Anda di halaman 1dari 17

MI-4.

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

DAFTAR ISI

I. DESKRIPSI SINGKAT .................................................................................. 1

II. TUJUAN PEMBELAJARAN .......................................................................... 1

III. POKOK BAHASAN .................................................................................... 2

IV. BAHAN BELAJAR ......................................................................................... 3

V. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN ...................................... 3

VI. URAIAN MATERI ...................................................................................... 4

A. Konsep Monitoring dan Evaluasi ……………………………………………… 4


1. Pengertian Monitoring dan Evaluasi …………………………………….. 4
2. Tujuan Monitoring dan Evaluasi …………………………………………. 5
3. Manfaat Monitoring dan Evaluasi ………………………………………… 5
4. Prinsip Monitoring dan Evaluasi ………………………………………….. 6
5. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Monitoring ….. 6
6. Langkah-Langkah dalam Monitoring ……………………………………. 6
7. Tipe Monitoring ………………………………………………………………. 7
8. Sistem Monitoring …………………………………………………………… 8
B. Penilaian Kinerja ………………………………………………………………….. 9
1. Tujuan ………………………………………………………………………….. 10
2. Metode …………………………………………………………………………. 10
C. Instrumen Monev dan Outcome Evaluasi …………………………………… 11
1. Instrumen Monev ……………………………………………………………. 11
2. Outcome Evaluasi ………………………………………………………….... 11
D. Pengelolaan Penyimpangan Hasil Monitoring ……………………………… 12
1. Identifikasi Masalah …………………………………………………………. 12
2. Umpan Balik …………………………………………………………………… 12
3. Rencana Perbaikan …………………………………………………………... 13
4. Implementasi Perbaikan ……………………………………………………. 13
5. Evaluasi …………………………………………………………………………. 13
6. Tindak Lanjut ………………………………………………………………….. 13

VII. REFERENSI ............................................................................................... 16

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 0


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

MATERI INTI 4
MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PERKESMAS

I. DESKRIPSI SINGKAT
Monitoring dan evaluasi kinerja perawat merupakan salah satu upaya
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan melakukan pemantauan
terhadap pelayanan keperawatan. Kegiatan ini dilakukan secara teratur dengan
membandingkan perencanaan dengan pelaksanaan melalui pengumpulan bukti-
bukti faktual di lapangan . Monitoring dilakukan bersamaan dengan evaluasi
yang ditujukan untuk melihat apakah kegiatan berjalan sesuai rencana.

Monitoring dan evaluasi kinerja perawat diperlukan untuk menilai apakah


penerapan perkesmas berjalan sesuai target yang telah ditentukan sehingga
indikator yang telah ditetapkan dapat dicapai.

Monitoring kinerja klinis perawat merupakan salah satu upaya dalam


meningkatkan mutu kinerja itu sendiri dan meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan pada umumnya.

Untuk mengukur kinerja harus ada suatu indikator yang terukur, melalui
monitoring kinerja dapat dilihat dan dinilai keberhasilan seseorang. Dengan
demikian kinerja perawat dapat dinilai berhasil dan apabila ada penyimpangan
akan segera diketahui serta ditindaklanjuti kemudian dilakukan upaya-upaya
perbaikan/peningkatan.

Dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi perlu alat yang disebut dengan
instrumen. Isi dari instrumen mencakup semua kegiatan, peralatan, sumberdaya
yang ada selama waktu persiapan, pelaksanaan penerapan perkesmas.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN


A. Tujuan pembelajaran umum:
Pada akhir sesi ini, peserta diharapkan mampu melakukan monitoring &
evaluasi pelaksanaan perkesmas.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 1


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

B. Tujuan pembelajaran khusus:


Pada akhir sesi ini, peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep monitoring & evaluasi
2. Menjelaskan tentang penilaian kinerja
3. Menyusun instrumen monitoring & evaluasi
4. Menjelaskan pengelolaan penyimpangan hasil monitoring
5. Mendemonstrasikan monitoring & evaluasi

