Anda di halaman 1dari 34

SUCTION PUMP

1. Pengertian dan Fungsi Suction Pump

Suction Pump adalah suatu alat yang yang dipergunakan untuk menghisap cairan yang tidak
dibutuhkan pada tubuh manusia.

Nama lain dari Suction Pump adalah:

- Vacum regulator

- Suction contrrollers

- Slym zuiger

- Alat hisap

2. Komponen alat

- Motor

- Botol penampung cairan

- Selang

- Suction regulator

- Manometer

- Over Flow Protection / Pelampung (pengaman cairan lebih)

- Foot switch

Blok Diagram Suction Pump


3. Prinsip Kerja

Motor suction adalah sebuah motor listrik, biasanya hanya bekerja pada satu tegangan, yaitu
tegangan 110 V atau 220 V, Rpm 145, 50/60 Hz, maka ketika pemilihan motor dilakukan itu
harus sesuai dengan besarnya tegangan yang ada yang didalam rangkaiannya dapat kita temukan
sebuah capasitor yang memiliki fungsi sebagai starting capasitor.

Penghisap pada bagian ini ada 2 jenis, yaitu:

a. Jenis Centrifugal Rotary yaitu penghisap terdiri dari: beberapa kipas (pisau) yang berada
dalam rumah penghisap dan dihubungkan dengan motor (bagian yang berputar pada
elektromotor). Pada rumah penghisap bagiaan luar terdapat dua katup (lubang hisap dan lubang
tiup) serta lubang pembuangan oli. Oli merupakan pelumas dan pendingin pafa bagian kipas.
Manometer yaitu alar yang digunakan untuk mengetahui samapai seberapa kuat penghisap
bekerja. Skala 0-800 mmHg

b. Jenis membran terdiri dari: Stang kedudukan, karet membran kedudukan katup, katup hisap
dan katup tekan, tutup/rumah penghisap yang mempunyai katup/lubang hisap dan lubang tekan.

Kekuatan daya hisapnya dikontrol dengan menggunakan regulator, ini biasanya diatur saat
ssuction kita pakai untuk kondisi hisapan yang berbedaa-beda, ketika cairan terlalu kental maka
regulator kita atur dengan kemampuan hisap yang lebih besar sedang untuk kondisi cairan yang
lebih encer maka sebaliknya.

Botol vacum, fungsi dari botol vacum adalah untuk memberikan kevakuman udara pada saat
digunakan. Pada alat ada yang dapat berfungsi hanya dengan satu buah botol, tetapi akan lebih
baik jika menggunakan dua botol, padaa botol akan dilengkapi dengan tutup botol dan disan
terdapat dua lubang. Selain itu asesoris lain yang digunakan adalah suction / slang untuk vacum
yang besarnya disesuaikan dengan lubang proft daan panjangnya disesuaaikan antara jarak
penghisap daan botol.
Suction pump banyak digunakan pada kegiatan operasi di ruang bedah, yaitu untuk menghisap
darah yang keluar dari pasien, sedangkan diruang perawatan untuk menghisap lendir dalam
mulut dan tenggorokan.

Hal yang perlu diperhatikan:

- Tegangan

- Daya hisap maksimum

- Pembacaan meter

- Botol penampung

- Over Flow Protection

- Seal penutup botol

- Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal

- Lakukan pengujian daan kalibrasi 1 tahun sekali

uction Regulator

Suction regulator mempunyai prinsip kerja yang sama dengan gas yang pemampatannya dapat diatur , suatu
diapragma yang dihubungkan dengan control valve secara terus-menerus bergerak melakukan pengisapan.
Spring bekerja memantulkan diapragma yang mengontrol tekanan di mana diapragma akan membuka atau
menutup katup kendali.
ruang hampa
Tingkat pengaturan pengisapan tergantung pada aplikasi nya, adalah sebagai berikut:
 Thoracic suction (pengisapan yang berkenaan dengan dada) 0 s/d 45 mmHg
 low-volume Gastric Suction (berhubungan dengan lambung ) 0 s/d 150 mm Hg
 Surgical Tracheal ( berhubungan dg pembedahan tracheal) dan (Uterine Suction ) pengisapan
berkenaan kandungan, 0 untuk > 300 mm Hg.
 Daya Hisap maksimum system sentral adalah > 400 mm Hg

MOTOR
Adalah suatu alat yang menghasilkan putaran yang dihubungkan dengan kontruksi suction pump.
Motor yang sering digunakan sebagai penggerak pompa vacuum adalah motor induksi (dengan arus bolak-
balik) tipe motor sangkar dengan starting kapasitor.Pada motor jenis ini,arus rotor motor diperoleh dari arus
yang terinduksi sebagai akibat adnya perbedaan relatif antara putaran motor dengan medan magnit putar (
Rotating magnetic Field) yang dihasilkan oleh arus stator.
POMPA HISAP
Adalah suatu alat yang berdasarkan kontruksinya dibuat untuk menghasilkan daya hisap (tekanan negatif)

Secara teknis terbagi dalam 2 jenis :


a. Jenis pompa hisap dengan sistem Piston

Keterangan:
1) Motor listrik
2) Piston
3) KIep hisap dan kiep buang
4) Kepala Pompa
Prinsip kerja:
Bila motor bekeja poros piston yang dikopel dengan rotor motor akan bergerak, sehingga piston akan turun-
naik secara kontinyu. Apabila piston naik klep hisap akan menutup sehingga udara akan dibuang melalui klep
buang, jika piston turun klep buang akan menutup dan klep hisap akan membuka maka udara akan disedot
melalui klep hisap kemudian apabila piston naik kembali klep hisap rrenutup maka udara akan dikeluarkan
melalui klep buang.

b. Jenis pompa hisap dengan sistem rotary/sirip.

Jenis pompa ini rnempunyai rotor yang dipasang secara eksentrik di dalam rumah yang berbentuk silinder.
Pada rotor terdapat beberapa parit dalam arah aksial dirnana dipasang sudu (sirip).
Cara kerja dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar: Konstruksi pompa hisap type Rotary/Sirip

Pada gambar kelihatan sebuah pompa dengan empat sudu (sirip). Ruangan antara rotor dan rumah dibagi-
bagi oleh sudu. Jika rotor berputar, volume ruangan yang dibatasi oleh dua sudu mula-mula membesar,
sehingga udara akan terhisap melalui lobang hisap, kernudian mengecil lagi sehingga udara akan
dikompresikan dan dikeluarkan melalui lobang keluar.Penempatan lobang keluar akan mementukan besarnya
tekanan yang akan dicapai.

