Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MIKROTEKNIK

PREPARAT WHOLE MOUNT TUMBUHAN

Cabe (Capsicum annum L.)

Disusun Oleh :

Kelompok 2
Syamsul Arifin (201010070311061)
Dwi Septi Ningsih (201010070311064)
Neni Lusiana (201010070311065)
Susan Aminah (201010070311066)
Dimas Widya A. (201010070311068)
Tetty Ariyanti (201010070311070)
Prieska Novita D. (201010070311071)
Fitriyah Trisna A. (201010070311073)
Chantika B.P. (201010070311074)
Siti Solekah (201010070311075)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2013
I. JUDUL
Preparat Whole Mount Cabe (Capsicum annum L.)
II. TUJUAN
Untuk mengetahui bentuk keseluruhan tumbuhan Cabe (Capsicum annum L.)
III. METODE
a. Alat dan Bahan
i. Alat
1. Botol flakon
2. Gelas arloji
3. Kaca benda
4. Kaca penutup
5. Mikroskop
ii. Bahan
1. Tumbuhan Cabe (Capsicum annum L.)
2. FAA
3. Aquades
4. Larutan pewarna safranin
5. Alkohol 30%, 50%, 70%, 80%, 100%
6. Xylol
7. Enthelen
b. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Memilih tanaman Cabe (Capsicum annum L.) yang berukuran kecil
3. Memasukkan Adiantum sp kedalam botol flakon
4. Menetesi dengan FAA selama 24 jam
5. Memindahkan Cabe (Capsicum annum L.)ke gelas arloji
6. Menetesi aquades selama 10 menit
7. Memberi larutan pewarna safranin sampai terendam seluruhnya selama 2
jam
8. Mencuci dengan aquades selama 10 menit
9. Melakukan dehidrasi alkohol 30%, 50%, 70%, 80%, dan 100% masing-
masing selama 15 menit
10. Menetesi alkohol : xylol, 3:1, 1:1, dan 1:3 masing-masing selama 15 menit
11. Menetesi xylol murni 1 selama 15 menit
12. Menetesi xylol murni 2 selama 15 menit
13. Memindahkan Cabe (Capsicum annum L.) diatas kaca benda
14. Melakukan pengamatan menggunakan mikroskop
15. Menambahkan enthelen kemudian langsung menutup preparat dengan
kaca penutup.
 Skema Prosedur Kerja

Memilih Cabe (Capsicum


Menyiapkan alat dan bahan annum L.) yang berukuran
kecil

Menetesi dengan FAA dan Memasukkan bahan kedalam


didiamkan selam 24 jam botol flakon

Memindahkan bahan ke gelas


Memberi pewarna safranin
arloji dan menetesi dengan
selama 2 jam
aquades selama 10 menit

Melakukan dehidrasi alkohol 30%, Mencuci dengan aquades


50%, 70%, 80%, 100% masing- selama 10 menit
masing selama 15 menit

Menetesi alkohol:xyol, 3:1,


Menetesi xylol murni 1
1:1, 1:3 masing-masing
selama 15 menit
selama 15 menit

Memindahkan bahan di Menetesi xylol murni 2


atas kaca benda selama 15 menit

Melakukan pengamatan Menambahkan enthelen dan


menggunakan mikroskop menutup dengan kaca
penutup
IV. DATA PENGAMATAN

Gambar 4.1 Preparat Whole Mount Cabe (Capsicum annum L.)

a. Hasil pengamatan
1. Bagian Daun

Keterangan :
1. Tulang Daun
2. Sel-sel daun
Gambar 4.2 Preparat Whole Mount Daun Cabe (Capsicum annum L.)

Topik : Preparat Whole Mount Cabe (Capsicum annum L.)

Sub-topik : Bagian daun Cabe (Capsicum annum L.)

Potret : Fotostereometri

Perbesaran : 400 kali

Tanggal Pengambilan Gambar : 12 Mei 2013


2. Bagian Batang

Keterangan :
1. Batang bulat panjang
2. Pembuluh pengangkut
Gambar 4.3 Preparat Whole Mount Batang Cabe (Capsicum annum L.)

Topik : Preparat Whole Mount Cabe (Capsicum annum L.)

Sub-topik : Bagian batang (Capsicum annum L.)

Potret : Fotostereometri

Perbesaran : 400 kali

Tanggal Pengambilan Gambar : 12 Mei 2013


3. Bagian Akar

Keterangan :
1. Rambut Akar
2. Akar serabut

Gambar 4.3 Preparat Whole Mount Akar Cabe (Capsicum annum L.)

Topik : Preparat Whole Mount Cabe (Capsicum annum L.)

Sub-topik : Bagian akar Cabe (Capsicum annum L.)