III. POKOK BAHASAN


Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut:
A. Konsep Monitoring dan Evaluasi
1. Pengertian Monitoring dan Evaluasi
2. Tujuan Monitoring dan Evaluasi
3. Manfaat Monitoring dan Evaluasi
4. Prinsip Monitoring dan Evaluasi
5. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Monitoring
6. Langkah-Langkah dalam Monitoring
7. Tipe Monitoring
8. Sistem Monitoring
B. Penilaian Kinerja.
1. Tujuan
2. Metode
C. Instrumen Monev dan Outcome Evaluasi
1. Instrumen monev
2. Outcome evaluasi
D. Pengelolaan Penyimpangan Hasil Monitoring
1. Identifikasi masalah
2. Umpan balik
3. Rencana Perbaikan
4. Implementasi perbaikan
5. Evaluasi
6. Tindak lanjut

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 2


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

IV. BAHAN BELAJAR


 Depkes RI. Kumpulan Standar nasional Keperawatan Jakarta: 2004
 Berbagai Pedoman Penyelenggaraan Upaya keperawatan Kesehatan
masyarakat (Perkesmas) di puskesmas. Jakarta : 2005
 Direktorat UMDK. Dit.Jend.Yan.Med DEPKES RI “ Petunjuk Teknis Penyusunan
Prosedur Tetap Kegiatan Rumah Sakit Swadana “, Jakarta 1995.
 Depkes, 2006, Modul Monitoring dan Evaluasi PERKESMAS tahun 2006

V. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Berikut ini akan diuraikan kegiatan pembelajaran dalam sesi ini:
1. Menyampaikan deskripsi singkat tentang materi modul monev
2. Mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta terkait dengan monev
perkesmas.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan yang akan dibahas
pada sesi tersebut.
4. Menjelaskan kepada peserta bahwa metode pelatihan pada modul ini
mencakup metode ceramah, diskusi kelompok, diskusi kelompok dan
presentasi.
5. Menghimbau peserta untuk meningkatkan perhatian dan berperan serta aktif
dalam tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi kelompok dan presentasi hasil
diskusi.
6. Menanyakan kepada peserta harapan terhadap kegiatan pada sesi ini.
7. Mengarahkan kepada peserta dengan memanfaatkan modul agar mampu
memahami monev perkesmas dengan cara menunjukkan materi-materi
dalam modul.
8. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya hal-hal yang belum
dipahami terkait materi yang telah dibahas.
9. Memberikan klarifikasi/tanggapan atas pertanyaan peserta terkait dengan
monev perkesmas.
10.Bersama peserta merangkum materi yang telah dibahas.
11.Memberikan pengarahan kepada peserta untuk melakukan kegiatan diskusi
kelompok dan memberikan penjelasan tentang tujuan diskusi kelompok.
12.Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk melakukan aktivitas
kegiatan diskusi kelompok dan kerjasama tim sesuai dengan pengarahan
fasilitator.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 3


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

13.Memfasilitasi bahan-bahan untuk keperluan diskusi kelompok dan


menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif untuk peserta melakukan
diskusi kelompok dan kerjasama tim dalam memecahkan masalah.
14.Memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kegiatan diskusi kelompok
dan kerjasama tim dalam memecahkan masalah serta kaitannya dengan
tujuan kegiatan belajar.

V. URAIAN MATERI
Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut:

A. Konsep Monitoring dan Evaluasi


1. Pengertian Monitoring dan Evaluasi
a. Monitoring
Monitoring adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan
analisis data dari penerapan suatu program termasuk
melaksanakannya secara regular untuk melihat apakah
kegiatan/program itu berjalan seusai rencana sehingga masalah
yang dilihat/ ditemui dapat diatasi (WHO).

b. Evaluasi
World Health Organization (WHO) merumuskan evaluasi sebagai
suatu proses dari pengumpulan dan analisis data mengenai
efektivitas dan dampak suatu program dalam tahap tertentu sebagai
bagian atau keseluruhan dari pencapaian program.

