Anda di halaman 1dari 3

RESUME PBB

 Untuk PBB Sektor lainnya berpa jaringan, pipa


1. Dasar Peraturan umum dan ruas jalan tol dilakukan oleh KPP MIGAS
 UU No 12/1985 jo UU No 12/1994 : tentang PBB  Untuk Perikanan tangkap dan budidaya
 PP 25 Tahun 2002 ttg Penetapan NJKP dilakukan oleh KPP Pratama tempat wajib pajak
 PMK-139/PMK.03/2014 ttg NJOP terdaftar, jika terdaftar di selain Pratama maka
 PMK 23/PMK.03/2014 ttg NJOPTKP ditatausahakan oleh KPP MIGAS
 PMK 254/PMK.03/2014 ttg Pendaftaran OP
 Per-24/PJ/2016 ttg Penilaian NJOP 5. Penilaiaan Nilai Bumi/m2:
 Pendekatan Data Pasar/perbandingan harga
2. Subjek Pajak PBB  Perkebunan
Orang atau Badan yang secara nyata: a) Areal Produktif + SIT
 mempunyai suatu hak atas bumi, dan/atau b) Areal Emplasemen
 memperoleh manfaat atas bumi, dan/atau c) Areal yang belum diolah
 memiliki, menguasai, dan/atau  Perhutanan
 memperoleh manfaat atas bangunan, atas objek a) Areal yang belum produktif
pajak b) Areal Emplasemen

3. Sanksi PBB  Penyesuaian nilai


 Perkebunan
 Sanksi Administrasi a) Areal Pembibitan (dari ABD)
a) Tidak menyampaiakan kembali SPOP stelah b) Areal sdh diolah tapi blm ditanami (ABD)
ditegur SKP (25% x PBB Terutang) c) Areal Tidak Produktif (ABD)
b) Menyampaikan tetpi tidak benar dan lebih d) Areal Pengaman (dari Areal Produktif)
besar SKP (25% x selisih PBB)  Perhutanan
 Sanksi Pidana e) Areal Produktif +SIT (ABP)
c) Karena Kelapaan (pidana kurungan max 6 f) Areal Pengaman (ABP)
Bulan dan denda 2 x lipat PBB terutang)
d) Karena sengaja (pidana penjara mak 2 Tahun  Nilai Bumi ditentukan Kepdirjen
dan denda 5x lipat PBB terutang)  Areal Tidak Produktif untuk (Perhutanan)
Kep-25/PJ/2016 ex: Jawa : Rp. 2.950
4. Penatausahaan objek pajak  Areal Offshore Rp. 11.458
 KPP yg wilayah kerjanya meliputi letak objek a) Pertambangan (Kep-22/PJ/2017)
pajak atau KPP yang ditunjuk dalam hal letak b) Pipa, kabel, dan tol (Kep-126/PJ/2015)
objek pajak berada di lebih satu wilayah kerja  Tubuh Bumi eksplorasi pertambangan Rp. 140
KPP, hal ini digunakan untuk  perikanan yg tidak ada produksinyaRp. 140
 Perkebunan (Pasal 7),
 Perhutanan (Pasal 6), 6. Pendekatan Biaya digunakan untuk:
 Panas bumi  bangunan dan
 Migas yg Onshore (Pasal 11)  dalam penentuan SIT pada hutan tanaman
 Minerba Onshore dan tubuh bumi dan perkebunan
onshorenya (Pasal 6)
 KPP yg ditunjuk untuk : 7. Pendekatan Pendapatan digunakan untuk:
 Migas yg Offshore dan tubuh bumi  Tubuh Bumi Eksploitasi (Pendpatan kotor x
 Minerba yg hanya di Offshore dan tubuh AK)
buminya  Tubuh Bumi Operasi Produksi (Pendapatan
 Ikut ke KPP Onshore, untuk: Bersih x AK)
 Minerba Offshore dan tubuhnya yang  Onshore Areal Produktif (Pendapatan Bersih)
memiliki pertambangan juga di onshore  Perikaanan tangkap/budidaya (Pendapatan
(Pasal 6) Bersih)