PENGENDALI HISAPAN
Prinsip kerja dan pengendali hisapan adalab sama dengan sebuah stop kran yang mengatur besar kedllriya
udara yang lewat, sehingga akan dapat mengendalikan tekanan negatif yang dihasilkan oleli sebuah pompa.
Pengendalian hisapan merupakan bagian yang terbuat dan katup yang dapat diputar/diatur secara
kontinyu, sehingga tekanan negatif yang disalurkari dapat datur dan 0 mmHg sampai dengan -750 mm

Manometer
Manometer berfungsi untuk menunjukkan nilai tekanan negatif.

Botol.
Botol berfiingsi untuk menampung cairan dan juga untuk menjaga kestabilan
hisapan.
Botol yang digunakan pada vacuum extractor adalah bukan botol yang terbuat dan kaca biasa, namun terbuat
dan bahan pirex yang mcmiliki tahanan terhadap panas dan tekanan, sehingga tidak mudah pecah.

Vacuum hose
Vacuum hose adalah slang penghubung antara botol dan suction cup untuk menyalurkan tekanan negatif.
Panjang vacuum hose 1 sampai 2 meter dan terbuat dan bahan silicon yang tahan terhadap terhadap panas
dan tekanan, lentur dan kuat.
Suction cup.
Suctin cup adalah seperti mangkok yang ditempelkan pada kepala bayi. Suctin cup mempunyai beberapa
ukuran, pada umuinnya terdapat 3 (tiga) ukuran, yaitu 3, 5 dan 7 cm atau S, M dan L.

Filter dengan pengaman.


Filter berfungsi untuk menyaring udara yang dihisap agar tidak merusak bagian dan alat vacuum extractor.
Udara yang dihisap mungkin saja bercampur dengan cairan yang jika tidak difilter akan menimbulkan kotor
pada bagian slang atau karat pada bagian pompa atau motor. Filter mi biasanya dibuat dan kain planel yang
dapat dibersihkan setiap vacuum extractor setelah dipakai dan dapat diganti apabila fungsi filternya sudah
berkurang.
Pengaman pada vacuum extractor berfungsi untuk mematikan sistem kerja vacuum extractor apabila cairan
dalam botol telah mencapai batas maksimum.
Pada beberapa vacuum extractor ada yang menggunakan botol besar sebagai botol penampungan dan
sebuah botol kecil dengan bola ringan sebagai pengaman dan siap menutup saluran dan mematikan sistem
vacuum extractor apabila cairan yang masuk melebihi batas yang ditentukan.

Sebelum mulai pemeriksaan, secara hati-hati membaca prosedur instruction and service manuals; dan harus
dipahami bagaimana cara beroperasi peralatan dan arti dari tiap indikator dan kendali. Juga meninjau ulang
pemeriksaan khusus dan frekwensi atau prosedur pemeliharaan pencegahan yang direkomendasikan oleh
pabrikan.

Suction regulators sangat dimungkinkan untuk dicemari dengan microorganisma menular yang berasal dari
pasien. Cucilah tangan secara menyeluruh setelah pemeriksaan, yang terutama bila ada asesoris dibongkar.

http://djokosoeprijanto.blogspot.co.id/2013/04/suction-regulator-atau-suction-pump.html

Pengertian Tindakan menghisap lendir melalui hidung dan atau mulut Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan
tindakan penghisapan lendir, mengeluarkan lendir, melonggarkan jalan nafas Kebijakan Dibawah tangungjawab
dokter.

Prosedur PERSIAPAN ALAT :

Perangkat penghisap lendir meliputi :


1. Mesin penghisap lendir
2. Slang penghisap lendir sesuai kebutuhan
3. Air matang untuk pembilas dalam tempatnya (kom)
4. Cairan desinfektan dalam tempatnya untuk merendam slang
5. Pinset anatomi untuk memegang slang
6. Spatel / sundip lidah yang dibungkus dengan kain kasa
7. Sarung tangan
8. Bak instrumen
9. Kasa
10. Bengkok

PERSIAPAN PASIEN :
1. Bila pasien sadar, siapkan dengan posisi setengah duduk
2. Bila pasien tidak sadar ;
a. Posisi miring
b. Kepala ekstensi agar penghisap dapat berjalan lancar

PELAKSANAAN :
1. jelasakan pada pasien/ keluarga + inform concern
2. Alat didekatkan pada pasien dan perawat cuci tangan
3. Perawat memakai sarung tangan
3. Pasien disiapkan sesuai dengan kondisi
4. Slang dipasang pada mesin penghisap lendir
5. Mesin penghisap lendir dihidupkan
6. Sebelum menghisap lendir pada pasien, cobakan lebih dahulu untuk air bersih yang tersedia
7. tekan lidah dengan spatel
8. Hisap lendir pasien sampai selesai. Mesin/pesawat dimatikan
9. Bersihkan mulut pasien kasa
10. membersihakan slang dengan air dalam kom
11. Slang direndam dalam cairan desinfektan yang tersedia
12. Perawat cuci tangan

Jenis Suction Pump terdiri dari :

SUCTION PUMP Type Mobile


Daya hisap nya kuat 90 liter per menit cocok digunakan untuk Ruang Oprasi, UGD, ICU atau klinik klinik
kecantikan /Liposuction, dilengkapi 2 botol suction dengan kapasitas @ 2,5 Liter, Bacteria filter yaitu filter anti
bakteri dan water trap yaitu supaya cairan lendir yang sudah dibuang ke tabung suction tidak masuk kembali ke
sistem mesin akibat tabung penampung lendir yang terlanjur penuh.

Suction Portable
Type ini banyak di gunakan di ruang ruang perawatan Rumah Sakit atau di Rumah rumah untuk perawatan
pasien homcare, daya hisap yang medium, ukuran yang tidak terlalu besar dan dilengkapi dengan 1 buah botol
suction ukuran 1- 1,5 liter.

Suction Pump Transport


Suction Type ini designnya compact, ringan, kuat dilengkapi dengan batrey dan AC/DC sehingga sangat cocok
digunakan untuk ambulace, evakuasi helikopter, pesawat dll, suction type ini biasa digunakan oleh perusahaan
perusahan jasa evaquasi / transportasi pasien antar pulau dan antar negara.

http://www.rentalalatkedokteran.com/2013/07/prosedur-cara-penggunaan-suction-pump.html

1. Suction Pump

A. Spesifikasi Alat
Nama Alat : Suction Pump
Type : SU-305-P
Tegangan : 220 Volt AC
Frekuensi : 50/60 Hz
B. Prinsip Dasar Alat
Merupakan peralatan medis yang difungsikan sebagai penghisap cairan. Dalam dunia medis mesin ini
sering digunakan untuk menghisap cairan lendir ataupun cairan yang tidak berguna yang mengganggu
keselamatan pasien. Mesin ini bekerja menggunakan motor AC yang berfungsi sebagai pompa
penghisap.
C.Blog Diagram

Motor Vakum

Ket Motor :