Definisi lain kinerja adalah suatu proses pengendalian kinerja


pegawai dievaluasi berdasarkan standar.

Evaluasi adalah suatu proses pengumpulan dan menganailisis data


tentang efektifitas dan dampak dari suatu tahap atau keseluruhan
program. Evaluasi juga termasuk menilai pencapaian program dan
mendeteksi serta menyelesaikan masalah serta merencanakan
kegiatan yang akan datang (WHO). Evaluasi adalah proses pemberian
informasi untuk membantu keputusan tentang objek yang akan
dievaluasi.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 4


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

Banyak orang berfikir bahwa evaluasi adalah suatu kegiatan yang


dilakukan di akhir suatu program/ proyek dan itu tiak
membutuhkan pikiran yang serius, pendapat ini adalah suatu hal
yang salah karena evaluasi membutuhkan perencanaan sebelum
mengerjakan suatu program/ proyek dan termasuk evaluasi formatif
dan sumatif.
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan selama program
atau kegiatan berlangsung dan ini dikaitkan dengan proses
monitoring. Informasi yang diperoleh dari monitoring
memungkinkan untuk dapat membuat dan menetapkan tentang
bagaimana program tersebut berjalan atau bagaimana sebaiknya
proses mencapai tujuan: contoh monitoring dari suatu pencapaian
artinya bahwa anda dapat terus menerus mengkaji ulang kemajuan
dan mengidentifikasi sesuatu untuk meyakinkan bahwa hal itu
realistic, dapat dicapai dan dimodifikasi atau bila perlu
memperbaikinya sementara program masih berjalan.

2. Tujuan Monitoring dan Evaluasi


a. Memperoleh informasi tentang kegiatan apakah telah dilaksanakan
sesuai dengan rencana sehingga dapat diberikan umpan balik.
b. Untuk mempertanggung jawabkan tugas/kegiatan yang telah
dilakukan.
c. Sebagai bahan untuk pengambilan keputusan dalam pengembangan
program/ kegiatan.
d. Untuk menentukan kompetensi pekerjaan dan meningkatkan
hubungan kinerja yang baik diantara pegawai dalam hal ini perawat.
e. Menghargai pengembangan staf dan memotivasi perawat ke arah
pencapaian kualitas yang tinggi.
f. Meningkatkan kegiatan bimbingan dan konseling bagi manajer.
g. Mengidentifikasi kapasitas perawat untuk pengembangan.

3. Manfaat Monitoring dan Evaluasi


a. Mengidentifikasi masalah keperawatan
b. Mengambil langkah korektif untuk perbaikan pencapaian kegiatan
yang sesuai dengan rencana
c. Mengukur pencapaian sasaran/ target.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 5


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

4. Prinsip Monitoring dan Evaluasi


a. Melibatkan lintas program dan lintas sektor dalam perencanaan,
pelaksanaan monitoring dan evaluasi.
b. Bentuk tim kecil yang bertanggung jawab akan pengumpulan,
analisis data sebagai bahan membuat rekomendasi.
c. Pastikan ada konsensus rencana evaluasi pada satu program/
kegiatan
d. Tim monitoring dan evaluasi, akan membuat analisis data bila perlu
melibatkan pendapat seorang ahli.
e. Evaluator melaporkan kemajuan program/ kegiatan.
f. Gunakan temuan-temuan untuk melakukan pengawasan program/
kegiatan sehingga tujuan dapat dicapai.

5. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Monitoring


a. Monitoring kinerja klinis perawat berdasarkan indikator kinerja
klinis.
b. Indikator kinerja berdasarkan standar dan uraian tugas.
c. Indikator kinerja klinis dipilih menjadi indikator kunci
d. Indikator harus bersifat; dapat diukur atau dinilai, dapat dicapai, dan
bersifat spesifik.
e. Monitoring harus ditentukan bagaimana caranya, (kapan, dimana
dan siapa) yang akan melakukan monitoring serta harus ada
dokumentasi.

