Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY.

N DENGAN BERAT BAYI LAHIR


RENDAH (BBLR) DI RUANG HCU NEONATUS RSDM MOEWARDI
Di Susun untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Anak
Dosen Pengampu : Ns.Ratih Dwi Lestari, M.Kep

Disusun Oleh :

Dwi Setyarini (SN171052)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
TAHUN 2017 / 2018
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI N DENGAN BERAT BAYI LAHIR
RENDAH (BBLR) DI RUANG HCU NEONATUS
RSUD MOEWARDI SURAKARTA

Pengkajian dilakukan pada hari Rabu Tanggal 14 November 2017 Jam 15.00 di
ruang HCU Neonatus RSDM Moewardi

A. DATA ADMINITRASI
Tanggal MRS : 01 November 2017
Diantar oleh : Perawat setelah sectio cesaria
Diagnosa Medis : Neo BBLR
No.RM : 01397317

B. DATA IBU
Nama (inisial) : Ny.N
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Gravida : P3A3
Diagnosa obstetri : Fetus and newborn affected by caesarean delivery
Alamat (asal kota) : Semanggi RT 002/RW 008, Surakarta, Jawa Tengah
Umur : 16 hari
Suku bangsa : Indonesia
Lama perkawinan : Tidak Terkaji
Para : Tidak Terkaji
Nama Penanggung jawab (inisial) : Tn.T
Lain – lain : Tidak ada

C. KELUHAN UTAMA
Pada pengkajian tanggal 14 november 2017 bayi waktu lahir 2100 gram.
D. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Bayi Lahir dengan Sectio Cesaria berat 2100 gram, berat bayi kurang dari
normal, normal berat bayi lahir 2500 – 4000 gram setelah diperiksa bayi
disarankan mendapat tindakan medis dengan rawat inap, kemudian ibu pasien
bersedia bayinya dirawat inap di ruang HCU Neonatus RSDM moewardi.

E. RIWAYAT PENYAKIT MASA LAMPAU


- Prenatal
Ny.N rutin memeriksakan kehamilan nya pada pelayanan kesehatan
terdekat.
- Natal
BBLR secara Sectio dan usia kehamilan 30 Minggu
- Postnatal
BB : 2100 gram LD : 26 cm
PB : 34 cm LK : 22 cm
APGAR score : 4-6-7 (5 menit pertama)
- Ket :
A : Appearane A : Activity G : Grimace
P : Pulse R : Repiration

F. RIWAYAT NUTRISI ASI/PASI

Menyusui : ASI (Air Susu Ibu) 20cc/ 3 jam sekali,

BB : 2100 gram.

Makanan Tambahan : ASB (Air Susu Buatan 30cc/3 jam)