Ketika poros motor melakukan putaran ke kiri terhadap sepi-sepinya, Sepi-sepinya bergerak berfungsi
sebagai kipas, hal ini menghasilkan daya hisap yang kemudian dihubungkan pada tabung 1 sebagai
fungsi vakum, selanjutnya selang pada tabung pertama dihubungkan dengan tabung ke dua, yang
berfungsi sebagai penampung cairan. Dalam tabung ke dua diberikan selang sebagai inputan menuju ke
pasien yang digunakan untuk menghisap cairan pada pasien.
Prinsip kerja mesin suction, motor listrik menggerakkan kipas(yang berfungsi sebagai vakum) kemudian
menghasilkan daya hisap, selanjutnya dihubungkan ke botol cairan dan selang langsung terhubung ke
pasien.

http://ek4sangkar.blogspot.co.id/2011/10/perangkat-elektromedis-suction-pump.html
LAMPU OPERASI

A. ABSTRAK

Proses operasi dibutuhkan tata ruang dan pencahaan khusus. Operasi besar akan
membutuhkan waktu yang lama dan dokter beserta perawat yang banyak sehingga
membutuhkan tata pencahayaan yang baik. Maka peran sebuah lampu operasi
sangat penting sehingga dibutuhkan lampu operasi yang handal yang memiliki
cahaya yang terang namun lembut, tidak menyengat, dan tidak memimbulkan panas
yang berlebih serta yang tidak kalah pentingnya adalah lampu operasi yang
tidak menimbulkan bayangan.

Jika keunggulan tersebut tidak dapat dipenuhi maka akan dipastikan


keseluruhan system kerja dari proses operasi akan terganggu. Karena adanya
panas dan bayangan akan membuat para dokter kesulitan dalam menjalankan
proses operasi. Maka lampu operasi haruslah memiliki keunggulan tersebut.

Karena untuk menggunakan system lampu operasi yang menggunakan jenis lampu
halogen membutuhkan daya besar dan berakibat membekaknya anggaran dana untuk
lisrik, maka lampu halogen diganti dengan lampu LED dengan kelebihan lebih
hemat listrik sehingga anggaran untuk listrik bisa diminimalkan.

B. PRINSIP KERJA

Cara kerja dari lampu operasi adalah merubah energy listrik menjadi cahaya
oleh LED. Proses pembentukan cahaya pada LED yaitu

Mengubah elektron menjadi foton. Elektron yang dialiri oleh sumber tegangan
(FORWARD BIAS) akan mengalami medan elektromagnetik hingga menimbulkan arus
listrik. Arus listrik ini kemudian akan meng”ON”kan dioda (LED) hingga foton
dalam LED akan memancarkan energi dalam bentuk cahaya LED ( Lizuka, 2008).
Berikut gambaran mengenai prinsip kerja dari LED.

Dalam LED, dapat dipandang sebagai sebuah kristal. Kristal ini terdiri dari
lubang (hole) dan elektron (ion), setiap elektron akan mengisi lubang yang
kosong dalam rekombinasi ini disebabkan oleh hantaran arus listrik dari
sumber tegangan (panjar maju). Ketika elektron telah berekombinasi dengan
lubang tadi, menyebabkan elektron terlepas dari energi ikatnya. Rekombinasi
ini menghasilkan energi yang terlepas dari elektron. Energi yang terlepas
inilah digunakan untuk memancarkan foton (rekombinasi radiaktif), sebagaian
lain digunakan untuk memanaskan partikel-partikel kristal (rekombinasi non-
radiaktif). Pancaran cahaya ini merupakan cahaya sebuah LED.

Beberapa karakteristik dari Light Emitting Diode (LED) antara lain :

 Warna (panjang gelombang) ditentukan oleh band-gap


 Intensitas cahaya hasil berbanding lurus dengan arus
 Non linieritas tampak pada arus rendah dan tinggi

Pemanasan sendiri (self heating) menurunkan efisiensi pada arus tinggi.

C. SPESIFIKASI ALAT

Keunggulan :

1. Lampu operasi STD-60 disusun dengan teknologi LED dengan pancaran sinar
yang lembut, intensitas iluminan yang tinggi, dan rendinsi warna yang
sempurna.
2. Kemampuan cahaya yang efisien dengan watt yang rendah
3. Life time dari LED lebih dari 20.000 jam lebih lama dengan dari lampu
halogen konvensional.
4. Pengaturan focus dengan handle yang mudah mudah dipegang dan
disterilkan dengan bidang iluminan yang luas dan cahaya yang efisien
yang tidak menimbulkan bayangan.
5. Sebuah modul LED dengan aerodinamik design yang mudah digerakkan dan
dudukan yang kuat untuk pemasangan di atam kamar operasi, minim
turbulensi.
6. Terdapat 6 modul led yang letaknya saling menyilang. Setiap modul led
terdapat 5 buat led.
7. Pengaturan intensitas, suhu, dan focus semuanya diatur secara digital.

D. BAGIAN-BAGIAN ALAT

1~ Kabinet Lampu Operasi

Sebagai tempat meletakkan komponen lampu operasi sekaligus sebagai tumpuan


dari lengan lampu yang ditancapkan ke langit-langit kamar operasi.

2~ Lengan Lampu Operasi

Untuk mengarahkan dimana posisi head light sesuai yang dibutuhkan. Ada
2 lengan yaitu tang bisa berputar 3600(A) dan yang bergerak ke atas dan bawah
dengan membentuk sudut tertentu dimana porosnya ada di ujung lengan yang bisa
berputar 3600 tadi.

3~ Modul Kontrol

Sebagai tempat untuk mengontrol seberapa besar intensitas dan suhu yang
diinginkan, berbentuk tombol-tombol.

4~ Head Light

Sebagai tempat pemasangan modul-modul LED. Berbentuk seperti mangkuk yang


tebalik.

5~ Lengan Penyangga Head Light


Sebagai poros head light agar bisa digerakan memutar dengan sudut pancar yang
diinginkan.

6~ Modul LED

Berisi beberapa LED yang dirangkai menjadi 1 agar mempermudah dalam disribusi
daya serta pengaturan cahayanya. Setiap 1 modul led terdapat 5 LED.
Menggunakan LED khusus yang menghasilkan cahaya putih terang namun lembut.

7~ LED

Komponen pengubah energy lisrtik menjadi cahaya.

8~ Cup LED

Untuk mengarahkan cahaya LED agar semuanya terpantul ke bawah

9~ Filter

Untuk mengurangi panas yang dihasilkan dari proses pengubahan energy listrik
menjadi cahaya.

10~ Handle Pengatur Fokus

Untuk mengarahkan fokus cahaya lampu operasi.