6. Langkah-langkah dalam Monitoring


a. Perencanaan
1) Merancang sistem monitoring yang spsifik
2) Menyusun dan menyiapkan instrumen monev sesuai program/
kegiatan penerapan perkesmas
3) Menentukan scope monitoring
4) Memilih dan menentukan indikator tentukan batasan sasaran
kelompok misalnya kelompok anak dibawah 2 th, 5 th?
Terminologi: kasus diare, mungkin kultur masyarakat dari satu
tempat akan berbeda dengan tempat lainnya, maka penyusunan
indikator merujuk pada budaya setempat dan terakhir tentukan
”performance standart” atau target pencapaian (%) serta
frekuensinya (harian/mingguan /bulanan) tergantung
kebutuhan user.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 6


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

5) Menentukan sumber-sumber informasi, memilih metoda


pengumpulan data, seperti metoda observasi, interview petugas,
perawat, pasien atau rapid survey untuk cakupan atau
pengobatan di rumah (home treatment).

b. Implementasi
1) Mengumpulkan dan menggunakan instrumen format
pengumpulan data, yang telah direncanakan termasuk memilih
menentukan proses supervisi dan prosesingnya.
2) Tabulasi data dan analisis data, membandingkan temuan atau
pencapaian aktual dengan perencanaan.
3) Temuan dalam monitoring, apakah penyimpangan, perlu
diidentifikasi penyebab masalahnya.
4) Hasil temuan di ”feedback” kan kepada semua unit yang terlibat.
5) Menggali penyebab terjadinya masalah dan mengambil tindakan
perbaikan; bisa jadi masalah timbul dalam hal yang sudah
biasa/ familiar terjadi bagi perawat, misalnya imunisasi cakupan
turun. Rencana monitoring perlu disusun jangka pendek untuk
menjamin bahwa tindakan/prosedur dilaksanakan sesuai
standar (rencana) serta sesuai dengan harapan.

c. Menentukan kelanjutan monitoring


Kegiatan monitoring dirancang untuk memperoleh hasil kinerja
sekarang atau jangka pendek bagi manajer atau user lainnya. Review
secara periodik tetap diperlukan. Sistem informasi manajemen akan
membantu manajer untuk mempertimbangkan kapan frekuensi
monitoring dikurangi dan pada bagian mana perlu direncanakan lagi
dan dilanjutkan.

7. Tipe Monitoring
a. Monitoring rutin
Kegiatan mengkompilasi (mengumpulkan/menggabungkan)
informasi secara reguler berdasarkan sejumlah indikator kunci.
Jumlah indikator dalam batas minimum namun tetap dapat
memberikan informasi yang cukup bagi manajer untuk mengawasi
kemajuan/perkembangan. Monitoring rutin dapat dipergunakan
untuk mengidentifikasi penerapan program dengan atau tanpa
perencanaan.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 7


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

b. Monitoring jangka pendek (insidentil/jika diperlukan)


Dilakukan untuk jangka waktu tertentu dan biasanya diperuntukkan
bagi aktifitas yang spesifik. Seringkali bila aktifitas atau proses-
proses baru diterapkan, manajer ingin mengetahui,apakah sudah
diterapkan sesuai rencana dan sesuai dengan keluaran yang
dinginkan.

Pada umumnya manajer memanfaatkan informasi ini untuk membuat


penyesuaian dalam tindakan yang baru. Monitoring jangka pendek
diperlukan bila manajer menemukan suatu masalah yang muncul
berhubungan dengan input atau pelayanan.
Untuk merancang sistem monitoring rutin atau jangka pendek,
beberapa hal perlu dipertimbangkan :
a. Memilih indikator kunci yang akan dipergunakan manajer.
b. Hindari mengumpulkan data yang berlebihan agar tidak menjadi
beban staf
c. Berikan feedback pada waktu tertentu
d. Gunakan format laporan yang dapat dengan mudah untuk
menginterpretasikan data dan tindakan.

