Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KULIAH LAPANGAN

PT PETRO OXO NUSANTARA

Disusun Oleh :

1. SintaSekarUtami (021150010)
2. Deny Septianto (021150057)
3. Rifka Annisa Fitri (021150069)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL“VETERAN”


YOGYAKARTA

2017

PT PON | i
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KULIAH LAPANGAN

PT PETRO OXO NUSANTARA

Disusun Oleh :

1. SintaSekarUtami (021150010)
2. Deny Septianto (021150057)
3. Rifka Annisa Fitri (021150069)

Yogyakarta, November 2017

Disetujui oleh
DosenPembimbing

Ir. Wasir Nuri, M.T.


NIK. 19550411 198803 100 1

PT PON | ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................... ii

DAFTAR ISI .......................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................. v

INTISARI ............................................................................................... vi

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Sejarah PT PON .......................................... 1

I.2. Latar Belakang Kuliah Lapangan ......................................... 3

I.3. Tujuan Kunjungan Kuliah Lapangan .................................... 3

BAB II. PELAKSANAAN KULIAH LAPANGAN

II.1. Pembekalan.......................................................................... 4

II.2. Tinjauan Pustaka ................................................................. 4

II.3. Pelaksanaan Kuliah Lapangan di PT PON .......................... 9

II.4. Uraian Proses ....................................................................... 10

BAB III. PEMBAHASAN

III.1. Bahan Baku ...................................................................... 12

III.2. Bahan Pembantu ................................................................ 12

III.3. Produk ............................................................................... 13

III.4. Kendala di PT PON ........................................................... 13

III.5. Proses Penanganan Limbah di PT PON ............................ 14

PT PON | iii
BAB IV. PENUTUP

IV.1.Kesimpulan ........................................................................ 17

IV.2.Saran................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 18

LAMPIRAN

PT PON | iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.Lokasi Pabrik dilihat Menggunakan Google Maps ...................... 2

Gambar 2.Diagram Alir Proses ..................................................................... 11

Gambar 3.Diagram Alir Proses Pengolahan Limbah .................................... 16

PT PON | v
INTISARI

PT Petro Oxo Nusantara atau sering disingkat dengan nama PT


PON terletak di kawasan industri gresik tepatnya di Jalan Gubernur Suryo
No. 134, Tlogopojok Gresik Jawa Timur. Perusahaan ini berdiri pada
tahun 1995 sebagai satu-satunya perusahaan yang memproduksi 2-Ethyl
Hexanol (2-EH), Normal-butanol (NBA) dan Iso-butanol (IBA) di
Indonesia dan di Asia Tenggara. Produk dari pabrik ini yaitu 2-EH, NBA
dan IBA ditransportasikan melalui laut dengan bantuan dari PT Petrokimia
Gresik dengan menggunakan jaringan pipa dan untuk transportasi darat
digunakan tangki, container atau drum.

PT Petro Oxo Nusantara didirikan pada bulan Juli tahun 1995


dengan izin operasi No. 387 / I / PMA /1995 tetapi proses pembangunan
pabrik ini di mulai pada bulan Mei tahun 1996 dengan di tandai dengan
penanaman tiang pancang pertama. Pabrik ini selesai di bangun dan siap
beroperasi pada bulan Januari tahun 1998. Initial performance test atau tes
kemampuan pabrik dilakukan pada bulan juli 1998. Pabrik ini secara resmi
beroperasi pada bulan September 1998 dan pada bulan januari 2000 pabrik
ini sudah mampu beroperasi pada capasitas 110%. Pabrik ini pada bulan
Mei 2000 mendapatkan sertifikat ISO 9002 dari Lloyd Register Quality
Assurance atau ISO tentang manajemen mutu. Dan pada bulan Agustus
2000 mendapatkan penghargaan dari presiden Indonesia. Pada bulan
Januari 2008 pabrik ini berhasil meningkatkan kapasitas menjadi 115%.

