Anda di halaman 1dari 4

Lingkungan Pengendapan Marginal Marine Environments Samboggs

 Deltaic
Kata kuncinya berawal dari triangular shaped, di sungai. Delta terbentuk di zona
tektonik yang rendah, dan banyak sedimen yang membebani akibat dari kenaikan muka air
laut serta didominasi oleh pola aliran. Delta terbentuk akibat pembebanan material sedimen
dari sungai menuju ke transisi. Secara umum di delta ini dibagi menjadi 3 proses yaitu river
dominated (fluvial), tidal dominated and wave dominated. Adapun arus yang terdapat pada
proses ini yaitu homopycnal (arus di sungai sama dengan kerapatan dengan air yang berada
pada suatu cekungan ). Hyperpycnal flow (arus sungai lebih denser dari pada air cekungan).
Hypopycnal flow (arus sungai lebih sedikit kerapatannya dibanding air yang berada disuatu
cekungan). Delta dapat membentuk friction dominated diakibatkan oleh air sungai menjadi
dangkal dan terjadi pergerakan yang horizontal sedangkan, inertia dominated dipengaruhi
oleh slope steepnes sehingga arus air sungai menjadi lebih cepat dan membawa partikel yang
coarse. Terdapat aliran yang buoyan juga. Keseluruhan ini Berlaku untuk delta Fluvial
Dominated.
Tide Dominated Delta dikarakteristikan dengan sedimen yang halus berasal dari
suspensi, strong tidal diwujudkan oleh jaringan tidal sand bars, arah chanel yang secara
pararel dari arah aliran tidal. Selain itu, dicirikan juga dengan adanya natural levees dan
floodbasin.
Wave Dominated Delta membentuk pada bagian depan mulutnya dari hasil
longshore current seperti beaches, spit, barrier bars.
Secara genetik delta dibagi menjadi dua lingkungan yaitu aerial dan subaqueous.
Dimana aerial ini didominasi oleh fluvial dan lowtide – high tide, sehingga dipengaruhi juga
oleh longshore currents, sedangkan subaquoeus lebih tenang, berada di zona low tide. Daerah
zona delta subaquoeus yang dalamnya lebih dari 10 meter atau lebih dinamakan dengan delta
front. Sedangkan prodelta kedalamannya bisa terlentang dari 200 – 300 meter ke arah laut.
Sedimen yang berada disini biasanya halus, ada silt dan clay cross bedded. Pada bagian
bawah prodelta sering terjadi gerakan-gerakan mass movement ataupun gravity fall yang
menyebabkan landslide, slumps, turbidity current flow, mudflow.
Siklus delta diperlihatkan dengan adanya pola coarsening upward, hal ini buktinya
terjadi ketika delta mengalami regresi sediment yang terdapat pada front delta ataupun
prodelta menghasilkan silt-sand. Setelah itu, menyebar kedaerah mulut delta dan menjadi
marsh, kemudian menjadi fluvial. Lalu, terjadilah transgressive yang bersifat merusakkan
dengan adanya proses-proses erosi.
 Beach-Barrier Island and Beaches
Dataran utama dari beaches merupakan, akumulasi kumpulan pasir terhadap garis pantai.
Barrier Island-Beach sangat dekat istilahnya dengan Beaches tetapi, itu dipisahkan pencirinya
dibedakan dari datarannya berupa : lagoon yang dangkal, estuarin atau marsh. Juga biasanya
dipotong oleh tidal channels. Beach biasanya berasal dari strike delta, ataupun dilaut dan
estuarin yang tidak berhubungan sama sekali sama delta. Beaches merupakan endapan yang
berpotensi ekonomi, seperti gold plaser, platinum. Sedangkan barrier island berpotensi
ekonomik sebagai petroleum reservoir serta host rock uranium. Beaches dibangun oleh wave
dominated process from coastal. Coast ini dibagi lagi menjadi 3 jenis menurut tidal range nya
yaitu : Microtidal (0-2 m), Mesotidal (2-4 m) and Macrotidal (disini barrier tidak terjadi
karena terlalu tinggi energinya sehingga dapat merusak dan skalanya besar pada lebarnya
zona pantai (shore)) (> 4 m). Morfologi dari beaches itu terdapat 2 secara umum, terdapa
backshore yaitu zona diatas high tide level dan endapannya berupa dune, sedangkan
foreshore zona berada di mesotidal-low tide level dan disini termasuk juga kedalam zona
litoral (neritik).