8. Sistem Monitoring
Sistem monitoring indikator kinerja klinis perawat sangat diperlukan
untuk meningkatkan serta mempertahankan tingkat kinerja yang
bermutu. Melalui monitoring akan dapat dipantau penyimpangan
-penyimpangan yang terjadi, penyimpangan harus dikelola dengan baik
oleh manajer perawat untuk diluruskan kembali agar kegiatan yang
dilakukan sesuai dengan standar.

Ada tiga indikator kinerja perawat yang perlu dimonitor yaitu :


administratif, klinis dan pengembangan staf. Yang termasuk dalam
indikator kinerja administratif meliputi pendokumentasian asuhan
keperawatan (askep) segala sesuatu yang berhubungan dengan
kegiatan administratif termasuk pencatatan dan pelaporan.

Indikator kinerja klinis adalah pelaksanaan kegiatan atau aktifitas


asuhan langsung terhadap pasien, misalnya asuhan keperawatan
individu didalam gedung puskesmas.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 8


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

Pengembangan staf berkaitan dengan pengembangan kemampuan klinis


staf (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) yang dapat dilakukan secara
rutin antara lain melalui refleksi diskusi kasus. Lihat diagram dibawah ini:

PEMBINAAN
STANDAR URAIAN
TUGAS

UMPAN INDIKATOR
BALIK KUNCI

MENGATASI MONITORING
PENYIPANGAN

Monitoring sangat diperlukan, dalam suatu sistem manajemen dan


hasilnya merupakan feedback bagi manajemen untuk lebih meningkatkan
rencana operasional serta mengambil langkah-langkah tindakan korektif.
Oleh karena itu manajer hendaknya memiliki sistem monitoring sehingga
feedback atau penyimpangan yang terjadi akan dapat dikelola dengan
cepat dan tepat serta dapat dilakukan upaya perbaikan dengan segera.
Dengan melakukan monitoring secara periodik sesuai dengan
kepentingannya, maka pelayanan keperawatan akan dapat ditingkatkan
mutunya secara terus menerus.

B. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja merupakan proses kontrol dimana kinerja perawat
dievaluasi berdasarkan standar tertentu. Penilaian kinerja memerlukan
perencanaan cermat dan pengumpulan informasi yang akurat.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 9


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

1. Tujuan Penilaian Kinerja


Proses penilaian kinerja dapat digunakan secara efektif untuk:
a. Mengatur arah kinerja dalam memilih, melatih, merencanakan
karier serta pemberian penghargaan/ reward kepada perawat.
b. Dalam jangka pendek dapat digunakan sebagai umpan balik dan
mengidentifikasi calon yang akan dipromosikan.
c. Merangsang motivasi perawat untuk melaksanakan tugas.
d. Membangkitkan pemahaman dan komitmen
e. Membimbing dan melatih perawat untuk mencapai kinerja yang
efektif.

2. Metode Penilaian Kinerja


a. Penilaian oleh atasan langsung (supervisor)
Adalah penilaian yang dilakukan Oleh atasan termasuk penyelia
terhadap ruang lingkup tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab
dan wewenang dari perawat perawat koordinator dan perawat
pelaksana di puskesmas berdasarkan indikator yang sudah
disepakati bersama.
b. Penilaian mandiri (self assesment)
Adalah penilaian diri sendiri yang bertujuan untuk mengembangkan
diri individu itu sendiri dalam rangka pengembangan organisasi.

Penilaian diri dapat dilakukan dengan menggunakan kelompok-


kelompok kecil. Dengan memiliki uraian tugas yang jelas akan
memudahkan pengembangan penilaian diri yang diharapkan.

