Anda di halaman 1dari 24
Impairment of Asset dan Kaitannya dengan Konservatisme Akuntansi Disusun oleh : Putri Utami Wulandari Sesty
Impairment of Asset dan
Kaitannya dengan
Konservatisme
Akuntansi
Disusun oleh :
Putri Utami Wulandari
Sesty Regiani Ladirum
Ramadhanil Aldy
(1410531026)
(1410531030)
(1410531072)
Penurunan Nilai Aset (Impairment of Asset) Sub topic : 1. Pengertian Aset 2. Penurunan Nilai
Penurunan Nilai Aset (Impairment of Asset)
Sub topic :
1. Pengertian Aset
2. Penurunan Nilai Aset (Impairment
of Asset)
3. Pengukuran Impairment of Asset
atau Penurunan Nilai Aset
4. Rugi Penurunan Nilai Unit
Penghasil Kas
5. Pembalikan Rugi Penurunan Nilai 6. Penurunan Nilai Aset Tertentu 7. Prinsip Konservatisme Akuntansi 8.
5. Pembalikan Rugi Penurunan Nilai
6. Penurunan Nilai Aset Tertentu
7. Prinsip Konservatisme Akuntansi
8. Impairment of Asset dan Kaitannya
dengan Konservatisme Akuntansi
Problem !!! Terjadi saat pelaporan suatu aset dalam laporan posisi keuangan, yang nantinya akan memiliki
Problem !!!
Terjadi saat pelaporan suatu
aset dalam laporan posisi
keuangan, yang nantinya akan
memiliki kendala manakala
nilai yang dilaporkan
berdasarkan nilai historisnya
tidak lagi dapat digunakan.
What should we do???
GAAP Generally Accepted Accounting Principles/ GAAP Fleksibilitas
GAAP
Generally
Accepted
Accounting
Principles/ GAAP
Fleksibilitas
1. Pengertian Aset Asset cash cash inflow outflow
1. Pengertian Aset
Asset
cash
cash
inflow
outflow
PSAK No. 48 Tentang Penurunan Nilai Aset Dibagi dalam dua kelompok yaitu indikasi yang merupakan
PSAK No. 48
Tentang Penurunan Nilai Aset
Dibagi dalam dua kelompok
yaitu indikasi yang merupakan
informasi dari luar perusahaan
dan dari dalam perusahaan.
2. Penurunan Nilai Aset (Impairment of Asset) Impairment of Asset adalah penurunan nilai aset akibat
2. Penurunan Nilai Aset
(Impairment of Asset)
Impairment of Asset adalah penurunan nilai aset
akibat penggunaan aset selama umur waktu tertentu
dimana harga pencatatan lebih tinggi dari pada nilai
terpulihkan.
Nilai terpulihkan adalah nilai wajar dikurangi biaya
penjualan atau nilai pakai (PSAK No. 48)
Aset dapat diperoleh kembali melalui Penjualan (value through sales) (Nilai wajar-biaya penjualan) Penggunaan (value
Aset dapat diperoleh
kembali melalui
Penjualan (value through sales)
(Nilai wajar-biaya penjualan)
Penggunaan (value
through sales)
Dalam penurunan nilai, yang dipilih adalah nilai tertinggi antara nilai yang dapat diperoleh kembali dengan
Dalam penurunan nilai, yang dipilih adalah nilai tertinggi
antara nilai yang dapat diperoleh kembali dengan nilai
yang digunakan
Sebagai ilustrasi
suatu kendaraan nilai tercatatnya 400 juta,
nilai jual dikurangi biaya penjualan 350 juta
dan nilai pakainya 300 juta.
Manajer akan memilih menjual
aset tersebut dengan harga 350 juta
daripada terus memakainya, karena nilai
pakai aset tersebut hanya 300 juta. Namun
jika nilai pakainya 370 juta dan nilai jual
dikurangi biaya penjualan 310 juta, maka
manajer akan memilih terus menggunakan
aset tersebut sampai akhir masa
manfaatnya.
3. Pengukuran Impairment of Asset atau Penurunan Nilai Aset Faktor eksternal • adalah faktor di
3. Pengukuran Impairment of Asset atau
Penurunan Nilai Aset
Faktor eksternal
• adalah faktor di luar entitas yang mengindikasikan dan
mempengaruhi penurunan nilai aset seperti, penurunan nilai
pasar aset yang sangat signifikan melebihi penurunan nilai akibat
pemakaian atau berlalunya waktu, perubahan lingkungan seperti
teknologi, ekonomi, teknologi, suku bunga pasar dan lingkup
operasi entitas.
