Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

K3 MEKANIK

Oleh :
Kelompok 7
Moch Ghufron (13.543.0123)
Luki Priantoro (13.543.0081)
Imam Arifin (13.543.0016)
Fajar Sofie Fidoroini (13.543.0055)
Tri Wageyati Novemberin (13.543.0 )

FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO


UNIVERSITAS PANCA MARGA
PROBOLINGGO
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang melimpahkan rahmat taufik dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “K3
MEKANIK”. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita
nabi besar Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita ke jalan yang lurus,
yakni addinul islam.
Makalah ini di susun dan diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
mengikuti proses belajar mengajar antara mahasisiwa dan dosen di UNIVERSITAS
PANCA MARGA.
Selama penyusunan dan pembuatan makalah ini, kami banyak mendapat
bantuan dari berbagai pihak dengan penuh keikhlasan. Oleh karena itu pada
kesempatan ini kai mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya kepada
dosen pembimbing mata kuliah Keselamatan Kerja. kami menyadari bahwa
penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu segala saran
dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan dalam pembuatan
makalah selanjutnya.
Akhirnya kami berharap agar makalah ini dapat di terima, dan bermanfaat
bagi kami serta bagi para pembaca pada umumnya. Amin...

ii
Daftar Isi

Kata Pengantar ..................................................................................................... ii


Daftar isi................................................................................................................. ii
BAB 1 Pendahuuan ................................................................................................1
1.1.Latar Belakang................................................................................................1
BAB 2 Pembahasan ................................................................................................2
2.1. PENGERTIAN K3 MEKANIK ......................................................2
2.2. DASAR HUKUM K3 MEKANIK ...................................................2
2.3. OBYEK K3 MEKANIK...................................................................2
2.4. PESAWAT TENAGA DAN PESAWAT PRODUKSI ...................2
2.5. PESAWAT TENAGA ......................................................................2
2.6. PESAWAT PRODUKSI ..................................................................4
2.7. PESAWAT ANGKAT DAN PESAWAT ANGKUT ......................5
2.8. PESAWAT ANGKAT .....................................................................5
2.9. PESAWAT ANGKUT .....................................................................5
2.10. SUMBER BAHAYA MEKANIK ....................................................6
BAB 3 Penutup .......................................................................................................8
3.1. Latar Belakang .................................................................................8
Daftar Pustaka ........................................................................................................9

iii
BAB 1
Pendahuluan

1. Latar belakang
Seiring perkembangan industri maka penggunaan peralatan mekanik
semakin meningkat, disatu sisi akibat penggunaan peralatan mekanik, maka
potensi bahaya juga akan lebih meningkat terutama didasarkan pada kenyataan
dilapangan bahwa banyak peralatan yang tidak layak dioperasikan. Guna
mencegah dan menanggulangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
yang disebabkan karena penggunaan peralatan mekanik, maka diperlukan
pengendalian, pembinaan, dan pengawasan K3 mekanik.

1
BAB 2
Pembahasan

2.1. PENGERTIAN K3 MEKANIK


K3 mekanik adalah serangkaian kegiatan pengawasan dan semua tindakan
yang dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan atas pemenuhan pelaksanaan
peraturan perundang-undangan terhadap obyek pengawasan K3 mekanik
ditempat kerja.

2.2. DASAR HUKUM K3 MEKANIK


Dasar hukum pengawasan K3 mekanik :
a. Undang-undang No.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja
b. Permen No.04/Men/1985,tentang pesawat tenaga dan produksi
c. Permen No.05/Men/1985, tentang pesawat angkat dan angkut
d. Permen No.01/Men/1989, tentang kwalifikasi dan syarat-syarat operator
crane angkat

2.3. OBYEK K3 MEKANIK


a. Pesawat tenaga dan produksi
b. Pesawat angkat dan angkut
c. Operator mekanik

2.4. PESAWAT TENAGA DAN PESAWAT PRODUKSI

Pesawat atau alat yang bergerak berpindah-pindah atau tetap yang dipakai
atau dipasang untuk membangkitkan atau memindahkan daya atau tenaga,
mengolah, membuat: bahan, barang, produk teknis dan aparat produksi yang
mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

2.5. PESAWAT TENAGA


Pesawat tenaga adalah Pesawat atau alat yang bergerak, berpindah-pindah,
atau tetap untuk membangkitkan atau memindahkan daya atau tenaga termasuk
perlengkapan transmisinya.