Potret : Fotostereometri

Perbesaran : 400 kali

Tanggal Pengambilan Gambar : 12 Mei 2013


b. Gambar Literatur

Gambar 1

Gambar 2

Keterangan :
1. Daun
2. Batang
3. Akar

Gambar 4.4 Gambar Literatur Cabe (Capsicum annum L.)

Sumber : http/:deskripsi-klasifikasi-dan-morfologi.html. diakses tanggal 13 mei 2013


V. HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Klasifikasi Paku Cabe (Capsicum annum L.)
Kingdom :Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom :Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi :Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi :Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas :Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo :Solanales
Famili :Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus :Capsicum
Spesies :Capsicum annum L.)

Sumber :http://www.plantamor.com/index.php?plant=1657. Diakses pada tanggal


11 Mei 2013

b. Deskripsi Cabe (Capsicum annum L.)


5.2.1Deskripsi dan Ciri-Ciri

Cabai adalah kerabat lada dan termasuk dalam suku sirih-sirihan atau
Piperaceae. Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi).
Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh
pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).
Tumbuhan ini produknya telah dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering
dikacaukan dengan lada. Di Indonesia sendiri buah keringnya digunakan sebagai
rempah pemedas. Sebelum kedatangan cabai (Capsicum spp.), tumbuhan inilah yang
disebut "cabe". Cabai sendiri oleh orang Jawa dinamakan "lombok". Cabai jamu
dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan
curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Tanah lempung berpasir, dengan
struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk
budidaya cabe jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering
berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media
merambatnya cabe jamu secara alami. Bentuk tanamannya seperti sirih, merambat,
memanjat, membelit, dan melata. Daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong,
pangkal daun berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-
bintik kelenjar. buahnya majemuk bulir, bentuknya bulat panjang atau silindris, dan
ujungnya mengecil. Buah yang belum tua berwarna kelabu, kemudian menjadi hijau,
selanjutnya kuning, merah, serta lunak. Rasanya pedas dan tajam aromatis.

Tanaman cabai temyata masih saw famili (solanaceae) dengan tanaman


kentang, tomat, terung, ranti, dan tekokak, sehingga kemungkinan adanya kesamaan
dalam serangan hama dan penyakit. Namun tanaman cabai tidak berkerabat dekat
dengan tanaman cabai Jawa (Piper retrofractrum), meskipun sama-sama memiliki
nama cabai. Penamaan cabai Jawa memang salah kaprah, karena hanya didasarkan
dengan bentuk buah tanaman ini yang menyerupai cabe. Sebenarnya, tanaman cabai
Jawa lebih berkerabat dekat dengan tanaman lada (P. nigrum). Buah cabai jamu
memiliki khasiat sebagai obat sakit perut, masuk angin, beri-beri, rematik, tekanan
darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, dan sesak
napas. Karena itu, cabe jamu banyak dibutuhkan sebagai bahan pembuatan jamu
tradisional dan obat pil/kapsul modern serta bahan campuran minuman. Rasa pedas
itu berasal dari senyawa piperin, dengan kandungan sekitar 4,6 persen. (Debby,
2009).

5.2.2. Morfologi Tanaman Cabe (Capsicum annum L.)

A. Daun

Daun tanaman cabai bervariasi menurut spesies dan varietasnya. Ada daun
yang berbentuk oval, lonjong, bahkan ada yang Ian- set. Warna permukaan daun
bagian atas biasanya hijau muda, hijau, hijau tua, bahkan hijau kebiruan. Sedangkan
permukaan daun pada bagian bawah umumnya berwarna hijau muda, hijau pucat atau
hijau. Permukaan daun cabai ada yang halus adapula yang berkerut-kerut. Ukuran
panjang daun cabai antara 3 — 11 cm, dengan lebar antara 1 — 5 cm.

B. Batang

Tanaman cabai merupakan tanaman perdu dengan batang tidak berkayu.


Biasanya, batang akan tumbuh sampai ketinggian tertentu, kemudian membentuk
banyak percabangan. Untuk jenis-jenis cabai rawit, panjang batang biasanya tidak
melebihi 100 cm. Namun untuk jenis cabai besar, panjang batang (ketinggian) dapat
mencapai 2 meter bahkan lebih. Batang tanaman cabai berwarna hijau, hijau tua, atau
hijau muda. Pada batang-batang yang telah tua (biasanya batang paling bawah), akan
muncul wama coklat seperti kayu. Ini merupakan kayu semu, yang diperoleh dari
pengerasan jaringan parenkim.
C. Akar

Tanaman cabai memiliki perakaran yang cukup rumit dan hanya terdiri dari
akar serabut saja. Biasanya di akar terdapat bintil-bintil yang merupakan hasil
simbiosis dengan beberapa mikroorganisme. Meskipun tidak memiliki akar tunggang,
namun ada beberapa akar tumbuh ke arah bawah yang berfungsi sebagai akar
tunggang semu.