PT PON | vi
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Sejarah PT PON

PT Petro Oxo Nusantara merupakan pelopor pabrik 2-EH, NBA


dan IBA di Indonesia dan Asia Tenggara. Sebagian besar dari
produk yang dihasilkan oleh PT PON diekspor keluar negeri dan sebagian
kecil lainnya untuk memenuhi kebutuhan 2-EH, NBA dan IBA dalam
negeri. Prosentase ekspor pabrik ini mencapai 75% dari keseluruhan hasil
produk dan 25% sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Pendistribusian produknya dilakukan dengan dua jalur yaitu laut dan darat.
Jalur laut menggunakan instalasi pipa dari PT Petrokimia Gresik dan jalur
darat menggunakan truk tangki, container dan drum. PT Petro Oxo
Nusantara menggunakan tekhnologi dari Mitsubishi Chemical
Corporation Technology dari Jepang dan konstruksi atau pembangunan
pabrik ini dilakukan oleh Mitsubishi Heavy Industry Limited dari Jepang.
Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik ini secara
keseluruhan adalah US$ 187,000,000 yang berasal dari gabungan 4
perusahaan yaitu PT Tirtamas Majutama, PT Eterindo Anugerah Prakarsa,
Southern Pacific Petrochemica dan Globechem Hongkong dengan rasio
modal 40%, 40%, 10%, 10%.
Kapasitas total dari pabrik ini adalah 150.000 ton/tahun dengan
rincian produk 2-Ethyl hexanol (2-EH) atau 2-Ethyl Hexyl alcohol atau
Octanol kapasitas produksi per tahun adalah 135.000 ton. Produk Normal
Butanol (NBA) atau Normal Butyl Alcohol kapasitas produksi per
tahunnya adalah 20.000 ton dan produk Iso-Butanol atau Iso butyl Alcohol
kapasitas produksi per tahunnya adalah 15.000 ton.

PT PON | 1
Dalam bidang sosial PT PON sangat berperan aktif terutama untuk
warga sekitar pabrik, diantaranya perikrutan pegawai untuk operator
kebawah di isi oleh warga masyarakat sekitar pabrik. Dan PT PON juga
sering mengadakan pembagian sembako terhadap warga sekitar pabrik
pada waktu acara-acara tertentu. Selain itu pemberian beasiswa terhadap
warga sekitar yang berprestasi. PT PON termasuk perusahaan yang ramah
terhadap lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya.
Pengolahan limbah di pabrik ini di bagi menjadi 3 bagian yaitu:
1. Inceneration unit yaitu limbah NaOH yang dihasilkan dibakar
bersama natural gas di steam reforming.
2. Active sludge unit.
3. Netralization unit
Alamat pabrik PT PON berada pada Jalan Gubernur Suryo No.134,
Tlogopojok, Gresik, Jawa Timur., Indonesia. Dengan letak topografi
sebagai berikut :

Gambar 1.Lokasi Pabrik dilihat menggunakan Google Maps

PT PON | 2
I.2 Latar Belakang Kuliah Lapangan

Mahasiswa memerlukan pandangan langsung tentang bagaimana


dunia lapangan kerja yang sesungguhnya. Karena banyaknya lapangan
kerja yang membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai keahlian dan
terkadang mata kuliah yang di ajarkan di dalam kelas terasa kurang
cukup, maka untuk menyeimbangkan mata kuliah yang telah di ajarkan.
Mahasiswa perlu terjun langsung kelapangan, untuk melihat secara
langsung proses mengenai produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu, Prodi
D3 Teknik Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri,
Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta angkatan 2015
mengadakan kuliah lapangan dan melakukan kunjungan ke industri PT
PON (Petro Oxo Nusantara). Mahasiswa yang mengikuti Kuliah Lapangan
ini, diharapkan mampu memperoleh pengetahuan tentang proses yang
digunakan pada industri tersebut.
Dalam sudut pandang yang lain, kuliah lapangan ini juga bertujuan
untuk memperkenalkan mahasiswa Program Studi D3 Teknik Kimia,
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri Universitas Pembangunan
Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta dalam dunia Teknik Kimia yang
sebenarnya.