2
Pesawat tenaga dikelompokkan sebagai berikut :

a. Penggerak mula
Salah satu penggerak mula yang banyak dipakai adalah mesin kalor, yaitu
mesin yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik.
b. Turbin
Turbin adalah mesin penggerak, dimana energi fluida kerja dipergunakan
langsung untuk memutar roda turbin. Turbin dibedakan menjadi 3 macam,
yaitu :

• Turbin air
• Turbin uap
• Turbin gas
c. Perlengkapan Transmisi Tenaga Mekanik
Perlengkapan transmisi merupakan bagian dari peralatan mesin yang
memindahkan daya dari penggerak mula ke pesawat atau mesin lainnya.
Pemindahan daya dan putaran mesin dapat dilakukan dengan Speed
Reducer. Macam-macam Speed reducer,antara lain:
• Pulli dengan ban mesin
• Roda gigi dengan roda gigi
• Rantai dengan piringan roda gigi
• Batang berulir dengan roda gigi
• Roda-roda gesek

Keuntungan dan Kerugian dari Speed reducer, antara lain :


Keuntungan :
• Dapat menurunkan putaran mesin dari yang cepat ke lambat tanpa
mengubah konstruksi mesin/pesawat penggerak
• Dapat memindahkan daya dengan cepat dan tepat
• Dapat menghasilkan suatu putaran mesin searah atau berlawanan arah
dengan mesin/pesawat penggeraknya
• Dapat menghasilkan kedudukan poros sejajar saling tegak lurus
maupun vertical

3
Kerugiannya :
• Konstruksinya memerlukan tempat tersendiri
• Pembuatan agak sulit
• Daya yang ditransmisikan akan mengalami penurunan oleh karena
adanya kerugian dari gesekan yang timbul

2.6. PESAWAT PRODUKSI

Pesawat produksi adalah pesawat atau alat yang bergerak berpindah-pindah


atau tetap untuk proses produksi/mengolah, membuat bahan, barang, produk
teknis dan aparat produksi.

Pesawat produksi terdiri dari :

a. Mesin produksi
Mesin produksi adalah mesin peralatan kerja yang menyiapkan,
membentuk atau membuat, merakit finishing barang atau produk teknis.
Contoh mesin produksi adalah mesin pak dan bungkus, mesin jahit dan
rajut, mesin pintal dan tenun.
b. Mesin perkakas
Mesin perkakas adalah pesawat atau alat untuk membentuk bahan, barang,
produk teknis dengan cara memmotong, mengepres, menarik atau
menumbuk.
Berdasarkan gerakannya mesin perkakas dibedakan menjadi 2 golongan
besar, yaitu:
• Mesin perkakas kerja gerak utama berputar, seperti: mesin bor, mesin
bubut dll
• Mesin perkakas kerja gerak utama lurus, seperti: mesin sekrap, mesin
tempa, mesin gergaji, dll
c. Tanur / dapur
Tanur atau dapur adalah suatu pesawat yang kerjanya dengan cara
pemanasan untuk mengolah atau memperbaiki sifat barang atau produk

4
teknis. Tanur/dapur bias ditemui di pabrik pengecoran logam. Menurut
jenisnya, tanur/dapur dikelompokkan menjadi :
• Dapur tinggi/tanur tinggi
• Dapur baja
• Dapur besi

2.7. PESAWAT ANGKAT DAN PESAWAT ANGKUT


Pesawat angkat dan angkut adalah suatu pesawat atau alat yang dgunakan
untukmemindahkan, mengangkat muatan baik bahan atau barang atau orang
secara vertical dan atau horizontal dalam jarak yang ditentukan.