D. Bunga

Bunga tanaman cabai juga bervariasi, namun memiliki bentuk yang sama,
yaitu berbentuk bintang. Ini menunjukkan tanaman cabai termasuk dalam sub kelas
Ateridae (berbunga bintang). Bunga biasanya tumbuh pada ketiak daun, dalam
keadaan tunggal atau bergerombol dalam tandan. Dalam satu tandan biasanya
terdapat 2 — 3 bunga saja. Mahkota bunga tanaman cabai warnanya bermacam-
macam, ada yang putih, putih kehijauan, dan ungu. Diameter bunga antara 5 — 20
mm. Bunga tanaman cabai merupakan bunga sempuma, artinya dalam satu tanaman
terdapat bunga jantan dan bunga betina. Pemasakan bunga jantan dan bunga betina
dalam waktu yang sama (atau hampir sama), sehingga tanaman dapat melakukan
penyerbukan sendiri. Namun untuk mendapatkan hasil buah yang lebih baik,
penyerbukan silang lebih diutamakan. Karena itu, tanaman cabai yang ditanam di
lahan dalam jumlah yang banyak, hasilnya lebih baik dibandingkan tanaman cabai
yang ditanam sendirian. Pernyerbukan tanaman cabai biasanya dibantu angin atau
lebah. Kecepatan angin yang dibutuhkan untuk penyerbukan antara 10 — 20 km/jam
(angin sepoi-sepoi). Angin yang ter lalu kencang justru akan merusak tanaman.
Sedangkan penyerbukan yang dibantu oleh lebah dilakukan saat lebah tertarik
mendekati bunga tanaman cabai yang menarik penampilannya dan terdapat madu di
dalamnya.

E. Buah dan Biji

Buah cabai merupakan bagian tanaman cabai yang paling banyak dikenal dan
memiliki banyak variasi. Buah cabai terbagi dalam 11 tipe bentuk, yaitu serrano,
cubanelle, cayenne, pimento, anaheim chile, cherry, jalapeno, elongate bell, ancho,
banana, dan blocky bell. Hanya ada 10 tipe bentuk buah cabai, di mana tipe elongate
bell dan blocky bell dianggap sama.
c. Metode Whole Mount
Wholemount(sedian utuh) yaitu penyiapan sediaan yang terdiri atas keseluruhan
organ tubuh organisme secara utuh baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun
individu.Metode ini biasanya digunakan untuk membuat preparat atau sediaan
organisme yang ukurannya relatif kecil dan sulit untuk dilakukan penyayatan.
Gambar yang dihasilkan terlihat dalam wujud utuhnya seperti ketika organisme
tersebut masih hidup sehingga pengamatan yang dapat dilakukan hanya terbatas
terhadap morfologi (Gunarso, 1989).
Metode pembuatan preparat yang digunakan untuk pengamatan secara
menyeluruh, artinya mempelajari struktur vegetatif dan reproduktifnya tanpa
melakukan penyayatan terhadap tanaman tersebut karena metode ini menggunakan
semua bagian tanaman sebagai preparatnya.Tentu saja tanaman yang diamati
haruslah berukuran kecil sehingga dapat termuat pada objek glass.Sedangkan pada
tanaman yang agak besar bisa dilakukan pemangkasan agar menjadi lebih rapi dan
kecil.Metode whole mounth mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-
masing.Kelebihan metode ini adalah dapat mengamati seluruh bagian tanaman
dengan jelas tiap bagian-bagiannya.Sedangkan kelemahannya adalah metode ini
hanya bisa dilakukan pada tanaman dengan ukuran yang kecil saja tidak bisa
tanaman yang besar sehingga metode ini perlu terus dikembangkan dengan
melakukan bebagai percobaan (Santoso, 2002).

