Anda di halaman 1dari 8

JENIS RUMPUT YANG SERING DIGUNAKAN DI PASTURA

1. Rumput Signal (rachiaria decumbens)

Keistimewaan rumput ini adalah tahan hidup di musim kemarau (tahan


kering), selain itu karena mempunyai perakaran yang sangat kuat dan cepat
menutup tanah sehingga dapat mengurangi erosi (Siregar, 1987). Oleh karena itu
jenis rumput ini dapat ditanam di lahan yang terlantar yang umumnya daerahnya
kering dan sering memiliki kemiringan yang terjal, sehingga erosi tanah merupakan
masalah utama . Rumput ini juga memiliki nilai palatabilitas yang cukup bagi ternak
ruminansia (L't Mannne tje dan Jones, 1992). Rumput bede ini sangat baik tumbuh
pada ketinggian 0-2.000 m baik pada dataran tinggi dan juga dataran rendah dengan
curah hujan sekitar 765 – 1500 mm/ tahun. Dengan tingkat keasaman ( pH ) normal
sekitar 6-7.

Waktu dan Cara Panen Rumput BD


Untuk menjamin pertumbuhan rumput bede yang optimal dengan
kandungan gizi tinggi maka defoliasi atau panenan harus dilakukan pada periode
yang tepat. Panenan pada rumput bede bisa dilakukan dengan pemotongan atau
penggembalaan ternak . Pemotongan atau penggembalaan pertama dapat dilakukan
setelah tanaman rumput bede berumur 2 bulan bila keadaan memungkinkan (cukup
hujan) dengan tujuan untuk meratakan dan merangsang pertumbuhan akar tanaman
.
Pemotongan/penggembalaan berikutnya dilakukan setiap 5-6 minggu (40
hari) pada musim hujan, sedangkan musim kemarau diperpanjang sampai 8 minggu
(60 hari). Tinggi potong rumput bede biasanya 5-15 cm dari permukaan tanah pada
musim hujan, sedangkan pada musim kemarau biasanya lebih dari 15 cm dari
permukaan tanah.
Dengan pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat serta interval
potong yang cocok rumput bede dapat menghasilkan produksi segar 171 ton/ha/th
dengan produksi kering 36,1 ton/ha/th dengan interval potong 6 minggu (Siregar,
1987). Di Koronivia, daerah basah Fiji, menghasilkan 34,1 ton/ha/th bahan kering,
sedangkan di kepulauan Solmon dicapai produksi bahan kering 30,0 tonlha/th
(Skerman, 1990) .
Jika rumput ini dipergunakan sebagai rumput gembala, ternak dilepas saat
rumput bede berumur 2 bulan setelah tanam di lapangan, setelah berumur 2 bulan
biasanya akar rumput sudah cukup kuat sehingga Iebih tahan injakan dan renggutan
. Penggembalaan selanjutnya dapat dilakukan setiap 40 had pada musim hujan dan
60 had pada musim kemarau . Di Colombia dengan penggembalaan sapi 2 ekor/ha
pada rumput bede dapat menghasilkan pertambahan bobot badan 0,60 kg/hari
(Crowder dkk ., 1970) .

2. Rumput BH (Brachiaria humidicola)

Tanaman rumput tahunan yang mempunnyai banyak stolon dan rizoma dan
membentuk lapisan penutup tanah yang padat. Batang vegetatif prostrate pada
bagian bawah dimana dibentuk akar dari buku yang lebih bawah. Helai daun lebar
5-16 mm, dan panjang sampai 25 cm. Tangkai bunga tegak, tinggi 20-60
cm. Inflorescence panjang 7-12 cm, dengan 2-5 tandan, kelompok bunga berbulu.
Tumbuh pada beragam janis tanah mulai dari tanah sangat asam tidak subur
(pH 3,5), tanah dengan Alumunium tinggi, tanah liat berat merekah, sampai tanah
pasir berbatu pH tinggi. Kebutuhan Ca rendah. Tahan terhadap tanah berpengairan
buruk dan sering ditemukan pada tanah liat basah musiman.
B. humidicola memerlukan 1000-4000 mm curah hujan tahunan dengan
distribusi yang baik. Kurang baik pada lingkungan <1600 mm curah hujan tahunan
dan >6 bulan musim kering. Lebih tahan pada daerah dengan pengairan buruk dan
penggenangan jangka pendek dibandingkan dengan rumput lain.
B. humidicola tumbuh paling baik pada lingkungan dataran rendah tropis,
tetapi dapat juga tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dan dapat ditemukan di
daerah dataran rendah pada lintang sampai 27o. Daya tahan suhu beku rendah. B.
humidicola biasanya berbunga pada tengah musim panas dan berbunga dengan
lebat pada garis lintang >10o.

