Anda di halaman 1dari 7

Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa “jika tidak ada gaya luar

yang bekerja pada sistem, maka momentum total sesaat sebelum sama
dengan momentum total sesudah tumbukan”. ketika menggunakan
persamaan ini, kita harus memerhatikan arah kecepatan tiap benda.
Advertisment

Hukum Kekekalan Momentum

Huygens, ilmuwan berkebangsaan belkita, melakukan eksperimen dengan


menggunakan bola-bola bilyar untuk menjelaskan hukum kekekalan
momentum. Perhatikan uraian berikut. Dua buah bola pada gambar diatas
bergerak berlawanan arah saling mendekati. Bola pertama massanya m1,
bergerak dengan kecepatan v1. Sedangkan bola kedua massanya m2
bergerak dengan kecepatan v2. Jika kedua bola berada pada lintasan yang
sama dan lurus, maka pada suatu saat kedua bola akan bertabrakan.

Dengan memperhatikan analisis gaya tumbukan bola pada gambar diatas


ternyata sesuai dengan pernyataan hukum III Newton. Kedua bola akan
saling menekan dengan gaya F yang sama besar, tetapi arahnya
berlawanan. Akibat adanya gaya aksi dan reaksi dalam selang waktu Δt
tersebut, kedua bola akan saling melepaskan diri dengan kecepatan
masing-masing sebesar v’1 dan v’2. Penurunan rumus secara umum dapat
dilakukan dengan meninjau gaya interaksi saat terjadi tumbukan
berdasarkan hukum III Newton.

Faksi = – Freaksi

F1 = – F2

Impuls yang terjadi selama interval waktu Δt adalah F1 Δt = -F2 Δt . kita


ketahui bahwa I = F Δt = Δp , maka persamaannya menjadi seperti berikut.

Δp1 = – Δp2
m1v1 – m1v’1 = -(m2v2 – m2v’2)
m1v1 + m2v2 = m1v’1 + m2v’2
p1 + p2 = p’1 + p’2
Jumlah momentum awal = Jumlah momentum akhir

Keterangan:

p1, p2 : momentum benda 1 dan 2 sebelum tumbukan


p‘1, p’2 : momentum benda 1 dan 2 sesudah makanan
m1, m2 : massa benda 1 dan 2
v1, v2 : kecepatan benda 1 dan 2 sebelum tumbukan
v’1, v’2 : kecepatan benda 1 dan 2 sesudah tumbukan

Bunyi Hukum Kekakalan Momentum

Persamaan di atas dinamakan hukum kekekalan momentum. Hukum


kekakalan momentum menyatakan bahwa “jika tidak ada gaya luar yang
bekerja pada sistem, maka momentum total sesaat sebelum sama dengan
momentum total sesudah tumbukan”. ketika menggunakan persamaan ini,
kita harus memerhatikan arah kecepatan tiap benda.

Contoh Aplikasi Hukum Kekekalan Momentum

Contoh aplikasi dari hukum kekekalan momentum adalah roket dan pistol.
Pada Gambar 5.3 tampak sebuah pistol yang digantung pada seutas tali.
Saat peluru ditembakkan ke kanan dengan alat jarak jauh seperti remote,
senapan akan tertolak ke kiri. Percepatan yang diterima oleh pistol ini
berasal dari gaya reaksi peluru pada pistol (hukum III Newton).

Contoh aplikasi yang lain adalah pada sistem roket. Percepatan roket
diperoleh dengan cara yang mirip dengan bagaimana senapan memperoleh
percepatan. Percepatan roket berasal dari tolakan gas yang disemburkan
roket. Tiap molekul gas dapat dianggap sebagai peluru kecil yang
ditembakkan roket. Jika gaya gravitasi diabaikan, maka peristiwa
peluncuran roket memenuhi hukum kekekalan momentum.
Mula-mula sistem roket diam, sehingga momentumnya nol. Sesudah gas
menyembur keluar dari ekor roket, momentum sistem tetap. Artinya
momentum sebelum dan sesudah gas keluar sama. Berdasarkan hukum
kekekalan momentum, besarnya kelajuan roket tergantung banyaknya
bahan bakar yang digunakan dan besar kelajuan semburan gas. Hal inilah
yang menyebabkan wahana roket dibuat bertahap banyak.