I.3 Tujuan Kunjungan Kuliah Lapangan


Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Kuliah Lapangan ke
PT PON (Petro Oxo Nusantara) adalah sebagai berikut:
1. Memberikan gambaran secara langsung kepada mahasiswa mengenai
proses untuk menghasilkan produk 2-Ethyl Hexanol (2-EH), Normal-
butanol (NBA) danIso-butanol (IBA).
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara
langsung keseluruhan proses dari industri yang dikunjungi.
3. Memperkaya wawasan yang berkaitan langsung dengan ilmu Teknik
Kimia pada suatu industri, dan fungsionalitasnya pada industri tersebut.

PT PON | 3
BAB II

PELAKSANAAN KULIAH LAPANGAN

II.1 Pembekalan

Sebelum dimulainya kuliah lapangan, mahasiswa diwajibkan


mengikuti pembekalan yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2017 di
Pattimura III-1A. Pembekalan diberikan oleh dosen pembimbing Ibu
Mitha Puspitasari, S.T., M.Eng. dan Susanti Rina Nugraheni, S.T., M.Eng.
Karena setiap dosen pembimbing akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan
mengenai kuliah lapangan, dari pemberitahuan industri yang akan kita
tuju, peraturan saat kunjungan industri, jadwal keberangkatan setiap bus,
dan jadwal kedatangan kunjungan setiap industri. Manfaat diadakannya
pembekalan sebelum kunjungan industri adalah agar para mahasiswa
mengerti mengenai informasi-informasi yang seharusnya dilakukan dan
tidak boleh dilakukan saat kunjungan industri.

II.2 Tinjauan Pustaka

PT PETRO OXO NUSANTARA merupakan pabrik kimia yang


ada di Indonesia dengan hasil utamanya yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH),
Iso-Butanol, dan N-Butanol. Dalam prosesnya PT PETRO OXO
NUSANTARA menggunakan 2 bahan baku utama yaitu propylene dan
natural gas. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

a. Propylene

Propylene merupakan hydrokarbon ikatan rangkap, pada suhu


kamar mempunyai warna tetapi tidak berbau. Propylene memiliki titik
didih dan kepadatan yang lebih tinggi dari etylene. Propylene merupakan
bahan baku untuk produksi polypropylene (polimer) untuk berbagai
produk kemasan. (Air Liquide.com).
PT PON | 4
Sifat-sifat Propylene

Rumus kimia : C3H6

Nama lain : Propene

Fase /warna : gas berwarna

Berat Molekul : 42,08 g / mol

Titik didih : -47,6 °C

Titik Leleh : -185,2 °C

Densitas : 0.61 g/cm³ ( 25 ºC)

Sifat : Mudah terbakar, menyebabkan sesak nafas

Sumber : Wikipedia.com

b. Natural Gas

Gas alam disebut juga gas bumi, merupakan bahan bahan bakar
fosil. Komponen utama gas alam adalah metane, yang merupkan molekul
hidrokarbon terpendek dan juga mengandung molekul-molekul
hidrokarbon yang lebih berat seperti etana ( C2H6), propana ( C3H8 ), dan
butana ( C4H10 ), selain itu juga gas-gas yang mengandung sulfur.
(Wikipedia .com)

Terdapat juga bahan pembantu yang digunakan untuk penunjang


dalam proses pembuatan produk pada PT PON, yaitu Karbondioksida
dan steam. Karbondioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang
adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang
terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada
keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi.

PT PON | 5
Rata-rata konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi kira-kira
387 ppm berdasarkan volume walaupun jumlah ini bisa bervariasi
tergantung pada lokasi dan waktu. Karbondioksida adalah gas rumah
kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan
kuat.

Karbondioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan,


fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh
tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbondioksida
merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbondioksida juga
dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon
dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal
lainnya seperti pada mata air panas. Karbondioksida tidak mempunyai
bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1 atm namun langsung menjadi
padat pada temperatur di bawah -78 °C. Dalam bentuk padat, karbon
dioksida umumnya disebut sebagai es kering. (wikipedia.com)

Sedangkan steam adalah gas yang terjadi dari proses penguapan air
(H2O). Uap air mempunyai potensi kekuatan yang luar biasa, yang bisa
digunakan untuk menggerakkan turbin listrik, kereta uap atau mesin uap.

PT. Petro Oxo Nusantara dalam menghasilkan produknya melalui


beberapa tahapan proses reaksi sebagai berikut :

a. Pre reforming
Pre reforming adalah tahapan reaksi untuk mengubah gas alam
yang berantai panjang ,yang diaubah sehingga menghasilkan
karbondioksida dan hidrogen.
Pre reforming

CnHm + n H2O n CO + (n+1/2m) H2 - Panas

CO + 3 H2 CO2 + H2O + Panas

PT PON | 6
b. Steam reforming

Steam reforming adalah sebuah metode untuk memproduksi hidrogen


dan hidrokarbon. (Wikipedia .com)

Steam Reforming

CH4 + H2O CO + 3 H2 - Panas

CH4 + CO2 2CO + 2 H2 - Panas

CO + 3 H2 CO2 + H2O + Panas

c. OXO Reaksi

OXO Reaksi adalah proses produksi alkohol oleh reaksi dari olefin
dengan masing-masing satu molekul CO dan H2 dan kemudian di hidrogenasi
dari hasil aldehid. (Wikipedia .com)

OXO Reaksi

 NBD Product (90%)


CH3CH=CH2 + CO + H2 CH3CH2CH2CHO + Panas

Propylene OXO Gas NBD

 IBD Product (10%)


CH3CH=CH2 + CO + H2 CH3CHCHO + heat

CH3

Propylene OXO Gas IBD

PT PON | 7
d. Aldol Kondensasi

Aldol kondensasi merupakan reaksi organik dimana sebuah ion


bereaksi dengan karbonil membentuk beta-hydroksi aldehid atau beta-
hidroksi keton diikuti oleh dehidrasi. Untuk menunjukkan ada reaksi aldol
itu sendiri terjadi menggunakan katalis aldolases. Namun reaksi aldol
bukan merupakan reaksi kondensasi karena tidak melibatkan hilangnya
molekul kecil. (Wikipedia .com)

Aldol Kondensasi

 Aldolization
2CH3CH2CH2CHO H3CH2CH2CHCHCHO

HO CH2CH3

NBD Butyraldol

 Dehydration
CH3CH2CH2CH-CHCHO CH3CH2CH2CH=CCHO + H2O+ Panas

HO CH2CH3 CH2CH3

Butyraldol 2-Ethyl 3-Propyl Acrolein (EPA)

or 2-Ethyl Hexenal

2.3.5 Hydrogenasi

Hydrogenasi adalah reaksi kimia yang dihasilkan dalam


penambahan hydrogen (H2) dan menambah pasangan atom hydrogen ke
molekul. (Wikipedia .com).

PT PON | 8
Hydrogenation

A. 2-Ethyl 3-Propyl Acrolein (EPA) Hydrogenation

CH3CH2CH2CH=CCHO + H2 CH3CH2CH2CH2CHCHO

CH2CH3 CH2CH3

CH3CH2CH2CH2CHCHO + H2 CH3CH2CH2CH2CHCH2OH

CH2CH3 CH2CH3

2-EthylHexenal 2-Ethyl Hexanol (2EH)

B. Reaction of NBD Hydrogenation

CH3CH2CH2CHO + H2 - - - - - - > CH3CH2CH2CH2OH

NBD NBA (Normal-Butanol)

