Anda di halaman 1dari 2

1.

Menurut pendapat Anda, apa dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh fenomena gunung es
jika hal ini terjadi pada suatu perusahaan?

Dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh fenomena gunung es jika hal ini terjadi pada suatu
perusahaan yaitu perusahaan / sebuah organisasi akan berfungsi tidak sebagaimana mestinya. Para
pengelola organisasi harus menghadirkan aspek formal dan informal secara berdampingan.
Karena aspek formal dan informal dalam sebuah perusahaan / organisasi sesungguhnya merupakan
bagian integral dari kehidupan sehari-hari organisasi – keduanya saling berinteraksi dan saling
memberikan pengaruh. Jika tidak diseimbangkan maka akan sulit dicapainya tujuan organisasi itu
sendiri.

2. Apa yang Anda ketahui tentang proses penciptaan nilai tambah dalam organisasi?

Secara sistematik, proses penciptaan nilai tambah dalam sebuah organisasi terjadi melalui tiga
tahap yaitu :

 Masukan (Input)
 Proses transformasi (konversi)
 Keluaran (Output)

Contohnya saja kita bias ambil contoh dari gerai Franchise Pizza Hut sebuah perusahaan cepat
saji, misalnya sebagai sebuah organisasi, membentuk nilai tambah.

Tahap pertama, dalam pembentukan nilai tambah adalah diperolehnya input. Termasuk dalam
kategori input, misalnya bahan baku, sumber daya manusia, informasi dan pengetahuan, uang dan
modal. Bagi organisasi jasa (seperti pada contoh diatas), konsumen juga dianggap sebagai input
sebab tanpa keterlibatan konsumen organisasi tersebut tidak bias beroperasi.

Tahap berikutnya, yakni tahap proses transformasi. Pada tahap ini input diubah dan diolah menjadi
output. Faktor yang menentukan keberhasilan proses transformasi adalah teknologi yang
digunakan seperti mesin-mesin dan komputer, kemampuan dan keterampilan sumber daya
manusia, dan fasilitas-fasilitas organisasi lainnya. Disini bisa dikatakan bahwa kualitas input,
sebaik apapun, tidak memberikan jaminan bahwa hasil output-nya baik (optimal) jika tidak
didukung oleh proses transformasi yang baik pula. Dengan demikian, proses transformasi juga
berpengaruh terhadap kualitas output yang dihasilkan organisasi. Dengan kata laon, kualitas nilai
tambah yang dihasilkan organisasi bergantung pada kualitas teknologi, kemampuan dan
keterampilan sumber daya manusia, termasuk kemampuan sumber daya manusia untuk belajar
dari lingkungan dan merespon perubahan-perubahan lingkungan organisasi.

Tahap terakhir dalam proses pembentukan nilai tambah adalah dihasilkannya output yang berupa
produk/jasa. Disini organisasi diuji apakah penciptaan nilai tambah yang dilakukan diterima oleh
lingkungan atau tidak. Jika masyarakat mau membeli output tersebut maka bisa dikatakan bahwa
masyarakat mau menerima kehadiran organisasi. Selanjutnya uang yang diterima dari
masyarakat/pelanggan bisa digunakan untuk membeli input baru dan investasi baru dan seterusnya
organisasi bisa bertahan dan terus bekembang.