Faktor internal
• adalah faktor yang ada dalam entitas dan faktor teknis
terkait aset tersebut seperti, keusangan dan kerusakan
fisik, kinera aset yang buruk dan perubahan signifikan
dalam perusahaan yang menyebabkan aset tidak
dimanfaatkan
Terdapat 2 nilai dalam pengukuran impairment aset Pengukuran Nilai Terpulihkan Penentuan Penurunan Nilai Aset •
Terdapat 2 nilai dalam pengukuran
impairment aset
Pengukuran Nilai
Terpulihkan
Penentuan Penurunan
Nilai Aset
• adalah selisih nilai wajar aset
saat ini dengan biaya
penjualan/pelepasan aset
• selisih nilai wajar dengan biaya
penjualan tidak dapat
memberikan estimasi andal
atas harga dalam transaksi
yang dilakukan
• adalah menentukan apakah
aset mengalami penurunan
nilai atau tidak dengan
membandingkan nilai tercatat
dengan nilai terpulihkan
• . Jika nilai tercatat lebih
rendah dari nilai terpulihkan,
aset tidak mengalami
penurunan nilai
4. Rugi Penurunan Nilai Unit Penghasil Kas Penurunan nilai pertama kali dialokasikan untuk menurunkan nilai
4. Rugi Penurunan Nilai Unit
Penghasil Kas
Penurunan nilai pertama kali dialokasikan
untuk menurunkan nilai goodwill, jika
masih tersisa akan dialokasikan prorate
atas aset tetap atau aset tak berwujud
selain goodwill yang dimiliki entitas (PSAK
No. 48).
5. Pembalikan Rugi Penurunan Nilai entitas mempertimbangkan minimal indikasi yaitu Informasi dari sumber eksternal yang
5. Pembalikan Rugi Penurunan Nilai
entitas mempertimbangkan minimal indikasi yaitu Informasi dari
sumber eksternal yang terdiri dari :
1. indikasi yang dapat diobservasi
bahwa nilai pasar aset telah meningkat
secara signifikan selama periode
2. signifikan yang berdampak
menguntungkan bagi entitas telah
terjadi selama periode,
3. Suku bunga pasar
6. Penurunan Nilai Aset Tertentu Untuk aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar, penurunan nilai
6. Penurunan Nilai Aset Tertentu
Untuk aset keuangan yang
diukur dengan nilai wajar,
penurunan nilai akan
otomatis tercermin dalam
nilai aset dan disajikan
sebagai kerugian.
Untuk aset keuangan yang
diukur dengan biaya
perolehan dan nilai
diamortisasi dapat
mengalami penurunan nilai
Aset keuangan mengalami
penurunan nilai jika nilai
tercatat lebih besar
daripada nilai diperoleh
kembali
Contoh Penurunan Nilai Aset (Perediaan) Persediaan bukan aset yang menjadi subyek penurunan nilai. Namun dalam
Contoh Penurunan Nilai Aset
(Perediaan)
Persediaan bukan aset yang menjadi
subyek penurunan nilai. Namun dalam
PSAK No. 14
Persediaan disebutkan persediaan dinilai
sebesar nilai yang lebih rendah antara
harga perolehan dan nilai realisasi
bersih.
Aset tidak lancar tersedia untuk dijual (PSAK No. 58) Properti investasi (PSAK No. 13) Aset
Aset tidak lancar
tersedia untuk dijual
(PSAK No. 58)
Properti investasi
(PSAK No. 13)
Aset tetap
Aset pajak
tangguhan
(PSAK No. 16)
(PSAK No. 46)
7. Prinsip Konservatisme Akuntansi Hendriksen (1982) • mendefinisikan konservatisme dengan melaporkan nilai yang
7. Prinsip Konservatisme Akuntansi
Hendriksen
(1982)
• mendefinisikan konservatisme dengan melaporkan nilai
yang terendah dari beberapa nilai yang mungkin untuk
aktiva dan pendapatan serta nilai yang tertinggi dari
beberapa nilai yang mungkin untuk kewajiban dan beban
yang menyiratkan bahwa beban harus diakui sedini
mungkin dan pendapatan diakui selambat mungkin
Smith dan
Skousen (1987)
• konservatisme didefinisikan sebagai sebuah aturan, ketika
terdapat keragu-raguan akan beberapa alternatif pilihan
pelaporan akuntansi, maka hendaklah dipilih alternatif
yang paling memberikan dampak paling rendah terhadap
ekuitas pemilik.