Penggembalaan/pemotongan
Tumbuh paling baik dibawah kondisi penggembalaan sedang sampai berat karena
kemampuan tumbuh stolon yang sangat kuat, memberi penutupan tanah yang baik
meski dibawah kondisi penggembalaan berat. Dibawah kondisi penggembalaan
ringan, lapisan daun dan batang yang tebal akan membentuk tumpukan hjjauan
berkualitas rendah.

3. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

Rumput gajah mempunyai sifat perennial serta dapat tumbuh setinggi 3


sampai 4,5. Bila dibiarkan tumbuh bebas, dapat setinggi 7 m, akar dapat sedalam
4,5 m. Panjang daun 16 sampai 90 cm dan lebar 8 sampai 35 mm. Adaptasi rumput
ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, tidak tahan genangan, tetapi responsif
terhadap irigasi, suka tanah lempung yang subur, tumbuh dari dataran rendah
sampai pegunungan, tahan terhadap lindungan sedang dan berada pada curah hujan
cukup, sekitar 1000 mm/tahun atau lebih, pH tanah lebih kurang 6,5. Kultur teknis
rumput ini adalah bahan tanam berupa pols dan stek, interval pemotongan 40 – 60
hari, responsif terhadap pupuk nitrogen, campuran dengan legum seperti Centro dan
Kudzu, produksinya 100 – 200 ton/ha/th (segar), 15 ton/ha/th (BK), renovasi 4 – 8
tahun. Rumput Gajah toleran terhadap berbagai jenis tanah, tidak tahan genangan,
tetapi respon terhadap irigasi, suka tanah lempung yang subur, tumbuh dari dataran
rendah sampai pegunungan, tahan terhadap lingkungan sedang dengan curah hujan
cukup, 1000 mm/th atau lebih.

4. Rumput Raja/King Grass (Pennisetum purpupoides)

Rumput raja atau yang dalam bahasa latin di sebut Pennisetum purpupoides
merupakan merupakan salah satu jenis rumput hasil persilangan antaraP.
purpureum dan P. thypoidesyang berasal dari Afrika selatan. Adaptasinya mampu
tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat, tidak tahan terhadap genangan air
serta permukaan air tanah yang tinggi, tahan naungan, tidak tahan terhadap
penggembalaan berat dan pemotongan dilakukan pada tahun kedua. Siklus hidup
perenial, tumbuh membentuk rumpun dengan tinggi mencapai 5 m, daya adaptasi
baik pada daerah tropis dengan irigasi yang baik (Amara et al., 2000). Rumput raja
dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan
curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm. Perlu diketahui keadaan tanah untuk
diperhitungkan unsur-unsur hara, apa dan berapa banyak yang perlu ditam-bahkan.
Tanah dengan pH diatas 7 sebagai tanah alkalis (basa). Produksi hijauan rumput
raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput
segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun.
Rumput raja dapat berfungsi untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi yang
melanda permukaan tanah akibat sapuan air pada musim penghujan.

5. Rumput Setaria (Setaria spachelata)

Rumput setaria sesuai untuk daerah tropik lembab, tumbuh membentuk


rumpun lebat dan kuat, tumbuh baik pada ketinggian 1000-3000 m di atas
permukaan air laut, tahan naungan dan genangan, rumput setaria dapat mencapai
tinggi 1,5 m, responsif terhadap pupuk N dan produksinya berkisar antara 60-100
ton/ha/th. Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai
ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat
tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air dan bias hidup
terhadap kekeringan tetapi tidak bias hidup didaerah rawa. Apabila tingkat
keasaman media tanam bersifat terlalu asam, Anda bisa menaburkan kapur
pertanian dalam dosisi yang secukupnya agar pH tanah tersebut bertambah menjadi
6-6,5. . Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput
segar/hektar/tahun.