2.7. PESAWAT ANGKAT


Peralatan angkat adalah alat yang dikonstruksi atau dibuat khusus untuk
mengangkat naik dan menurunkan muatan.
Peralatan angkat antara lain adalah lier, takel, peralatan angkat listrik,
pesawat pneumatic, gondola, keran angkat, keran magnit, keran lokomotif,
keran dinding dan keran sumbu putar.

2.8. PESAWAT ANGKUT


Pesawat angkutan ialah pesawat atau alat yang digunakan untuk
memindahkan muatan atau orang dengan menggunakan kemudi baik di dalam
atau di luar pesawat dan bergerak di atas suatu landasan maupun permukaan.
Pesawat angkut antara lain adalah: truk, truk derek, traktor, gerobak, forklift
dan kereta gantung.

2.9. SUMBER BAHAYA MEKANIK


Adapun sumber bahaya antara lain :
1. Pesawat tenaga dan produksi
Penggunaan pesawat-pesawat, alat-alat dan mesin-mesin di tempat kerja
dapat mengakibatkan kecelakaan.

5
2. Pesawat angkat dan angkut
Ada 2 jenis sumber bahaya pesawat angkat dan angkut, yaitu sumber
bahaya umum dan sumber bahaya khusus.

a. Sumber bahaya umum:


• Kesalahan design
• Kesalahan pemasangan
• Kesalahan pemakaian
• Kesalahan perawatan
• Tidak pernah diperiksa dan diuji kelaikannya

b. Sumber bahaya khusus:


• Bagian-bagian berputar; poros, roda, puli, roda, dll
• Bagian-bagian bergerak; Gerak vertical, horizontal, maju dan
mundur. Bagian-bagian yang menanggung beban antara lain;
pondasi, kolom-kolom, chasis/kerangka, dll
• Tenaga penggerak; peledakan, suhu tinggi, kebisingan, getaran.

2.10. PENCEGAHAN KECELAKAAN MEKANIK


Adapun penceahan kecelakaan mekanik antaralain :
a. Pesawat tenaga dan produksi
Pesawat tenana dan produksi meliputi :
1. Aturan umum keselamatan kerja :
• Tangan operator senantiasa harus sejauh mungkin dari titik
operasi suatu mesin
• Peralatan harus memenuhi standar keselamatan
• Bagi berbagai mesin dan operasi dapat diadakan asas-asas
keselamatan kerja umum dan dikontrol.

2. Penanggulangan Lingkungan dan Bahan :


• Tata letak mesin
• Lantai harus dirawat baik

6
• Lorong-lorong terusan harus ditandai
• Ruang kerja disekitar mesin harus cukup
• Penempatan mesin-mesin harus sesuai terkait dengan
pencahayaan
• Harus dibuat ketentuan-ketentuan untuk membuang limbah.

3. Pemeliharaan dan Pengawasan


Harus diadakan suatu sistem pemeliharaan dan pengawasan secara
berkala, melarang perbaikan pada mesin yang sedang beroperasi dan
setiap pergantian shift, operator harus terlebih dahulu memeriksa
kondisi mesin.

b. Pesawat angkat dan angkut


Hal-hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan pesawat angkut, yaitu:
• Tahapan sebelum mengoperasikan crane
• Sebelum crane beroperasi
• Selama crane operasi
• Prosedur pengangkatan beban normal
• Prosedur pengangkatan beban kritis
• Pekerjaan berbahaya
• Keselamatan selama beroperasi

7
BAB 3
Penutup
3.1. Kesimpulan
Dalam K3 Mekanik yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan
kecelakaan kerja adalah Sertifikat layak pakai pesawat yang akan digunakan
juga sertifikat layak kerja bagi operator yang menjalankan pesawat yang
bersangkutan.

8
Daftar Pustaka

Syahyani Ulfa Putri. 2016. K3 MEKANIK.


http://syahyaniulfaputri.blogspot.co.id/2016/04/k3-mekanik.html. (Diakses
Tanggal 19 November 2016, jam 12.00 ).