E. SKEMA RANGKAIAN
1. AC 110/230 adalah sebagai sumber catu daya utama
2. Intensitas Regulator adalah sebagai pengatur tegangan yang akan megubah
intensitas cahaya yang akan dihasilkan oleh LED.
3. Trafo adalah sebagai penurun tegangan sesuai batas maksimal tegangan
kerja LED.
4. Rectifier adalah sebagai penyearah arus dari arus AC menjadi DC. Karena
LED bekerja dengan tegangan DC.
5. LED1-LED6 adalah sebagai penghasil cahaya dengan prinsip mengubah
energi listrik menjadi cahaya.
6. CARA KERJA BLOK DIAGRAM

Cara Kerja Dari Blok diagram Lampu Operasi adalah :

Dari sumber daya “AC110/230 V” tegangan akan diatur di “Intensitas


Regulator”. Disini tegangan diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan
kebutuhan untuk membuat perbedaan intensitas cahaya yang akan dihasilkan
LED1-6, setelah tegangan diatur tegangan yang semula AC akan di searahkan
menjadi DC oleh “Rectifier” karena tegangan yang dibutuhkan LED1-6 adalah DC.
Kemudian tegangan memberikan energy untuk “LED1-6” bekerja sehingga
menghasilkan cahaya. Besar kecilnya intensitas cahaya yang dihasilakan LED1-6
tergantung dari besarnya tegangan yang dihasilakan oleh intensitas regulator.
Semakin besar tegangan intensitas cahaya yang dihasilkan semakin kuat.

E. PEMELIHARAAN

Hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan lampu operasi secara berkala dan
teratur adalah sebagai berikut :

1. Kebersihan lampu operasi


2. Karena lampu operasi menggunakan mekanik berupa logam, pengaturan harus
dengan lembut jika tidak as dan poros akan cepat longgar dan aus.
3. Periksa pengatur focus penyinaran
4. Periksa kesetabilan posisi lampu operasi
5. Periksa intensitas regulator cahaya mulai minimum hingga maksimum
sebelum pengoperasian.
6. Saat pertama dioperasikan pengatur intensitas lampu operasi harus dalam
keadaan minimum, barulah diatur sesuai kebutuhan secara perlahan-lahan,
karena LED sensitif terhadap perubahan tegangan.
7. Kembalikan posisi lampu operasi ke posisi parkir setelah selesai
dioperasikan

F. KERUSAKAN YANG SERING TERJADI

1~ LED

Karena led adala komponen penghasil cahaya yang terus menerus dan selain itu
juga terdapat panas. Inilah yang sering membuat led cepat padam.

2~ TRAFO
Merupakan komponen yang disipasi panasnya terbesar untuk itu trafo yang sudah
berumur lama sering terbakar karena tidak kuat lagi menehan panas yang
dihasilkan dari proses penurunan tegangan.

3~ Pengaturan Intensitas

Pengaturan yang terus menerus akan menyebabkan umur dari pengatur intensitas
(potensio) menjadi pendek karena mengalami keausan.

https://fajarahmadfauzi.wordpress.com/2016/11/23/lampu-operasi/

lampu operasi

A. Spesifikasi Alat
Nama Alat : Lampu Operasi
Merk : Yamada Shawdoles Lamp
Type : BD-420
Rated Power Bulp : 280 VA

B. Definisi
Adalah lampu yang digunakan untuk penerangan kegiatan operasi. Lampu operasi dipasang secara
manual dan mobile untuk ruang-ruang tertentu dipasang secara manual, untuk tindakan rawat jalan
digunakan sistem yang mobile. Lampu operasi tidak sama dengan lampu penerangan biasa lampu
operasi memerlukan reflector khusus yang dapat memfokuskan cahaya sehingga tidak timbul bayangan
dan tepat pada obyek yang dioperasi. Biasanya pada lampu operasi mempunyai tegangan kecil dan daya
yang besar sehingga bentuknya kecil. Contohnya 12 Volt/15 Watt, 24 Volt/25 Watt, 24 Vollt/150 Watt.

C. Prinsip Kerja
Prinsip kerja dari lampu ini adalahdengan memanfaatkan tegangan dari PLN untuk menyuplai lampu
yang sebelumnya masuk rangkaian dimer untuk mengatur intensitas lampu. Lampu operasi tidak sama
dengan lampu-lampu pada umumnya, arena lampu operasi harus memiliki syarat tidak boleh panas dan
tida ada bayangan karena dapat mengganggu proses tindakan operasi, oleh karena itu lampu operasi ini
memakai lampu khusus yaitu lampu halogen.
Sifat dari lampu halogen adalah sebagai berikut.
• Memiliki kepekaan yang cukup tinggi
• Termasuk zat kimia
• Bukan radio aktif
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan lampu halogen adalah :
• Tidak boleh disentuh dengan tangan karena tangan mengandung keringat sehingga lampu akan pecah
karena panas.
• Bentuknya ada yang ulir dan ada yang soket (pemasangan)

http://ek4sangkar.blogspot.co.id/2011/10/lampu-operas.html

https://dokumensaya.com/queue/lampu-operasi_5989827adc0d60e31b300d1a_pdf?queue_id=-1

Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar
monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan
mengguankan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detector Fototube. Dalam analisis cara
spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan, yaitu
daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm), daerah Inframerah (700-3000 nm).

Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hokum Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik (I0),melalui
suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia), sebagian dipantulkan (Ir), dan
sebagian lagi dipancarkan (It). Transmitans adalah perbandingan intensitas cahaya yang di transmisikan
ketika melewati sampel (It) dengan intensitas cahaya mula-mula sebelum melewati sampel (Io).
Persyaratan hokum Lambert-Beer antara lain : Radiasi yang digunakan harus monokromatik, rnergi
radiasi yang di absorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia, sampel (larutan) yang
mengabsorpsi harus homogeny, tidak terjadi flouresensi atau phosphoresensi, dan indeks refraksi tidak
berpengaruh terhadap konsentrasi, jadi larutan harus pekat (tidak encer).

Beberapa larutan seperti larutan Timbal (Pb2+) dalam air tidak berwarna, supaya timbul earna larutan
Pb diekstraksi dengan dithizone sehinggaberubah menjadi berwarna merah. Larutan berwarna merah
akan menyerap radiasi pada daerah hijau. Dalam hal ini larutan Pb menunjukkan absorbans maksimum
pada panjang gelombang 515 nm.

Jenis-jenis Spektrofotometri

Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasarkan sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya
adalah sebagai berikut :

1) Spektrofotometri Vis (Visible)

Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energy dalah cahaya tampak (Visible).
Cahaya visible termasuk spectrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Panjang
gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh mata
manusia, maka sinar tersebut termasuk kedalam sinar tampak (Visible).

2) Spektrofotometri UV (Ultra Violet)

Berbeda dengan spektrofotometri Visible, pada spektrofometri UV berdasarkan interaksi sampel


dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat
digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy hydrogen. Dia merupakan isotop hydrogen
yang stabil tang terdapat berlimpah dilaut dan didaratan.

Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata manusia maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini
terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna. Bening dan transparan.

3) Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan


dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat
yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu
photodiode yang dilengkapi dengan monokromator.

Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan.
Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak
berwarna. Spektroskopi ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis)
melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan cahaya dalam
terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan
dalam rentang yang terlihat secara langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di
wilayah ini dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik. Teknik ini
melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan dengan transisi dari ground state ke
eksited state.

Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu :

a. Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron anti ikatan.

b. Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul kompleks

c. Penyerapan oleh perpindahan muatan.

Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb :


E = hv

Dimana :

E = energy (joule/second)

h = tetapan plank

v = frekuensi foton

4) Spektrofotometri IR (Infra Red)

Spektrofotometri ini berdasar kepada penyerapan panjang gelombang Inframerah. Cahaya Inframerah,
terbagi menjadi inframerah dekat, pertengahan dan jauh. Inframerah pada spektrofotometri adalah
adalah inframerah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2.5-1000 mikrometer.
Hasil analisa biasanya berupa signalkromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang.
Untuk identifikasi, signal sampel akan dibandingkan dengan signal standard.

http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/spektrofotometri.html

SPEKTROFOTOMETRI

· Definisi

Spektrofotometri adalah suatu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk mengukur
konsentrasi sampel secara kuantitatif, berdasarkan interaksi materi dengan cahaya. Cahaya yang diserap
oleh materi ini akan terukur sebagai Transmitans ataupun Absorbans. Dalam analisis cara
spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan, yaitu
daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm), dan daerah Inframerah (700-3000 nm).

· Prinsip kerja spektrofotometri

Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hukum Lambert-Beer, bila cahaya monokromatik (I0)
melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut akan diserap (Ia), sebagian dipantulkan
(Ir), dan sebagian lagi diteruskan (It). Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang digunakan untuk
menghitung banyaknya cahaya yang dihamburkan:

Dan absorbansi dinyatakan dengan rumus:


Dimana I0 merupakan intensitas cahaya datang dan It atau I1 adalah intensitas cahaya setelah melewati
sampel. Rumus yang diturunkan dari Hukum Beer dapat ditulis sebagai:

Dimana:

A = Absorbansi

a = Tetapan absorbtivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm)

c = Konsentrasi larutan yang diukur

ε = Tetapan absorbtivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm)

b = Tebal larutan

Secara eksperimen hukum Lambert-beer akan terpenuhi jika:

1. Radiasi yang digunakan harus monokromatik

2. energi radiasi yang di absorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia

3. Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak dipengaruhi oleh molekul
lain yang ada dalam larutan.

4. Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Artinya larutan yang diukur
harus benar-benar jernih agar tidak terjadi hamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid atau suspensi
yang ada di dalam larutan.

5. Konsentrasi analit rendah. Karena apabila konsentrasi tinggi akan menggangu kelinearan grafik
absorbansi versus konsentrasi.
SPEKTROFOTOMETER

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk menerapkan metode spektrofotometri. Pada
prinsipnya ya jelas aja sama, yaitu pengukuran konsentrasi sampel yang didasarkan pada interaksi
antara materi dengan cahaya.

Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara
melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang
disebut kuvet.Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi
dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. Skemanya
seperti ini:

Komponen utama spektrofotometer

1. Sumber cahaya polikromatis

Sumber cahaya polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan berbagai macam
rentang panjang gelombang. Untuk spektrofotometer:

a. UV menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hidrogen

b. VIS menggunakan lampu halogen kuarsa / tungsten yang sering disebut lampu wolfram. Tungsten
mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding logam lainnya. karena sifat inilah maka ia
digunakan sebagai sumber lampu.

c. UV-VIS menggunan photodiode yang telah dilengkapi monokromator.

d. Infra merah, lampu pada panjang gelombang IR.

2. Monokromator

Monokromator berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya yang berasal
dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis. Jenis monokromator yang saat ini
banyak digunakan adalah gratting atau lensa prisma dan filter optik.

3. Sel (Kuvet)
Kuvet adalah tempat yang digunakan untuk meletakkan larutan yang hendak diukur. Kuvet yang
digunakan umumnya tidak menyerap sinar. Pada pengukuran daerah sinar tampak (visible) kuvet kaca
dapat digunakan, tapi untuk daerah UV kita harus menggunakan kuvet kuarsa karena gelas tidak tembus
cahaya pada daerah ini. Untuk daerah IR dapat digunakan kuvet kristal garam.

4. Detektor

Detektor berfungsi untuk mengubah energi sinar yang diteruskan oleh sampel menjadi besaran listrik
yang terukur. Detektor yang ideal harus memiliki kepekaan yang tinggi, perbandingan sinyal-noise yang
tinggi dan sifat tanggap yang stabil pada daerah panjang gelombang pengamatan.

5. Penguat/Amplifier

Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh indikator.

6. Read-Out (alat pembaca)

Read out merupakan suatu sistem baca yang menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal dari
detektor. Hasil yang dikeluarkan dapat melalui printer, digital recorder, atau komputer yang dilengkapi
layar monitor.

Prinsip Kerja Spektrofotometer

Cahaya polikromatis dari sumber cahaya masuk ke dalam monokromator dan mengalami penguraian
menjadi cahaya monokromatis. Cahaya tersebut kemudian diteruskan memalui sel yang berisi sampel.
Cahaya sebagian diserap oleh sel dan sebagiannya lagi diteruskan ke fotosel yang berfungsi untuk
mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh fotosel memberikan
sinyal pada detektor yang kemudian diubah menjadi nilai serapan atau transmitans dari zat yang
dianalisis.

Jenis spektrofotometer

· Berdasarkan teknik optika sinar yaitu:

1. Single-beam spectrophotometer (spektrofotometer berkas tunggal)


Sesuai namanya, spektrofotometer jenis ini hanya memiliki satu berkas sinar,sehingga dalam
pengukuran sampel dan larutan blanko harus dilakukan secara bergantian dengan sel yang sama. Jadi
pertama kita mengukur absorbansi larutan blanko, kemudian re-zero, lalu ganti larutan blanko dengan
sampel. Skemanya seperti ini:

2. Double-beam spectrophotometer (spektrofotometer berkas ganda)

Cahaya terbagi ke dalam dua arah/berkas. Berkas cahaya pertama melewati sel pembanding, dan
cahaya yang lainnya melewati sel sampel. Berkas cahaya kemudian bergabung kembali, masuk ke
detektor. Detektor merespon cahaya netto dari kedua arah. Nilai blanko dapat langsung diukur
bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama. Skemanya seperti ini:

Perbedaan spektrofotometer berkas tunggal dan ganda:

Single-beam

Double-beam

Penentuan spektrum serapan secara manual, sehingga boros waktu

Hemat waktu

Harga lebih murah

Lebih mahal

Semua cahaya melewati seluruh sel sampel.