d. Hasil Pengamatan dan Pembahasan


Pada praktikum mikroteknik preparat whole mount menggunakan bahan obyek
dengan tumbuhan Cabe (Capsicum annum L.) Tumbuhan yang dipilih yang
berukuran kecil supaya termuat dalam objek glass. Bahan difiksasi menggunakan
FAA selama 24 jam supaya jaringan pada objek tersebut tidak rusak. Setelah itu
dilakukan pencucian dengan aquades selama 10 menit yang bertujuan untuk
menghilangkan larutan FAA.Selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan
menggunakan larutan pewarna safranin selama 2 jam.Pewarnaan safranin
mengakibatkan warna merah dan juga bertujuan untuk memperjelas jika diamati
dibawah mikroskop (Gunarso, 1989). Setelah 2 jamdilakukan pencucian lagi
menggunakan aquades. Setelah dicuci didehidrasi dengan alkohol bertingkat (30%,
50%, 70%, 80%, 100%) sampai alkohol tersebut absolute, dehidrasi bertujuan untuk
mengurangi kadar air didalam sel maupun jaringan. Kemudian bahan di
dealkoholisasi menggunakan xylol, hal ini bertujuan untuk menggantikan tempat
alkohol dalam jaringan yang telahmengalamiprosesdehidrasi dengan suatu solven
atau medium penjernih (Santoso, 2002). Selanjutnya menempatkan objek diatas
kaca benda dan mengamatinya dibawah mikroskop.Setelah itu di mounting dengan
enthelan untuk menutup preparat tersebut agar tidak terganggu oleh mikroorganisme
kemudian ditutup dengan gelas penutup. Kemudian diberi label pada ujung gelas
objek.
Pada pengamatan preparat whole mount tumbuhan cabe (Capsicum annum L.)
pada bagian daun terlihat tulang daun dan sel-sel yang terdapat pada daun dan
terdapat sorus pada daun Cabe (Capsicum annum L.). Pada bagian batang terlihat
bahwa batang berbentuk bulat dan panjang dan terdapat berkas pengangkut.Batang
pada tumbuhan Cabe (Capsicum annum L.) berwarna coklat muda ketika muda dan
warnanya berubah menjadi hitam ketika tua (Suyanto, 2006).Pada pengamatan
bagian akar terlihat adanya rambut akar dan akar pada tumbuhan Cabe (Capsicum
annum L.) berupa akar serabut.Pada pengamatan ini terlihat adanya spora yang biasa
kita jumpai pada tumbuhan paku karena dalam pembuatan preparat dengan
menggunakan metode whole mount kita menggunakan bahan (tumbuhan) Cabe
(Capsicum Annum L.) yang berukuran kecil yang memiliki spora. Preparat yang
dihasilkan dalam praktikum ini cukup bagus karena alokasi waktu yang digunakan
dalam proses pembuatannya tepat, tidak dikurangi maupun dilebihkan. Selain itu
juga faktor kesabaran dan ketelatenan dari praktikan.

VI. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa :


1. Metode whole mount merupakan metode pembuatan preparat secara
menyeluruh yang terdiri atas keseluruhan organ tubuh organisme secara utuh
baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun individu.
2. Pada preparat tumbuhan Cabe (Capsicum annum L.) yang diamati adalah
bagian daun, batang dan akar.
3. Pada bagian daun terlihat adanya tulang daun ,sel-sel pada daun dan spora pada
daun.
4. Pada bagian batang terlihat bahwa bentuknya bulat dan panjang dan memiliki
berkas pengangkut.
5. Pada bagian akar terlihat adanya rambut akar dan akarnya merupakan akar
serabut.
VII. DAFTAR PUSTAKA

Gunarso, W. 1989.Mikroteknik. Bandung: Penerbit IPB Press.

Santoso, H. B. 2002. Bahan Kuliah Teknik Laboratorium. Universitas Lambung


Mangkurat : Banjarbaru.

Suyanto.2006. Karakterisasi senyawa aktif antikanker dan antioksidan dari


Tumbuhan Cabe(Capsicum annum L). Skripsi tidak di
terbitkan.Dikti.FMIPA.Jurusan Kimia.Universitas Negeri Surabaya.

Debby.2009.Cabe (Capsicum annum L). Diakses pada tanggal 11 Mei 2013.


Fadli.2011.paku adiantum.http://fadliqnoze.blogspot.com/2011/10/Capsicum
sp.html.Diakses pada tanggal 11 Mei 2013
Plantamor.2013.Klasifikasicapsicumspk.http://www.plantamor.com/index.php?plant
=1657. Diakses pada tanggal 11 Mei 2013
VIII. LAMPIRAN
a. Foto Prosedur Kerja

Menyiapkan alat dan bahan Memilih tumbuhan yang kecil

Mendiamkan Menetesi bahan dengan Memasukkan ke dalam


selama 24 jam FAA botol flakon

Mencuci bahan dengan Memberi pewarna safranin


aquades

Mencuci dengan aquades Mendiamkan selama 24 jam


Melakukan dehidrasi alkohol Menetesi dengan larutan
30%, 50%, 70%, 80%, 100% alkohol:xylol, 3:1, 1:1, 1:3
masing-masing selama 15 menit masing-masing selama 15 menit

Menetesi dengan larutan xylol Menetesi dengan larutan xylol


murni 2 selama 15 menit murni 1 selama 15 menit
8.2 Teknik Preparat Wholmount Sebagai Media Pembelajaran

Tingkat / Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar


SMA Memahami manfaat Mendeskripsikan ciri-
Kelas X, Semester 2 keanekaragaman hayati ciri divisio dalam dunia
tumbuhan dan
peranannya bagi
kelangsungan hidup
dibumi