Anda di halaman 1dari 6

Kontinu berarti terus menerus (berkelanjutan) tanpa perubahan

mendadak (tidak terputus). Setiap umat manusia perlu ditanamkan sifat


kontinu dalam beramal sholeh, sebagaimana disabdakan.
Konsep kekontinuan fungsi sangat penting dalam kalkulus, baik
kalkulus differensial maupun integral. Konsep ini didasarkan atas konsep
limit. Jika konsep limit dipahami dengan baik, tidaklah sulit untuk
memahami konsep kekontinuan. Konsep-konsep limit kiri, limit kanan, dan
limit fungsi di suatu titik akan digunakan dalam pengertian kekontinuan
fungsi di suatu titik. Konsep kekontinuan fungsi ini akan lebih mudah
dipahami secara intuitif dulu, kemudian dilanjutkan secara formal.

4.1. KEKONTINUAN FUNGSI DI SATU TITIK


Pemahaman secara intuisi tentang pengertian kekontinuan
fungsi sangat diperlukan. Pandang tiga buah grafik fungsi berikut:
Grafik 1 Grafik 2 Grafik 3

Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3


Tampak dari grafik 1. dan 2., bahwa fungsi terputus di suatu titik (sebut
di titik c) berarti bahwa kedua fungsi tidak kontinu di titik c tersebut.
Dari ketiga grafik fungsi di atas, hanya grafik 3. yang menunjukkan
fungsi kontinu, sehingga fungsi tersebut kontinu di titik c. Jika
dicermati nilai limit fungsi di titik c, maka grafik 1. memperlihatkan
bahwa limit kiri tidak sama dengan limit kanannya, jadi nilai limitnya
tidak ada. Berbeda dengan grafik 2., meskipun terputus di titik c tetapi
nilai limitnya ada karena limit kiri sama dengan limit kanan, namun
nilai fungsi di titik tersebut tidak sama dengan nilai limitnya.

Definisi 4.1 (pengertian kekontinuan di satu titik)


Suatu fungsi f dikatakan kontinu di titik c jika memenuhi 3
syarat berikut:
1. f(c) ada dan berhingga Ingat Kembali !!
lim f ( x) ada dan berhingga lim f ( x )  L
2. x �c x c

3. f(c) = lim f ( x) jika


x �c
lim f ( x )  lim f ( x)  L
x c  x c 

Suatu fungsi f(x) dikatakan diskontinu di titik x  x0 jika satu


atau lebih syarat kekontinuan fungsi di atas tidak dipenuhi di titik
tersebut.

Conto
Conto
h:
h:
1
(a) Fungsi f ( x)  diskontinu di x  2 karena f ( 2) tidak terdefinisi
x2

(syarat 1 tidak dipenuhi).


x2  4
(b) Fungsi f ( x)  diskontinu di x2 karena f ( 2) tidak
x2

terdefinisi (syarat 1 tidak dipenuhi).


4

2 2

Gambar 4.4 Gambar 4.5


Diskontinuitas pada contoh (b) ini disebut dapat dihapuskan,
karena dapat dihapuskan dengan mendefinisikan kembali fungsinya

x2  4
sebagai f ( x)  , x  2; f (2)  4 . Lihat gambar 4.5
x2
Perhatikan bahwa diskontinuitas pada contoh (a) tidak dapat
dihapuskan seperti itu, karena nilai limitnya juga tidak ada.

1
lim . Fungsi ini dikatakan mempunyai diskontinuitas yang tak
x2 x2

berhingga. Lihat gambar 4.4

4.2. KEKONTINUAN KIRI DAN KANAN


Definisi 4.2.
a. Jika f(c) = xlim
�c
f ( x ) saja, maka fungsi f dikatakan kontinu kiri
di titik c.
b. Jika f(c) = xlim�c 
f ( x) saja, maka fungsi f dikatakan kontinu
kanan di titik

4.3. KEKONTINUAN FUNGSI PADA SUATU SELANG


Suatu fungsi f dikatakan kontinu pada [ a, b] , jika tidak ada
lompatan mendadak pada grafiknya sepanjang interval [ a, b] , atau kita
dapat ‘menggambarkan’ tanpa mengangkat pensil. Secara matematis
didefinisikan:
Definisi 4.3.:
a. Fungsi f dikatakan kontinu pada interval terbuka ( a, b) jika
fungsi f kontinu di setiap titik dalam ( a, b)
b. Fungsi f dikatakan kontinu pada interval tertutup [a, b] jika
fungsi f kontinu di setiap titik dalam ( a, b) , kontinu kanan
pada a dan kontinu kiri pada b.
c. Suatu fungsi dikatakan sebagai fungsi kontinu bila fungsi itu
kontinu di setiap titik dalam domainnya.

4.4. SIFAT-SIFAT KEKONTINUAN FUNGSI


a. Jika fungsi f dan g kontinu di suatu titik x  c maka fungsi-fungsi
berikut kontinu di titik x  c : k f, f + g, f - g, f g, f /g (asalkan g(c)

≠ 0), f n dan n f (asalkan f(c) > 0 jika n genap).


Catatan
Sifatini
initetap
tetapberlaku
berlaku
Sifat
apabila kekontinuan didisuatu
apabila kekontinuan suatutitik
titikdiganti
diganti
dengankekontinuan
kekontinuandidisuatu
suatuinterval
interval
dengan

b. Jika fungsi f kontinu pada [ a, b] dan jika f ( a )  f (b) , maka untuk


setiap bilangan c antara f (a ) dan f (b) terdapat paling sedikit satu
nilai x, misalkan x  x0 , dimana f ( x0 )  c . Perhatikan gambar berikut

f(b)
f(b)
c
c
f(a)
f(a)

x0 b a x0 b

Gambar 4.6 Gambar 4.7


c. Jika fungsi f kontinu pada [ a, b] , maka f(x) mempunyai nilai terkecil
m dan nilai terbesar M pada selang tersebut.

M M

m m
a b b
a

Gambar 4.8 Gambar 4.9

m
a b
M tidak ada

Gambar 4.10

4.5. KEKONTINUAN FUNGSI KOMPOSIT


Teorema 4.1
Jika lim g ( x)  L dan fungsi f kontinu di L
x �c

maka lim f ( g ( x))  f (lim g ( x))  f ( L)


x �c x �c

Khususnya, jika g kontinu di c dan f kontinu di g(c)


maka fungsi komposisi f ◦ g juga kontinu di c.

Bukti:
Misal g ( x)  t . Fungsi f kontinu di L, berarti limt fL(t )  f ( L)
Dari definisi limit, hal ini berarti jika diberikan   0 maka
terdapat 1  0 , sedemikian sehingga t  L  1  f (t )  f ( L)   ,
sehingga
g ( x )  L  1  f ( g ( x))  f ( L)   (i)
Tetapi, karena lim g ( x)  L , hal ini berarti untuk suatu 1  0 ,
x �c

terdapat  2  0 sedemikian sehingga 0  x  c   2  g ( x)  L  1


(ii)
Jika (i) dan (ii) digabungkan, didapat

0  x  c   2  g ( x)  L  1 dan g ( x)  L  1  f ( g ( x))  f (L)   H


al ini berarti 0  x  c   2  f ( g ( x))  f ( L )   atau
lim f ( g ( x))  f ( L)
x c

4.6. TEOREMA NILAI ANTARA

Teorema 4.2.:
Jika fungsi f kontinu pada interval [a,b] dan w bilangan antara
f(a) dan f(b) terdapat bilangan c  [a,b] sehingga w = f(c).