Anda di halaman 1dari 4

1.

Apakah agama wahyu dan Agama Budaya itu, dan apa ciri2 keduanya
2. Apakah iman dan taqwa memiliki andil yang cukup besar dalam menghadapi problematika
dan tantangan kehidupan modern
3. Apa yang dimaksud dengan etika, moral dan akhlak ? Apa persamaan dan perbedaannya ?
4. Apakah memungkinkan jika Hukum Islam diterapkan diindonesia ? Jelaskan!
5. Dari segi penciptaannya manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan dengan
makhluk ciptaan Allah yang lain, Akan tetapi dari segi sifat dan perilaku manusia tidak ada
yang sempurna, Jelaskan !
6. Apa dampak positif dan negatif perkembangan IPTEK di zaman Modern ini?

Jawaban

1.

a. Agama Samawi / agama wahyu : ialah agama yang berorientasi pada kebenaran wahyu
yang datangnya dari Allah SWT. Contohnya : Islam, Yahudi dan Nasrani.
b. Agama Ardli / agama budaya : ialah agama yang tumbuh dan berkembang melalui proses
pemikiran, adat istiadat dan budaya manusia. Contohnya : Hindu dan Budha.

Ciri-ciri Agama Wahyu :

 Disampaikan oleh seorang Rosul


 Memiliki kitab suci
 Konsep ketuhanannya monotheisme mutlak
 Kebenarannya universal
 Ajarannya konstan / tetap
 Diturunkan kepada masyarakat

Ciri-ciri Agama Budaya :

 Tidak disampaikan oleh seorang Rosul


 Umumnya tidak memiliki kitab suci
 Konsep ketuhanannya, animisme, dinamisme, polyteisme, monotheisme nisbi.
 Kebenarannya tidak universal
 Ajarannya berubah-ubah.
 Tumbuh dalam masyarakat penganutnya.
Serta Agama wahyu yang di ridhai oleh Allah SWT adalah Agama Islam yang telah dicontohkan
oleh Nabi Muhammad SAW seperti pada hadits berikut: sesungguhnya agama yang diridhai
oleh Allah SWT hanyalah Agama islam.Al imran 19
2. Tentu saja Karena Kehidupan modern ini banyak sekali problematika dan tantangan
yang dihadapi, Namun kita sebagai seorang muslim apapun perbuatan yang hendak
kita lakukan harus berdasarkan dengan iman namun juga dibarengi dengan perbuatan
yang salih hal ini disebabkan iman dan taqwa saling berkorelasi satu sama lain. Artinya
keimanan diperlukan oleh manusia supaya Allah dapat menerima ketaqwaannya
karena setiap perbuatan atau amalan yang baik tidak akan diterima oleh Allah tanpa didasari
oleh iman. Iman memberikan keberuntungaan, mereka itulah yang tetap mendapat
petunjuk dari tuhan mereka. Sesunguhnya mereka termasuk orang – orang yang
beruntung.Al-baqarah - 5
3. Secara substansial etika, moral dan akhlak adalah sama. Yakni ajaran tentang
kebaikan dan keburukan menyangkut perilaku manusia dalam hubungannya dengan
Allah, sesama manusia dan alam. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah
dasar/ukuran kebaikan dan keburukan itu sendiri.
Etika adalah ajaran yang berbicara tentang baik dan buruk, dan yang menjadi
ukurannya adalah akal, karena etika merupakan bagian dari filsafat. Dan moral adalah
segala tingkah laku manusia yang mencakup sifat baik dan buruk dari tingkah laku itu
sendiri, dan yang menjadi ukurannya adalah tradisi yang berlaku di suatu masyarakat.
Sedangkan akhlak adalah ajaran yang berbicara tentang baik dan buruk yang
ukurannya adalah wahyu Allah yang universal. Menurut Ibnu Miskawaih akhlak adalah
keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan
tanpa melalui pertimbangan fikiran terlebih dahulu. Dan Al-Ghozali berpendapat
bahwa akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan fikiran.
Namun jika kita melakukan akhlaq yang mulia maka akan mendapatkan balasannya.
H.R Abu Daud :”Sesungguhnya akhlaq yang mulia adalah amalan – amalan ahli surga.”
4. Kemungkinan diberlakukannya hukum islam diIndonesia sangat kecil, Hal ini
dikarenakan tidak berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi indonesia yang
semua hal berpusat pada rakyat, dan tidak semua rakyat indonesia beragama
islam jadi jika hukum islam ini dilaksanakan maka akan ada pertentangan atau
protes dari pihak non-muslim. Dan secara tidak langsung akan terjadi
perpecahan internal di Indonesia.
5. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk yang sempurna
dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Kesempurnaan yang
dimaksud adalah manusia diciptakan dengan jasad lengkap, akal, hati nurani
dan nafsu. Dalam melakukan hubungan antara manusia dengan manusia,
Akhlaq merupakan Ilmu yang menentukan baik atau buruknya, terpuji atau
tercelanya perilaku manusia dalam bentuk perkataan, pemikiran dan perbuatan
lahir maupun batin. Menurut para Ulama Akhlaq adalah sifat yang tertanam
dalam hati dan jiwa manusia yang berwujudkan perilaku tanpa pemikiran. Jadi,
jika hatinya baik maka akan tercipta perilaku yang baik yaitu al-akhlaq
alkarimah, namun jika hati dan jiwanya buruk maka akan tercipta akhlaq yang
buruk yaitu al-akhlaq al-madzmumah. Yang menyebabkan terbentuknya akhlaq
buruk yaitu nafsu syahwaniyah yang merupakan nafsu jasmani mencakup
makan, minum, dan hubungan intim, kemudian nafsu godlobiyah yang
merupakan nafsu ingin menguasai sesuatu. Kedua nafsu ini adalah nafsu yang
dimiliki oleh manusia dan binatang. Dan yang terakhir yaitu nafsu natiwah yang
merupakan nafsu ingin mendekatkan diri kepada sang pencipta dan bertaubat.
Jika kita tidak bisa mengendalikan nafsu syahwaniyah dan godlobiyah maka
kita tidak ada bedanya sama binatang, maka sebaiknya kita kendalikan kedua
nafsu ini supaya tidak terbentuk akhlaq yang buruk. Sedangkan nafsu nathiwah
adalah nafsu yang membedakan manusia dan binatang, nafsu inilah yang
seharusnya kita jaga dan pelihara. Ditambah lagi jika kita melakukan tasawuf
(mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mensucikan diri) maka kita
kan merubah akhlaq yang buruk tersebut.Karena sesungguhnya nafsu itu
menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang dirahmati oleh tuhanku.
Sesungguhnya tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang. Yusuf :53
6. Selanjutnya teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan ilmu pengetahuan untuk
kemaslahatan dan kenyamanan manusia. Dengan demikian mesin atau alat canggih
yang dipergunakan bukanlah teknologi, tetapi merupakan hasil dari teknologi.
Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi
manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-
ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat
kehancuran alam semesta. Pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik
obyektif dan netral, tetapi dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena
memiliki potensi untuk merusak dan potensi kekuasaan. Oleh karena itu penguasaan,
pengembangan dan pendayagunaan Iptek harus senantiasa berada dalam jalur nilai-
nilai keimanan dan kemanusiaan.
7.