Princess Aurora
 Punya HGU atau yg sedang dalam proses HGU
8. Fasilitas yg nilainya dimasukkan ke bangunan (proses perpanjangan atau yg sudah memiliki
pertama dan tidak menambah luas yaitu : IUP yg HGU wajib diselesaikan)
 Lapangan Tenis
 Wilayah selain tsb yang merupakan satu
 Perkerasan Halaman
kesatuan yg digunakan untk kegiatan usaha
 Kolam Renang
 Pagar
 Areal yg dikenakan PBB dan Nilai Bumi/m2
 Sumur Artesis
 Areal Produktif  Perbandingan harga + SIT
 Sistem Pengolahan Limbah/Tatasurya
 Areal Belum Produktif
 Genset
a) yg belum diolah perbandingan harga
 Lift
b) yg sudah diolah tapi belum ditanami
 Mesin
Penyesuaian dari ABD
c) pembibitan  Penyesuaian dari ABD
9. Rasio Biaya dan Angka Kapitalisasi dan PBB
 Areal Tidak Produktif  Penyesuaian ABD
 Perkebunan SBT (71% x SBPK (1-i)^n  Areal Pengaman  Penyesuaian dari AP
 Areal Emplasemen  perbandingan harga
 Perhutanan (75%/8,5)
 Pertambangan Migas (--/10,4)
 Jika tidak ada perbandingan harga transaksi jual
 Pertambangan Mineral (biaya/8,2)
beli, penawaran, lelang dll maka dapat dilakukan
 Pertambangan Batubara (biaya/10,25)
dengan mengumpulkan NIR dari objek pajak
 Perikanan tangkap/budidaya (70%/10)
yang sama dan dilakukan penyesuaian
 SPPT PBB Sektor Perkebunan disampaikan
10. Perkebunan
kepada Wajib Pajak paling lambat minggu ke-2
 PER 31/PJ/2014
bulan Juni tahun pajak.
 SE-42/PJ/2014
 Pengenaan adalah kegiatan menetapkan Wajib
11. Perhutanan
Pajak dan besarnya pajak terutang.
 PER- 42/PJ/2015
 Penatausahaan objek pajak adalah rangkaian
 KEP-25/PJ/2016 AK (8,5), Rasio Biaya (75%)
kegiatan yang meliputi:
 Hutan Produksi memproduksi hasil hutan
 pendaftaran dan pengadministrasian OP
 Hutan Tanaman dibangun melalui serangkaian
 penilaian
kegiatan berupa penyiapan lahan, pembenihan
 perhitungan NJOP,
dan pembibitan
 penetapan, dan penagihan
 Hutan Alamtelah tumbuh pohon2 alami
 Nilai Jual Objek Pajak  harga rata-rata yang
 Izin dalam usaha kegiatan perhutanan
diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi
 IUPHHK-RERestorasi ekosistem
secara wajar, dan bila tidak ada maka , NJOP
 IUP Hasil Hutan bukan kayu
ditentukan melalui perbandingan harga dengan
 Izin Pemungutan Hasil hutan kayu
objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan
 Izin Pemungutan Hasil hutan non kayu
baru, atau NJOP Pengganti
 Hak Pengusahaan Hutan
 Standar Investasi Tanah jumlah biaya tenaga
 Hak Pemungutan Hasil hasil hutan
kerja, bahan dan alat yang diinvestasikan untuk
 Angka Kapitalisasi pengali untuk mengkonversi
pembukaan lahan, penanaman, dan
pendapatan bersih mnjadi nilai bumi
pemeliharaan tanaman  Biasanya ditetapkan
 Biaya produksi slrh biaya lngsung yg terkait
oleh Kanwil pling lambat akhir bulan jan tahun
kegiatan produksi hasil hutan sampai
pajak bersangkutan
pengumpulan hasil panen
 Kegiatan Usaha Perkebunan terdiri dari
 Rasio Biaya rata2 biaya produksi setahun
 IUP-B untuk Budidaya
dibagi dengan pendapatan kotor setahun
 IUP  Budidaya + Pengolahan hasil
 Kawasan kegiatan usaha perkebunan meliputi:

12. Pertambangan-Migas dan Pabum

Princess Aurora
menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan
 PER-45/PJ/2013 ikan untuk tujuan komersil
 KEP-22/PJ/2017AK (10,04)  Usaha Perikanan Tangkap  usaha perikanan
 Minyak BumiHidrokarbon yg dalam kondisi penangkapan ikan.
temperatur atmosfer berupa fase cair atau  Usaha Pembudidayaan Ikan  kegiatan untuk
padat, trmsuk: aspal,lilin, ozokeritdan bitumen memelihara, membesarkan, dan/atau
 Gas Bumi  Hidrokarbon berupa fase gas yg membiakkan ikan serta memanen hasilnya
diperoleh dari proses pertambangan migas dalam lingkungan yang terkontrol
trmsuk: Gas Metana Batubara  Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia jalur di luar
 Panas Bumisumber energi panas yg terkndung dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia
dalam air panas, uap air, dan batuan bersama sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-
mineral yang tdk terpisahkan undang yang berlaku tentang perairan Indonesia
 Kontrak Kerja sama (KKS) adalah kontrak bagi yang meliputi dasar laut, tanah di bawahnya dan
hasil air di atasnya dengan batas terluar 200 mil laut
 PBB Migas yg masih dalam tahap Eksplorasi diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia
diberikan pengurang PBB untuk SPPT Tubuh
Bumi selama maksimal 6 Tahun sejak  Dasar pengenaan PBB (NJOP)
ditandatanganinya KKKS Migas dan dapat  Perikanan tangkap dan budidaya = NJOP
diperpanjang 4 Tahun Bumi saja
 Jaringan, Pipa, dan Ruas Jlan tol =NJOP Bumi
13. Pertambangan-Minerba + NJOP Bangunan
 PER-47/PJ/2015
 KEP-22/PJ/2017  Menghitung luas permukaan bumi :
 Mineral  senyawa anorganik yang terbentuk di  Usaha perikanan tangkap : jumlah kapal x luas
alam, memiliki sifat fisik dan kimia tertentu yang areal per kapal (WPP-NRI)
meliputi:  Usaha pembudidayaan ikan dihitung sesuai
 Mineral Logam izin
 Mineral Bukan Logam  Jaringan : pnjang pipa/kabel x lebar areal
 Batuan pengaman
 Batubara endapan senyawa organik karbonan  Ruas Jalan Tol :Jumlah Tapak x luas pondasi
yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh- per tapak
tumbuhan  Tidak Terdapat Produksi Nilai Bumi untuk
 Wilayah pertambangan meliputi (WIUP, WIUPK perikanan dan penangkapan ikan  Rp. 140
dan WPR)  Nilai Bumi untuk jaringan pipa, kabel  Rp.
 Izin Pertambangan (IUP, IUPK,IPR) 11.458
 Biaya Produksi Galian Tambang
 pengupasan,
 pengambilan
 pengolahan
 pengangkutan
 SPPTdisampaikan kepada Wajib Pajak paling
lambat minggu ke-2 bulan Juni tahun pajak.

14. PBB Sektor lainnya


 PER-20/PJ/2015
 KEP-126/PJ/2015 AK (10), Rasio Biaya (70%)
 Usaha Perikanan  semua usaha perorangan
atau badan hukum untuk menangkap atau
membudidayakan ikan, termasuk kegiatan

Princess Aurora