Anda di halaman 1dari 9

1

A. Pengertian

Pengertian actuating secara bahasa adalah pengarahan atau dengan kata lain
pergerakan pelaksanaan, sedang pengertian secara istilah actuating (pengarahan)
adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif
dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning)
dan usaha pengorganisasian.

B. Tujuan

Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut:


1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan
pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara
efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
4. Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak
dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut
dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktifitas yang tinggi.
Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan
organisasi. Manajer yang ingin berhasil menggerakkan karyawannya agar
bekerja lebih produktif, harus memahami dan menerapkan ilmu psikologi, ilmu
komunikasi, kepemimpinan dan sosiologi.
Seorang manajer harus mampu bersikap yaitu objektif dalam menghadapi
berbagai persoalan organisasi melalui pengamatan, objektif dalam menghadapi
perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik sebagai individu maupun

1
2

kelompok manusia. Manajer mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan, peka


terhadap lingkungan dan adanya kemampuan bekerja sama dengann orang lain
secara harmonis.
Dengan kata lain, manajer harus peka dengan kodrat manusia yaitu
mempunyai kekuatan dan kelemahan, tidak mungkin akan mampu bekerja
sendiri dan pasti akan memerlukan bantuan orang lain, manusia mempunyai
kebutuhan yang bersifat pribadi dan sosial, dan pada diri manusia kadang-kadang
muncul juga sifat-sifat emosional.
Tujuan fungsi aktuasi, adalah:
1. Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
2. Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi
dan prestasi kerja staf
5. Membuat organisasi berkembang secara dinamis

2.1.3 Elemen actuating


Berikut ini adalah beberapa elemen penggerakan atau actuating dalam
manajemen :
a. Coordinating adalah fungsi yang harus dilakukan oleh seorang
manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai
kepentingan dan perbedaan kepentingan sehingga tujuan perusahaan
dapat tercapai .
b. Motivating merupakan salah satu elemen penting dalam manajemen
perusahaan, dengan memberikan fasilitas yang bagus dan gaji yang
cukup maka kinerja para karyawan dalam perusahaan pun akan
optimal.

2
3

c. Communication, komunikasi antara para pimpinan dan karyawan


sangat diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan
menjalin komunikasi yang baik maka akan menimbulkan suasana
kerja yang kondusif di perusahaan dan akan menumbuhkan teamwork
atau kerjasama yang baik dalam berbagai kegiatan perusahaan.
d. Commanding, dalam memberi perintah pun seorang atasan tidak bisa
seenaknya, tetapi harus memperhitungkan langkah – langkah dan
resiko dari setiap langkah yang para atasan itu ambil karena setiap
keputusan dan langkah akan memberi pengaruh bagi perusahaan.
Dengan pengarahan yang baik dari para atasan dan tujuan , visi dan
misi yang jelas dari suatu manajer perusahaan dapat menimbulkan
efek yang positif untuk perusahaan itu sendiri, antara lain teamwork
yang baik dan dapat memunculkan decision maker yang bagus. Karena
decision makin dan teamwork dalam suatu perusahaan adalah kunci
kesuksesan suatu perusahaan untuk mencapai goal atau tujuan
perusahaan seefektif dan seefisien mungkin. Bilamana diambil secara
singkat dan ringkas, maka fungsi actuating dapat tercakup dalam lima
sub fungsi manajemen, yakni : communicating, leading, directing,
motivating, dan facilitating
2.1.4 Prinsip actuating
Ada beberapa prinsip dalam penggerakan (actuating) staf suatu organisasi
yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Efisien
2. Komunikasi
3. Jawaban terhadap pertanyaan 5w + 1H
4. Penghargaan linsentif

2.1.5 Tahapan actuating


Tindakan actuating dibagi dalam tiga tahap, yaitu:

3
4

a. Memberikan semangat, motivasi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul


kesadaran dan kemauan para petugas untuk bekerja dengan penuh
semangat sesuai dengan harapan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Tindakan ini juga disebut motivating. Motivasi
merupakan proses dengan apa seseorang menejer merangsang bawahan
untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran organisatoris
sebagai alat untuk memuaskan keinginan pribadi mereka sendiri.
Contohnya adalah menaikkan sistem upah untuk memotivasi para
karyawan. Makin besar hasil yang dikerjakan karyawan tersebut makin
besar upah yang didapat.

b. Memberikan kesempatan pengembangan diri melalui pemberian


pendidikan dan pelatihan. Tindakan ini juga disebut koding yang meliputi
beberapa tindakan, seperti: pengambilan keputusan, mengadakan
komunikasi antara pimpinan dan staf, memilih orang orang yang menjadi
anggota kelompok dan memperbaiki sikap, pengetahuan maupun
keterampilan staf.

c. Pengarahan (directing atau commanding) yang dilakukan dengan


memberikan petunjuk-petunjuk yang benar, jelas dan tegas. Segala saran-
saran atau instruksi kepada staf dalam pelaksanaan tugas harus diberikan
dengan jelas agar terlaksana dengan baik terarah kepada tujuan yang
telah ditetapkan.

d. Berkomunikasi secara efektif.

