-2 (Empat Ratus Tuju
Puluh Delapan Ribu Empat Ratus Lima Puluh Sembilan Meter Persegi).
Status kepemilikan lahan Hak Pakai (SK kepala Kanwil BPN Prop. Sulawesi
Tenggara Nomor : 16/HP/ KBPN/1990, tanggal 29-3-1990).
Adapun denah lokasi dan sertifikat dapat dilihat sebgai berikut :

DENAH LOKASI SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI WAWOTOBI

PERPUST
AKAAN
BALAI BENIH KAMPUS BPTP DAERAH
INDUK DINAS UNIVERSITAS KEMENTRIAN
PERTANIAN LAKIDENDE PERTANIAN

JL Poros Kendari-Kolaka (Trans


LOKASI SMKSulawesi)
PP NEGERI WAWOTOBI

LUAS WILAYAH
± 50 Ha
C. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Data Siswa SMK PP Negeri Wawotobi ditahun 2017/2018
tercatat sebanyak 159 siswa. Dengan rincian Jurusan Agribisnis
Tanaman Pangan Sebanyak 113 siswa dan Jurusan Perawatan
Kesehatan Ternak sebanyak 46 Siswa. Penerimaan Sisw baru untuk
tahun ajaran 2017-2018 dilaksanakan secara online
Dengan kondisi lingkungan yang mendukung maka kedua
paket keahlian yang ada yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan
Hortikultura dan Perawatan Kesehatan Ternak akan terus di
kembangkan. Hal ini di sebabkan karena kedua paket keahlian
tersebut semakin tahun semakin diminati oleh para calon siswa hal ini
dapat dilihat dengan meningkatnya penerimaan siswa baru setiap
tahunnya. Selain kedua paket keahlian tersebut pihak sekolah
berencana menambah 2 paket keahlian lagi yaitu Agribisnis Tanaman
Perkebunan dan Pasca Panen. Kondisi daerah yang memungkinkan
terutama dengan adanya perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang
banyak di Kabupaten Konawe.
BAB. V
PENUTUP

Program Bantuan Pengembangan SMK Pertanian Pendukung Ketahanan


Pangan sangat membantu dalam memberdayakan SMK-PP Negeri Wawotobi
untuk peningkatkan peran-serta dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat bidang
Pertanian Pendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Demikian proposal ini kami susun sebagai deskripsi umum
terhadap kebutuhan sekolah. Semoga dapat dipahami dengan sebaik-
baiknya oleh pihak-pihak terkait untuk kemudian dapat memberikan
dukungan dan bantuannya. Semoga membawa manfaat dalam
memperbaiki kondisi pendidikan saat ini.