C. Reaction of IBD Hydrogenation

CH3CHCHO + H2 - - - - - - - - > CH3CHCH2OH

CH3 CH3

IBD IBA (Iso-Butanol)

II.3 Pelaksanaan Kuliah Lapangan di PT PON

Pelaksanaan Kuliah Lapangan di PT PON (PT Petro Oxo


Nusantara) bertempat di Jl. Re. Martadinata, Lumpur, Kec. Gresik,
Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober
2017 pada pukul 13.00 dan diikuti oleh peserta Kuliah Lapangan dari
Mahasiswa D3 Teknik Kimia angkatan 2015. Acara pertama dibuka
dengan sambutan oleh Bapak Ir. Wasir Nuri, M.,T. selaku perwakilan
dosen Teknik Kimia. Beliau yang menyerahkan mahasiswa untuk diberi

PT PON | 9
pengarahan dan penjelasan mengenai proses pembuatan produk pada PT
PON (PT Petro Oxo Nusantara) yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH), Iso-Butanol
(IBA), dan N-Butanol (NBA). Kemudian dilanjutkan narasumber yang
menjelaskan keseluruhan proses di PT PON dari awal hingga akhir.

II.4. Uraian Proses

Proses pembuatan 2EH, NBA, IBA merupakan proses yang sangat


kompleks. Natural Gas dibakar didalam steam reforming pada kondisi P =
9 - 10 bar dan T = 910 oC. Steam diperoleh dari air yang dipanaskan. Hasil
dari pembakaran natural gas kemudian dipisahkan didalam membrane
separation menjadi H2 + CO dan H2. H2 hasil membrane separation
kemudian dimurnikan di dalam H2 purification H2 + CO dari hasil separasi
direaksikan dengan propylene didalam reactor oxo. Reactor oxo bekerja
pada kondisi P = 17 - 17,5 bar dan T = 100 oC. Hasil dari oxo reaction
dipisahkan didalam aldehid separation dan menghasilkan NBD dan IBD.
Hasil NBD kemudian dikondensasi di dalam aldol condensation pada
kondisi P atmosferis dan T = 90 - 95 oC dan menghasilkan EPA. EPA
kemudian dihidrogenasi dengan H2 didalam EPA hydrogenation untuk
menghasilkan produk 2-EH (Octanol).

NBD hasil dari aldehyde separation dihydrogenasi dengan H2 yang


berasal dari N2 purification didalam NBD hydrogenation untuk
mnghasilkan produk NBA (Normal Butyl Alkohol). H2 dari hasil
purification direaksikan dengan IBD yang berasal dari aldehyde separation
untuk menghasilkan produk IBA (Iso-Butyl Alcohol)

PT PON | 10
PROSES BLOK DIAGRAM

Propilene Natural gas Water

Steam CO2

Steam roforming

H2 + CO Membran separation H2

Oxo Reaction H2 Purification

H2

IBD
Aldehyde Separation
H2 IBD H2

NBD
IBD Hydrogenation

Aldol Condensation
NBD H2

NBD Hydrogenation

EPA H2
EPA Hydrogenation

2-EH NBA IBA

(Octanol/2-Ethyl Hexanol) (N-Butanol) (I-Butanol)

Gambar.2 Diagram alir Proses


PT PON | 11
BAB III

PEMBAHASAN

III.1 BAHAN BAKU

3.1.1 Propylene

Propylene yang dibutuhkan untuk oxo reaksi pada PT. PON diperoleh dari
import karena pabrik yang memproduksi propylene di dalam negeri (Balongan
oil refinery) tidak mampu mencukupi kebutuhan propylene yang dibutuhkan
pabrik ini. Sementara natural gas diperoleh dari perusahaan gas negara.
Propylene didistribusikan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal laut dan
natural gas didistribusikan melalui pipa dari PT. Petrokimia Gresik. Propylene
disimpan di dalam 4 tangki berbentuk bola dengan volume @1500 ton dan
tekanan 12 bar, karena propylene harus disimpan pada tekanan tinggi dan tujuan
penggunaan tangki bola adalah supaya tekanan didalam tangki merata atau sama
di setiap titik.

