Anda di halaman 1dari 5

BAB 3

PEMBAHASAN

Pasien Tn. Sw usia 40 tahun, datang ke ke Poli Kulit dan Kelamin RSUD

Gambiran Kota Kediri. Pasien mengeluh gatal pada seluruh tubuh terutama saat

berkeringat, sejak ± 3 bulan disertai timbul bercak putih di badan, tangan dan kaki

, awalnya bercak putih hanya di bagian lengan kemudian meluas ke badan (dada,

perut, dan punggung), leher dan kaki. Pekerjaan pasien sehari- hari berada di luar

ruangan, dan sering berkeringat, merasakan gatal jika berkeringat. Namun gatal

tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien mandi 2 kali dalam sehari.

Pasien tidak suka menggunakan pakaian berlapis-lapis dan tidak menyerap

keringat. Pasien rutin mengganti baju. Pasien tidak ada mengeluhkan mati rasa

atau kurang berasa pada bercak-bercak tersebut. Pasien belum pernah mengobati

penyakitnya.

Pitiriasis versikolor adalah infeksi superfisialis kronis,asimtomatik menyerang

lapisan stratum korneum dan disebabkan oleh Malassezia furfur.2 Umumnya tidak

memberikan gejala subyektif, ditandai oleh area depigmentasi atau diskolorasi

berskuama halus, tersebar diskret atau konfluen, dan terutama terdapat pada badan
3
bagian atas. Penyakit infeksi oportunistik kulit epidermomikosis, disebabkan

oleh jamur Malassezia sp. (Pitryrosporum orbiculare/P.ovale) yang ditandai

dengan makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi dan kadang eritematosa. 1

Tinea versicolor paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda, di

mana lipase yang memproduksi kelenjar sebaceous lebih aktif. Prevalensi tinea

versikolor di Amerika Serikat diperkirakan 2% -8% dari populasi.

14
M. furfur dapat dikultur dari kulit yaitu pada lesi dan kulit normal dan

dianggap sebagai bagian dari flora normal, terutama di daerah tubuh yang kaya

dengan sebum. Inokulasi eksperimental Malassezia di bawah oklusi telah

mengakibatkan infeksi. Peningkatan kelembaban, suhu dan tekanan CO2 yang

dihasilkan tampaknya menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap infeksi.

M. furfur adalah organisme dimorfik, lipofilik yang tumbuh secara in vitro hanya

dengan peningkatan asam lemak C12-C14 seperti minyak zaitun dan lanolin.

Dalam kondisi yang tepat, ia mengkonversi dari saprophytic yeast ke bentuk

miselia yang didominasi parasit, yang menyebabkan gejala klinis penyakit. Faktor

predisposisi transisi miselium meliputi lingkungan yang hangat, lembab,

hiperhidrosis, kontrasepsi oral, dan penggunaan kortikosteroid sistemik, penyakit

Cushing, immunosuppression,dan malnutrisi. 1

Yeast dapat mengubah senyawa spesifik yang disintesis oleh Malassezia

yang disebut pityriacitrin yang menyerap sinar ultraviolet. Melalui lipase

Malassezia memetabolisme berbagai Asam Azelaic menghambat aksi tirosinase

pada jalur produksi melanin, yang menghasilkan hipopigmentasi yang presisten

pada kulit yang terkena selama berbulan-bulan, dan kadang-kadang bertahun-

tahun. Sementara M. furfur telah lama diidentifikasi sebagai jamur yang

menyebabkan tinea versicolor. 1

Gambaran klinis yang ditunjukan pada pitiriasis versikolor yakni :

1. Gatal bila berkeringt

2. Lokasi lesi pada umumnya terdapat pada badan(dada,punggung), leher,

lengan atas, selangkang. Bisa ditemukan pada daerah lain termasuk muka.

3. Terdapat 3 bentuk lesi :

15
a. Makular : Soliter dan biasanya saling bertemu(koalesen) dan tertutup

skuama

b. Papuler : Bulat kecil-kecil perifolikuler, sekitar folikel rambut dan

tertutup skuama

c. Campuran lesi makuler dan papuler

4. Warna lesi bervariasi; putih(lesi dini) kemerahan,coklat dan

kehitaman(lesi lama). Bentuk kronis akan didapatkan bermacam warna.

