Anda di halaman 1dari 4

Perkembangan Teori Ekonomi Mikro-Makro demand ….

“ dalam buku A Treatise on Political


a. Teori Ekonomi Mikro Sebagai Teori Ekonomi Klasik Economy (1803).
b. Revolusi Keynes: Lahirnya Teori Ekonomi Makro  Maksud Hukum Say adalah bahwa barang dan jasa
yang diproduksi pasti terserap permintaan sampai
Teori Ekonomi Mikro Sebagai Teori Ekonomi Klasik tercapai keseimbangan pasar. Pasar mampu menjadi
 Titik awal perkembangan Ilmu Ekonomi Modern alat alokasi sumber daya yang efisien lewat proses
dimulai saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan pertukaran (Exchange Economics).
bukunya berjudul An Inquiri into the Nature and  Pendapat ini diperkuat oleh Leon Walras (1834-1910)
Causes of Wealth of Nations, yang kemudian dikenal dengan model ekonomi keseimbangan pasar simultan
sebagai Wealth of Nations (1776). yang menjadi dasar analisis model keseimbangan
 Analisis Ilmu Ekonomi menggunakan dasar-dasar umum (General Equilibrium Model).
ilmiah, tanpa Teori Moral dan Teologis. Dasar-dasar
ilmiah tsb meliputi gejala-gejala ekonomi seperti  Kesimpulan dari para ekonom Klasik tersebut adalah :
Kenaikan Harga Barang dan Pengangguran  Alokasi sumber daya yang efisien akan tercapai bila
menunjukkan adanya Gangguan Keseimbangan Sistem individu-individu dalam perekonomian telah mencapai
Ekonomi. efisiensi.
 Masalah ekonomi akan teratasi jika ekonomi  Indikator telah terjadi efisiensi, bila masing-masing
dikembalikan kepada kondisi keseimbangan. individu telah berada dalam keseimbangan.
 Alam semesta berjalan teratur, sistem ekonomi pun  Efisiensi dan keseimbangan ibarat dua muka uang
mampu memulihkan dirinya sendiri (Self Adjustment) logam. Efisiensi tidak akan tercapai tanpa
karena ada kekuatan pengatur yang disebut Invisible keseimbangan. Tidak ada keseimbangan yang tidak
Hands. efisien. Itu tercapai hanya melalui mekanisme pasar.
 Invisible hands dimaksud adalah Mekanisme Pasar,  Kelompok ini oleh John Maynard Keynes (1883-1946)
yaitu suatu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi disebut Classical Economists, sedangkan teorinya
berlandaskan interaksi kekuatan DEMAND dan disebut Classical Economics Theory.
SUPPLY, yang mampu menjadi alat alokasi sumber
daya yang efisien, jika Pemerintah TIDAK IKUT campur  Keyakinan Ekonom Klasik akan mekanisme pasar
dalam perekonomian. didasari asumsi-asumsi (pada Ekonomi Mikro) : bahwa
 Ekonom Perancis, Jean Baptiste Say (1767-1832), struktur pasar merupakan persaingan sempurna,
mematangkan pemikiran Smith dengan pendapat yang informasi simetris dan sempurna, input dan output
disebut Hukum Say: “ …. Supply creates it’s own adalah homogen, para pelaku ekonomi bersifat