Perawat dapat dilatih untuk meneliti kerja sendiri dan lingkungan kerja.
Mereka dapat membuat pengkajian diri terhadap tujuan dan harapan
serta menganalisanya. Penilaian kinerja merupakan komponen utama
dari proses pengevaluasian atau pengontrolan fungsi dari manajemen
keperawatan.

Kajian kesejawatan (Peer review)


Adalah penilaian yang dilakukan oleh teman sekerja dan seprofesi
dengan kemampuan yang sama mereka akan menilai sejawatnya
berdasarkan standar yang sudah ditetapkan.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 10


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

C. Instrumen Monev dan Outcome


1. Instrumen Monev
Untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi dibutuhkan instrumen
yang dapat menggambarkan semua penilaian kegiatan. Beberapa model
instrumen yang dapat digunakan antara lain :
a. Daftar Tilik
Adalah daftar alat untuk mengecek, berisi nama subyek dan
beberapa hal/ciri yang akan diamati dari sasaran pengamatan.
Pengamat dapat memberi tanda cek(V) pada daftar tersebut yang
menunjukkan adanya ciri dari sasaran pengamatan

b. Kuesioner (daftar pertanyaan)


Adalah daftar pertanyaan yang sudah disusun dengan baik sehingga
responden (dalam angket dan interviewer dalam wawancara) dapat
memberi jawaban atau tanda pada lembaran tersebut.

c. Catatan Anekdotal
Adalah catatan-catatan mengenai tingkah laku seseorang yang luar
biasa sifatnya atau yang khas dibuat oleh seorang pengamat atau
atasan/pimpinan organisasi. Pencatatan ini prinsipnya harus segera
mungkin dikala peristiwa itu terjadi atau segera setelah peristiwa
terjadi dan yang dicatat adalah ucapan atau tingkah laku dari orang
tersebut.

2. Outcome Evaluasi
Ada 3 komponen outcome dalam organisasi yang memberikan
pelayanan kesehatan, yaitu :
a. Klinis
Clinical outcome berfokus pada penilaian proses asuhan sebagai
perkembangan pasien melalui suatu sistem yang luas dan spesifik.
Umumnya penilaian harus memenuhi outcome yang mungkin dapat
diterapkan dalam pelayanan.
Contoh indikator klinis adalah :
 Angka infeksi. Outcome yang diharapkan harus bermakna sperti
penurunan infeksi nosokomial menjadi nol.
 Pasien jatuh/kecelakaan. Outcome yang diharapkan nol, berarti
pasien harus sering diobservasi.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 11


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

b. Administratif
Outcome ini khusus berkaitan dengan organisasi keseluruhan dan
mempengaruhi sistem kepegawaian, staf, manajer dan alur bawah
organisasi.

c. Pelayanan Kesehatan
Indikator outcome pelayanan kesehatan, antara lain :
 Kepuasan pasien. Banyak metoda dan alat yang cocok untuk
menilai kepuasan pasien yang akurat sebagai indikator kritis.
Kegagalan mendengar dan menanggapi persepsi pasien dalam
sistem pemberian asuhan akan mengakibatkan ancaman
kegagalan dari organisasi. Data yang berkaitan dengan kepuasan
pasien harus disampaikan kepada semua staf secara regular,
hanya outcomes terbaik memberikan ”inovasi” lebih jauh untuk
meningkatkan kinerja. Penilaian yang kurang akan memberi
dampak kepada organisasi.
 Lamanya menunggu (Respone Time). Adalah indikator pelayanan
yang sempurna untuk menilai efektivitas sistem. Suatu birokrasi
yang kompleks, lamban, aturan sistem menghasilkan
keterlambatan pemasaran. Pasien sensitif terhadap
keterlambatan dan keterbelakangan yang menimbulkan kesan
negatif terhadap organisasi berdasarkan pengalaman dalam
proses sewaktu masuk ke rumah sakit.