Penerapan hukum kekekalan momentum


linear pada roket

Salah satu konsep fisika yang paling mendasar adalah hukum kekekalan
momentum. Jika Anda baru saja mengambil mata kuliah fisika dasar
pertama Anda, Anda pasti akan menemukan prinsip hukum kekekalan
momentum ini, sambil belajar teori teori lainnya.

Pada artikel ini, Anda akan menemukan persamaan hukum kekekalan


momentum dan penjelasannya dan mempelajari bagaimana prinsip ini
mempengaruhi gerak di sekitar kita. Apapun yang dinyatakan di sini,
adalah dalam konteks mekanika non-relativistik (Newtonian).

Apa itu Momentum?


Momentum partikel atau benda adalah hasil kali dari kecepatan dan massa.
Momentum adalah besaran vektor karena merupakan perkalian dari suatu
besaran skalar (massa) dan vektor (momentum). Rumusnya adalah sebagai
berikut:

P = MV
Dimana M adalah massa dan V adalah kecepatan partikel. Satuan SI
momentum adalah ‘Kg.m / s’.

Pengertian
Prinsip kekekalan momentum menyatakan bahwa ‘Dalam setiap sistem
tertutup, dengan tidak ada gaya eksternal yang bertindak maka total
momentum sistem tidak berubah.’ Hal ini dapat dinyatakan dengan
alternatif lain ‘jumlah vektor dari semua momentum, dalam sistem
tertutup, tidak terpengaruh oleh gaya eksternal, adalah nol.

Prinsip kekekalan momentum


menyatakan bahwa ‘Dalam setiap sistem tertutup, dengan tidak ada gaya
eksternal yang bertindak maka total momentum sistem tidak berubah

“Prinsipnya adalah konsekuensi dari hukum pertama Newton tentang


gerak. Ketika dua benda dalam sebuah sistem yang terisolasi bertumbukan,
momentum total sebelum tumbukan sama dengan momentum total setelah
tumbukan. Hal ini dapat dinyatakan sebagai:

ΔP1 + ΔP2 = 0

dimana ΔP1 adalah perubahan momentum dari partikel pertama,


sementara ΔP2 adalah perubahan momentum dari partikel kedua.

Persamaan
Persamaan Hukum Kekekalan Momentum dinyatakan sebagai berikut.
Untuk tumbukan antara dua partikel dalam suatu sistem yang terisolasi,
total momentum sebelum dan setelah tumbukan adalah konstan.

M1U1 + M2U2 = M1V1 + M2V2

Di sini M1 adalah massa partikel pertama, M2 adalah massa partikel kedua,


U1 adalah kecepatan awal partikel pertama, U2 adalah kecepatan awal
partikel kedua, dan V1 dan V2 adalah kecepatan akhir dari partikel pertama
dan kedua masing-masing.

Tumbukan antara partikel mungkin elastis (energi kinetik adalah kekal)


atau inelastis (energi kinetik tidak kekal). Salah satu konsekuensi paling
penting dari prinsip ini adalah bahwa kecepatan pusat massa, dari sistem
terisolasi, tetap tidak berubah. Prinsip ini juga merupakan hasil dari
homogenitas ruang-waktu.

Contoh Hukum Kekekalan Momentum


Contoh kekekalan momentum linear berlimpah dalam kehidupan sehari-
hari. Di mana pun ada tumbukan, prinsip kekekalan sedang bekerja.
Sebagai contoh, ketika bola bisbol bertabrakan dengan tongkat pemukul,
jumlah dari momentum awal dan jumlah dari momentum akhir pemukul
dan bola, tetap sama. Berapapun momentum tongkat pemukul yang hilang,
akan menjadi pertambahan pada bisbol.

