Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

BAHASA INDONESIA

“JENIS-JENIS PARAGRAF”

OLEH :

KELOMPOK 9

Egindra Monica 153110206


Mega Puspita Sari 153110215
Riza Humaira 153110224
Winda Asriliani Putri 153110233
Yurika Defanny 153110237

Kelas : I-B

Dosen Pembimbing :

Drs. Maswardi, M.Kes

Poltekkes Kemenkes RI Padang

D-III Keperawatan Padang

2015/2016
JENIS-JENIS PARAGRAF

A. Paragraf Argumentasi

Adalah jenis tulisan yang berisi ide, atau gagasan yang

dilengkapi dengan bukti-bukti kesaksian yang dijalin

menurut proses penalaran yang kritis dan logis, dengan

tujuan mempengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk

menyatakan persetujuannya. Paragraf ini lebih bersifat

membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal

atau objek. Biasanya, paragraf ini menggunakan

perkembangan analisis. Jika dalam eksposisi penutup

tulisan adalah dengan penegasan, maka tulisan berjenis

argumentasi penutup karangan berupa kesimpulan.

Argumentasi meliputi : laporan penelitian, skripsi, tesis,

disertasi, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Paragraf Argumentasi :

1) Berisi pendapat, pandangan, atau keyakinan penulis

terhadap suatu permasalahan.

2) Memiliki data-data faktual yang digunakan untuk

meyakinkan pembaca.

3) Menjabarkan suatu permasalahan dengan cara

menganalisa dan menganalogikan.

4) Diakhiri dengan kesimpulan berupa pendapat yang lebih

luas bukan merupakan penegasan kembali topik

utama.
Contoh :

Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik

maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat

tua mencuat ke permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab

pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah

dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah

cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan

pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih

dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua.

Amankah? Kalau memang aman, allu bagaimana cara

merawatnya dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman

dinaiki?

B. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskriptif disebut juga paragraf melukiskan

(lukisan). Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang

menggambarkan atau melukiskan sebuah objek tertentu

melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera

sehingga pembaca seolah-olah melihat atau merasakan

sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis.

Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi :

1) Memberikan gambaran tentang suatu benda, tempat

atau suasana.

2) Penggambaran dilakukan dengan melibatkan panca

indra.
3) Mempunyai tujuan agar seolah - olah pembaca bisa ikut

mendengar, melihat atau merasakan apa yang

dideskripsikan oleh penulis.

4) Memberikan penjelasan mengenai objek yang

dideskripsikan, bisa berupa warna, ukuran, sifat dan

lain -lain.

Contoh :

Pasar tanah abang adalah sebuah pasar yang sempurna.

Semua barang ada disana. Di toko yang paling depan

berderet toko sepatu dalam dan luarnegeri. Di lantai dasar

terdapat toko kain yang lengkap dan berderet-deret.

Disamping kanan pasar terdapat warung-warung kecil

penjual sayur dan bahan dapur. Disamping kiri ada pula

berjenis-jenis buah-buahan. Pada bagian belakang kita

dapat menemukan berpuluh-puluh pedagang daging. Belum

lagi kita melihat lantai satu, dua, dan tiga.

C. Paragraf Persuasi

Persuasi (menurut Gorys Keraf) suatu seni verbal yang

bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan

sesuatu yang dikehendaki oleh pembicara (bentuk lisan,

misalnya pidato) atau oleh penulis (bentuk tulisan, cetakan,

elektronik) pada waktu ini atau pada waktu yang akan

datang.
Ciri-ciri Pargraf Persuasi :

1) Harus menimbulkan kepercayaan

pendengar/pembacanya.

2) Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat

diubah.

3) Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan

antara pembicara/penulis dan yang diajak

berbicara/pembaca.

4) Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak

hilang dan tujuan tercapai.

5) Harus ada fakta dan data secukupnya.

Contoh :

Kata orang bijak, dengan seni hidup ini menjadi bertambah

indah. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, hidup

menjadi mudah. Tapi yang membuat kita terarah ya agama.

Agama adalah kata kunci dalam kehidupan. Masyarakat

Tarakan adalah masyarakat heterogen. Di sana ada

pemeluk Islam, Nasrani, Budha, Hindu. Marilah kita jalan

bersama karena Islam mengajarkan hablum minanas. Dalam

konteks kita sebagai mayoritas, marilah umat Islam

menjadi suri tauladan yang baik bagi umat agama yang lain.

D. Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang

mempunyai tujuan untuk memberikan informasi mengenai

sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca.


Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber

karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil

pengamatan, penelitian atau pengalaman. Lazimnya

berbentuk prosa.

Ciri-ciri Paragraf Eksposisi :

1) Berupa tulisan yang memberikan pegertian dan

pengetahuan.

2) Menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan,

dan bagaimana.

3) Disampaikan secara lugas dengan menggunakan

bahasa bak.

4) Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan

memaksakan sikap penulis terhadap pembaca.