D. Pengelolaan Penyimpangan Hasil Monitoring


1. Identifikasi Masalah
Hasil dari monitoring dan evaluasi kinerja klinik perawat berdasarkan
pada indikator kinerja klinik yang telah mereka sepakati. Metode yang
digunakan untuk melakukan monitoring dan evaluasi kinerja klinik
disesuaikan dengan kondisi tempat kerja. Berdasarkan hasil monitoring
dan evaluasi diidentifikasi apakah ada penyimpangan atau ada masalah.

2. Umpan Balik
Kalau terjadi penyimpangan atau ada masalah, Supervisor perlu
memberikan unpan balik (feed back) kepada perawat yang telah
melakukan tindakan tersebut. Umpan balik bukan berarti mencari
kesalahan seseorang, melainkan tujuannya untuk menyampaikan hasil

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 12


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

tindakan yang telah dilakukan dan efek yang terjadi, sehingga petugas
yang melakukan kesalahan tersebut menyadari atas tindakannya yang
tidak sesuai dengan standar, serta berupaya untuk melakukan
perbaikan di masa mendatang.

3. Rencana Perbaikan
Setelah dilakukan umpan balik, supervisor atau pimpinan di institusi
sarana kesehatan (puskesmas, pustu) perlu merencanakan upaya-upaya
perbaikan. Misalnya pembengkakan yang terjadi pasca imunisasi
apabila di sarana kesehatan sering terjadi, perlu dibuat rencana
perbaikan, dengan menelusuri, peralatan yang digunakan untuk
suntikan vaksin campak, kompetensi perawat dalam melakukan
tindakan imunisasi, tersedianya protap/ SOP. Apabila dilihat dari sarana
dan prasarana ada kendala, kemungkinan perlu direncanakan
peningkatan keterampilan perawat untuk melakukan tindakan Imunisasi
campak.

4. Implementasi Perbaikan
Upaya perbaikan perlu dilakukan disesuaikan dengan kondisi tempat
kerja, untuk contoh kasus di atas, meningkatkan keterampilan perawat
dalam melakukan tindakan imunisasi, dapat dilakukan dengan
misalnya; in-service training, pendampingan oleh supervisor.

5. Evaluasi
Upaya perbaikan tidak memberikan makna apabila tidak dilakukan
evaluasi. Dalam kaitan ini perlu dilakukan evaluasi terhadap upaya-
upaya perbaikan yang telah dilakukan

6. Tindak lanjut
Berdasarkan hasil evaluasi dapat ditentukan langkah lebih lanjut
tindakan yang perlu dilakukan.

Kesimpulan
Monitoring merupakan bagian penting dalam manajemen kinerja klinis
perawat dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan mutu
pelayanan keperawatan dan di sisi lain meningkatkan kualitas kesehatan
pasien. Temuan monitoring di ”feedback” kan kepada staf untuk
diketahui seberapa jauh pencapaian kinerjanya. Manajer menggali

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 13


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

penyebab masalah dan merencanakan monitoring sebagai tindak lanjut


untuk perbaikan. Hasil monitoring dilaporkan kepada pimpinan untuk
dipergunakan sebagai informasi dalam pengambilan keputusan.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 14


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

Contoh Instrumen Monev:

FORMULIR MONITORING PELAKSANAAN PERKESMAS DI PUSKESMAS


(Digunakan Oleh Dinkes Kab/Kota )