5. Selesai terapi biasanya didapatkan depigmentasi residual tanpa skuama

diatasnya yang akan menetap dalam beberapa bulan sebelum kembali

normal. 2

Dari kasus diatas orang tua pasien mengeluh gatal pada seluruh

tubuh terutama saat berkeringat, sejak ± 3 bulan disertai timbul bercak

putih di badan, tangan dan kaki , awalnya bercak putih hanya di bagian

lengan kemudian meluas ke badan (dada, perut, dan punggung), leher dan

kaki. Pekerjaan pasien sehari- hari berada di luar ruangan, dan sering

berkeringat, merasakan gatal jika berkeringat.

Dari usia dan hasil anamnesis pada pasien tersebut, pasien telah

memenuhi kriteria diagnosis untuk penyakit pitiriasis versikolor, sehingga

diagnosis penyakit pitiriasis versikolor sudah dapat ditegakkan.

Pemeriksaan penunjang belum dilakukan pada pasien, pemeriksaan

penunjang yang dapat dilakukan yaitu pemeriksaan KOH hasil positif jika

ditemukan gambaran hifa pendek, lurus, bengkok (seperti huruf i, v, j) dan

gerombolan spora budding yeast yang berbentuk bulat mirip seperti

16
sphagetti with meatballs dan pemeriksaan menggunakan lampu Wood,

hasilnya positif apabila terlihat fluoresensi berwarna kuning emas pada

lesi tersebut

Diagnosis banding dari kasus pitiriasis versikolor yang memiliki

gambaran klinis serupa yakni Pityriasis alba, Pityriasis rosea, Dermatitis

seboroik, Infeksi dermatofit. Tujuan pengobatan dari kasus pitiriasis

versikolor yakni membunuh jamur penyebab pitiriasis versikolor,

meredakan gatal atau memberikan kenyamanan, mengurangi kerusakan

penampilan kosmetik, mencegah penyebaran yang luas, dan mencegah

kekambuhan. Idealnya pengobatan harus efektif, tidak mahal, dan

memiliki efek samping yang minimal. Untuk lesi luas atau jika sulit

disembuhkan dapat digunakan terapi sistemik ketokonazol 200 mg/hari

selama 7-10 hari. Alternatif lain, Itrakonazol 200-400 mg/hari selama 7-

10 hari. Flukonazol 400 mg dosis tunggal atau 300 mg/minggu selama 2- 3

minggu. Obat dihentikan bila pemeriksaan klinis, lampu Wood, dan

pemeriksaan mikologis langsung berturut-turut selang seminggu telah

negatif.

Karena koloni jamur ini pada permukaan kulit, maka pengobatan topikal

sangat efektif yaitu Selenium sulfde lotion 2.5% dioleskan pada lesi 7-10

menit sebelum pembilasan aplikasi 3-4 kali per minggu, sebagai regimen

perawatan untuk mencegah kekambuhan dapat diberikan satu atau dua

kali dalam satu bulan. Anlternatif lain, Shampo Ketoconazole 1-2%

selama 10-15 menit sebelum mandi, seminggu 2 kali selama 2-4 minggu.

17
Kekambuhan tinggi (40-70%), Perlu pengobatan pemeliharaan untuk

mencegah kambuh : Ketoconazole 400mg satu kali/bulan atau

Ketoconazole 200 mg selama 3 hari berturut-turut tiap bulan selama faktor

predisposisi masih ada, rata-rata selama 1 tahun. Umumnya prognosis

pada penyakit pitiriasis versikolor baik. Rekurensi dapat terjadi 40-70%.

Penjelasan ke penderita sangat penting bahwa, hipopigmentasi

lama bertahan,. Topikal kortikosteroid sedang/ringan dan preparat coal tar

Liquor Carbonas Detergen(LCD) 5% malam hari dapat membantu

repigmentasi kulit. Menjaga agar kulit tetap kering, mengurangi aktivitas

yang membuat keringat berlebihan, hindari penggunaan handuk atau

pakaian bersama dengan orang lain, menggunakan pakaian yang tidak

ketat dan menyerap keringat.

18