Contoh :

Mangga dan Agroklimat

Mangga adalah tanaman buah dengan tingkat

ketergantungan yang tinggi pada agroklimat. Ada tanaman

buah yang tidak begitu tergantung pada faktor agroklimat,

misalnya nangka dan alpukat. Ada juga yang tingkat

ketergantungannya pada agroklimat sangat tinggi, misalnya

apel. Hampir tak ada tanaman yang dapat seratus persen

bebas dari faktor agroklimat, kecuali tanaman itu

dibudidayakan dalam green house yang tersolir dari udara

luar dan lengkap dengan pengatur suhu dan kelembapan.

Mangga memang tanaman buah tropis, tetapi dia justru


tidak menyukai kelembapan dan curah hujan yang tinggi.

Itulah sebabnya buah itu kemudian dibudidayakan di

kawasan guru seperti Meksiko, Mesir, dan Israel, atau di

kawasan subtropis seperti Australia dan Taiwan. Pokoknya,

semakin kering dan panas suatu kawasan, tanaman

mangga semakin menyukainya. Di Indonesia pun mangga

hanya dapat tumbuh baik di dataran rendah dengan curah

hujan sedikit seperti Indramayu, Pasuruan, dan Probolinggo.

Meskipun menyukai kawasan kering dengan udara

panas, mangga tetap memerlukan banyak air. Unsur utama

untuk membentuk buah memang air, udara (CO2) dan unsur

hara. Dari tiga unsur tersebut, air diperlukan tanaman

mangga dalam jumlah paling banyak. Oleh sebab itu,

meskipun udara di Pasuruan dan Probolinggo cukup panas

dan kering, air tanahnya cukup dangkal sehingga cocok

untuk tanaman mangga. Di luar Jawa, kawasan yang

agroklimatnya seperti itu antara lain di daerah lembah

palu.

Di dataran rendah yang kering, tanaman mangga dapat

menerima sinar matahari selama 12 jam penuh sepanjang

tahun. Sinar matahari berperan untuk pembentukan buah.

Semakin intensif sinar matahari, semakin manis buah yang

dihasilkan. Itulah sebabnya kawasan gurun dapat

menghasilkan buah mangga yang cukup manis. Dengan

sinar matahari penuh selama 12 jam, tanaman mangga

dapat leluasa membentuk karbohidrat dan gula.


Indonesia yang terletak di kawasan tropis memang

mempunyai banyak variasi agroklimat. Ada kawasan yang

ekstrem kering, ada juga yang ekstrem basah. Ada dataran

tinggi yang dingin, ada pula dataran rendah yang panas.

Kontur basah yang menggelombang dan berbukit-bukit juga

menguntungkan karena memudahkan sistem pengairan

dengan menggunakan sistem gravitasi-namun

menggunakan mesin-mesin yang berat. Akan tetapi, secara

keseluruhan, agroklimat di Indonesia sangat

menguntungkan bagi pengembangan agrobisnis modern.

Kondisi agroklimat yang menguntungkan itu kadang-

kadang justru bisa berbalik menjadi ancaman. Selama ini

kita selalu membanggakan tanah air kita yang subur dan

makmur. Kita juga membanggakan jumlah koleks plasma

nutfah mangga kita yang mencapai peringkat nomor dua di

dunia setelah India. Akan tetapi, diam-diam Thailand, Mesir,

Taiwan, dan Australia mengebunkannya. Di Australia

tersedia lahan yang sangat luas, modal yang sangat besar,

teknologi yang sangat canggih, dan agroklimat yang cocok

untuk mangga. Oleh sebab itu, kita akan ketinggalan kalau

hanya mengandalkan kondisi agroklimat yang "subur

makmur".

E. Paragraf Narasi

Karangan Narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan

cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau


paragraf narasi hanya kita temukan dalam novel, cerpen,

atau hikayat.

Narasi merupakan jenis tulisan yang bertujuan untuk

menceritakan suatu pokok persoalan. Persoalan atau

peristiwa dalam narasi: (1) biasanya disampaikan secara

kronologis; (2) di dalamnya ada tokoh yang diceritakan,

baik manusia maupun bukan manusia; (3) mengandung plot

atau rangkaian peristiwa.

Karangan atau cerita yang menyajikan rangkaian peristiwa

secara berurutan. Peristiwa boleh benar-benar terjadi,

tetapi boleh juga hanya imajinasi.

Narasi berbentuk prosa ataupun puisi. Yang termasuk jenis

narasi : roman, novel, cerpen, hikayat, drama, dan laporan

perjalanan.

Contoh :

Malam itu ayah benar-benar marah. Aku sama sekali

dilarang berteman denagn Syairul. Bahkan ayah

mengatakan bahwa aku akan diantar dan dijemput ke

sekolah. Itu semua gara-gara Slamet yang telah

memperkenalkan aku dengan Siti.


REFERENSI :

Arifin, E.Zaenal dan Tasai, S.Amran.2006.Cermat Berbahasa

Indonesia.Jakarta:AKADEMIKA PRESSINDO.

Pamungkas Sri.2012.BAHASA INDONESIA dalam Berbagai

Perspektif.Yogyakarta:C.V ANDI OFFSET.

Warsanto, Ichsanu Sahid, dkk.2005.Kaji Latih Bahasa dan

Sastra INDONESIA.Jakarta:Sinar Grafika.