6. Rumput Brachiaria (Bhachria Brizantha)


Rumput Brachiaria dapat hidup dan tumbuh pada dataran rendah sampai
dataran tinggi, ketinggian 0 - 1200 m, curah hujan lebih dari 1500 mm per tahun
serta pada struktur tanah yang ringan, sedang sampai berat. Rumput Brachiaria
termasuk rumput yang berumur panjang, bersifat pernial, pertumbuhannya
membentuk hamparan vertikal dan horizontal yang biasanya mencapai tinggi 60-
150 cm.
Rumput ruzi paling cocock untuk daerah dengan iklim basah (1000 mm/t)
tanpa musim kemarau atau dengan musim kemarau yang pendek yaitu 3-4 bulan.
Rumput ini juga dapat direkomendasikan untuk dataran tinggi (2000 m dpl) dengan
iklim yang sejuk. Ruzi tumbuh dengan baik pada tanah subur dengan pH netral
sampai keasaman sedang, namun rumput ini masih mampu tumbuh dengan baik
pada tanah dengan kesuburan yang sedang. Pada tanah yang tidak subur,
berdrainase buruk dengan musim kemarau yang panjang 3 rumput ruzi kurang
sesuai. Namun, rumput ruzi dapat beradaptasi pada lingkungan dengan tingkat
naungan yang sedang, sehingga dapat diintegrasikan pada tanaman kelapa.
7. Rumput Benggala (Panicum maximum)

Rumput Brachiaria dapat hidup dan tumbuh pada dataran rendah sampai
dataran tinggi, ketinggian 0 - 1200 m, curah hujan lebih dari 1500 mm per tahun
serta pada struktur tanah yang ringan, sedang sampai berat. Rumput Brachiaria
termasuk rumput yang berumur panjang, bersifat pernial, pertumbuhannya
membentuk hamparan vertikal dan horizontal yang biasanya mencapai tinggi 60-
150 cm.
Sifat hidup dari rumput Benggala adalah perennial, tumbuh baik pada
daerah dataran rendah sampai 1959 dari permukaan laut, curah hujan yang sesuai
untuk rumput jenis ini adalah 1000 – 2000 mm/thn, rumput jenis ini tahan kering
tetapi tumbuh baik jika cukup air walaupun tidak tahan genangan, Jenis tanah
latosol dengan pH 4,5. Panicum maximum juga tahan naungan, responsif terhadap
pupuk nitrogen, dan juga tahan penggembalaan sehingga dapat dijadikan rumput
potong ataupun pastura.

8. Rumput Meksiko (Euchlaena Mexicana)

Rumput meksiko merupakan salah satu jenis rumput yang berasal dari
Amerika Tengah. Ketinggian tanaman mencapai 2,5 – 4 m, tanaman ini termasuk
berumur pendek (annual), sistem perakarannya dalam dan luas, tumbuh baik pada
daerah-daerah lembab atau tanah yang subur dengan ketinggian 0 - 1200 m dari
permukaan laut dan curah hujan tidak kurang dari 1000 mm/tahun.

9. Rumput Ruzi / Kongo (Brachiaria ruziziensis)

Rumput ruzi / kongo adalah salah satu jenis rumput berumur panjang yang
berasal dari Kongo, dan Kenya (Afrika Tropis), yang dapat tumbuh baik pada
hampir setiap jenis tanah dan pada ketinggian 0 - 1.000 m atau lebih dengan curah
hujan sekitar 1.000 mm/tahun. Rumput ruzi / kongo termasuk dalam golongan
rumput gembala ringan (domba dan kambing) karena kurang tahan injak dan
renggut.
10. Rumput Kolonjono (Brachiaria mutica)

Rumput kolonjono atau yang dalam bahasa ilmiah disebut Brachiaria


mutica merupakan salah satu jenis rumput berumur panjang dan termasuk dalam
golongan rumput potong yang berasal dari daerah Afrika tropik yang dapat hidup
pada ketinggian 0 - 1.000 m dengan curah hujan lebih dari 1.000 mm/tahun serta
padastruktur tanah sedang atau berat. Tumbuh pada beragam janis tanah mulai dari
tanah sangat asam tidak subur (pH 3,5), tanah dengan Alumunium tinggi, tanah liat
berat merekah, sampai tanah pasir berbatu pH tinggi. Kebutuhan Ca rendah. Tahan
terhadap tanah berpengairan buruk dan sering ditemukan pada tanah liat basah
musiman.

11. Rumput Australia (Paspalum dilatatum)

Rumput Australia atau yang dalam bahasa ilmiahnya disebutPaspalum


dilatatum merupakan salah satu jenis yang berasal dari Argentina (Amerika
Selatan). Dapat tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat. Tetapi yang paling
baik adalah pada tanah berat yang basah dan subur. Ketinggian 0-2.000 m (dataran
rendah sampai pegunungan). Curah hujan tak kurang 900-1.200 mm/tahun. Sebagai
rumput potong, rata-rata produksinya bisa mencapai 50-70 ton per tahun/Ha.
Sehabis dilakukan pemotongan, rumput ini pertumbuhannya kembali sangat cepat.