3.1.2 Natural Gas


Natural gas atau gas alam didapatkan dari Perusahaan Gas Negara,
disimpan dalam 2 tangki bertekanan dengan volume @300m3, dalam fasa
cair.

III.2 BAHAN PEMBANTU


3.2.1 Udara

Udara diperoleh dari lingkungan sekitar pabrik.

3.1.3 Steam
Steam dihasilkan dari boiler, dengan bahan baku air dari PT Petrokimia
Gresik dan disimpan dalam tangki dengan volume 10.000 m3.

PT PON | 12
III.3 PRODUK
3.3.1 2-Ethyl Hexanol

Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 14.000 m3.

3.1.4 Iso-Butanol
Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 2.300 m3.

3.1.5 N-Butanol
Disimpan dalam 2 tangki dengan volume @ 1.500 m3.

III.4 Kendala di PT Petro Oxo Nusantara (PT PON)

PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) merupakan perusahaan yang letak


tempatnya tidak berdiri sendiri. Di sekitar PT PON ada sebuah pabrik produksi
pupuk fosfat. Nama pabriknya tidak disebutkan oleh narasumber. Pabrik ini
memproduksi pupuk fosfat setiap harinya, namun sayang pengelolaan limbah
gasnya tidak diperhatikan. Limbah gas dari pembakaran pupuk mengarah ke PT
Petro Oxo Nusantara (PT PON), akibatnya peralatan yang berada di luar terkena
efek dari asap pembakaran pupuk fosfat, seperti tangki penyimpanan awa sampai
akhir, pipa-pipa, dll menjadi berwarna merah yang awalnya berwarna putih. Tidak
hanya itu jika hal ini terus dibiarkan maka akan berakibat terkikisnya semua
peralatan yang berada di luar. Padahal peralatan yang berada di luar kebanyakan
merupakan peralatan proses yang amat penting, seperti tangki penyimpanan yang
berbentuk bola (tangki penyimpanan yang digunakan untuk bahan bersifat mudah
meledak atau terbakar). Jika tangki ini terkikis lama kelamaan akan tipis dan
berakibat pada kebocoran, kalau sampai ada kebocoran maka akan sangat
terganggu semua proses produksinya. Bisa tejadi kebakaran dan juga bisa terjadi
ledakan yang tidak diinginkan.

Maka salah satu langkah aman yang saat ini bisa dilakukan oleh PT Petro
Oxo Nusantara (PT PON) hanyalah melakukan maintenance (pemeliharaan atau
perbaikan) tak terduga, yaitu dengan mengecat ulang peralatannya agar tidak
terkikis.
PT PON | 13
Kalau biasanya perbaikan / pemeliharaan dilakukan setiap lima tahun sekali,
dengan adanya kondisi ini dua tahun saja PT PON sudah melakukan maintenance
lagi. Keadaan berakibat sangat merugikan bagi pihak PT PON, karena dana untuk
maintenance tidaklah sedikit. Bayangkan saja jika sebenarnya dalam lima tahun
pengeluaran untuk perbaikan hanya satu kali, dengan adanya limbah ini dalam
lima tahun harus dilakukan dua pengeluaran dengan jumlah yang sama dan tidak
sedikit.

