Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan
mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis
mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik
pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di
tambah sumber karbon organik seperti gula (Lud, 2008).
Di bumi kita ini selain terdapat makhluk hidup yang menempati, juga terdapat
mikroorganisme yang tumbuh di bumi. Contohnya seperti jasad renik. Untuk itu
kita mempelajari pembuatan medium pertumbuhan agar bakteri patogen dapat
dibiakan dengan baik maka diperlukan tempat (media) yang memungkinkan
tumbuh dengan optimal. Oleh karena itu media pembiakan harus mengandung
cukup nutrien untuk pertumbuhan bakteri. (Pelczar, 2007)
Bakteri-bakteri ini hidup bebas di alam, tidak tergantung pada organisme
lainnya. Bakteri yang hanya menggunakan senyawa organik sebagai sumber C-nya
disebut bakteri heterotof. Dalam pembuatan media penumbuhan bakteri harus
sesuai dengan jenis bakteri itu sendiri, supaya bakteri yang ditanam tumbuh subur.
(Waluyo, 2008)
Dalam hal ini medium kultur merupakan suatu bahan yang terdiri dari
campuran nutrient yang digunakan untuk kultivasi mikroorganisme, maka medium
kultur harus mengandung semua nutrient yang diperlukan dalam keadaan
seimbang, tidak mengandung zat-zat penghambat, dalam keadaan steril yang
diekstraksi dari bahan yang bernutrient dengan air. (Rusli, 2013)
Pada praktikum ini dilakukan pembuatan media untuk tempat pertumbuhan
mikroba karena dengan semua makhluk hidup membutuhkan nutrien untuk
pertumbuhan dan reproduksinya. Nutrien merupakan bahan baku yang digunakan
untuk membangun komponen-komponen seluler baru dan untuk menghasilkan
energi yang dibutuhkan dalam proses-proses kehidupan sel. Umumnya diketahui
nutrien dibutuhkan oleh mikroba secara langsung mencerminkan kemampuan
fisiologisnya.
Medium adalah substansi yang terdiri atas campuran zat-zat makanan (nutrien)
yang dipergunakan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme.
Mikroorganisme juga merupakan mahluk hidup, untuk memeliharanya dibutuhkan
medium yang harus mengandung semua zat yang diperlukan untuk
pertumbuhannya, yaitu antara lain senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat,
lemak, mineral, dan vitamin). Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba,
isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah
mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan
metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.
Pembuatan medium yang tepat untuk pertumbuhan mikroorganisme sangat
perlu diperhatikan demi lancarnya praktikum. Pemilihan faktor tumbuh yang tepat
sangat menunjang pertumbuhan mikroorganisme yang akan ditanam, sehingga
pembuatan medium selama praktikum dilaksaaanakan perlu kehati-hatian dalam
melaksanakannya. Dalam percobaan ini dibuat lima macam medium yaitu medium
Nutrient Agar, Nutrient Broth, Potato Dextrosa Broth, Potato Dextrosa Agar, dan
Tauge Ekstrak Broth. (Ditjen POM, 1995)

1.2 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan NB dan PDB
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi atau zat-zat hara
(nutrien) yang digunakan menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya.
Selain itu medium dapat dipergunakan pula untuk isolasi, perbanyakan, pengujian
sifat-sifat fisiologis, dan perhitungan jumlah miikroorganisme. Hal berkaitan dengan
Postulat Koch; untuk menetapkan suatu jenis mikroba sebagai penyebab penyakit harus
terlebih dahulu mendapatkan mikroba dalam keadaan murni (pure culture) untuk
diselidiki sifat-sifatnya. Untuk tujuan tersebut sangat diperlukan suatu medium
(pembenihan) sebagai tempat tumbuh dan isolasi mikroorganisme (Waluyo, 2008).
Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk
menumbuhkan mikroba. Selain untuk menumbuhkan mikroba, medium dapat
digunakan pula untuk isolasi, memperbanyak, pengujian sifat-sifat fisiologi, dan
perhitungan mikroba. Untuk medium pertumbuhan mikroba, perlu diperhatikan nutrien
utama yang dibutuhkan mikroorganisme tersebut. (Oetomo, 2011).
Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi
zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara
digunakan untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi, keperluan energi dalam
metabolisme dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan mengandung air, sumber
energi, Zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phosphat, oksigen, hidrogen
serta unsur-unsur sekelumit (trace elements). Dalam bahan dasar medium ini dapat
berupa asam amino , vitamin atau nukleosida (Bibiana, 2002 ).
Medium juga dibedakan atas medium alamiah dan semi alamiah. medium alamia
adalah medium yang terdiri dari alam, sedangkan medium semi alamiah merupakan
paduan antara bahan alamiah dengan senyawa kimia seperti contohnya Potato
dekstrose agar dan toge ekstrak agar. (Ditjen POM, 1979)
Medium pertumbuhan dibutuhkan dalam proses isolasi bakteri, medium
merupakan lingkungan buatan yang dipakai untuk mempertahankan kehidupan atau
untuk mengembang-biakan bakteri diluat tubuh manusia. Misalnya pada nutrien broth
mengandung ekstrak daging dan pepton. Bila ditambah agar akan menjadi medium
padat yang disebut medium agar. Harus diingat bahwa agar yang dipakai adalah agar
murni untuk memadatkan medium bukan untuk makanan mikroba (Baedah, 2009).