Monev Ke : …………
Hari/tanggal : …………
Puskesmas :…………
NO KRITERIA PENILAIAN Ada Tidak Ket (bukti fisik dan
atau klarifikasi lebih
lanjut)
A PROSES
1 Kebijakan dari Kepala Puskesmas (Tersedia perencanaan dan untuk
penerapan PERKESMAS) tentang …….
2 Adanya koordinator perawat dan bidan
3 Tersedianya dana untuk penerapan PERKESMAS
4 Adanya rencana kegiatan monitoring
5 Adanya standar/pedoman yang diperlukan :
a. Standar asuhan keperawatan
b. Pedoman kegiatan perkesmas.
c. Pedoman umum pelayanan keperawatan di Puskesmas dan
rumah sakit.
d. Pedoman promosi kesehatan untuk perawat perkesmas di
masyarakat.
e. Pedoman perawatan keluarga
6 Adanya SOP yang digunakan untuk pelayanan
7 Adanya uraian tugas untuk perawat perkesmas
8 Adanya jadwal monitoring PERKESMAS
9 Meningkatnya jumlah perawat dan bidan yang ikut pelatihan
PERKESMAS di intern puskesmas
B PROSES
1 Adanya bimbingan terhadap perawat
2 Ada kegiatan DRK minimal setiap bulan
3 Fasilitasi menerapan kegiatan PERKESMAS (kesediaan dana, waktu,
tempat dan peralatan)
4 Monitoring dan evaluasi sesuai jadwal
5 Usulan kegiatan peningkatan kinerja ( formal dan non formal)
6 Advokasi ke stakeholder (eksternal)
C OUTPUT
1 Meningkatkan kepatuhan perawat dalam menggunakan SOP
2 Meningkatnya kunjungan rumah/pembinaan keluarga
3 Meningkatnya kemandirian keluarga
4 Meningkatnya peran serta masyarakat
5 Menurun angka kejadian kesakitan
6 Meningkatnya pembinaan kelompok khusus
7 Meningkatnya jumlah desa binaan

………………………, ……………….
Pelaksana Monev

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 15


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK
MI-4. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Perkesmas

FORMULIR MONITORING PELAKSANAAN PERKESMAS DI PUSKESMAS


(Digunakan oleh Kepala Puskesmas ke Koordinator Perkesmas)

Monev Ke : …………
Hari/tanggal : …………
A STRUKTUR Ada Tidak Ket
1 Ada usulan kegiatan dari koordinator PERKESMAS ke Ka. Puskesmas
2 Tersedia Jadwal monev Penyelenggaraan PERKESMAS
3 Tersedia SOP untuk pelayanan Perkesmas/ keluarga
4 Ruangan mempunyai uraian tugas individu dan kelompok
5 Tersedia indikator kinerja Perawat Perkesmas
6 Ada rencana diskusi refleksi kasus (DRK)

B PROSES Ada Tidak Ket


1 Mengelola penyusunan SOP (sesuai kebutuhan)
2 Melakukan bimbingan/supervisi kinerja sesuai uraian tugas
3 Melakukan bimbingan/supervisi dalam penggunaan SOP
4 Melakukan monitoring kinerja berdasar indicator
5 Melakukan penilaian kinerja
6 Mengelola DRK (RCD) secara rutin dan teratur
7 Membuat rencana tindak lanjut peningkatan kinerja
8 Mencatat hasil pencapaian kinerja perawat dalam anekdot kinerja

C OUTPUT Ada Tidak Ket


1 Meningkatkan kepatuhan perawat dalam menggunakan SOP.
Peningkatan kepatuhan kehadiran
Peningkatan kepatuhan penggunaan SOP
Penurunan kejadian Kesakitan
Peningkatan kepatuhan pelaksanaan uraian tugas
2 Meningkatnya kunjungan rumah/pembinaan keluarga
3 Meningkatnya kemandirian keluarga
4 Meningkatnya peran serta masyarakat
5 Menurun angka kejadian kesakitan
7 Meningkatnya pembinaan kelompok khusus
8 Meningkatnya jumlah desa binaan
………………………, ………………….
Pelaksana Monev

VI. REFERENSI
 The Agha Khan Foundation, USA, The PRC MAP Series of Module ” Monitoring
and Evaluating Program” 1993
 WHO, “Design and Implementation of heath Information System” Genewa/
2000
 John M. Owen, 1993, Program Evaluation, Forn and Approaches, National
Library of Australia.

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I. 16


DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KETEKNISIAN MEDIK