Cahaya terbagi menjadi 2 berkas: berkas pertama melewati sel pembanding, dan berkas kedua melewati
sel sampel

tidak terdapat cermin V dan tempat penyimpanan kuvet hanya satu buah

terdapat cermin V yang berfungsi memecah sinar menjadi dua bagian, dan tempat kuvet ada dua buah

· Berdasarkan Sumber cahaya yang digunakan


A. Spektrofotometri Vis (Visible)

Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energy adalah cahaya tampak (Visible).
Cahaya visible termasuk spectrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Panjang
gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm.

Sampel yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memiliki warna. Oleh karena itu,
untuk sample yang tidak memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan
reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna. Reagent yang digunakan harus betul-betul
spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga produk senyawa berwarna
yang dihasilkan harus benar-benar stabil.

B. Spektrofotometri UV (Ultra Violet)

Berbeda dengan spektrofotometri Visible, pada spektrofometri UV berdasarkan interaksi sampel dengan
sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh
mata manusia maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak
memiliki warna, bening dan transparan. Larutan yang dapat dianalisis dengan spektrofotometer UV
merupakan senyawa yang mempunyai gugus kromofor. Gugus kromofor adalah gugus molekul yang
mengandung sistem elektronik yang dapat menyerap energi pada daerah UV. Prinsip dasar pada
spektrofotometri adalah sample harus jernih (tidak keruh) dan larut sempurna. Tidak ada partikel koloid
apalagi suspensi.

Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible, terutama
pada bagian preparasi sample. Namun harus hati-hati juga, karena banyak kemungkinan terjadi
interferensi dari senyawa lain selain analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. Hal ini
berpotensi menimbulkan bias pada hasil analisa.

C. Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua
buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat yang
lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu
photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Spektrofotometri UV-VIS dapat digunakan baik
untuk sample berwarna maupun sample tak berwarna.

D. Spektrofotometri IR (Infra Red)


Spektrofotometri ini berdasar kepada penyerapan panjang gelombang Inframerah. Cahaya Inframerah,
terbagi menjadi inframerah dekat, pertengahan dan jauh. Inframerah pada spektrofotometri adalah
adalah inframerah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2.5-1000 mikrometer.

Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif, namun biasanya lebih kepada analisa
kualitatif. Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa,
terutama senyawa organik. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya
suatu gugus fungsi spesifik.

Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang.
Untuk identifikasi, signal sampel akan dibandingkan dengan signal standard.

http://wahyuniieka.blogspot.co.id/2013/10/spektrofotometri_26.html

PENGERTIAN
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan
cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca
atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan
dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding
dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.
sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.
Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan
fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi
spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut
ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.
Kelebihan spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar
putih lebih dapat terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating ataupun
celah optis. Pada fotometer filter, sinar dengan panjang gelombang yang diinginkan diperoleh
dengan berbagai filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek
panjang gelombang tertentu.
Pada fotometer filter, tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar
monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada
spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapat diperoleh dengan
bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber
spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau
blangko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sampel dan blangko ataupun
pembanding.

2.2 BAGIAN ATAU KOMPONEN SPEKTROFOTOMETER


Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu :
a. Sumber Cahaya
Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang
stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak,
ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat rambut terbuat
dari wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa, daerah panjang
gelombang (l ) adalah 350 – 2200 nanometer (nm).
b. Monokromator
Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis
menjadi beberapa komponen panjang gelombang tertentu (monokromatis) yang bebeda
(terdispersi).
c. Cuvet
Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai tempat contoh atau
cuplikan yang akan dianalisis. Cuvet biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic
dengan bentuk tabung empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di
daerah UV dipakai cuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat dipakai
sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat dipakai untuk pengukuran di
daerah sinar tampak (visible).
d. Detektor
Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai
panjang gelombang. Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang selanjutnya
akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum penunjuk atau angka digital.
Dengan mengukur transmitans larutan sampel, dimungkinkan untuk menentukan
konsentrasinya dengan menggunakan hukum Lambert-Beer. Spektrofotometer akan mengukur
intensitas cahaya melewati sampel (I), dan membandingkan ke intensitas cahaya sebelum
melewati sampel (Io). Rasio disebut transmittance, dan biasanya dinyatakan dalam persentase
(% T) sehingga bisa dihitung besar absorban (A) dengan rumus A = -log %T.

2.3 PRINSIP KERJA


Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun
campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan,
sebagian diserap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang
diteruskan dinyatakan dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi
sampel.
Prisinp kerja dari spektrofotometer dapat di gambarkan sebagai berikut :
2.4 CARA KERJA SPEKTROFOTOMETER
Sinar berasal dari dua lampu yang berbeda, yaitu lampu wolfram untuk sinar Visible
(sinar tampak = 38 – 780nm) dan lampu deuterium untuk sinar Ultra Violet (180-380nm) pada
video lampu yang besar. Pilih panjang gelombang yang diinginkan/diperlukan. Kuvet, ada dua
karena alat yang dipakai tipe double beam, disanalah kita menyimpan sample dan yang satu lagi
untuk blanko. Detektor atau pembaca cahaya yang diteruskan oleh sampel, disini terjadi
pengubahan data sinar menjadi angka yang akan ditampilkan pada reader.
Yang harus dihindari adanya cahaya yang masuk ke dalam alat, biasanya pada saat
menutup tenpat kuvet, karena bila ada cahaya lain otomatis jumlah cahaya yang diukur menjadi
bertambah.

2.5 KALIBRASI ALAT SPEKTROFOTOMETER


Kalibrasi yang dimaksud ini adalah men-seting blank alat spektrofotometer, sebelum
digunakan untuk analisis. Secara umum sbb:
1. Nyalakan alat spektrofotometer
2. Isi kuvet dengan larutan blanko (aquades)
3. Diseting/diatur panjang gelombang untuk kalibrasi.
4. ->keterangan: 0%T itu diukur saat kuvet dalam keadaan kosong. 100%T itu diukur saat kuvet
dalam keadaan terisi larutan.
5. Kuvet berisi larutan blanko dimasukkan ke spektrofotometer
6. lalu tekan tombol 0 ABS 100%T, tunggu sampai keluar kondisi setting blank (dalam bentuk
teks)
2.6 CARA PERAWATAN SPEKTROFOTOMETER
Cara Perawatan dan Penyimpanan Alat :
1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up selama 15-20 menit.
2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar sinar matahari langsung, karena cahaya dari
matahari akan dapat mengganggu pengukuran.
3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang suhunya stabil dan diatas meja yang permanen.
4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas sampel.
5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering.
6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban secara teratur.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
 Larutan yang dianalisis merupakan larutan berwarna
Apabila larutan yang akan dianalisis merupakan larutan yang tidak berwarna, maka
larutan tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi larutan yang berwarna. Kecuali apabila
diukur dengan menggunakan lampu UV.
Panjang gelombang maksimum
 Panjang gelombang yang digunakan adalah panjang gelombang yang
mempunyai absorbansi maksimal. Hal ini dikarenakan pada panajgn gelombang
maksimal, kepekaannya juga maksimal karena pada panjang gelombang tersebut, perubahan
absorbansi untuk tiap satuan konsentrasi adalah yang paling besar. Selain itu disekitar panjang
gelombang maksimal, akan terbentuk kurva absorbansi yang datar sehingga hukum Lambert-
Beer dapat terpenuhi. Dan apabila dilakukan pengukuran ulang, tingkat kesalahannya akan kecil
sekali.
 Kalibrasi Panjang gelombang dan Absorban
Spektrofotometer digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan dan
cahaya yang diabsorbsi. Hal ini bergantung pada spektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh
benda. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu tergantung pada
senyawa yang terbentuk. Oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi panjang gelombang dan
absorban pada spektrofotometer agar pengukuran yang di dapatkan lebih teliti.

