Anda di halaman 1dari 4

Nama : Anggit Sarwendah Larasai

NIM : 160722614657

Offering : G 2016

Pelajari tentang Karakteristik Air Berdasarkan Jurnal, lalu jawablah soal-soal berikut ini:
Soal:
1. Bagaimanakah karakteristik air jika dikaitkan dengan:

a. Kisaran suhu air bagi keberlangsungan ekosistem


Suhu berpengaruh terhadap keberlangsungan ekosistem karena suhu merupakan
syarat yang diperlukan organism untuk hidup. Suhu dipengaruhi oleh kualitas cahaya
yang masuk ke dalam air dan yang diserap menghasilkan panas. Pada umumnya,
organism senang hidup pada suhu antara 0o-40oC. Tingginya konsentrasi suhu pada air
lindi sampah tersebut akan mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dalam penguraian
bahan-bahan organik, dimana semakin tinggi suhu maka aktivitas mikroorganisme
semakin meningkat yang menyebabkan pengambilan atau pemanfaatan oksigen terlarut
dalam air semakin meningkat (Kristanto, 2002). Suhu juga mempengaruhi Volatisasi
serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2, CO2, N2, CH4 dan sebagainya.
Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikan-ikan pada perairan tropis
dapat berlangsung berkisar antara 25-32°C.
b. Sifat perubahan suhu air
Suhu dipengaruhi oleh kualitas cahaya yang masuk ke dalam air dan yang diserap
menghasilkan panas. semakin tinggi suhu maka aktivitas mikroorganisme semakin
meningkat yang menyebabkan pengambilan atau pemanfaatan oksigen terlarut dalam air
semakin meningkat. Peningkatan suhu akan menimbulkan akibat menurunnya jumlah
oksigen terlarut dalam air dan meningkatkan kecepatan reaksi kimia (Kristanto, 2002).
Kenaikan suhu mempercepat reaksi-reaksi kimiawi; menurut Hukum van’t Hoff kenaikan
suhu 10°C akan melipat ganda kecepatan reaksi, walaupun hukum ini tidak selalu
berlaku. Peningkatan suhu perairan 10°C mengakibatkan meningkatnya konsumsi
oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2–3 kali lipat, sehingga kebutuhan oksigen oleh
organisme akuatik meningkat.
c. Penggunaan panas dalam proses penguapan
Pada setiap perubahan bentuk zat; dari es menjadi air (pencairan), dari zat cair
menjadi gas (penguapan) dan dari es lengsung menjadi uap air (penyubliman) diperlukan
panas laten (laten heat). Panas laten untuk penguapan berasal dari radiasi matahari dan
tanah. Radiasi matahari merupakan sumber utama panas dan mempengaruhi jumlah
evaporasi di atas permukaan bumi, yang tergantung letak pada garis lintang dan musim.
Radiasi matahari di suatu lokasi bervariasi sepanjang tahun, yang tergantung pada letak
lokasi (garis lintang) dan deklinasi matahari. Pada bulan Desember kedudukan matahari
berada paling jauh di selatan, sementara pada bulan Juni kedudukan matahari berada
palng jauh di utara. daerah yang berada di belahan bumi selatan menerima radiasi
maksimum matahari pada bulan Desember, sementara radiasi terkecil pada bulan Juni,
begitu pula sebaliknya. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi juga
dipengaruhi oleh penutupan awan. Penutupan oleh awan dinyatakan dalam persentase
dari lama penyinaran matahari nyata terhadap lama penyinaran matahari yang mungkin
terjadi.
d. Sifat pelarutan air
Air disebut pelarut universal karena lebih banyak zat larut dalam air daripada di
zat kimia lainnya. Hal ini berkaitan dengan polaritas masing-masing molekul air. Sisi
hidrogen setiap air (H2O) molekul membawa sedikit muatan listrik positif, sementara sisi
oksigen membawa sedikit muatan listrik negatif. Hal ini membantu senyawa ionik
terdisosiasi air menjadi ion positif dan negatif. Bagian positif dari senyawa ionik tertarik
ke sisi oksigen dari air sementara bagian negatif dari senyawa tertarik ke sisi hidrogen dari
air. Kelarutan dari suatu senyawa ionik dalam air sangat beragam. Seperti contohnya
Natrium Klorida (NaCl) dapat larut dengan mudah dalam air, sementara Perak Klorida
(AgCl) hanya sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan karena perbedaan gaya tarik
menarik antara setiap ion dengan air.Kutub positif dari air akan tertarik ke anion
bermuatan negatif dan kutub negatif molekul air akan tertarik pada kation bermuatan
positif. Proses ini disebut dengan hidrasi. Proses hidrasi ini menyebabkan ion-ion dalam
garam terlarut dalam air. Ikatan ionik yang kuat pada garam akan digantikan oleh interaksi
antara air dan ion yang juga kuat.
e. Tegangan permukaan pada air
Tegangan permukaan disebabkan oleh interaksi molekul-molekul zat cair
dipermukaan zat cair. Di bagian dalam cairan sebuah molekul dikelilingi oleh molekul
lain disekitarnya, tetapi di permukaan cairan tidak ada molekul lain dibagian atas molekul
cairan itu. Hal ini menyebabkan timbulnya gaya pemulih yang menarik molekul apabila
molekul itu dinaikan menjauhi permukaan, oleh molekul yang ada di bagian bawah
permukaan cairan. Sebaliknya jika molekul di permukaan cairan ditekan, dalam hal ini
diberi jarum, molekul bagian bawah permukaan akan memberikan gaya pemulih yang
arahnya ke atas, sehingga gaya pemulih ke atas ini dapat menopang jarum tetap di
permukaan air tanpa tenggelam.
f. Sifat air ketika terjadi pembekuan
Pendnginan yang cepat akibat paparan pada temperatur kriogenik dapat
menyebebkan suatu zat membeku di bawah titik bekunya, sutu proses yang
dinamakan pembekuan cepat(flash freezing), Untuk beberapa bahan murni,
seperti air murni, temperatur pembekuan lebih rendah dari temperatur peleburan. Titik
beku air dapat berada pada temperatur yang sama pada titik lebur ketika
terdapat nukleator untuk mencegah pendinginan lanjutan (supercooling). Titik beku air
adalah 0 °C (32 °F, 273 K). Tanpa adanya nukleator, air akan mendingin hingga −42 °C
(−43.6 °F, 231 K) sebelum membeku. Dengan adanya material nukleasi,titik beku air
akan sama dengan titik leburnya. Material nukleasi, seperti debu, biasa terdapat di
lingkungan. Hal ini menyebabkan air hujan dan air keran akan membeku pada temperatur
yang sama dengan temperatur leburnya.

2. Manfaat Penerapan Kualitas Air bagi Geografi

1) Untuk mengetahui apakah air tersebut dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupan
sehari-hari
2) Untuk mengetahui potensi dan bahaya air terhadap keberlangsungan hidup manusia, ikan,
serta organisme lain didalamnya
3) Untuk menganalisis dan memprediksi cara mengatasi kualitas air yang telah tercemar
agar aman digunakan
4) Sebagai parameter untuk melakukan konservasi alam, khususnya konservasi air
5) Untuk mempelajari kehidupan ekosistem dalam air