Godfrey et al.
(2010)
• mencatat beban, kerugian dan kewajiban secepat
mungkin, walaupun bukti yang dimiliki mungkin lemah;
namun bagaimanapun juga, untuk mencatat pendapatan,
keuntungan dan aset harus didukung dengan bukti yang
lebih subtansial sebelum dapat dilakukan pencatatan)
Konservatisme akuntansi merupakan prinsip yang mempengaruhi cara akuntansi dibuat. Konservatisme memang merupakan
Konservatisme akuntansi merupakan prinsip yang
mempengaruhi cara akuntansi dibuat.
Konservatisme memang
merupakan implementasi
dari kehati-hatian
pembuat laporan
keuangan untuk tidak
berlebihan dalam
melaporkan hal-hal yang
mungkin mempunyai
risiko cukup besar untuk
menyesatkan pengguna
laporan keuangan dalam
pengambilan suatu
keputusan
Konservatisme Understated untuk hal-hal yang menguntungkan di dalam laporan keuangan dan overstated untuk hal- hal
Konservatisme
Understated untuk hal-hal yang
menguntungkan di dalam laporan
keuangan dan overstated untuk hal-
hal yang merugikan di dalam laporan
keuangan dianggap lebih aman bagi
pembuat laporan keuangan karena
dengan demikian pengguna laporan
keuangan akan terhindarkan dari
kemungkinan melakukan
pengambilan keputusan yang terlalu
optimistik berdasarkan laporan
keuangan yang apabila optimistme
tersebut ternyata tidak mencapai
tujuannya akan menimbulkan risiko
dilakukannya litigasi kepada
pembuat laporan keuangan yang
menyediakan laporan tersebut
(Handojo, 2012).
overstated
Understated
Konserv
atisme
Beberapa pilihan metode pencatatan di dalam PSAK yang dapat menimbulkan laporan keuangan konservatif diantaranya adalah:
Beberapa pilihan metode pencatatan di dalam
PSAK yang dapat menimbulkan laporan
keuangan konservatif diantaranya adalah:
PSAK No. 14
• tentang persediaan yang menyatakan bahwa perusahaan
dapat mencatat biaya persediaan dengan menggunakan
salah satu metode yaitu FIFO (first in first out) atau masuk
pertama keluar pertama dan metode rata-rata tertimbang.
PSAK No. 16
• tentang aktiva tetap dan aktiva lain-lain yang mengatur
estimasi masa manfaat suatu aktiva tetap. Estimasi masa
manfaat suatu aktiva didasarkan pada pertimbangan
manajemen yang berasal dari pengalaman perusahaan saat
menggunakan aktiva yang serupa
PSAK yang terkait • tentang aset tidak berwujud yang berkaitan dengan metode amortisasi. PSAK No.
PSAK yang terkait
• tentang aset tidak berwujud yang berkaitan dengan metode
amortisasi.
PSAK No. 19
PSAK No. 20
• tentang biaya riset dan pengembangan yang menyebutkan
bahwa alokasi biaya riset dan pengembangan ditentukan
dengan melihat hubungan antara biaya dan manfaat
ekonomis yang diharapkan perusahaanakan diperoleh dari
kegiatan riset dan pengembangan
8. Impairment of Asset dan Kaitannya dengan Konservatisme Akuntansi Penurunan nilai (infairment) harus didasarkan pada
8. Impairment of Asset
dan Kaitannya dengan Konservatisme Akuntansi
Penurunan nilai
(infairment) harus
didasarkan pada
prinsip konservatisme
dan kehati-hatian.
Aset tidak boleh
dicatat overstated,
dari nilai dapat
diperoleh kembali.).
Penurunan nilai
didasarkan pada konsep
konservatif, kehati-
hatian dan relevansi
informasi ini akan
menjamin aset entitas
yang disajikan dalam
laporan keuangan
menghasilkan nilai yang
dapat mencerminkan
manfaat ekonomi yang
diperoleh di masa
depan.
Lebih lanjut lagi,
Sooriyakumaran
(2014) menyatakan,
“The effect of
impairment of assets
on firms capital
structure is being
introduced
theoretically and
tested empirically”.
THANK YOU
THANK YOU