Kebiasaan Makan : Tidak terkaji

G. PENGKAJIAN FISIK
BB : 2100 gr TB : 34 cm
1. Kepala
- Ubun – ubun
Bentuk kepala simetris, ubun – ubun teraba rata
- Rambut
Rambut hitam, lurus, tumbuh menyebar di seluruh kepala dan lebat
- Mata
Bentuk kedua mata simestris, pada pupil terjadi miosis saat diberikan
cahaya, tidak ada nistagmus, strabismus, konjungtiva anemis, sclera
ikterik kanan dan kiri, ada bulu mata,alis kanan dan kiri.
- Telinga
Bentuk daun telinga simestris, ada lubang telinga kanan dan kiri,
pendenganran baik.
- Hidung
Bentuk mancung, lubang hidung ada kanan dan kiri,adanya pernapasan
cuping hidung
- Mulut
Simetris atas dan bawah, tidak ada bibir sumbing, tidak sianosis, lidah
ada (normal), mukosa bibir lembab.
- Faring
Tonsil warna merah, tidak ada masalah
2. Leher
Leher bayi normal, tidak ada pembesaran pada kelenjar thyroid,limfe, dan
distensi vena jugularis.
3. Dada
- Bentuk dada
Simetris kanan dan kiri
- Pola napas
Bernapas reguler, cepat, dalam ada retraksi dinding dada, ada
penggunaan napas oksigen 2 L bayi berada didalam inkubator
- Jenis pernapasan
Pernapasan dada
- Bunyi pernapasan
Normal, tidak ada whezing, ronchi dan dullnes
- Perkusi thorak
Sonor pada seluruh lapang paru dan redup pada jantung dalam batas
normal
- Alat bantu
Terpasng oksigen 2L
- Bunyi jantung
Bunyi jantung I-II Lup dup, Gallop tidak ada dan murmur ada
- Puting susu
Puting susu ada kanan kiri berwarna hitam
4. Abdomen
- Bentuk
Tidak terdapat massa atau benjolan, simetris kanan kiri dan tidak ada
nyeri tekan
- Tali pusat
Tali pusat dalam keadaan normal, tali pusat masih basah, tidak ada pus,
panjang + 5 cm.
- Distensi Abdomen
Tidak ada distensi abdomen
5. Genetalia/ anus
Bentuk genetalia normal, adanya labia mayora dan minora dan anus ada
6. Ekstremitas atas/bawah
- Ekstremitas atas : Terpasang infus di sebelah kanan, bisa bergerak,
tidak ada oedema atau plebitis
- Ekstremitas bawah : Tidak ada oedema CRT <2 detik, turgor kulit baik,
Kaki bisa ditekuk
7. Tulang, syaraf dan kulit
Tulang kuat bisa berfungsi dengan baik, syaraf baik bisa mengontrol
gerakan dan kulit lembab
H. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan
Hematologi
Rutin
Hemoglobin 11.9 g/dl 15.0-24.6
Hematokrit 36 % 47-75
Leukosit 15.1 ribu/ul 5.0-19.5
Trombosit 246 ribu/ul 150-450
Eritrosit 4.03 juta/ul 3.70-6.80
Indek eritrosit
MCV 88.5 /um 80.0-96.0
MCH 29.5 pg 28.0-33.0
MCHC 33.3 g/dl 33.0-36.0
RDW 17.1 % 11.6-14.6
MPV 5.9 Fl 7.2-11.1
PDW 19 % 25-65
Hitung Jenis
Eusinofil 3.93 % 0.00-4.00
Basofil 0.000 % 0.00-1.00
Netrofil 38.32 18.00-74.00
Limfosit 49.04 % 60.00-66.00
Monosit 8.71 % 0.00-6.00
Kimia klinik
GDS 60 mg/dl 50-80
Albumin 17 u/l <31
Creatinie
Ureum
SGPT 5 u/l <31

I. TERAPI/TINDAKAN
Terapi Obat/IV Fluid
No Tanggal Jenis obat/fluid Dosis Cara pemberian
1 14/11/17 Cetadop 200 mg IV/12 jam
Dobutamin 250 mg IV
Gentamycin 40 mg IV
2 15/11/17 Gentamycin 40 mg IV/24 jam
Dobutamin HCl 250 mg IV

3 14/11/17 D5 ¼ NS 5,3 IV
J. ANALISA DATA

Hari, Data pendukung Etiologi Masalah (Problem)


Tangga Data Subjektif & objektif
l
Selasa, DS : - Ketidakefektif Gangguan
14-11- muskuloskeletal
DO : an pola napas
2017 (otot pernafasan
15.00 - Bayi dirawat di HCU (00032) belum sempurna)
WIB Neonatus didalam
inkubator, bernafas
ireguler, cepat, dalam,
ada retraksi diding
dada, ada penggunaan
faktor biologis (reflek
menghisap belum
sempurna) bantuan
nafas 02 nasal kanul 2
L
- HR : 110 x/menit
- RR : 88 x/ menit
- T : 36,5 °C
- Pernapasan cuping
hidung
Selasa, DS : - Faktor
Ketidakseimba Biologis
14-11- (reflek menghisap
DO : ngan nutrisi
2017 belum sempurna).
15.00 - Bayi tampak kurang kurang dari
WIB aktif, jarang kebutuhan
menangis, menangis tubuh
kurang kuat. (00002)
- BBL : 2100 gram,
panjang badan 34 cm,
lingkar dada 26 cm,
lingkar kepala 22 cm.
- Minum ASI
- Tambahan ASB (Air
susu buatan 20 cc)

K. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan Gangguan
muskuloskeletal (otot pernafasan belum sempurna).
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan faktor biologis (reflek menghisap belum sempurna).

L. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No Tanggal No Tujuan dan KH Intervensi


Jam .D
x
1 Selasa 1 Setelah dilakukan Oxygen Therapy
14-11-17
tindakan keperawatan  Obsevasi adanya
15.00
selama 3x24 jam tanda-tanda
WIB
diharapkan masalah hipoventilasi
keperawatan dapat  Atur peralatan
teratasi dengan kriteria oksigen
hasil :  Pertahankan posisi
Respiratory status: pasien
Ventilation  Pertahankan jalan
Respiratory status: nafas yang paten
Airway Patency
- Menunjukkan jalan
nafas yang paten
(klien tidak merasa
sesak, irama nafas,
frekuensi pernafasan
dalam rentan normal
(HR 120-160x/m )
Tidak ada suara
nafas abnormal.
- Tanda-tanda vital
dalam rentan normal
(tekanan darah,nadi
dan pernafasan )
2 Selasa 2 Setelah dilakukan Nutrition management
14-11-17
tindakan keperawatan  Observasi reflek
15.00
selama 3x24 jam pasien mengisap bayi
WIB
menunjukkan perbaikan  Monitor reflek
nutrisi dengan kriteria menelan sebelum
hasil : memberikan ASI
Nutritional Status :  Timbang berat
food and fluid Intake badan setiap hari
Nutritional Status  Berikan ASI setiap
: Nutrien Intake 2 jam sekali
Weight Control
- Adanya peningkatan
berat badan
- Berat badan normal
(2500-4000 gr)
- Tidak terjadi
penurunan berat badan
yang berarti.
M. IMPLEMENTASI
Tanggal No. Tindakan Respon pasien terhadap Tand
Waktu Dx Keperawatan tindakan a
tang
an
Nam
a
Rabu, 1 Mengobsevasi DS : -
14/11/17
adanya tanda-tanda DO :
14.00
hipoventilasi - Napas cepat, dalam,
ada retraksi diding
dada, adanya cuping
hidung
- HR : 110 x/menit
- RR : 88 x/ menit
irreguler

14.15 1 Mengatur peralatan DS : -


oksigen DO :
- RR : 88 x/ menit
irreguler
14.30 1 Mempertahankan DS : -
posisi pasien DO :
Bayi dengan kondisi
berada di dalam inkubator
15.00 1 Mempertahankan DS :-
jalan nafas yang DO :
paten Bayi menggunakan
bantuan nafas 02
2.L/menit.
15.30 Mengobservasi DS : -
reflek mengisap bayi DO :
Saat mengisap air susu,
bayi tampak kurang aktif
15.45 2 Memonitor reflek DS :-
menelan sebelum DO :
memberikan ASI - Adanya refleks
menelan
15.50 2 Menimbang berat DS : -
badan setiap hari DO :
- BB : 2100 gram

17.00 2 Memberikan ASI DS :-


setiap 3 jam sekali DO :
- Napas cepat, dalam,
retraksi diding dada
berkurang,
- HR : 110 x/menit
- RR : 70 x/ menit
irreguler

Kamis 1 Mengobsevasi DS :-
15/11/17
adanya tanda-tanda DO :
7.15
hipoventilasi - napas cepat, dalam,
retraksi diding dada
berkurang,
- HR : 110 x/menit
- RR : 90 x/ menit
irreguler

8.30 1 Mengatur peralatan DS : -


oksigen DO :
- Bayi terpasang O2
L/menit
9.00 1 Mempertahankan DS :-
DO :
jalan nafas yang
- napas ireguler, retraksi
paten
diding dada berkurang,
- HR : 110 x/menit
- RR : 95x/ menit
reguler

9.30 2 Mengobservasi DS :-
reflek mengisap bayi DO :
Adanya refleks mengisap
9.45 2 Memonitor reflek DS : -
menelan sebelum DO :
memberikan ASI Terjadi peningkatan
refleks mengisap, reflek
menghisap lebih
kuat,lebih lama menghisap
ASI
10.00 2 Menimbang berat DS : -
badan setiap hari DO :
Terjadi peningkatan
BB : 2300 gram

12.00 2 Memberikan ASI DS : -


setiap 3 jam sekali DO :
Bayi mau menghisap ASI
ibu dan mendapat
tambahan ASB 20 cc/ 3
jam
Jum at 1 Mengobsevasi DS :-
15.00
adanya tanda-tanda DO :
hipoventilasi - HR : 120 x/menit
- RR : 60x/ menit
reguler
- Terpasang 02 2L/menit
15.15 2 Mengobservasi DS :-
reflek mengisap bayi DO :
Adanya reflek mengisap
15.30 2 Memonitor reflek DS :-
menelan sebelum DO :
memberikan ASI Terjadi peningkatan
refleks menelan
16.00 2 Menimbang berat DS : -
badan setiap hari DO :
Terjadi peningkatan
BB: 2400 gram

17.00 2 Memberikan ASI dan DS : -


tambahan ASB 20 cc DO :
setiap 3 jam sekali Bayi mampu menghisap
ASI dan ASB setiap 2 jam
sekali