III.5 Penanganan Limbah Di PT Petro Oxo Nusantara

PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) termasuk perusahaan yang ramah


terhadap lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya. Sesuai
degan peraturan pemerintah dan UU–Lingkungan hidup yaitu:

1. Undang-undang No.23 Tahun 1997 : Pengelolaan Lingkungan Hidup


2. Peraturan No.18 Tahun 1999 : Pengelolaan Limbah BahanBerbahaya &
Beracun (B3)
3. Kepmen LH No.86 Tahun 2002 : Pedoman Pelaksanaan UKL & UPLDan
lainnya
Pengolahan limbah di pabrik ini di bagi menjadi 3 bagian yaitu:

1. Inceneration unit yaitu limbah NaOH yang dihasilkan dibakar bersama natural
gas di steam reforming.
2. Active sludge unit.
3. Netralization unit.
Jenis limbah yang dihasilkan yaitu :

a. Cair
o Hidrokarbon yang terkontaminasi dengan air.
o Hidrokarbon yangterkontaminasi dengan Spent caustc.
o Dan Produk samping dari proses

PT PON | 14
b. Gas/Emisi
o Icinerator Stack
o Boiler Stack
o Reformer Stack
o Flare System
Unit-Unit Pengolah sebagai berikut :

1. Inceneration unit yaitu limbah NaOH yang dihasilkan dibakar bersama


natural gas di steam reforming.dalam Unit ini pengurangan kadar BOD
dan COD.
Dalam unit ini kondisi harus:

 pH = 14
 COD = 130.000 - 180.000 ppm
 NaOH = 4 - 6 %
2. Active sludge unit.
Dalam unit ibi termasuk treatmen biologi sehingga ada zat tertentu
semacam bakteri untuk mengurai limbah tersebut.

Dalam unit ini kondisi harus:

 pH = 5 - 6
 COD = below 1000 ppm
 Temp. = 35 0C
 HC = below 10 ppm
3. Netralization unit.
Dalam unit ini terbagi dalam 4 proses pengolah yaitu:

 Unit aktif limbah.


 Incinerator
 Pendingin blow down.
 Demineralsasi air/penghilangan air dan regerasi sampah.

PT PON | 15
Berikut diagram proses pengolahan limbah di PT Petro Oxo Nusantara :

Gambar 3. Diagram Alir Proses Pengolahan Limbah

Hasil pengolahan limbah tersebut:

1. Produk samping dari proses


- Bahan baker untuk boiler
- N-butanol Recovery
- Produk pelarut
2. Dari prose aldol kondensasi dimasukan lagi kedalam reactor.
3. Dari membrane H2 yang dihasilkan di masukan lagi untuk proses
berikutnya.
4. Katalis logam (Ni, Zn, Rh dan sebagainya.) di recovery kembali.

PT PON | 16
BAB IV

PENUTUP

IV.1 Kesimpulan

Pabrik PT Petro Oxo Nusantara membuat 2-EH, NBA, IBA dengan bahan
baku yang digunakan adalah propylene dan natural gas. Proses produksi pada
pabrik ini di bagi menjadi menjadi 4 proses utama yaitu proses pembakaran pada
steam reforming pada kondisi P = 9 - 10 bar dan T = 910 oC, oxo reaction pada
kondisi P = 17 - 17,5 bar dan T = 100 oC, aldol condensation pada kondisi P =
atmosferis dan T = 90 – 95 oC, hydrogenasi pada kondisi P = 40 bar dan T = 100 –
110 oC.

PT Petro Oxo Nusantara mempunyai kapasitas produk 2-Ethyl hexanol (2-


EH) atau 2-Ethyl Hexyl alcohol atau Octanol kapasitas produksi per tahun adalah
135.000 ton. Produk Normal Butanol (NBA) atau Normal Butyl Alcohol kapasitas
produksi per tahunnya adalah 20.000 ton dan produk Iso-Butanol atau Iso butyl
Alcohol kapasitas produksi per tahunnya adalah 15.000 ton.

IV.4 SARAN

Semoga PT. PETRO OXO NUSANTARA Lebih berkembang dan dapat


meningkatkan kapasitas yang lebih besar serta wilayah yang lebih luas.
Perkantoran lebih besar dan wilayah lebih asri lagi.

PT PON | 17
DAFTAR PUSTAKA

http//www.airliquide.com

http//www.Wikipedia.com

PT PON | 18