1
rasional dan bertujuan memaksimumkan kegunaan Jika setiap individu dalam perekonomian telah
atau keuntungan. mencapai keseimbangan maka perekonomian secara
 Untuk memperdalam pengertian Teori Ekonomi Klasik total mencapai keseimbangan. Teori Ekonomi Klasik
ada dua asumsi penting yang harus ditambahkan, yaitu identik dengan Teori Ekonomi Mikro.
: ASUMSI Pertama, adalah proses penyesuaian lewat
mekanisme pasar dapat tercapai seketika itu juga. Kita  Berdasarkan Hukum Say, permintaan relatif tidak
dapat mengabaikan kendala waktu dan tempat dalam terbatas, maka masalah sentral perekonomian adalah
menganalisis proses pertukaran antar para pelaku Penawaran, baik penawaran input maupun output.
ekonomi. Karena itulah Ilmu Ekonomi Klasik juga dikenal sebagai
 Artinya, dalam proses pertukaran, individu-individu ilmu ekonomi yang sangat menekankan sisi penawaran
yang terlibat tidak terbatasi waktu dan tempat. (SUPPLY SIDE ECONOMICS)
Dengan demikian Pasar adalah institusi yang tak
terbatasi waktu dan tempat (timeless and placeless). Revolusi Keynes: Lahirnya Teori Ekonomi Makro
 ASUMSI Kedua, asumsi Netralitas Uang (Money  Diawali dengan adanya Great Depression (1929-1933)
Neutrality): Fungsi uang adalah semata-mata alat perekonomian di berbagai negara besar menghadapi
transaksi (medium of exchange). Tidak ada masalah besar. Angka pengangguran meningkat,
penggunaan uang untuk tujuan spekulasi. Karenanya output perekonomian berkurang drastis, investasi
uang tidak dapat memengaruhi jumlah output yang merosot tajam. Terjadi kelesuan ekonomi. Depresi
diproduksi para pelaku ekonomi. Yang dapat yang berlangsung lama itu membuyarkan keyakinan
dipengaruhi oleh uang hanyalah tingkat harga. Bila terhadap hipotesis ekonomi klasik.
jumlah uang beredar bertambah, harga barang dan  Tahun 1936 terbit buku berjudul “The General Theory
jasa naik. of Employment, Interest and Money” karya ekonom
 Pada asumsi kedua ini harga bersifat flexibel dapat Inggris bernama John Maynard Keynes, melontarkan
berubah seketika itu juga (Price flexibility). Asumsi ini pendapat untuk memperbaiki keadaan.
dikenal sebagai pemisahan antara sektor moneter  The General Theory menyampaikan dua hal pokok:
dengan sektor riil oleh Teori Klasik.  Pertama, kritik terhadap kelemahan Teori Klasik yang
 Asumsi-asumsi Klasik mempunyai konsekuensi bahwa idealis (utopian) tentang asumsi pasar, dan terlalu
proses pertukaran adalah satu-satunya cara untuk ditekankan masalah ekonomi pada sisi penawaran.
saling berinteraksi. Akibatnya fokus bahasan Klasik  Kedua, berupa usulan pemulihan perekonomian
adalah analisis perilaku individu (Produsen dan dengan memasukkan peranan Pemerintah dalam
konsumen) dalam rangka mencapai keseimbangan.

2
perekonomian dalam rangka menstimulir sisi sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk
permintaan. dari metode berpikir induktif.
 Kedua pokok pikiran Keynes membawa pembaruan
radikal dalam ilmu ekonomi. Pembaharuan tersebut **) Asal mula perkembangan Makroekonomi
meliputi :  Ada beberapa hal yang tidak bisa dijawab dengan
analisis mikroekonomi, seperti :
 SATU, Mulai diperhatikan dimensi global atau  Faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat
AGREGAT (MAKRO) dalam analisis ilmu ekonomi. kegiatan ekonomi suatu negara?
Dengan demikian ilmu ekonomi telah berkembang  Mengapakah setiap negara menghadapi masalah
menjadi ilmu ekonomi Makro**). pengangguran, yang adakalanya semakin lama semakin
 DUA, Dimasukkannya peranan pemerintah dalam buruk keadaannya.
analisis ilmu ekonomi telah menimbulkan pentingnya  Mengapa harus terjadi kenaikan harga-harga yang
peranan analisi kebijakan (Policies Analysis). sering diikuti dengan masalah pengangguran yang
 TIGA, Dengan diperlukannya analisis kebijakan, maka cukup serius?
perlu pula studi-studi empiris. Dengan demikian terjadi  Mengapakah berbagai perekonomian tidak mengalami
penyempurnaan metodologi dalam analisis ekonomi. pertumbuhan yang sama cepatnya?
Dari hanya mengandalkan hanya deduktif *) saja
menjadi juga menggunakan metode induktif. Keynes 2. Fokus pembahasan Ilmu Ekonomi Makro
menjadi “Bapak” Ilmu Ekonomi Makro sekaligus  Substansi pembahasan Ekonomi Mikro dan Makro
ekonom perintis studi induktif. adalah bagaimana manusia selaku individu yang
rasional mengatasi masalah kelangkaan (Scarcity).
*)Metode dalam menalar : Dalam ilmu ekonomi mikro fokus analisisnya adalah
 Metode (berfikir) deduktif, adalah metode berpikir perilaku individu seperti; perusahaan (produsen),
yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu tenaga kerja dan konsumen dalam konteks yang lebih
untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian- terbatas (industri).
bagiannya yang khusus.  Dalam Ilmu Ekonomi Makro dibahas :
 Metode (berfikir) induktif, adalah adalah metode yang
digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal  Bagaimana segi demand dan supply menentukan
khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan di tingkat kegiatan dalam perekonomian
fenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena  Masalah-masalah utama yang selalu dihadapi setiap
perekonomian

3
 Peranan Policy dan campur tangan Pemerintah untuk
mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi
 Fokus pembahasannya adalah bagaimana perilaku para
agen ekonomi dalam konteks agregat (keseluruhan)

 Tujuan cabang ilmu ekonomi makro sama seperti


ekonomi mikro, yaitu : melihat apakah sudah terjadi
alokasi sumber daya ekonomi yang efisien atau belum?
 Kalau belum, apa penyebabnya dan bagaimana
mengatasinya.
 Kalau sudah, apakah efisiensi tersebut dapat
ditingkatkan lagi atau tidak?