Ketika peluru ditembakan dari pistol, pistol mundur sehingga jumlah


momentum peluru dan pistol momentum dalam arah yang berlawanan,
saling meniadakan dan momentum akhir dan momentum awal sistem
menyamakan kedudukan. Satu perangkat sederhana yang menjelaskan
prinsip ini adalah ‘Newton Cradle’ gambar di atas. Ini terdiri dari manik-
manik secara terpisah tergantung ditumpuk terhadap satu sama lain. Jika
Anda menarik satu manik dari satu sisi dan melepaskannya, akan
bertumbukan dengan sisa manik-manik dan terhalau satu manik-manik
dari sisi lain untuk menjadikan momentum kekal.

Ketika Anda pergi pada belajar fisika, Anda akan menyadari bahwa fisika
penuh dengan prinsip-prinsip kekekalan yang menentukan dinamika
dunia. Salah satu prinsip tersebut lain adalah kekekalan energi mekanik.
Ada tata aturan yang melekat dan keseimbangan akan terpelihara dalam
dunia kita karena prinsip-prinsip ini.

Hukum Kekekalan Momentum


Oleh: Dadan Ahmad | Diperbaharui: 28 July, 2016

Salah satu hukum yang paling kuat dalam fisika adalah hukum kekekalan
momentum. Hukum kekekalan momentum dapat dinyatakan sebagai
berikut, seperti halnya yang akan disampaikan di bawah ini mudah-
mudahan bisa memberikan pencerahan bagi yang membacanya.
Advertisement

Hukum kekekalan momentum yang menjelaskan tumbukan-tumbukan


pada satu dimensi dirumuskan pertama kali oleh John Wilis, Christopher
Warren, dan Christian Huygens pada tahun 1668. Untuk gerak translasi,
yang berlaku adalah kekekalan momentum linier sedangkan untuk gerak
rotasi yang berlaku adalah kekekalan momentum sudut.

Hukum kekakalan momentum menyatakan bahwa “jika tidak ada gaya luar
yang bekerja pada sistem, maka momentum total sesaat sebelum sama
dengan momentum total sesudah tumbukan”. ketika menggunakan
persamaan ini, kita harus memerhatikan arah kecepatan tiap benda.

Merumuskan Hukum Kekekalan Momentum

Suatu tumbukan selalu melibatkan sedikitnya dua benda. Momentum


system partikel sebelum tumbukan tentu saja sama dengan jumlah
momentum bola A dan bola B. sebelum tumbukan.
Advertisement

p = mAvA + mBvB

Momentum system partikel sesudah tumbukan tentu saja sama dengan


jumlah momentum bola A dan bola B sesudah tumbukan.

p’ = mAvA’ + mBvB’

Hukum Kekekalan Momentum Linier: Dalam peristiwa tumbukan,


momentum total system sesaat sebelum tumbukan sama dengan
momentum total sistem sesaat sesudah tumbukan, asalkan tidak ada gaya
luar yang bekerja pada system.

Psebelum = Psesudah
PA + PB = PA‘ + PB‘
mAvA + mBvB = mAvA‘ + mBvB‘

Gaya dalam adalah gaya-gaya interaksi diantara benda-benda pada system


itu sendiri. Menurut hukum III Newton, resultan semua gaya ini sama
dengan nol. Sebagai contoh untuk system interaksi 2 bola biliar selama
berlangsung tumbukan, resultan gaya pada system oleh gaya-gaya dalam
adalah
∑F = FA,B + FB,A = -F + F = 0
Sesuai dengan hukum II Newton bentuk momentum, perubahan
momentum system adalah

∆p = ∑F∆t = 0

Hukum kekekalan momentum juga dapat dinyatakan sebagai berikut :


Momentum total yang konstan dari suatu system benda-benda dimana
pada system tersebut tidak bekerja gaya luar.

System adalah sekumpulan benda yang saling berinteraksi. Jika pada suatu
system interaksi benda-benda hanya bekerja gaya dalam, resultan gaya
pada system adalah nol dan berlaku hukum kekekalan momentum. Jika
pada system interaksi bekerja gaya luar dan resultannya tidak nol
momentum total system tidak kekal
Sumber : http://www.sridianti.com/hukum-kekekalan-momentum.html

Anda mungkin juga menyukai