17.15 1 Mempertahankan DS :-
posisi pasien DO :
- Bayi posisi masih di
dalam inkubator
N. EVALUASI
Tang No Diagnosa Keperawatan Evaluasi Tan
gal Dx (SOAP) da
Wakt tang
u an
Nam
a
Rabu 1 S: -
14/11 Ketidakefektifan pola
O:
/17 napas berhubungan
17.00 - Napas cepat, dalam,
dengan Gangguan
ada retraksi diding
muskuloskeletal (otot
dada, HR : 80 x/menit
pernafasan belum
- RR : 88 x/ menit
sempurna).
irreguler
- bayi berada di
inkubator
- penggunaan bantuan
nafas 02 menggunakan
2 L/menit.
A : Masalah
ketidakefektifan pola
nafas belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
1. Pertahankan posisi
bayi tetap berada di
dalam inkubator
2. Pantau pola napas,
irama, kecepatan
Nadi, RR
3. Observasi
pemberian O2
Rabu 2 S :-
14/11 Ketidakseimbangan
O:
/17
17.00 nutrisi kurang dari - Bayi di berikan ASI
kebutuhan tubuh setiap 2 jam sekali
berhubungan dengan - BBL : 2100 gram,
faktor biologis (reflek panjang badan 34 cm,
menghisap belum lingkar dada 26 cm,
sempurna). lingkar kepala 22 cm.
A : Masalah Ketidak
seimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi
1. Tingkatkan
pemberian ASI
2. Observasi teknik
mengisap
Timbang berat badan bayi
Kami 1 S: -
s Ketidakefektifan pola
O:
15/11 napas berhubungan
/17 - Bayi berada di dalam
12.00 dengan Gangguan
inkubator
muskuloskeletal (otot
- Napas cepat, dalam,
pernafasan belum
retraksi diding dada
sempurna).
berkurang
- HR : 90 x/menit
- RR : 70 x/ menit
irreguler
- Pemberian O2 2L/menit
A:Masalah
Ketidakefektifan pola
napas belum ter atasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Pertahankan posisi
bayi
2. Observasi irama,
kecepatan nafas,
nadi
3. Pantau pemberian
O2
Kami 2 S: -
s Ketidakseimbangan
O:
16/11 nutrisi kurang dari
/17 - Adanya peningkatan
12.00 kebutuhan tubuh
teknik mengisap
berhubungan dengan
- Terjadi penambahan
faktor biologis (reflek
berat badan
menghisap belum
BB : 2300 gram
sempurna).
- Pemberian ASI dan
ASB 20 cc setiap 2 jam
sekali
A:
Masalah Ketidak
seimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan
tubuh belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Berikan
peningkatan
jumlah ASI setiap
2 jam sekali
2. Observasi teknik
mengisap
Timbang BB
Jum 1 S: -
at Ketidakefektifan pola
O:
17.15 napas berhubungan
- Bayi berada di dalam
dengan Gangguan
inkubator
muskuloskeletal (otot
- HR : 120 x/menit
pernafasan belum
- RR : 60x/ menit reguler
sempurna).
Terpasang 02 2L/menit
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Pantau pemberian
O2
2. Observasi irama,
nadi, RR
3. Observasi posisi
bayi
Jum 2 S: -
at Ketidakseimbangan
O:
16/11 nutrisi kurang dari
/17 - Pemberian ASI di
17.15 kebutuhan tubuh
tingkatkan 2 jam sekali
berhubungan dengan
- BB bayi : 2400 gram
faktor biologis (reflek
A:
menghisap belum
- Masalah nutrisi
sempurna).
kurang dari tubuh
teratasi
- Tidak terjadi
penurunan berat
badan
P : Intervensi dihentikan
Daftar Pustaka

Bulechek, , Gloria M., , Howard K. Butcher, dan Joanne M. Dochteman, ed. 2013.
Nursing Intervention Classification (NIC). St. Louis: Mosby Elsevier,
Herdman, T. Heather, ed. 2010. NANDA International, Diagnosis Keperawatan:
Definisi dan Klasifikasi 201-2014. Jakarta : EGC.
Moorhead, Sue., Marion Johnson, Meridean L. Maas, ed. 2013. Nursing
Outcomes Classification (NOC). St. Louis: Mosby Elsevier.
Sofian Amru,2012.Rustam Mochtar Sinopsis Obstetri : Obstetri operatif Obstetri
social edisi 3jilid 1&2, EGC, Jakarta.

Tim Adaptasi Indonesia, 2009.Buku saku Pelayanan Kesahatan Anak di Rumah


Sakit. Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di
Kabupaten/Kota. Depkes, Jakarta.