Anda di halaman 1dari 11

Jenis Jenis Flora di Indonesia

1. Melati

Melati termasuk dalam genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun
(Oleaceae). Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang dapat
hidup menahun. Merupakan spesies melati yang beasal dari asia selatan. Penyebarannya
dimulai dari hindustan ke Indocina lalu kepulauan Melayu. Bunga ini salah satu bunga
nasiona Indonesia (puspa bangsa) selain Padma raksasa (Raflesia Arnoldii) dan anggrek
bulan. Bunga melati pula menjadi bunga anasional Filipina.

2. Anggrek

Bunga anggrek mempunyai nama latin Orchidaceae, yang merupakan salah satu jenis bunga
dengan spesies terbanyak di Indonesia. Habitat bunga anggrek banyak tersebar didaerah
tropika, namun terdapat juga didaerah sirkumpolar sampai kewilayah tropika basah.
3. Bunga Bangkai

Bunga bangkai atau suweg (dalam bahasa lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin
Amorphophallus titanum Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis tals-talasan endemik dari
sumatra, yang dikenal dengan bunga majemuk terbesar. Dinamakan bunga bangkai karena
bunag ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut sebenarkan digunakan untuk
menarik serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.
.

4. Rafflesia Arnoldii

Padma raksasa dalam bahasa latin rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang terkenal karena
ukuran bunga yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh
dijaringan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tumbuhan ini tidak mampu
berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis Bengkulu
(sumatera) didekat sungai Manna,Lubuk tapi, kabupaten Bengkulu Selatan oleh seorang
pemandui dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold dan dinamai.
Bunga ini terdiri dari 27 spesies dan dari semua spesiesnya ditemukan di Asia tenggara.

l5. Kantong Semar

Kantong semar merupakan tanaman yang unik karena memangsa berbagai serangga
didekatnya yang dalam bahasa latinnya Nepenthes yang termasuk dalam familia monotipik,
terdiri dari 130 spesies. Habitat dengan spesies terbanyak beradah di puau Borneo dan
Sumatera.
Ada umumnya Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong
bawah dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, kantong atas

, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran
Cendana atau cendana wangi merupakan pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana.
Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum,
dan wewangian lainnya. Di Indonesia kayu ini banyak ditemukan di Nusa Tenggara Timur,
meskipun sekarang dapat juga di temukan di berbagai wilayah Indonesia lainnya, seperti di
Pulau Jawa, Sumatera dan Daerah lainnya.

Cendana merupakan tumbuhan parasit pada awal kehidupannya, kecambahnya memerlukan


inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena akarnya sendiri tidak sanggup mendukung
kehidupannya.

7. Damar

Pohon damar mempunyai nama latin Agathis dammara merupakan sejenis pohon anggota
tumbuhan runjung dan merupakan tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku,
Sulawesi, Sumatera hingga ke Filipina. Di Jawa tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil
getahnya. Getah ini dimanfaatkan untuk diolah menjadi kopal.
Pohon damar merupakan pohon yang besar dengan tinggi hingga 65m, dengan batang
silindris diameter sekitar 1,5m. damar dapat tumbuh secara alami di hutan hujan daratan
rendah samapi ketinggian 1.200 mdpl. Namun untuk pembudidayaan tumbuhan ini ditanam
di pegunungan.

8. Edelweiss Jawa
Edelweiss Jawa atau bunga Senduro (Anaphalis javanica) merupakan tumbuhan endemik
zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi nusantara. Edelweiss merupakan
tumbuhan pelopor bagi tanha vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu
memperthankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Bunga edelweiss biasanya
muncul diantara bulan April dan Agustus yang sangat disukai serangga.
Edelweiss saat ini merupakan salah satu jenis bunga yang sudah sangat langka
keberadaannya, karena bagian-bagian edelweiss sering dipetik dan dibawa turun dari gunung
untuk alasan-alasan estetis maupun spriritual atau sekedar oleh-oleh dan kenang-kenangan.
Pada bulan februari hingga Oktober 1988 terdapat 636 batang yang tertcatat telah diambil
dari Taman NAsional Gunung Gede Pangrano, yang merupakan salah satu tempat
perlindunga terakhir tumbuhan ini.

Salah satu tempat terbaik untuk melihat dan menikmati edeweiss adalah di Tegal Alun
(Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun
Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

9. Daun Payung

Daun payung atau banyak yang mengatakan daun raksasa, daun sang atau salo dengan bahasa
latin (Johannesteijsmannia altifrons) merupakan tumbuhan sejenis palem-paleman yang
mempunyai daun besar dan lebar. Daun payung adalah salah satu tanaman di Indonesia
tepatnya di Sumatera Utara. Tanaman ini dapat ditemukan dekat Taman Nasional Gunung
Leuser.
Daun payung adalah jenis tanaman yang tumbh tunggal. Mempunyai ukuran daun panjang
sekitar 3-6meter denagn lebar 1m. Tanaman ini tidak tahan terhadap paparan sinar matahari
langsung, oleh karena itu tanaman ini sering ditemukan tumbuh diantara pepohonan lebat.
Keberadaan tanaman raksasa ini semakin berkurang karena banyaknya kebakaran hutan
sehingga pohon tempatnya berlindung juga berkurang

10. Ulin

Ulin adalah sejenis pohon besar yang sering disebut dengan pohon besi atau bulian yang
merupakan tumbuhan khas dari Kalimantan. Pohon ini mampu menghasilkan kayu yang
sangat kuat sehingga banyak digunakan untuk konstruksi bangunan, jembatan, rumah, tinag
listrik dan perkapalan. Ulin merupakan jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara
alami di wilayah sumatera bagian selatan dan Kalimanta.
Ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50m dengan diameter
smapai 120cm. Tumbuhan ini tumbuh di dataran rendah samapi ketinggian 400mdpl. Namun,
karena pohon ini cukup sulit untuk diperkembang biakkan sehingga populasinya menurun.