2.7 JENIS – JENIS SPEKTROFOTOMETER


Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasar sumber cahaya yang digunakan.
Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Spektrofotometri Vis (Visible)
2. Spektrofotometri UV (Ultra Violet)
3. Spektrofotometri UV-Vis
4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

1. Spektrofotometri Visible (Spektro Vis)


Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya
tampak (visible). Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh
mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380 sampai 750 nm. Sehingga semua
sinar yang dapat dilihat oleh kita, entah itu putih, merah, biru, hijau, apapun.. selama ia dapat
dilihat oleh mata, maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak (visible).
Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu
Tungsten. Tungsten yang dikenal juga dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan
simbol W dan no atom 74. Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding
logam lainnya. karena sifat inilah maka ia digunakan sebagai sumber lampu. Sample yang dapat
dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memilii warna. Hal ini menjadi kelemahan
tersendiri dari metode spektrofotometri visible. Oleh karena itu, untuk sample yang tidak
memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan reagent spesifik yang
akan menghasilkan senyawa berwarna. Reagent yang digunakan harus betul-betul spesifik hanya
bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Selain itu juga produk senyawa berwarna yang
dihasilkan harus benar-benar stabil.
Salah satu contohnya adalah pada analisa kadar protein terlarut (soluble protein). Protein
terlarut dalam larutan tidak memiliki warna. Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna
agar dapat dianalisa. Reagent yang biasa digunakan adalah reagent Folin.
Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa, ikatan peptide
pada protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat dideteksi pada
panjang gelombang sekitar 578 nm. Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan
banyaknya senyawa kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein
terlarut dalam sample.

2. Spektrofotometri UV (ultraviolet)
Berbeda dengan spektrofotometri visible, pada spektrofotometri UV berdasarkan
interaksi sample dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai
sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Dia
merupakan isotop hidrogen yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Inti atom
deuterium mempunyai satu proton dan satu neutron, sementara hidrogen hanya memiliki satu
proton dan tidak memiliki neutron. Nama deuterium diambil dari bahasa Yunani, deuteros, yang
berarti ‘dua’, mengacu pada intinya yang memiliki dua pertikel. Karena sinar UV tidak dapat
dideteksi oleh mata kita, maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan
senyawa yang tidak memiliki warna. Bening dan transparan.
Oleh karena itu, sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan
reagent tertentu. Bahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. Namun
perlu diingat, sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan filtrasi atau centrifugasi. Prinsip
dasar pada spektrofotometri adalah sample harus jernih dan larut sempurna.
Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. Sebagai contoh pada analisa protein terlarut
(soluble protein). Jika menggunakan spektrofotometri visible, sample terlebih dulu dibuat
berwarna dengan reagent Folin, maka bila menggunakan spektrofotometri UV, sample dapat
langsung dianalisa. Ikatan peptide pada protein terlarut akan menyerap sinar UV pada panjang
gelombang sekitar 280 nm. Sehingga semakin banyak sinar yang diserap sample (Absorbansi
tinggi), maka konsentrasi protein terlarut semakin besar. Spektrofotometri UV memang lebih
simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible, terutama pada bagian preparasi sample.
Namun harus hati-hati juga, karena banyak kemungkinan terjadi interferensi dari
senyawa lain selain analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. Hal ini berpotensi
menimbulkan bias pada hasil analisa.
3. Spektrofotometri UV-Vis
Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible.
Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible.
Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai
sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem
spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Kemudahan
metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna.
4. Spektrofotometri IR (Infra Red)
Dari namanya sudah bisa dimengerti bahwa spektrofotometri ini berdasar pada
penyerapan panjang gelombang infra merah. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah
dekat, pertengahan, dan jauh. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dan
pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2.5-1000 μm. Pada spektro IR meskipun bisa
digunakan untuk analisa kuantitatif, namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya
spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa, terutama
senyawa organik. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu
gugus fungsi spesifik.
Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas IR terhadap
panjang gelombang. Untuk identifikasi, signal sample akan dibandingkan dengan signal
standard. Perlu juga diketahui bahwa sample untuk metode ini harus dalam bentuk murni.
Karena bila tidak, gangguan dari gugus fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang
diperoleh. Terdapat juga satu jenis spektrofotometri IR lainnya yang berdasar pada penyerapan
sinar IR pendek. Spektrofotometri ini di sebut Near Infrared Spectropgotometry (NIR). Aplikasi
NIR banyak digunakan pada industri pakan dan pangan guna analisa bahan baku yang bersifat
rutin dan cepat.
http://www.atlm.web.id/2013/04/makalah-spektrofotometer.html

Definisi

Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram


adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung

EKG adalah suatu metode untuk mempelajari kerja otot jantung sehingga dapat membantu
diagnosis abnormalitas jantung dan kecenderungan atau perubahan fungsi jantung.

Electrocardiograph adalah alat untuk melakukan elektrokardiografi sedangkan


electrocardiogram adalah kertas yang mencatat grafik variasi-variasi potensial listrik yang
disebabkan oleh eksitasi otot jantung dan terdeteksi pada permukaan tubuh.