Barrier island system dibentuk oleh gabungan beberapa lingkungan. Identifikasi dan
interpretasi dari lingkungan ini diperlukan untuk dikenali assosiasi seperti lagoon, estuarin,
dan tidal flat.
Endapan pantai yang pada muka pantainya merupakan zona perpanjangan intertidal
mulai dari low tide level – high tide level. Struktur sedimen yang terbentuk berupa pararel
laminasi, dengan kemiringan 2-3° terhadap arah laut.
Ancient Barrier Island, itu ditentukan akibat proses transgressi dan regressi yang
menampilkan vertikal suksesi pengendapan. Hasil dari endapan kedua proses tersebut
memiliki jauh perbedaan. Untuk endapan Trangressi merupakan, endapan pola-pola offshore
yang terbawa ke nearshore. Transgressi terjadi karena proses naiknya muka air laut terhadap
daratan, dan menyebabkan endapan barrier berada diatas endapan back barrier lagoonal, dan
marshes. Sedangkan peristiwa regressi kebalikannya. Endapan dari back-barrier lagoonal dan
marsh menjadi berada diatas endapan barrier island. Batubara dapat ditemukan dilingkungan
pengendapan seperti ini.
 Estuarine
Estuarine merupakan sebuah pemahaman bagian bawah sungai yang membuka ke laut.
Estuarine juga bisa dibangun pada keadaan transgressi. Terdapat dasar-dasar dalam
memahami estuarine, dan ini berkaitan dengan derajat mulut tertutupnya suatu channel
relative terhadap relief. Fjords merupakan relief estuarin yang tinggi berbentuk U
diakibatkan oleh proses jatuhnya es selama glasiasi dan mengalami transgressi pada holosen.
Fjards merupakan kebalikan dari fjords. Ria, dengan relif yang moderate dan dibangun oleh
angin lembah. Coastal Plain, adanya bentuk funel shape jika dilihat secara plan view, dan
mempunyai bar yang pararel dipantainya (coast). Bar built barriers (berbentuk L) dan blind
estuaries (yaitu suatu estuarin yang diblok oleh longshore drift atau migrasi dune secara
musiman) mirip dengan lagoon. Deltaic Estuaries terbentuk didepan delta ephermal
berbentuk labu/botol. Berdasarkan karakteristik hidrologi estuarine dibagi menjadi tiga jenis,
ada wave dominated, tide dominated, atau campuran. Karakteristik dari estuarine bisa
dikenali dari,endapannya berupa cross beded sand, laminasi, lumpur bioturbasi atau
kombinasi antara pasir dan lumpur. Adapun transgressi di estuarine bisa dikenali dengan
adanya gradasi dari channel pasir fluviatil, berada dibagian bawah pada vertikal suksesinya
dan pada bagian tengahnya terdapa mud endapan dari laut, serta pada bagian topnya
merupakan pasir.
 Lagoon
Terminologi tentang istilah ini yaitu : suatu bagian dari bidang laut yang dangkal seperti selat,
channel, teluk, atau dekat danau airgaram, yang saling menghubungkan dengan laut sebagian
atau seluruhnya dipisahkan oleh tanda yang berbentuk memanjang dari daratan seperti reef,
barrier island, sandbank atau spit. Lagoon umumnya memanjang pararel terhadap laut.
Berdasarkan kajian geomorfologinya lagoon dibagi menjadi 3 yaitu lagoon restricted, leaky
lagoon, dan choked lagoon. Pergerakan sirkulasi air di Lagoon tidak adanya freshwater tetapi
hanya dipengaruhi oleh proses-proses arus pasang surut.Choked Lagoon terjadi sepanjang
coast, dengan energi tinggi. Pergerakan airnya karena adanya tekanan dari angin terhadap air.
Restricted Lagoon biasa menunjukkan, 2 atau lebih channel yang masuk atau inlet serta
memiliki sirkulasi gelombang pasang surut, dan termasuk dipengaruhi oleh angin campuran
secara vertikal. Leaky Lagoon terjadi disepanjang pantai (coast) yang kuatnya
keberpengaruhan arus pasang surut terhadap pembawaan material sediment, dibanding
dengan angin. Karakteristiknya melewati bidang pasang surut, pergantian air dari samudra
yang secara efisien, arus pasang surutnya kuat, saline, dan depan turbidit. Sedimentasi di
lagoon menghasilkan mud dan silt. Lagoon terbentuk dilingkungan daerah pantai (coast)
semiarid dimana terjadi kondisi freshwater yang masuk sedikit, biasanya terjadi hypersaline.
