Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nia Mariani

Kelas/Jurusan : 2-A/D3 Analis Kesehatan

ARTIKEL PERSUASIF

SAY NO TO DRUGS!
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat-obat berbahaya yang
telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi
aparat hukum. Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh
Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika,
Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya (bahan berbahaya). Semua istilah ini
sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang mempunyai risiko berbahaya yaitu
kecanduan (adiksi).
Secara umum jenis narkoba itu dapat dikelompokan dalam tiga golongan,
yaitu Narkotika, Psikotropika dan zat aditif (bahan berbahaya). Jenis Narkotika
yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), ganja, mariyuana, dan
kokain. Jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah, ekstasi, sabu-sabu,
obat penenang seperti mogadon, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, mushroom
dan lain-lain. Zat adiktif seperti alkohol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia)
maupun zat pelarut (solven).
Efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkotika, psikotropika dan zat
aditif lainnya memiliki efek yang berbeda-beda, sesuai jenisnya. Efek samping
morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia (rasa gembira), rasa kantuk,
lesu, penglihatan kabur, morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk,
menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya, menderita
insomnia, dan mimpi buruk. Penggunaan psikotropika pada jenis shabu, dapat
menimbulkan kewaspadaan meningkat, bergairah, rasa senang (euforia), bahagia,
denyut nadi dan tekanan darah meningkat, insomnia, dan hilang nafsu makan. Zat
aditif (bahan berbahaya) jenis gas yang dihirup atau inhalansia seperti lem aibon
umumnya digunakan oleh anak di bawah umur (anak jalanan) atau golongan kurang
mampu. Efek yang ditimbulkan dari penggunaan lem aibon yaitu pada mulanya
merasa sedikit terangsang, bernafas menjadi lambat dan sulit, terlihat mabuk dan
jalan sempoyongan, kehilangan nafsu makan, perilaku menjadi agresif atau berani
atau bahkan kekerasan, mual, batuk dan bersin-bersin.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang anak memakai narkoba. Masalah
utama remaja menggunakan narkoba berawal dari pencarian jati diri. Mereka
mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-
anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam
kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia
ini. Suatu kelompok orang yang mempunyai tingkat kekerabatan yang tinggi antar
anggota biasanya memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Jika ketua atau beberapa
anggota kelompok yang berpengaruh pada kelompok itu menggunakan nakoba
maka biasanya anggota yang lain baik secara terpaksa atau tidak terpaksa akan ikut
menggunakan narkoba agar merasa seperti keluarga senasib sepenanggungan.
Seorang remaja yang menggunakan narkoba juga bisa disebabkan karena
keluarganya broken home. Adanya anggapan dikalangan remaja bahwa seorang
anak remaja yang memakai narkoba mengikuti gaya hidup masa kini atau disebut
juga “gaul”. Banyaknya penduduk dunia yang sudah menjadi korban, tercatat tidak
kurang dari 4 juta jiwa umat manusia di Republik Indonesia tercinta ini terjerumus
menjadi korban narkoba. Sudah banyak kasus tertangkapnya para pemakai dan
pengedar narkoba di tanah air. Berbagai kalangan tersangkut kasus narkoba, pelajar,
mahasiswa, anggota dewan, PNS, apalagi artis banyak yang menggunakan narkoba.
Penggunaan narkoba juga berdampak pada kondisi fisik pengguna yaitu
gangguan pada sistem syaraf, gangguan pada jantung, gangguan pada kulit,
gangguan pada paru-paru seperti sulit bernafas, gangguan kesehatan reproduksi
seperti penurunan fungsi hormon (estrogen, progesteron, testosteron). Bagi
pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara
bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang
hingga saat ini belum ada obatnya. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal
ketika terjadi over dosis karena bisa menyebabkan kematian.
Seorang anak seharusnya bisa menjadi kebanggaan orang tua, namun karena
pengaruh narkoba anak bisa merepotkan, menjadi beban keluarga, dan bahkan
mencoreng nama baik keluarga. Seorang anak yang menggunakan narkoba masalah
pendidikannya akan terganggu, dan berdampak pada masa depan yang suram. Para
pengguna narkoba akan kesulitan mencari pekerjaan, dorongan untuk membohongi
orang tua sangat kuat, suka mencuri, pemarah, manipulatif, dan cara berpikir
mereka pun akan sangat lambat. Seseorang yang menggunakan narkoba ataupun
pengedar pastinya akan berhadapan dengan pihak kepolisian. Para pengguna
narkoba biasanya akan dikucilkan dan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan
masyarakat.
Cara penanggulangan pemakaian narkoba pada remaja dapat dicegah
dengan memberikan pengarahan tentang bahaya narkoba. Lingkungan kerluarga
mempunyai peran yang sangat penting dalam tindakan pencegahan terhadap jeratan
narkoba. Oleh karena itu setiap keluarga harus membentengi keluarganya dengan
bekal keimanan yang kuat kepada keluarga agar tidak mudah terkena bujuk rayu
dari lingkungan yang sudah terbiasa mengkonsumsi narkoba. Janganlah sekali-kali
berani mencoba menggunakan narkoba, mari kita katakan tidak pada narkoba atau
bahasa populernya “say no to drugs”.