Manfaat EKG

Ekg sebagai nilai diagnostik pada keadaan klinis berikut:


a. Aritmia jantung
b. Hipertropi atrium dan ventrikel
c. Iskemia dan infark myocard
d. Efek obat-obatan terutama digitalis dan anti aritmia
e. Gangguan keseimbangan elektrolit khususnya kalium
f. Penilaian fungsi pacu jantung

Prinsip Dasar Kerja Elektrokardiograf

Aktivitas elektrik ditimbulkan oleh sel jantung sebagai ion yang bertukar melewati
membran sel. Elektroda yang dapat menghantarkan aktivitas listrik dari jantung ke
mesin EKG ditempatkan pada posisi yang strategis di ekstremitas dan precordium dada.
Energi elektrik yang sangat sensitive kemudian diubah menjadi grafik yang ditampilkan
oleh mesin EKG. Tampilan ini disebut elektrokardiogram. Kontraksi jantung
direpresentasikan dalam bentuk gelombang pada kertas EKG, dan dinamakan
gelombang P, Q, R, S, dan T. Bentuk gelombang ini ditunjukkan pada defleksi terhadap
garis isoelektrik(garis yang menunjukkan tidak adanya energi).
Garis isoelektrik dapat ditentukan dengan melihat interval dari T hingga P.
 Gelombang P adalah defleksi positif yang pertama dan merepresentasikan depolarisasi
atrium.
 Gelombang Q merupakan defleksi negative pertama setelah gelombang P.
 Gelombang R merupakan defleksi positif pertama setelah gelombang P.
 Gelombang S merupakan defleksi negative setelah gelombang R.
 Bentuk gelombang QRS biasanya dilihat sebagai satu unit dan
merepresentasikandepolarisasi ventrikel.
 Gelombang T mengikuti gelombang S dan bergabung dengan kompleks QRS sebagai
segmen ST.
 Gelombang T merepresentasikan kembalinya ion ke dalam sisi (appropriate) dalam
membrane sel. Ini sama dengan relaksasi dari serabut otot dan menggambarkan
repolarisasi ventrikel.
 Interfal QT merupakan waktu antara gelombang Q dan gelombang T.

SANDAPAN EKG
Terdiri dari dua jenis sandapan ( lead ) pada EKG:
1. Sandapan Bipolar.
2. Sandapan Unipolar: - sandapan unipolar ektremitas
- Sandapan unipolar prekordial

1. Sandapan Bipolar ( Bipolar Limb Lead )


Dinamakan bipolar karena sandapan ini merekam perbedaan potensial dari 2
elektroda, yang terdiri dari:
a. Sandapan I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan
tangan kiri (LA), dimana tangan kanan bermuatan (-) dan tangan kiri
bermuatan (+).
b. Sandapan II : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan
kaki kiri (LF), dimana tangan kanan bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).
c. Sandapan III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki
kiri (LF), dimana tangan kiri bermuatan (-) dan kaki kiri bermuatan (+).

2. Sandapan Unipolar ( Unipolar Limb Lead )


a. Sandapan Unipolar Ektremitas ( Unipolar limb lead Wilson ), adalah merekam
perbedaan potensial antara lengan kanan, lengan kiri atau tungkai kiri
terhadap elektroda indifferen yang berpotensial nol.
Tediri dari:
 Sandapan AVR : merekam potensial listrik pada tangan kanan (RA),
dimana tangan kanan bermuatan (+), tangan kiri dan kaki kiri membentuk
elektrode indifferen.
 Sandapan AVL : merekam potensial listrik pada tangan kiri (LA), dimana
tangan kiri bermuatan (+) tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda
indifferen.
 Sandapan AVF : merekam potensial listrik pada kaki kiri (LF), dimana
kaki kiri bermuatan (+), tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda
indifferen.

b. Sandapan Unipolar Prekardial / sandapan unipolar dada (Unipolar Chest Lead


= V Lead) adalah rekaman potensial dari satu titik dipermukaan dada.

3. Hubungan Bipola Limb Lead dan Unipolar Limb Lead


Hubungan ini dapat disimpulkan dalam persamaan sebagai berikut:
I = AVL . AVR
II = AVF . AVR
III = AVL . AVL

Enam tempat yang umum dipakai untuk sandapan prekordial:


 V1 : Pada sisi kanan sternum di sela iga keempat
 V2 : Pada sisi kiri sternum di sela iga keempat
 V3 : Antara V2 dan V4
 V4 : Pada sisi mid klavikula di sela iga kelima
 V5 : Pada sisi aksilaris anterior kiri setinggi V4
 V6 : Pada garis mid aksilaris setinggi V4

KERTAS EKG

Terdiri dari :
a. kotak kecil berukuran 1mm x 1 mm
b. kotak besar berukuran 5 mm x 5 mm
Umumnya pada setiap kotak besar terdapat satu tandangaris yang
menunjukkan panjang kertas EKG 5x5mm = 25 mm (satu detik).
Pada rekaman EKG baku telah ditetapkan bahwa:
 kecepatan rekaman : 25 mm / detik
 kekuatan voltage : 1 milivolt (MV) : 10 mm

Garis horizontal menggambarkan waktu.


 1 mm = 1/25 detik = 0,04 detik
 5 mm = 5 / 25 detik = 0,20 detik
 25 mm = 1 detik

Garis vertikal menggambarkan Voltage.


 1mm = 0,1 mv
 10 mm = 1 mv

PROSEDUR PEREKAMAN EKG


A. PERSIAPAN
a. Mesin EKG yang dilengkapi:
 Kabel untuk sumber listrik
 Kabel untuk bumi (ground)
 Kabel elektroda : - ekstremitas
- dada
 Pat elektroda ekstremitas / karet pengikat
 Balon penghisap elektroda dada
 Jelly
 Kertas tissue
 Gaas / kapas alkohol
 Kertas EKG

B.PERSIAPAN PASIEN
a.Penjelasan
 Tujuan pemeriksaan
 Hal-hal yang harus diperhatikan saat perekaman
b.Dinding dada harus terbuka
PERHATIAN
Sebelum bekerja periksa kecepatan mesin adalah 25mm / detik dengan
voltage 1 m volt, bila perlu kalibrasi diperkecil menjadi ½ volt atau diperbesar
menjadi 2 volt.
 Hindari gangguan listrik dan mekanik saat perekaman
 Saat merekam perawat atau petugas harus menghadap pasien.

C. CARA KERJA
1. Nyalakan mesin EKG
2. Baringkan pasien dengan tenang dan kaki tidak saling bersentuhan.
3. Bersihkan dada, pergelangan tangan dan kaki dengan kapas alkohol kapan
perlu dada dan pergelangan kaki (cukur).
4. Ke 4 elektroda ekstremitas diberi jelly, kemudian pasang pada ke 2
pergelangan tangan dan kaki.
5. Dada diberi jelly sesuai dengan lokasi untuk elektroda VI sampai dengan V6.
6. Pasang elektroda dada dengan menekan karet penghisapnya.
7. Buat kalibrasi sebanyak 3 buah.
8. Rekam setiap lead 3 – 4 beat.
9. Setelah selesai perekaman semua lead buat kalibrasi ulang.
10. Semua elektroda dilepas
11. Jelly dibersihkan dari tubuh pasien
12. Beritahu pasien bahwa perekaman telah selesai
13. Matikan mesin EKG
14. Alat-alat dirapikan kembali dan diletakkan pada tempatnya
http://gresianelsaputri13.blogspot.co.id/2014/05/elektrokardiografi-ekg_16.html