Didaerah humid lagoon kondisi airnya dapat bersifat brackishwater (jenis fosilnya berasal
dari keterbukaan mulut sungai). Proses sedimentasi di lagoon didominasi oleh biochemical
dan chemical. Dibawah kondisi arid lagoon akan menyebabkan lingkungan evaporites yang
seringnya didominasi oleh gypsum tapi ada juga halite dan minor dolomit. Di kondisi
hypersaline terbentuk, great barrier reef. Struktur stromatolites juga bisa ditemukan di lagoon
akibat dari adanya fine carbonate bercampur dengan mud.
Endapan ancient di lagoon bisa dibedakan dengan estuarine, dengan kondisi
evaporites dan fasies anoxic seperti blackshales karena faktanya berupa daerah dengan
sirkulasi terbatas. Selain fakta tersebut ada lagi berupa partikel terigen yang masuknya
sedikit, hilangnya pengaruh dari arus pasang surut yang kuat, low faunal diversity serta
extensive bioturbasi. Suksesi endapan lagoon dasarnya terdiri dari batupasir, batulanau dan
batubara, itu mencerminkan dari endapan -marsh-tidal-flat.
 Tidal Flat System
Tidal flat ini dibagi menjadi 3 zona yaitu : subtidal, inertidal dan supratidal. Adapun
penjelasannya sebagai berikut untuk yang subtidal berada pada zona mean low tide level
dengan kata lain, dibanjiri oleh air normal dilakukan oleh kecepatan yang tinggi dari arus
pasang surut, untuk itu disini secara perpanjangannya dipengaruhi oleh proses gelombang.
Inertidal merupakan zona yang terletak diantara mean high tidal dan low tide level di zona ini
tidak terdapatnya vegetasi yang signifikan. Tetapi sedimen bedload dan suspensi berada disni.
Supratidal merupakan zona yang berada diatas normalnya mean high tide level, tapi digores
oleh tidal channel dan banjir yang ekstrim dari suatu pasang surut. Sedimentasinya didominsi
oleh suspension.
Sedimentasi di suatu channel pada tidal flat didominasi oleh arus pasang surut. Arus
pasang surut bergerak keatas yang memiliki kemiringan gentle pada suatu tidal flatnya,
selama banjir pasang surut.
Cara mengenali endapan dari tidal flat yaitu arah yang bimodal dari terbentuknya arus
cross bedding yang hasil akhirnya dari peristiwa kebalikan arus tidal [1]. Keterbentukan
sedimen memperlihatkan pola-pola perulangan baik dalam skala kecil (sandflat) ataupun
bergantian dengan skala besar (channel) [2]. Melimpahnya pengaktifan kembali dipermukaan
dan flaser bedding [3]. Adanya frekuensi yang tinggi kontak erosi dan kontak abrupt serta
perubahan fasies [4].
Siklus Milankovitch.
Sebelumnya berdasarkan dari postulat mitchum, terbagi beberapa siklus di dunia ini.
First order cycle berada pada umur pre cambrian 100 – 400 (m.y.a), ketika proses break up
dari pangea. Second order cycle 50 – 100 m.y.a disebabkan oleh prosesnya perubahan
volume di mid oceanic ridge akibat spreading. Third order cycle dari 1 – 10 m.y.a terjadinya
jaman es di benua, ditandai dengan peluruhan dan pertumbuhannya. Fourth order cycle 0.2
– 0.5 m.y.a disini terdapatnya siklus milankovitch yang diakibatkan pengaruh radiasi
matahari secara astronomi. Fifth order cycle sama juga terjadi siklus milankovitch 0.01 – 0.5
m.y. Penyebab relatif muka air laut bisa naik akibat dari peristiwa iklim dan tektonik sebagai
contoh, air laut bisa menjadi transgress dikarenakan perisiwa spreading divergent yang dapat
menyebabkan volume bertambah.
Axial tilt , we called obliquity inclination berada sekitar 41.000 tahun dengan
sudutnya 21.5 – 24. 4, eccentricity terdapat 2 hal utama yang pertama itu pada umur 106.000
tahun dan 410.000 tahun yang mengubah bentuk rotasi bumi dari ellips menjadi circular dan
yang terakhir presisi bumi akibat dari goyangan berkisar 19.000 dan 23.000 tahun yang lalu.
Hubungannya siklus ini terdapat gempa ? meskipun ini berada di umur quarter ?