Teknik pembuatan medium terus mengalami perkembangan. Sampai dengan tahun
1930, penyiapan medium sangat memakan waktu karena harus dibuat dari bahan
mentah. Sekarang telah tersedia medium dalam bentuk bubuk (terdehidrasi). Penyiapan
medium menjadi lebih mudah, tinggal menimbang, melarutkan dalam air,
menyesuaikan pH (kalau perlu), menempatkan dalam wadah yang sesuai dan kemudian
baru mensterilkan. Namun di negara kita, sebagian besar medium jadi masih harus
diimpor dari negara-negara maju (Djide, 2005).
Media yang biasa digunakan yaitu medium padat (Agar) dan medium cair (Broth).
Media Agar biasa digunakan untuk tes sensitivitas. Pada tes seensitivitas, media
biasanya dimasukkan dalam inkubator selama 18-24 jam. Akan timbul zona inhibisi.
Semakin lebar zona ini semakin kuat obat tersebut terhadap bakteri yang diperiksa. Bila
sama sekali tak terdapat zona disekitarnyya dikatakan kuman itu resisten terhadap
antibiotika tersebut. Mengenai pembenihan kuman adalah penting membedakan kuman
aerob dan anaerob. Kuman aerob hidup dalam lingkungan dalam lingkungan yang
mengandung oksigen sedang kuman anaerob sebaliknya (Sayuti, 2008).
Pertumbuhan bakteri dalam medium pertumbuhan menunjukkan morfologi,
mekanisme pembelahan dan aktivitas metabolismenya. Pertumbuhan bakteri dalam
medium cair dapat membentuk endapan atauu nampak keruh. Pertumbuhan yang
membentuk endapan menunjukkan sel bakterinya membentuk agregat sehingga
menjadi berat lalu mengendap misalnya Staphylococcus aureus. Pertumbuhan yang
menampakkan kekeruhan menunjukkan bakteri yang tumbuh tersebar merata dan
biasanya bakterinya bersifat motil. Jika mikroba ditumbuhkan pada medium padat akan
menunjukkan ciri koloni yang khas sehingga dapat dipakai untuk mengidentifikasi
mikroba yang tumbuh tersebut (Theresia, 2008).
Produk-produk medium dari industri (pabrik) hharus ada aturan tentang
penggunaan semua produk medium mikrobiologis. Aspek—aspek yang harus
terstrandar antara lain pengawasa, pemeliharaan, pembersihan, kalibrasi peralatan,
sanitasi, kontrol labelling, pengambilan sampel, penyimpanan dan distribusi medium.
Harus ada petunjuk formula dan dokumen untuk setiap produk termasuk cara
pengemasan produk medium. Uji kualitas produk medium meliputi uji identitas, uji
penampilan, dan kompatibilitas komposisi komponen medium. Misalnya pepton diuji
secara fisik, kimiawi dan mikrobiologik. Agar diuji tentang klaritas, kekuatan gel,
karakteristik difusi, dan sebagainya. Medium campuran yang telah diuji penampakan,
homogenitas dan isi campurannya (Waluyo, 2008).
Pertumbuhan mikroorganisme dalam medium dapat tumbuh dengan baik apabila
memenuhi persyaratan, antara lain :
 Medium harus mengandung semua nutrien yang mudah digunakan
mikroorganisme.
 Medium harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan, dan pH yang
sesuai dengan pertumbuhan mikrrorganisme.
 Medium tidak mengandung zat-zat yang menghambat pertumbuhan
mikroorganisme.
 Medium harus steril sebelum digunakan, supaya mikroorganisme dapat tumbuh
dengan baik. (Yolk, 2009)
Semua bentuk kehidupan, dari mikroorganisme sampai kepada manusia,
mempunyai persamaan dalam hal persyaratan nutrisi tertentu dalam bentuk zat-zat
kimiawi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang normal. Pengamatan-
pengamatan berikut ini melukiskan hal tersebut dan juga menampakkan keragaman
yang amat besar dalam hal tipe nutrisi yang dijumpai di antara bakteri. Semua organism
hidup membutuhkan sumber energy. Beberapa bentuk kehidupan, seperti tumbuhan
hijau, dapat menggunakan energy pancaran atau cahayadan dinamakan fototrof. Yang
lain, seperti hewan, bergantung pada oksidasi (kehilangan electron dari suatu atom)
senyawa-senyawa kimia untuk memperoleh energinya. Makhluk-makhluk ini disebut
kemotrof. Semua organism hidup terbagi menjadi fototrof atau kemotrof dan kedua
tipe nutrisi ini dijumpai di antara bakteri (Pelczar, 2007).
Semua organisme hidup membutuhkan karbon,semua membutuhkan sedikit-
dikitnya sejumlah kecil karbon dioksida, tetapi kebanyakan di antaranya juga
membutuhkan beberapa senyawa karbon organic,seperti gula-gulaan dan karbohidrat
lain. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbonnya. Ditinjau
dari segi nutrisi, semua organism semacam itu adalah autotrof. Bila mereka
memperoleh energinya dari cahaya maka disebut fotoautotrof, dan bila mereka
memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimiawi maka disebut
kemoautotrof. Bakteri yang lain serupa nutrisinya dengan hewan yaitu bahwa mereka
tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon satu-satunya dan
bergantung kepada autotrof untuk memproduksi karbohidrat (Pelczar, 2007).