2.1.6 Contoh penerapan

4
5

Contoh penerapan actuating dalam manajemen rumah sakit misalnya, seorang


kepala sub-bagian Asuhan Keperawatan yang melaksanakan fungsi pengarahan
(actuating), yaitu:

a. Memberikan bimbingan dan pembinaan asuhan keperawatan sesuai standar.


b. Memberikan bimbingan terhadap penerapan SOP pelayanan keperawatan.
c. Memberikan bimbingan pendokumentasian asuhan keperawatansehingga
diperoleh catatan asuhan keperawatan yang akurat dan baru.
d. Mewakili tugas dan wewenang Kepala Bagian Pelayanan Keperawatanatas
persetujuan Wakil Direktur Pelayanan sesuai kebutuhan.
e. Menyampaikan dan menjelaskan tentang sistem pembinaan
asuhankeperawatan koordinasi dengan Kepala Ruangan.

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Actuating dalam manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan untuk


mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning)
dan usaha pengorganisasian. Actuating penting dalam manajemen dan berbeda
dengan ketiga fungsi lainnya karena dalam actuating berisi tentang hal-hal yang
menyangkut dengan proses dari sebuah manajemen, juga mengatur tentang
hubungan kerja antar orang.

5
6

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Muninjaya, Gde, A,A. 2004. Manajemen Kesehatan. Edisi II. Jakarta:EGC.

Nuraida, I. 2008. Manajeman Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Penerbit


Kanisius (Anggota IKAPI). Hlm. 11.

6
7

Actuating adalah kegiatan menggerakkan anggota anggota


kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan tugasnya masing-masing yang meliputi (Ismail,
2009):
a. Melakukan kegiatan berpartisipasi dengan senang
hati terhadap semua keputusan, tindakan atau perbuatan.
b. Mengarahkan dan menantang orang lain agar bekerja
sebaik mungkin.
c. Memotivasi anggota.
d. Berkomunikasi secara efektif.
e. Meningkatkan anggota agar memahami potensinya
secara penuh.
f. Memberi imbalan atau penghargaan terhadap pekerjaan yang telah
dilakukan dengan baik.
g. Mencukupi keperluan pegawai sesuai dengan
pekerjaanya.
h. Berupaya memperbaiki pengarahan sesuai dengan
petunjuk hasil pengawasan.

7
8

Tujuan umum
Secara umum, pada bab ini bertujuan untuk menjelaskan
tentang penggerakkan dan pelaksanaan (actuating).
Tujuan khusus
Adapun tujuan khusus pada bab ini adalah:
1. Mampu menjelaskan tentang tujuan fungsi aktuasi
2. Mampu menjelaskan tentang faktor penghambat fungsi
aktuasi
3. Mampu menjelaskan tentang kepemimpinan
4. Mampu menjelaskan tentang aspek komunikasi dalam
Organisasi

Tujuan Fungsi Aktuasi


Aktuasi adalah kata lain dari direction (bimbingan) dan
merupakan fungi manajemen yang tidak dapat dilepaskan dari
beberapa fungsi manajemen lainnya, serta saling berhubungan
erat. Aktuasi, direction, motivating, dan influencing disepakati
untuk mempunyai pengertian yang sama yaitu gerak pelaksaan
yang diarahkan untuk mewujudkan tujuan organisasi. Jadi,
actuating artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja
dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersamasama
untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif
(Disman, 2013).
Tujuan fungsi aktuasi lainnya adalah (Brantas, 2009):

1. Menciptakan kerja sama yang lebih efisien.


2. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf.
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan.
4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan
motivasi dan prestasi kerja staf.
5. Membuat organisasi berkembang secara dinamis.

Faktor Penghambat Fungsi Aktuasi


Kegagalan manajer menumbuhkan motivasi staf merupakan
hambatan utama fungsi aktuasi. Hal ini dapat terjadi karena
manajer kurang memahami hakekat perilaku dan hubungan
antar manusia. Seorang manajer yang berhasil akn menggunakan

8
9

pengetahuannya tentang perilaku manusia untuk menggerakkan


sifatnya agar bekerja secara optimal dan produktif. Salah seorang
pelopor yang memperkenalkan teori perilaku manusia adalah
Abraham H. Maslow, teorinya membahas tentang jenjang
(tingkatan) kebutuhan manusia (hierarchy of needs) yaitu
sebagai berikut (Maslow, 1984):
1. Kebutuhan untuk keseimbangan faal (physical needs)
kebutuhan untuk melangsungkan kehidupan, seperti
makanan, minuman, tidur, istirahat dan seksual.
2. Kebutuhan untuk rasa aman dan tenteram (security needs)
kebutuhan yang ada kaitannya dengan kepastian untuk
hidup yang bebas dari ancaman dan bahaya dari sudut
ekonomi sosial.
3. Kebutuhan untuk diterima lingkungan sosialnya (social
needs) Kebutuhan seseorang sebagai anggota kelompok simpati yang
dicintai dan disayangi. Kebutuhan sosial ini
disebut juga nama the belonging and love needs.
4. Kebutuhan untuk di akui (self esteem needs) Kebutuhan
status, kehormatan, pengakuan, gengsi, sukses mencapai
kedudukan dan status sosial yang lebih tinggi.
5. Kebutuhan untuk menunjukan kemampuan diri (self
actualization needs) Kebutuhan untuk melakukan sesuatu
sesuai dengan bakatnya,ingin berprakarsa, mengeluarkan
idea, dan gagasan kebutuhan penampilan diri ini disebut
juga dengan realization needs.